<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMADIKLUS &#187; Berita Utama</title>
	<atom:link href="http://www.imadiklus.com/category/berita-utama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imadiklus.com</link>
	<description>IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 00:21:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mahasiswa PLS Jangan Berkecil Hati &#8211; Episