<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMADIKLUS &#187; Artikel dan Opini</title>
	<atom:link href="http://www.imadiklus.com/category/artikel-dan-opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imadiklus.com</link>
	<description>IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 00:21:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>DATA keaksaraan &#8211; Versi Curhat</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2012/01/data-keaksaraan-versi-curhat.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2012/01/data-keaksaraan-versi-curhat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 03:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imadiklus.com/?p=2857</guid>
		<description><![CDATA[Suati hari ada cerita dari adiknya temanya, temane kawanku punya teman  begini ceritanya &#8220;Mas , klo punya data/hal tentang keaksaraan aku mbok di emailke..buat persiapan proposalku&#8221; Tanpa berpikir panjang karena... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2012/01/data-keaksaraan-versi-curhat.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Suati hari ada cerita dari adiknya temanya, temane kawanku punya teman  begini ceritanya</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;"><em> &#8220;Mas , klo punya data/hal tentang keaksaraan aku mbok di emailke..buat persiapan proposalku&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tanpa berpikir panjang karena yang menanyakan dan yang ditanya adalah PLS, Sehingga Saya langsung tergopoh -gopoh menggoyangkan mose dan sambil jari menari dikeybord <img class="alignright" src="http://lh6.ggpht.com/_N_aSZtO_L1U/TKN81e09k1I/AAAAAAAAAB0/tZ4xdHBEWQ8/keaksaraan.jpg" alt="keaksaraan DATA keaksaraan   Versi Curhat" width="268" height="201" title="DATA keaksaraan   Versi Curhat" />qwerty cari-sana sini sampai sini-sana, alhasil menemukan secuil data yang terekam <a href="http://www.p2pnfisemarang.org/2011/kf.php" target="_blank">disini </a>karena kurang puas akhirnya saya masuk <a href="www.padatiweb.kemdiknas.go.id/" target="_blank">web PADATI</a> disana saya dapati link untuk pendidikan nonformal belum aktif , alhasih pencarian saya dijagat maya hanya menemukan info pada<a href="http://www.p2pnfisemarang.org/2011/kf.php" target="_blank"> url</a> walau saya menggapnya kurang begitu komplit dan diragukan kebenaranya, ya dengan berat hati saya membalas pesan tadi dengan hasil pencarian yang saya temukan</p>
<p style="text-align: justify;">Haripun berganti cling bunyi pesan berderin dan setelah saya buka ternyata jawaban diri balasan yang sayakirim dan bunyinya</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Aku mlh datang ke SENSOR AHHH, ternyata ndak punya apa2..Data jumlah WB sj takut njawab, katanya politis..oh.. PLS..PLS..,</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jawaban itu yang menginpirasi saya menulis tulisan ini , ya intinya berapa besar dana yang digunakan atas nama Warga belajar Berapa orang yang terlibat, tapi hasilnya tidak ada yang berani menjamin kebenaranya, konot kata semorang teman dalam obrolan SERSAN,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>“ kita pamong itu susah padal warga belajar masih banyak namaun kabupaten sudah deklarasi bebas buta aksara, kalau kita mengajukan data buta aksara ke dinas Pendidikan maka akan dimarahi sama K dinas. Kabupaten kita saja sudah mencanangkan buta aksara anda kok masih menyampaikan proposal pemberantasan buata aksara” ungkapnya ( gayane kaya bartawan )</em></p>
</blockquote>
<p>Mari kita tuangkan gagasan dan idemu melalui tulisan dengan didukung penglaman probadi dan fakta yang ada agar orang membaca dan bersemangat untuk berbuat lebih baik. Okke kembali ke pokok permasalahan diatas</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Teman PLS yuh minta bantunya untuk minta tolong mencarikan data informasi keaksaraan siapa yang tahu</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">yang baca jangan hanya  baca aja dunk dan jangan hanya like aja dunk kasih komenlah, dengan berkomentar anda sudah membudayakan menulis dan membaca dan menambah semangat saya untuk bercerita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2012/01/data-keaksaraan-versi-curhat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 00:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2805</guid>
		<description><![CDATA[MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.   Model Rogers Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal. Langkah-langkah sebagai berikut : Diadakannya kelompok... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/IMADIKLUS.jpg"><img class="alignright  wp-image-2808" title="IMADIKLUS" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/IMADIKLUS.jpg" alt="IMADIKLUS MODEL MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM" width="291" height="123" /></a>MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>1.   </strong><strong>Model Rogers</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Diadakannya kelompok untuk dapatnya hubungan interpersonal ditempat yang tidak sibuk.</li>
<li>Kurang lebih dalam satu minggu peserta mengadakan saling tukar pengalaman, dibawah pimpinan staf mengajar.</li>
<li>Kemudian diadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas lagi dalam satu sekolah, sehingga hubungan interpersonal akan menjadi lebih sempurna. Yaitu hubungan hubungan antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik dalam suasanan yang akrab.</li>
<li>Selanjutnya pertemuan diadakan dengan mengikutsertakan anggota yang lebih luas lagi, yaitu dengan mengikutsertakan para pegawai administrasi dan orang tua peserta didik. Dalam situasi yang demikian diharapkan masing-masing person akan akan saling menghayati dana lebih akrab, sehingga memudahkan berbagai pemecahan problem sekolah yang dihadapi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan penyusunan kurikulum akan lebih realistis, karena didasari oleh kenyataan yang diharapkan.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>2.   </strong><strong>Model Ralp Tyler</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tyler mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan suatu kurikulum, perlu menempatkan empat pertanyaan berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>What educational purpose should the school seek to attain? (objectives</li>
<li>What educational experiences are likely to aatain these objectives? (instructional strategic and content)</li>
<li>How can these educational experiences be organized effectively? (organizing learning experiences)</li>
<li>How can we determine whether these purposes are being attain? (identifikasi dan evaluasi)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bapak pengembangan kurikulum. Tyler telah menanamkan perlunya hal yang lebih rasional, sistematis, dan pendekatan yang berarti dalam tugas mereka. Tetapi, karya tyler atau pendapat tyler sering dipandang rendah oleh penulis sesudahnya. Hal itu karena dalam hal menentukan objectives model, ia terkesan sangat kaku. Namun pandangan yang demikian sebenarnya tidak selalu benar, mengingat banyak karya atau tulisan tyler yang telah salah diintepretasi, dianalisis secara dangkal dan bahkan cenderung menghindarinya. Brady, sebagai contoh dengan kaitannya pertanyaan diatas, menganjurkan bahwa: the four steps are sometimes simplified to read “objectives”, “content”, “method” and “evaluation”. Namun dengan tegas tyler mengatakan bahwa merujuk pada pengaaman belajardalm pertanyaan 2 sebagai: the interaction betweenthe learner and the external conditions in the environmental to which be can react (Print: 1993: 64).</p>
<p style="text-align: justify;">            Sama halnya dengan itu, beberapa penulis lain berpendapat bahwa tyler tidak menjelaskan sumber tujuan (source of objectives) secara memadai. Tetapi, sebenarnya tyler telah membahas hal itu dalam satu buku utuh. Dia telah menguraikan dan menganalisis sumber-sumber tujuanyang dating dari anak didik, mempelajari kehidupan kotemporer, matapelajaran yang bersifat akademik, filsafat, dan psikologi belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">            Tentu saja Tyler memiliki pengaruh yang kuat dan luas terhadap para pengembang kurikulum atau penulis kurikulum lainnya selama tiga decade yang lalu. Secara jelas tentang model pengembangan kurikulum , dapt dilihat pada gambar berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>3.   </strong><strong>Model Hilda Taba</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan kurikulum yang dilakukan oleh Taba yaitu dengan memodifikasi model dasar Tyler agar lebih representatif terhadap perkembangan kurikulum diberbagai sekolah. Dalam pendekatannya, Taba menganjurkan untuk menggunakan pertimbangan ganda terhadap isi (organisasi kurikulum yang logis) dan individu pelajar (psikologi organisasi kurikulum). Langkah-langkah dalam proses pengembangan kurikulum menurut Taba adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">Step 1 : Diagnosa kebutuhan</p>
<p style="text-align: justify;">Step 2 : formulasi pokok-pokok</p>
<p style="text-align: justify;">Step 3 : Seleksi isi</p>
<p style="text-align: justify;">Step 4 : Organisasi isi</p>
<p style="text-align: justify;">Step 5 : Seleksi pengalaman belajar</p>
<p style="text-align: justify;">Step 6 : Organisasi pengalaman belajar</p>
<p style="text-align: justify;">Step 7 : penentuan tentang apa yang harus dievaluasi dan cara melakukannya</p>
<p style="text-align: justify;">Taba mengklaim bahwa bahw keputusan keputusan-keputusan pada elemen mendasar harus dibuat valid. Kriteria mungkin berasal dari berbagai sumber yakni, dari tradisi, tekanan tekanan sosial dan kebiasaan-kebiasaan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar kurikulum menjadi berguna pada pengalaman belajar murid, bahwa sangatlah penting mediagnosis berbagai kebutuhan anak. Hal ini merupakan langkah penting pertama dari Taba. Tentang apa yang anak didik inginkan dan perlukan untuk belajar. Langkah kedua yakni, formulasi yang jelas dan tujuan tuuan yang komprehensif untuk membentuk dasar pengembangan elemen-elemen berikutnya. Taba berpendapat bahwa hakikat tujuan akan menentukan jenis pelajaran yang perlu untuk diikuti.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah 3 dan 4 diintegrasikan dalam realitas meskipun untuk tujuan mempelajari kurikulum. Taba membedakan diantara keduanya, untuk menggunakan langkah-langkah ini pendidik perlu menformulasikan dulu tujuan-tujuan, sebagaimana halnya mengetahui secara mendalam terhadap isi kurikulum. Begitu juga dengan 5 dan 6 yang berhubungan dengan tujuan dan isi. Untuk menggunakan langkah ini secara efektif taba menganjurkan para pengembang kurikulum untuk memperoleh suatu pengertian terhadap prinsip-prinsip belajar tertentu, strategi konsep yang dipakai, dan urutan belajar. Pada langkah terakhir (7) Taba menganjurkan para  pengembang kurikulum untuk mengonsepkan dan merencanakan berbagai strategi evaluasi. Model kurikulum Tyler dan Taba dikategorikan kedalam Rational Model atau Objectives Model.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan dari model Taba dan model Tyler ini yakni, Rational Model yang logis strukturnya menjadikan sebagai dasar yang berguna dalam perencanaan dan pemikiran kurikulum. Model ini telah menghindari kebingungan, sebuah tugas yang susah dari perspektif kebanyakan pengembang kurikulum. Para pendidik dan para pengembang kurikulum yang bekerja dibawah model rasional (rational model) memberikan suatu jalan yang tidak berbelit-belit dan mempunyai pendekatan waktu yang efisien. Dalam mengevaluasi proses kurikulum, satu hal yang dapat diargumenkan adalah tyler dan taba telah mendapatkan sesuatu yang sifatnya rasional, yang menyokong pembangunan kurikulum setidaknya dari perspektif rasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis</p>
<table style="width: 457px; height: 62px;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr align="right">
<td>Nama</td>
<td>Fendik Nef</td>
</tr>
<tr align="right">
<td>Email</td>
<td><a href="mailto:kidnef10@gmail.com" target="_blank">kidnef10@gmail.com</a></td>
</tr>
<tr align="right">
<td>Asal Insatansi/Univ</td>
<td>UM</td>
</tr>
<tr align="right">
<td>NO HP</td>
<td>085646453811</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model pengembangan kurikulum">model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model-model pengembangan kurikulum">model-model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="makalah model pengembangan kurikulum">makalah model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model model kurikulum">model model kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model-model kurikulum">model-model kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="artikel pengembangan kurikulum">artikel pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum model taba">pengembangan kurikulum model taba</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum">pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model model pengembangan kurikulum">model model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum model tyler">pengembangan kurikulum model tyler</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 17:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[tumbuh kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2801</guid>
		<description><![CDATA[TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN   A.     PEMENUHAN KEBUTUHAN ANAK Secara umum diketahui bahwa dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, pangan, sandang,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>TUMBUH KEMBANG ANAK DIPANDAN DARI SEGI PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>A.     </strong><strong>PEMENUHAN KEBUTUHAN ANAK</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Secara umum diketahui bahwa dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, pangan, sandang, dan perumahan serta kasih saying, prhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang mengaktualisasikan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>B.      </strong><strong>KEBUTUHAN JASMANIA – BIOLOGIS</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Organism perlu makan, minum, dan juga pakaian yang cukup agar ia mersa bahwa “yang pokok” dalam hidup ini telah terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>C.      </strong><strong>RASA AMAN TERJAMIN (SECURITY AND SAFETY )</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Manusia hidup dengan berusaha, usaha merupakan penjelajahan dunia sekitarnya. Dunia rasanya terbuka baginya, tetapi kesemuanya itu, unutuk menjelajahi daerah yang tidak dikenalnya, ia harus merasa dirinya aman dan terjamin.</p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>D.     </strong><strong>PENJELMAAN DIRI ( SELF ACTUALIZATION )</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam perkembangan anak perlu dipenuhi berbagai kebutuhan yaitu kebuthan primer, kasih saying, perhatian, penghargaan terhadap dirinya dan peluang mengaktualisasikan diri. Sebagai mana organism ditentukan secara alamiah oleh sifat sifat keturunan dan cirri cirri unik yang di bawah sejak lahir, perkembangan organism itu ditentukan oleh cara cara interaksi dengan lingkungan, yaitu melalui pendekatan pendekatan yang sifatnya menberikan perhatian, kasih sayang dan peluang mengaktualisasikan diari.</p>
<p style="text-align: justify;">
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>E.      </strong><strong>TUMBUH KEMBANG ANAK</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk dapat memberikan perlakuan pendidikan yang sesuai dengan tuntuan kebutuhan tumbuh kembang, perlu di pahami cirri-ciri fase perkembangan.  Ada tiga fase perkembangan, progresif (0-20 th ) masa stabil (21- 70) dan masa regresif (71 ke atas).</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun masa kritis yang di lalui manusia, masa kritis pertama terjadi pada umur kurang lebih 3-5 tahun, di mana terjadi masa keras kepala. Masa kritis kedua terjadi pada usaia remaja, yaitu pada umur kurang lebih 14-18 tahun di masa ini terjadi gejolak kehidupan emosianal dan konfrontasi  dari keinginan untuk bebas  mandiri pada suatu pihak , dan pada pihak lain. Masa kritis ke tiga ialah bila seorang merasa menjadi tua, tetapi tidak ingin menjadi tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Masa progresif ditandai oleh cirri keinginan untuk maju dan perubahan dalam arti fisik dan mental yang cukup berarti. Dalam arti mental, menurut Piaget seseorang mengalami perkembangan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>                      i.            </strong><strong>MASA BAYI ; 0,O TAHUN – 2,0 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masa bayi yang di sebut juga masa vital merupakan latihan latihan dari fungsi jamaniah yang makin lama makin teratur: makan, tidur, buang air dan sebagainya. Ini merupakan latihan huluan kea rah kebiasaan hidup teratur. Pada masa ini anak menemukan kemampuan berbahasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Usia sekolah 6 – 12 tahun adalah usia yangadi tandai oleh tahap perkembangan operasional kongkrit. Anak pada masa ini harus belajar, namun seringkali pengetahauan yang di berikan itu adalah pengetahuan yang bersifat memoriasisasi dan kemampuan lain yang memiliki kadar mental rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>                    ii.            </strong><strong>MASA PRA SEKOLAH ; 2,0 – 5,0 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masa ini di katakn masa kritis pertama dalam grafik kehidupan seseorang, dapat dilaluinya dengan baik, maka perkembangan sosial yang ditandai oleh keinginan sendiri dan alam khayalnya, yaitu kehidupan fantasinya, akan berkembang dengan sehat, sehingga akhirnya dia siap untuk memasuki dunia sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">                  iii.            <strong>MASA SEKOLAH ( SCHOOL AGE) ; 6,0 – 12,0 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masa ini di sebut juga masa intelek karena peningkatan kemampuan  untuk berfikir rasional sanat nyata dan  dank arena ia gemar belajar. Ia mulai mengerti apa yang benar dan apa yang salah kata haitnya mulai berkembang. Di sini pengaruh lingkungan terhadap perkembangan moral anak sangat signifikan. Penyesuaian anak pada norma- norma yang berlaku di masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga dan dalam lingkungan sekolah pada umumnya mulai menampakkan diri secara jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>                  iv.            </strong><strong>MASA PRE ADOLESCENCE: 12,0 – 17,0 TAHUN DAN MASA ADOLESCENCE: 18,0 – 20,0 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam masa ini masa remaja menjelajahi  dunia pergaulan seluas – luasnya, dengan cara dan petunjuk yang di dapat dari orang tuanya yang kemidian di kembangkannya sendiri. Orangtua pada saat ini seharusnya harus banyak berusaha mengadakan <em>meeting of minds</em> dengan putranya untuk dapat menyelami pertengtangan batin dan keragu-raguannya. Sangatlah bergantung pada lingkungan keluarga, sejauh mana manusia dapat mewujudkan dirinya ditunjang oleh keteladanan realisasi norma ideal yang menghidupi suasana kehidupan keluarga itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>                    v.            </strong><strong>MASA PRA REMAJA: 11 – 13 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam masa ini anak akan makin pandai mengendalikan dan mengrmudikan badanya sendiri. Ia makin banyak berkawan dengan teman sebayanya, memilih kelomoknya dan mengerti tentangsikap yang cocok baginya. Ia sudah mulai berdiri sendiri ( independent ) dan paham akan arti sifat ekonomis, yang menguntungkan dan merugikan. Masa ini juga disebut juga masa intelek, karena apa yang benar dan apa yang salah dalam “ kata hatinya “ mulai berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>                  vi.            </strong><strong>MASA REMAJA: 14 – 18 TAHUN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa ini remaja berupaya melepaskan dirinya dari orangtuanya. Ini terjadi karena ia bermaksud untuk menemukan indentitasnya egonya untuk mencapai individualitas yang mantap. Masa ini tidak memiliki tempat jelas dalam perkembangan: remaja tidak termasuk kelompok orang dewasa, tetapi tidak juga disebut anak. Ia berada dalam status interim sebagai akibat dari posisi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>                vii.            </strong><strong>MASA PERALIHAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa ini remaja sedang mencari indentitasnya; siapa dia itu, apa yang menjadi tujuan hidupnya, apa yang di harapkan dari dirinyadan bagai mana ia mereflesikannya untuk dapat memaikan peranannya secara mantap. Kendala utama dalam arti ekonomis ialah bahwa ia belum mampu mencapai kemandirian, meskipun emansipasi tersebut merupakan aspek pembentukan identitas yang sangat penting dalam perkembanganyadan menjadikan ia tumbuh menjadi berkembanga dan berprilaku wajar sehingga di sebut sehat mental.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">v  <strong>IMPLIKASI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam melaksanakan implikasi pedagogis pada cirri psikologis perkembangan anak didik,dikhendaki kominikasi yang efektif, yaitu suatu dialog dalam arti ketertiban emosiaonal, sosial dan mental yang menghasilkan pengalaman dua sisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal dalammelaksanakan hal itu :</p>
<ol>
<li>Kita harus mengidentifikasi kebutuhan dan pertanyaan yang harus di ajukan bila ada masalah, adalah sebagai berikut : “ Mau mu sesungguhnya apa ? “ Pertanyaan tersebut di ajukan untuk melihat kelubuk hatinya dan mengerti kemauannya dalam rangka memenuhi  kebutuhan apa dan mengapa ia berprilaku tertentu.</li>
<li> Secara detail di upayakan agar ia menggambarkan apa yang dikhendakinyadan membantu mengfokuskan diri terhadap apa yang mungkit dapat dicapai secara efektif.</li>
<li> Bila itu sudah terjadi , ditanyakan kembali : “ Apakah yang di lakukannya sesuai yang dilakukannyajadi anak dibantu untuk menilai sendiri perilakunya. Sekitar prilaku yang sekarang ini tak sesuai dengan sasaranya, di nyatakn kembali padanya; “ Apa yang rasanya lebih baik dari pada itu, ceritakan rencana mu ?” Bila anak sudah menceritakan rencanya ditanyakan lagi; “ Apakah kamu berniat berusaha mencapai rencana mu itu ? “</li>
<li>Pertanyaan di atas disertai bantuan untuk mencapai sasaran melalui  latihan keterampilanuntuk pembentukan perilaku tertentu. Bantuan tersebut merupakan pengalaman dua sisi. Artinya selain kita menghayati dan mencoba memahami perilakunya, kita mengarahkan anak menguasai dirnya ( control himself ) dalam mencapai sasaranya.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tumbuh kembang anak">makalah tumbuh kembang anak</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tumbuh kembang">makalah tumbuh kembang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tentang tumbuh kembang anak">makalah tentang tumbuh kembang anak</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tumbuh kembang anak dalam pendidikan">makalah tumbuh kembang anak dalam pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tumbuh kembang bayi">makalah tumbuh kembang bayi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="identitas tumbuh kembang bayi">identitas tumbuh kembang bayi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="pengertian kebutuhan primer pada anak">pengertian kebutuhan primer pada anak</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="artikel kebutuhan sandang kelas menengah 2012">artikel kebutuhan sandang kelas menengah 2012</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="makalah tentang tumbuh kembang">makalah tentang tumbuh kembang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html" title="tumbuh kembang anak">tumbuh kembang anak</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/tumbuh-kembang-anak-dipandan-dari-segi-perkembangan-dan-pendidikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 07:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2786</guid>
		<description><![CDATA[Curhatan teman kita PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED oleh Jhoe EsTrela Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/PLS_IMADIKLUS_UNIMED.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2787" title="PLS_IMADIKLUS_UNIMED" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/PLS_IMADIKLUS_UNIMED.jpg" alt="PLS IMADIKLUS UNIMED PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH   UNIMED" width="180" height="236" /></a>Curhatan teman kita PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED oleh <a href="http://www.facebook.com/jhoe.estrela" target="_blank">Jhoe EsTrela</a> Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola Paud, dan bersifat pada instansi dan melembaga. Namun apakah kompetensi itu sudah terdapat pada mahasiswa tersebut? Ataukah hanya sebatas teori semata yang Cuma tertulis di sebuah buku dan menjadi pajangan saja? Dan kita ketahui banyaknya mahasiswa dari lulusan sarjana PLS sendiri tak tau arah tujuan kompetensinya sebagai penganyom masyarakat, dan tak jelas arah tujuannya dikarenakan kurangnya pengetahuan akan hal itu.<br />
Akankah kita selaku mahasiswa PLS terus- terusan tidak peduli dengan jurusan kita ini, atau kah kita kuliah cukup hanya untuk mendapat gelar SPd saja? Ironis sekali kalau hal itu terjadi, kompetensi dan daya pikir yang primitif bagi mahasiswa jika hanya mendapat gelar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Gelar SPd, sudahkah menjamin mendapat pekerjaan khususnya jurusan kita ini? Hendak kemana sasaran bagi lulusan sarjana PLS? Katanya kjadi boss, pengelola PKBM, Tutor, PNS, Jadi pengawas sekolah, guru BP, penyuluh dan lain- lain. Apakah kita punya dana dan relasi yang cukup untuk itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut anda apakah jurusan kita ini sudah dikenal oleh masyarakat awam? Tidakkah sering kita temui kendala dan banyak pertanyaan dari orang awam apabila kita ditanya : Kuliah dimana dik? Jurusan apa? Dan semester berapa? Dan kita menjawab kuliah di UNIMED, jurusan PLS dan sekarang sudah semester 5. Dan kemudian Bapak itu menanyakan kembali : PLS ? apa itu? Dan kemana nantinya? Dengan ragu dan seperti kelihatan orang pintar kita menjawab : Nantinya pak kami yang mengajari Pendidikan Non Formal Pak, seperti Paket A, B dan C, dan jika ada penyuluhan dan pelatihan kamilah orangnya. Kita menjawab pertanyaan itu seolah tak ada beban yang melekat dihati. Seolah lepas saja, padahal kenyataan nantinya di lapangan orang yang seperti yang kita ucapkan tadi bukanlah berdasarkan jurusan kita (kita tak seperti guru formal, jurusan biologi mengajar biologi), namun dengan pengalaman dan latihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita lihat pada kenyataannya banyak yang bekerja di pendidikan non formal adalah lulusan- lulusan yang bukan jurusan dari PLS. Bagaimana ini terjadi itu karena kita sendiri mahasiswa tidak mau peduli akan jurusan dan sasaran kita sendiri. Kita asik beleha- leha dijejali teori tanpa praktik yang berarti tanpa ada motivasi kedepan untuk mendalami apa yang menjadi tujuan kita. Kita terus saja dijadikan objek proyek pendidikan oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab. Pernahkah anda berfikir begitu banyaknya alokasi dana pemerintah untuk biaya pendidikan khususnya pendidikan non formal. Dan juga bantuan luar negeri yang berpartisipasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Namun karena kita tidak tahu dan tak mau tahu maka dana itu dikelola oleh orang- orang yang tak berkompeten dalam hal itu, sehingga dana tersebut raup tanpa hasil dan hanya menjadi sumber kekayaan mereka. Kita dibuat hanya untuk proyek saja, ada tapi tidak ada dalam aplikasinya. Kita dipendam dan hanya dibungkam, dan berusaha untuk berdiri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal jurusan kita dibentuk oleh pemerintah karena permintaan luar negeri yang tujuannya spesialis untuk mengajarkan orang- orang yang tidak mampu dan tak berkesempatan untuk sekolah. Kita berbeda dengan pendidikan formal, kita lebih bersifat manajemen dan bersifat independent yang tak terikat. Perbedaan pendidikan non formal dengan pendidikan formal sudah kita pelajari pada azas- azas pendidikan luar sekolah dan buku- buku diktat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah saatnya kita lebih kritis dan lebih spesifik dalam hal ini, jangan hal ini terus berlarut dan hanya menjadi kerancuan dalam mengikuti perkuliahan. Kita harus tau apa makna PLS itu, apa yang menjadi kemampuan dan kompetensi yang diberikan dalam perkuliahan, dimana sasaran yang akan dituju, siapa saja yang dapat menjadi relasi dari pendidikan luar sekolah, bagaimana kedepannya jelas atau tidak, Mengapa kita memilih jurusan ini, Kapankah kita dapat pekerjaan (apakah setahun, dua tahun, ataukah sebelum tamat kuliah kita sudah mendapat pekerjaan), dan Apakah sekarang kita peduli dengan masa depan kita sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah renung dalam hati semoga kita mendapat jawaban dan petunjuk untuk diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align: right;"><sup>Sumber http://imadiklusentete.blogspot.com/2011/11/pendidikan-luar-sekolah.html</sup></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="asas-asas pendidikan luar sekolah">asas-asas pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kompetensi sarjana PLS">kompetensi sarjana PLS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="azas-azas pls">azas-azas pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="proposal pendidikan luar sekolah">proposal pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="fakultas non pendidikan yang terdapat di unimed">fakultas non pendidikan yang terdapat di unimed</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kendala-kendala pada asas-asas pendidikan dalam sekolah">kendala-kendala pada asas-asas pendidikan dalam sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="sasaran yang dituju melalui pendidikan luar sekolah">sasaran yang dituju melalui pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="pendidikan luar sekolah unimed">pendidikan luar sekolah unimed</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kompetensi sarjana pendidikan luar sekolah adalah">kompetensi sarjana pendidikan luar sekolah adalah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="azas-azas pkbm">azas-azas pkbm</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersama Membangun Pendidikan Luar Sekolah JAYA</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 10:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2761</guid>
		<description><![CDATA[Bersama Membangun PLS JAYA !!! Pendidikan Luar Sekolah itulah nama program studi ku.. Sampai saat ini pun sebenarnya saya belum tahu benar apa yang dimaksud dengan Pendidikan Luar Sekolah itu... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/logo-warna.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2762" title="logo-warna" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/logo-warna.jpg" alt="logo warna Bersama Membangun Pendidikan Luar Sekolah JAYA " width="151" height="160" /></a>Bersama Membangun PLS JAYA !!! Pendidikan Luar Sekolah itulah nama program studi ku.. Sampai saat ini pun sebenarnya saya belum tahu benar apa yang dimaksud dengan Pendidikan Luar Sekolah itu sendiri,. Banyak yang mengistilahkan PLS sebagai Pendidikan Luas Sekali, Pendidikan Lucu Sekali, benar juga ada istilah seperti itu, menurut saya pribadi PLS diartikan pendidikan Luas Sekali karena memang pendidikan yang satu ini mencakup banyak unsur di dalam masyarakat kita, apalagi ada istilah pendidikan sepanjang hayat, benar-benar membuat semakin luas sasaran dari PLS itu sendiri, tapi sayangnya PLS masih termarjinalkan dibanding dengan pendidikan formal yang ada saat ini. Padahal kita tahu sendiri, pendidikan luar sekolah atau sering yang disebut dengan pendidikan nonformal ini sangatlah penting bagi kelangsungan hidup seseorang, masyarakat bahkan bangsa dan Negara ini. Bagi kita melihat kondisi pendidikan sekarang ini, apakah kita akan menyerah karena merasa termarjinalkan oleh pemerintah ? Ataukah kita akan bangkit dengan usaha mandiri kreasi mahasiswa PLS di negeri ini ?? Bukan zamannya lagi sebagai mahasiswa PLS hanya kuliah pulang, terima materi dari dosen pengampu kuliah, mengerjakan tugas, dan nunggu nilai keluar. Melihat dan heran dengan kreativitas teman-teman kalian yang berhasil di berbagai ajang kreativitas mahasiswa, bangga dengan jurusan KIMIA, FISIKA atau yang lainnya. Apakah seperti itu mahasiswa PLS yang katanya sebagai generasi penerus bangsa ?? Mau dimana kita ke depannya ??? Apakah kita hanya jadi penonton setia saja melihat perkembangan zaman dan perubahan di negeri kita ini, INDONESIA… Sadar bung !!! 2011 gitu!! Berubahlah kawan, sudah bukan zamannya lagi kita hanya sebagai penonton dan penikmat perubahan saja, berpikirlah rasional, kritis dan kreatiflah hadapi tantangan masa depan kita, masa depan Pendidikan Luar Sekolah. Sudah saatnya kita berubah membawa PLS JAYA, memang kita kalah “tenar” dengan jurusan-jurusan favorit yang ada di berbagai universitas di negeri ini, kalah IQ kita dengan mahasiswa FMIPA, tapi tahukah kalian yang dibutuhkan untuk sukses di dalam kehidupan bukanlah IQ yang tinggi tetapi adalah kreativitas, tahan banting, kemampuan sosialisasi kita dalam masyarakat. Maka dari itu sangatlah perlu bagi kita untuk survive menghadapi tantangan masa depan tersebut, maksimalkan lah peran sebagai mahasiswa PLS saat ini, tunjukan kreativitasmu membawa nama PLS, lakukan dengan HMJ PLS, UKM, maupun organisasi lainnya untuk meningkatkan kreativitasmu, karena sebagai orang PLS kalian sangat dituntut untuk kreatif menghadapi permasalahan di masyarakat. Jangan jadikan Dosen sebagai Guru saja, akan tetapi jadikanlah partner curhat akan kebutuhan yang kalian inginkan untuk hidup di dunia ke-PLS-an. Materi ke-PLS-an yang kalian dapat di kelas, terapkan lah di masyarakat melalui program-program HMJ, tuangkan ide kreatifmu untuk membuat desain program yang benar-benar dapat diterima dengan baik untuk masyarakat sasaran, dengan begitu mahasiswa PLS akan belajar melalui pengalaman yang di dapat dari program yang dilaksanakan tersebut. Dengan begitu, secara pelan namun pasti PLS akan diterima dan dimengerti oleh masyarakat yang membuat lulusan PLS juga akan dipercaya untuk mengisi kebutuhan tenaga ke-PLS-an itu sendiri, yang saat ini sering diisi oleh orang yang bukan di kompetensinya. Untuk itu, sebagai mahasiswa aktif PLS sekarang dituntut untuk kreatif, kritis, inovatif dan survive dalam mengahadapi berbagai tantangan kehidupan kelak, bukan saatnya lagi menunggu panggilan baru bergerak. Butuh keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Luar Sekolah, maka dari itu kita harus pintar-pintar menyiasati dengan menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah dan masyarakat agarmengerti akan pentingnya pendidikan luar sekolah serta tidak memandang PLS sebelah mata. #bolehlah kita kalah pikiran dengan orang lain, tapi janganlah sesekali kalah dalam unjuk kreativitas #janganlah terpaku pada sebuah kesempatan, tapi usahakanlah kalian belajar untuk dapat memberikan kesempatan pada orang yang membutuhkan. #Spesial untuk semua mahasiswa PLS se-INDONESIA, saatnya rubah paradigma sebagai “mahasiswa konsumtif”</p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>By : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000056757436" target="_blank">Akhmad Rofiq</a> (SKANDAL’s 2009/ UNY)</em></strong></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="jadikan luar sekolah">jadikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="allintext: comments website baseballs dozen">allintext: comments website baseballs dozen</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="artikel pendidikan">artikel pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="membangun citra pendidikan luar sekolah">membangun citra pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="masa depan pendidikan luar sekolah">masa depan pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="makalah tumbuh kembang anak dari segi perkembangan dan pendidikan">makalah tumbuh kembang anak dari segi perkembangan dan pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="program pls sekarang">program pls sekarang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="desain program pendidikan luar sekolah">desain program pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="program studi pendidikan luar sekolah tantangan kini dan masa depan">program studi pendidikan luar sekolah tantangan kini dan masa depan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="sekolah non formal yang ada di bandung">sekolah non formal yang ada di bandung</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Keputusan Subjektif dan Objektif</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 02:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2748</guid>
		<description><![CDATA[TOTAL QUALITY MANAGEMEN (TQM) Pengembangan Keputusan Subjektif dan Objektif   Pendekatan yang digunakan manager TQM mengandung du karakteristik yaitu objektif dan subjektif, tapi sasarannya adalah meminimumkan subjektifitas dan memaksimumkan objektifitas. ... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="center"><strong>TOTAL QUALITY MANAGEMEN (TQM)</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="center"><strong>Pengembangan Keputusan Subjektif dan Objektif</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan yang digunakan manager TQM mengandung du karakteristik yaitu objektif dan subjektif, tapi sasarannya adalah meminimumkan subjektifitas dan memaksimumkan objektifitas.  Dengan demikian pendekatan yang baik dan sesuai dalam menghasilkan keputusan berkualitas adalah menggunakan pendekatan objektif.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Pengambilan keputusan objektif</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan objektif bersifat logis dan sistematis. Pendekatan ini dilakukan langkah demi langkah (step by step). Asumsi dalam pendekatan ini :</p>
<p style="text-align: justify;">¨        Manajer memiliki waktu untuk mengikuti setiap langkah dalam proses pengambilan keputusan secara sistematis.</p>
<p style="text-align: justify;">¨        Tersedia informasi lengkap dan akurat</p>
<p style="text-align: justify;">¨        Manajer memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan yang dianggap baik.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Pengambilan keputusan subjektif</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pengambilan keputusan subjekti didasarkan pada intuisi, pengalaman, dan informasi yang tidak lengkap. Asumsi dalam pendekatan ini adalah bahwa pengambilan keputusan berada dibawah tekanan, terbatas waktunya, dan beroperasi dengan informasi yang terbatas. Sasaran pengambilan keputusan subjektif adalah mengambil keputusan terbaik dalam keadaan yang serba terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Metode Pemecahan dan Pencegahan Timbulnya Masalah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masalah adalah setiap situasi dimana apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapakan. Pemecahan masalah dalam konteks TQM lebih meningkatkan perbaikan berkesinambungan dilingkungan kerja sehingga dapat mencegah timbulnya masalah. Dalam hal ini ada dua model untuk pemecahan masalah yang sekaligus mengarah pada perbaikan yang berkesinambungan. Dua model tersebut yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">Download dan baca selangkapnya  Note: There is a file embedded within this post, please visit this post to download the file.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;">Kiriman tulisan  oleh <a href="http://www.facebook.com/fendik.setyawan">Fendik</a> Universitas Negeri Malang (UM)</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="opini objektif">opini objektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="pendekatan objektif">pendekatan objektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="subjektif">subjektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="keputusan objektif yaitu">keputusan objektif yaitu</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="artikel subjektif dan objektif">artikel subjektif dan objektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="subjektif adalah">subjektif adalah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="keputusan objektif">keputusan objektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="total quality manajemen adalah keputusan">total quality manajemen adalah keputusan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="keputusan subjektif dan objektif">keputusan subjektif dan objektif</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html" title="artikel objektif">artikel objektif</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/11/pengembangan-keputusan-subjektif-dan-objektif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menonformalkan Pendidikan Formal</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 15:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2724</guid>
		<description><![CDATA[Saya menulis ini adalah hasil diskusi dari teman2 PLS, dosen, dan pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah. ketika saya menulis judul diatas mungkin teman2 banyak bertanya&#8230; kenapa kita harus Menonformalkan... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000499455374">Saya </a>menulis ini adalah hasil diskusi dari teman2 PLS, dosen, dan pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah.<a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/HARMIDI.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2725" title="HARMIDI" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/HARMIDI.jpg" alt="HARMIDI Menonformalkan Pendidikan Formal" width="235" height="283" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ketika saya menulis judul diatas mungkin teman2 banyak bertanya&#8230; kenapa kita harus Menonformalkan Pendidikan Formal?????</p>
<p style="text-align: justify;">jawabannya adalah bahwa pendidikan formal sudah gagal untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan lulusan yang &#8216;terpakai&#8217;. ada banyak faktor dan kebijakan di indonesia sehingga lulusan pendidikan formal tidak berkompeten seperti sebuah perusahaan milik swasta maupun milik pemerintah tidak lagi mempertanyakan kompetensi si &#8216;pelamar pekerjaan&#8217; yang ada hanya kamu LULUSAN APA????? (SMK, diploma atau sarjana) ketika sudah mencukupi syarat tersebut, misal seorang tamatan SMK sudah diterima sebagai pekerja dan dilihat aplikasinya dilapangan ternyata tidak menguasai medan perang, sehingga untuk selanjutnya ada rasa kurang percaya terhadap lulusan yang telah memenuhi syarat secara formal (memiliki ijazah). dampak dari hal tesbut adalah banyaknya lulusan pendidikan formal atau sarjana yang kebingungan mencari pekerjaan dan angka pengangguran bertambah.</p>
<p style="text-align: justify;">ada solusi alternatif ketika kita berbicara tentang kompetensi anak bangsa, kita bercermin dari negara tetangga yaitu malaisya, thailand dan juga negara maju seperti jepang, masalah ijazah tidaklah jadi masalah yang penting orang yang melamar pekerjaan itu dia mampunya apa??? klo ijazah itu urusan belakangan, maka dinegara tersebut berkembang &#8216;PENDIDIKAN NOFORMAL anak2 bangsa dinegara tersebut lebih menyukai pelatihan2 yang bisa memnambah kompetensi dan lembaga yang memberikannya bukan pendidikan formal tapi pelakunya adalah pendidikan nonformal. kalau kondisi seperti ini tetap dipertahankan yang akan tecipta nanti adalah pengangguran dari pendidikan formal, seharusnya pendidikan formal itu harus di nonformalkan. artinya setelah mengikuti pendidikan formal bukan berarti kita sudah selesai dan siap turun di medan perang tapi harus melalui pendidikan nonformal dulu (sesuai kebutuhan).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000499455374">Harmidi </a>(ketua umum Imadiklus Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Karawang, 7 november 2011</p>
<p style="text-align: justify;">Harmidi (ketua umum Imadiklus Indonesia)</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="artikel pendidikan formal">artikel pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini pendidikan">opini pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="pendidikan formal">pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini tentang pendidikan">opini tentang pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini pendidikan 2011">opini pendidikan 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat-syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten">syarat-syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="kenapa saya harus memilih pendidikan formal">kenapa saya harus memilih pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat lulusan pendidikan yang berkompetensi">syarat lulusan pendidikan yang berkompetensi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="artikel tentang pendidikan formal">artikel tentang pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten">syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLS itu  Pendidikan Luar Sekolah &#8211; Versi Pengakuan</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 00:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2718</guid>
		<description><![CDATA[PLS itu, Pendidikan Luar Sekolah!!!! Nama saya Sri Ramdhani Hakim. kalian bisa memanggil saya Riri or Sri. saya kuliah di Universitas Muhammdiyah Kendari, jurusan FKIP-PLS. what is PLS??? pasti itu... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC06280.jpg"><img class="size-full wp-image-2719 alignright" title="DSC06280" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/DSC06280.jpg" alt="DSC06280 PLS itu  Pendidikan Luar Sekolah   Versi Pengakuan" width="212" height="314" /></a>PLS itu, Pendidikan Luar Sekolah!!!! Nama saya Sri Ramdhani Hakim. kalian bisa memanggil saya Riri or Sri. saya kuliah di Universitas Muhammdiyah Kendari, jurusan FKIP-PLS. what is PLS??? pasti itu yang selalu ada di benak kalian yang belum tahu.dan yang paling menyebalkan adalah &#8220;mereka&#8221; menjabarkan sebagai Pendidikan Lucu Sekali.. karena geram dengan perkataan tersebut, maka saya akan menjelaskan kepada teman-teman semua tentang apa itu PLS.</p>
<p style="text-align: justify;">PLS merupakan singkatan dari Pendidikan Luar Sekolah. yang biasa lebih dikenal dengan pendidkan Nonformal dan Informal.Pendidikan luar sekolah (bahasa Inggris: Out of school  education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan diluar jalur pendidikan formal (persekolahan).</p>
<p style="text-align: justify;">tanpa kalian sadari, kalian sebenarnya telah melakukan pendidikan Luar Sekolah sebelum mengecap bangku sekolahan. PAUD (pendidikan anak usia dini) atau TK (Taman Kanak-Kanak) merupakan salah satu pendidikan Pra sekolah ysng berada di jalur pendidikan nonformal.bukan hanya itu, kursus-kursus serta bimbingan belajar sebagai tambahan pendidikan formal pun juga merupakan pendidikan di jalur nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi, masihkah kalian menganggap PLS itu Pendidikan Lucu Sekali???<br />
coba pikir-pikir dulu!!!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://kehidupan-riri.blogspot.com/2010/10/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah.html" target="_blank"><sup>Sumber</sup></a></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="apa yang dimaksud dengan pendidikan jalur luar sekolah">apa yang dimaksud dengan pendidikan jalur luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="Cari judul proposal FKIP PLS Tentang sekolah">Cari judul proposal FKIP PLS Tentang sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="singkatan dari pa PLS itu">singkatan dari pa PLS itu</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="perkataan menyebalkan tapi lucu">perkataan menyebalkan tapi lucu</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="pengembangan pengakuan sekolah">pengembangan pengakuan sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="pengakuan sekolah">pengakuan sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="pendidikan sekolahan dan luar sekolah">pendidikan sekolahan dan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="pendidikan luar sekolah atau pls">pendidikan luar sekolah atau pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="kumpulan pendapat tentang pendidikan pra sekolah">kumpulan pendapat tentang pendidikan pra sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" title="kumpulan artikel pendidikan luar sekolah">kumpulan artikel pendidikan luar sekolah</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Mengenal Andragogi</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 09:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2715</guid>
		<description><![CDATA[Lebih Mengenal Andragogi  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang berasal dari bahasa yunani yaitu andr yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin”. Dalam... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/ORANG_DEWASA_ANDRAGOGI.jpg"><img class="size-full wp-image-2716 alignright" title="ORANG_DEWASA_ANDRAGOGI" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/ORANG_DEWASA_ANDRAGOGI.jpg" alt="ORANG DEWASA ANDRAGOGI Lebih Mengenal Andragogi " width="320" height="227" /></a><em><strong>Lebih Mengenal Andragogi</strong></em>  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang berasal dari bahasa yunani yaitu andr yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin”. Dalam paedagogi, berlangsung dalam bentuk identifikasi dan peniruan. Berbeda halnya dengan andragogi, dimana berlangsung dalam bentuk pengarahan diri sendiri untuk memecahkan masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">A. Jenis Pendidikan Beberapa jenis pendidikan yang akan dijelaskan, antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pendidikan massal (mass education)<br />
Aktifitas masyarakat yang terdapat di masyarakat dengan sasaran individu-individu dan orang dewasa yang mengalami ketelantaran pendidikan. Contoh : BPPNFI mengadakan pemberantasan buta huruf dengan menyelenggaran pembelajaran di daerah-daerah terpencil, dimana masih banyak terdapat orang dewasa yang masih belum dapat membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pendidikan masyarakat (community education)<br />
Gerakan pendidikan yang ditujukan pada persekutuan-persekutuan hidup agar mereka memiliki pandangan, sikap, kebiasaan dan kemampuan tertentu. Hal ini diselenggarakan dengan melalukan penyuluhan dan penyempurnaan lembaga yang prosesnya melalui pembelajaran, misalnya gerakan koperasi.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pendidikan dasar (fundamental education)<br />
Gerakan pendidikan yang ditujukan untuk meningkatkan perikehidupan masyarakat di bidang sosial ekonomi melalui pendidikan minimum. Agar masyarakat dewasa lebih mampu menyesuaikan diri dan mengembangkan lingkungan hidup dan menjaganya.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Penyuluhan (Extension)<br />
Gerakan pendidikan, bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi bekerjasama dengan instansi pemerintahan yang relevan. Pelaksanaanya melalui penyuluhan dan bimbingan, baik secara individu juga kelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Pengembangan Masyarakat (community development)<br />
Untuk menjelaskan usaha, proses, gerakan yang dimaksudkan agar masyarakat sebagai suatu system sosial dapat berkembang menjadi mampu menolong diri sendiri untuk meningkatkan kualitas hidupnya di bidang ekonomi dan sosial. Dilakukan dalam bentuk bimbingan persuasive secara perorangan dan kelompok. Menurut Mardikanto (2003) pengembangan masyarakat sebagai usaha untuk menumbuhkan kesadaran, mengembangkan daya pikir, sikap dan keterampilan masyarakat agar mereka dengan mandiri mampu untuk mengembangkan potensi dan penluang demi meningkatkan kualitas hidup bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Masyarakat belajar (learnig society)Kenyataanya warga masyarakat aktif menggali pengalaman belajar disemua segi kehidupan. Melakukan aktifitas apapun dan mencari pengetahuan yang bersumber dari mana pun merupakan bagian dari pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Pendidikan seumur hidup (lifelong education)<br />
Kenyataannya, dan atas kesadaran kita, asas dan harapan baru bahwasanya proses dan kebutuhan pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia. Manusia perlu mencari pengetahuan, pengalaman dan pemikiran baru di sepanjang hayat hidupnya. Dalam hal ini, pendidikan tidak mengenal usia dan kata terlambat untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">B. Defenisi Andragogi<br />
Andragogi telah dirumuskan sejak tahuan 1920. Andragogi dirumuskan sebagai suatu proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hidup. Belajar bagi orang dewasa berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya sendiri (Pannen, 1997).<br />
Perbedaan antara anak-anak dan dewasa dapat ditinjau dari 3 hal yaitu :<br />
a. Usia, individu yang berumur lebih dari 16 tahun dapat dikatakan sebagai orang dewasa dan kurang dari 16 tahun masih disebut anak-anak.<br />
b. Ciri psikologis, individu yang dapat mengarahkan diri sendiri, tidak selalu tergantung dengan oranglain, bertanggung jawab, mandiri, berani mengambil resiko, mampu mengambil keputusan merupakan ciri orang dewasa.<br />
c. Ciri biologis, individu dikatakan dewasa apabila telah menunjukkan tanda-tanda kelamin sekunder.</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat juga dikatakan bahwa andragogi merupakan suatu ilmu (science) dan seni (art) dalam membantu orang dewasa belajar (Knowles:1980).<br />
Menurut Flores (1983), seseorang akan termotivasi untuk belajar apabila ia dapat memenuhi keinginan dasarnya. Keinginan dasar itu adalah : Keamanan, kasih sayang, pengalaman baru, pengakuan, dan juga faktor fisik (contoh: suasana belajar, ruangan, penerangan) dan psikologis (contoh: sikap pembimbing dan support dari kerabat atau keluarga).</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa defenisi Pendidikan Orang Dewasa, menurut :a.<br />
A. UNESCO(Townsend Coles, 1977), pendidikan orang dewasa merupakan keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apa pun isi, tingkatan,metodenya baik formal dan tidak, yang melanjutkan maupun yang menggantikan pendidikan semula di sekolah, akademi dan universitas serta latihan kerja, yang membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, memperkaya pengetahuannya, meningkatkan kualifikasi teknis atau profesionalnya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam perspektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang dan bebas.<br />
Defenisi diatas menekankan pencapaian perkembangan individu dan peningkatan partisipasi sosial.<br />
B. Bryson, menyatakan bahwa pendidikan orang dewasa adalah semua aktifitas pendidikan yang dilakukan oleh orang dewasa dalam kehidupan sehari-hari yang hanya menggunakan sebagian waktu dan tenaganya untuk mendapatkan tambahan intelektual.<br />
C. Reeves,et al, pendidikan orang dewasa adalah suatu usaha yang ditujukan untuk pengembangan diri yang dilakukan individu tanpa paksaan legal, tanpa usaha menjadikan bidang utama kegiatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">C. Karakteritik Pendidikan Orang Dewasa<br />
- Memiliki lebih banyak pengalaman hidup.<br />
- Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Orang dewasa termotivasi untuk belajar karena ingin memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berprestasi secara personal, keputusan dan perwujudan diri.<br />
- Banyak peranan dan tanggung jawab yang dimiliki. Menimbulkan persaingan terhadap permintaan waktu antar setiap peranan yang ia miliki. Menyebabkan keterbatasan waktu untuk belajar. Penting bagi pendidik orang dewasa untuk memiliki sensitifitas dan memahami adanya persaingan penggunaan waktu.<br />
- Kurang percaya diri atas kemampuan diri yang mereka miliki untuk belajar kembali. Kepercayaan – kepercayaan yang tidak benar tentang belajar, usia lanjut dan faktor fisik juga dapat meningkatkan ketidakpercayaan diri orang dewasa untuk kembali belajar.<br />
- Pengalaman dan tujuan hidup orang dewasa lebih beragam daripada para pemuda. Dan hal ini dapat dijadikan suatu kekuatan yang positif yang dapat dimanfaatkan melalui pertukaran pengalaman dikalangan pembelajar orang dewasa.<br />
- Makna belajar bagi orang dewasa. Belajar adalah suatu proses mental yang terjadi dalam benak seseorang yang melibatkan kegiatan berfikir. Bagi pendidikan orang dewasa melalui pengalaman-pengalaman belajar makna belajar diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">D. Beberapa Asumsi Dasar dan Implikasinya -<br />
Konsep Diri, konsep diri yang dimiliki orang dewasa berbeda dengan konsep diri anak. Jika konsep diri anak bahwa dirinya tergantung dengan orang lain. Maka, konsep diri orang dewasa adalah tidak lagi tergantung namun, telah dapat mengambil keputusan, mampu mengatur diri sendiri. Oleh sebab itu, orang dewasa perlu perlakuan yang sifatnya menghargai, terkhusus pada pengambilan keputusan. Orang dewasa juga akan menolak apabila kondisi belajar berbeda dengan konsep diri yang ia miliki. Orang dewasa telah mempunyai kemauan sendiri (pengarahan diri) untuk belajar.<br />
a. Iklim belajar diciptakan sesuai dengan keadaan orang dewasa. Seperti : ruangan, kursi, meja dan sejenisnya disusun sesuai keinginan orang dewasa. Dengan demikian diharapkan terciptanya kenyamanan belajar.<br />
b. Pelajar dilibatkan dalam proses merancang perencanaan belajar.<br />
c. Pelajar diikutsertakan dalam mendiagnosa kebutuhan belajar. Mereka akan lebih terlibat dan termotivasi untuk belajar jika hal yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">- Pengalaman, Perbedaan pengalaman yang dimiliki merupakan akibat dari masa mudanya. Seiring berjalannya waktu maka pengalaman yang dimilikinya pun semakin banyak.<br />
Implikasi :<br />
a. Proses belajar lebih ditekankan pada metode yang menyaring pengalaman mereka, seperti melalui diskusi kelompok, metode kasus, metode insiden kritis, simulasi dll. Dengan demikian akan lebih banyak keterlibatan diri pada proses belajar.<br />
b. Penekanan pada proses belajar aplikasi praktis. Untuk memberikan pengenalan konsep baru pengajar memberikan penjelasan melalui pengalaman yang berasal dari pelajar itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">- Kesiapan Untuk Belajar, Kesiapan belajar yang dimiliki individu sebagai akibat dari peranan sosial yang dimilikinya. Havinghurts (1953) membagi masa dewasa menjadi tiga, yaitu : masa dewasa awal (18-30 tahun), dewasa madya (30-55 tahun), dewasa akhir (lebih dari 55 tahun). Dan membagi 10 peranan sosial yaitu sebagai pekerja, kawan, orangtua, kepala rumah tangga, anak, warga Negara, anggota organisasi, rekan kerja, anggota keagamaan, pemakai waktu luang.<br />
Implikasi :<br />
a. Urutan kurikulum disusun berdasarkan tugas perkembangan bukan berdasarkan urutan mata pelajaran atau kebutuhan lembaga.<br />
b. Konsep mengenai tugas perkembangan orang dewasa memberikan petunjuk dalam belajar kelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">- Orientasi Terhadap Belajar, Orang dewasa cenderung mempunyai perspektif untuk secepatnya mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. Pendidikan bagi orang dewasa dipandang sebagai suatu proses untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah hidup yang ia hadapi.<br />
Implikasi :<br />
a. pendidik berperan sebagai pemberi bantuan kepada pelajar dewasa bukan sebagai guru yang mengajar materi.<br />
b. Kurikulum POD tidak berorientasi pada mata pelajaran tertentu, tetapi berorientasi pada masalah.<br />
c. Karena orang dewasa berorientasi pada masalah maka pengalaman belajar yang dirancang didasarkan pada masalah dan hal yang menjadi bahan perhatian mereka juga.</p>
<p style="text-align: justify;">E. Tujuan Pendidikan Orang Dewasa<br />
Houle (1972), menggambarkan enam orientasi yang dipegang oleh pendidik orang dewasa, yaitu :<br />
1. Memusatkan pada tujuan.<br />
2. Memenuhi kebutuhan dan minat.<br />
3. Menyerupai sekolahan.<br />
4. Menguatkan kepemimpinan.<br />
5. Mengembangkan lembaga pendidikan orang dewasa.<br />
6. Meningkatkan informalisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bergeivin mengemukakan tujuan pendidikan orang dewasa sebagai berikut :<br />
a. Membantu pelajar mencapai suatu tingkatan kebahagiaan dan makna hidup.<br />
b. Membantu pelajar memahami dirinya sendiri, bakatnya, keterbatasannya dan hubungan interpersonalnya.<br />
c. Membantu mengenali dan memahami kebutuhan lifelong education.<br />
d. Memberikan kondisi dan kesempatan untuk membantu mencapai kemajuan proses pematangan secara spiritual, budaya, fisik, politik dan kejujuran.<br />
e. Memberikan kemampuan melek huruf, keterampilan kejujuran dan kesehatan bagi orang dewasa yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">F. Pertimbangan Filosofis Dalam Pendidikan Orang Dewasa<br />
Berpikir filosofis sangat berguna untuk “Mengetahui prinsip-prinsip apa yang harus atau yang akan dilakukan”. Filsafat berkenaan dengan rangkaian panjang yang berkelanjutan dari common sense manusia disatu pangkal dan akhir cara berpikir filosofis disuatu ujung yang mungkin tak terhingga. Pemikiran filsafat sebagi suatu proses tidak pernah berakhir, sama seperti lifelong education bagi orang dewasa. Kadangkala common sense tidak cukup untuk menjadi penyusun kebijaksanaan pendidikan jangka panjang, maka common sense dalam cara berpikir filosofis perlu untuk diperbaiki dan dijernihkan secara terus menerus, dapat dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan pendekatan filosofis.<br />
Pendekatan ilmiah dengan menentukan masalah spesifik pendidikan dan membatasi variable setepat mungkin. Kemudian menentukan hubungan antar variable untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kita harus mencegah variable luar lain mempengaruhi hasil penelitian.<br />
Pendekatan filosofis merupakan cara pandang yang kompleks. Yang didapat dari berbagai sumber pemikiran, yaitu common sense, tradisi, ilmu pengetahuan hidup, sosial dan sejarah. Pendekatan ini untuk memecahkan masalah berdimensi luas. Alasan pentingnya berpikir filsafat dalam pendidikan orang dewasa, karena 1) Perlu acuan pertanyaan dalam menetapkan program yang akan datang. 2) Seringkali pendidik merasa hanya menjadi bagian kecil pada suatu lembaga besar, sehingga ia memandang lembaga menjadi sumber acuannya. 3) Perlu landasan pendidikan untuk menilai keterkaitan antar masalah/personal. 4) pendidik perlu melihat keterkaitan antara pendidikan orang dewasa dengna aktifitas masyarakat. 5) berpikir filsafat yang dikembangkan dengan baik dapat menyiapkan pendidik.</p>
<p style="text-align: justify;">G.Prinsip umum yang berguna bagi pemilihan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.(Ralph W.Tyler: 1966<br />
Prinsip pertama,<br />
Pembelajar yang hendak mencapai suatu tujuan belajar haruslah memiliki pengalaman-pengalaman belajar yang juga memberikan kesempatan untuk mempraktikkan bentuk/jenis perilaku yang terkandung dalam tujuan.<br />
Prinsip kedua,<br />
Menekankan agar pengalman-pengalaman belajar dibuat dalam bentuk sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan kepuasan dalam diri pelajar setelah melaksanakan perilaku yang terkandung dalam tujuan pendidikan yang bersangkutan.<br />
Prinsip ketiga,<br />
Berkaitan dengan pengalaman belajar ialah reaksi yang dikehendaki terjadi dalam pengalaman diharapkan sesuai dengan batas pengalaman pelajar tersebut.<br />
Prinsip keempat,<br />
Menekankan bahwa ada banyak pengalaman belajar yang spesifik yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikehendaki dan sesuai dengan pengalaman yang dihadapi. Prinsip kelima, bahwa suatu pengalaman belajar biasanya akan menimbulkan beberapa macam hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">H. Prinsip Belajar Untuk Orang Dewasa Menurut Hommonds , terdapat 4 prinsip belajar yang dapat digunakan untuk mempercepat proses perubahan perilaku pelajar, yaitu :<br />
1. Prinsip latihan (praktik), ketika kita telah menerima materi dan melakukan aktifitas yang konkrit dan juga yang tidak nyata seperti aktifitas penggunaan indera, susunan syaraf dan pusat susunan syaraf. Pelajar akan terdorong untuk mengaplikasikan ilmu yang ia terima sebelumnya. Hal ini akan mempercepat perkembangan dan perubahan kualitas pelajar.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Prinsip hubungan, Kejadian atau pengalaman dimasa lampau dapat dijadikan pedoman untuk meramalkan akibat atau hasil yang akan mungkin akan terjadi dari suatu proses. Menghubungkan pengalaman baru dengan pengalaman terdahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Prinsip akibat, Dalam pendidikan orang dewasa, emosi, perasaan, lingkungan belajar, hingga pendidik yang memberikan materi sangat mempengaruhi keberhasilan atau tidak tercapainya keberhasilan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendidik yang peka terhadap kepuasan pelajar yang berkaitan dengan segala hal yang berkaitan dengan proses belajar pendidikan orang dewasa. Dengan adanya kepuasan diharapkan pelajar dapat mencapai keberhasilan dan tujuan pembelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Prinsip kesiapan, Kesiapan diri pelajar akan menentukan manfaat yang dapat diperoleh dari proses belajar. Baik fisik maupun mental pembelajar sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Dengan adanya kesiapan mental dan fisik diharapkan pelajar dapat mencurahkan seluruh perhatiannya pada materi yang sedang dihadapi. Dengan demikian diharapkan, pelajar dapat memaksimalkan usaha pencapaian dan dapat mengatasi rintangan belajar, agar dapat berprestasi.</p>
<p style="text-align: right;"><sup><a href="http://t3handoko.blogspot.com/2011/10/mengenal-andragogi.html?spref=fb">Sumber</a></sup></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="andragogi">andragogi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="pentingnya pendidikan andragogi">pentingnya pendidikan andragogi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="Jelaskan urutan cara berpikir dalam menentukan isu pendidikan">Jelaskan urutan cara berpikir dalam menentukan isu pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="andragogi adalah">andragogi adalah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="artikel andragogi">artikel andragogi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="contoh prinsip belajar untuk mempercepat perubahan perilaku">contoh prinsip belajar untuk mempercepat perubahan perilaku</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="contoh pembelajaran andragogi di ina">contoh pembelajaran andragogi di ina</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="contoh prinsip hubungan dalam mempercepat perubahan prilaku">contoh prinsip hubungan dalam mempercepat perubahan prilaku</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="pentingnya pendidikan orang dewasa andragogi">pentingnya pendidikan orang dewasa andragogi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" title="hal hal yang menarik bagi mahasiswa pls dalam mempelajari andragogi">hal hal yang menarik bagi mahasiswa pls dalam mempelajari andragogi</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Versi Mahasiswa &#8211; PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 01:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2712</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola Paud, dan bersifat pada instansi dan melembaga. Namun apakah kompetensi itu... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/168466_195581863791585_100000193170174_819323_8380092_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2713" title="168466_195581863791585_100000193170174_819323_8380092_n" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/168466_195581863791585_100000193170174_819323_8380092_n.jpg" alt="168466 195581863791585 100000193170174 819323 8380092 n Versi Mahasiswa   PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH" width="180" height="180" /></a>Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola Paud, dan bersifat pada instansi dan melembaga. Namun apakah kompetensi itu sudah terdapat pada mahasiswa tersebut? Ataukah hanya sebatas teori semata yang Cuma tertulis di sebuah buku dan menjadi pajangan saja? Dan kita ketahui banyaknya mahasiswa dari lulusan sarjana PLS sendiri tak tau arah tujuan kompetensinya sebagai penganyom masyarakat, dan tak jelas arah tujuannya dikarenakan kurangnya pengetahuan akan hal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Akankah kita selaku mahasiswa PLS terus- terusan tidak peduli dengan jurusan kita ini, atau kah kita kuliah cukup hanya untuk mendapat gelar SPd saja? Ironis sekali kalau hal itu terjadi, kompetensi dan daya pikir yang primitif bagi mahasiswa jika hanya mendapat gelar saja.<br />
Gelar SPd, sudahkah menjamin mendapat pekerjaan khususnya jurusan kita ini? Hendak kemana sasaran bagi lulusan sarjana PLS? Katanya kjadi boss, pengelola PKBM, Tutor, PNS, Jadi pengawas sekolah, guru BP, penyuluh dan lain- lain. Apakah kita punya dana dan relasi yang cukup untuk itu?<br />
Bagaimana menurut anda apakah jurusan kita ini sudah dikenal oleh masyarakat awam? Tidakkah sering kita temui kendala dan banyak pertanyaan dari orang awam apabila kita ditanya : Kuliah dimana dik? Jurusan apa? Dan semester berapa? Dan kita menjawab kuliah di UNIMED, jurusan PLS dan sekarang sudah semester 5. Dan kemudian Bapak itu menanyakan kembali : PLS ? apa itu? Dan kemana nantinya? Dengan ragu dan seperti kelihatan orang pintar kita menjawab : Nantinya pak kami yang mengajari Pendidikan Non Formal Pak, seperti Paket A, B dan C, dan jika ada penyuluhan dan pelatihan kamilah orangnya. Kita menjawab pertanyaan itu seolah tak ada beban yang melekat dihati. Seolah lepas saja, padahal kenyataan nantinya di lapangan orang yang seperti yang kita ucapkan tadi bukanlah berdasarkan jurusan kita (kita tak seperti guru formal, jurusan biologi mengajar biologi), namun dengan pengalaman dan latihan.<br />
Kita lihat pada kenyataannya banyak yang bekerja di pendidikan non formal adalah lulusan- lulusan yang bukan jurusan dari PLS. Bagaimana ini terjadi itu karena kita sendiri mahasiswa tidak mau peduli akan jurusan dan sasaran kita sendiri. Kita asik beleha- leha dijejali teori tanpa praktik yang berarti tanpa ada motivasi kedepan untuk mendalami apa yang menjadi tujuan kita. Kita terus saja dijadikan objek proyek pendidikan oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab. Pernahkah anda berfikir begitu banyaknya alokasi dana pemerintah untuk biaya pendidikan khususnya pendidikan non formal. Dan juga bantuan luar negeri yang berpartisipasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Namun karena kita tidak tahu dan tak mau tahu maka dana itu dikelola oleh orang- orang yang tak berkompeten dalam hal itu, sehingga dana tersebut raup tanpa hasil dan hanya menjadi sumber kekayaan mereka. Kita dibuat hanya untuk proyek saja, ada tapi tidak ada dalam aplikasinya. Kita dipendam dan hanya dibungkam, dan berusaha untuk berdiri sendiri.<br />
Padahal jurusan kita dibentuk oleh pemerintah karena permintaan luar negeri yang tujuannya spesialis untuk mengajarkan orang- orang yang tidak mampu dan tak berkesempatan untuk sekolah. Kita berbeda dengan pendidikan formal, kita lebih bersifat manajemen dan bersifat independent yang tak terikat. Perbedaan pendidikan non formal dengan pendidikan formal sudah kita pelajari pada azas- azas pendidikan luar sekolah dan buku- buku diktat lainnya.<br />
Sudah saatnya kita lebih kritis dan lebih spesifik dalam hal ini, jangan hal ini terus berlarut dan hanya menjadi kerancuan dalam mengikuti perkuliahan. Kita harus tau apa makna PLS itu, apa yang menjadi kemampuan dan kompetensi yang diberikan dalam perkuliahan, dimana sasaran yang akan dituju, siapa saja yang dapat menjadi relasi dari pendidikan luar sekolah, bagaimana kedepannya jelas atau tidak, Mengapa kita memilih jurusan ini, Kapankah kita dapat pekerjaan (apakah setahun, dua tahun, ataukah sebelum tamat kuliah kita sudah mendapat pekerjaan), dan Apakah sekarang kita peduli dengan masa depan kita sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah renung dalam hati semoga kita mendapat jawaban dan petunjuk untuk diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align: right;">Diposkan oleh <a href="http://www.facebook.com/#!/3handokoAjach">teha</a></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="artikel pendidikan luar sekolah">artikel pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="makalah manajemen pendidikan luar sekolah">makalah manajemen pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="buku pendidikan luar sekolah">buku pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="artikel pls">artikel pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="opini sekolah">opini sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="artikel pendidikan tentang mahasiswa">artikel pendidikan tentang mahasiswa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="makalah manajemen pls">makalah manajemen pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="kompetensi pendidikan luar kelas">kompetensi pendidikan luar kelas</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="makalah versi luar">makalah versi luar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html" title="makalah pendidikan luar sekolah tentang era globalisasi">makalah pendidikan luar sekolah tentang era globalisasi</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/10/versi-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

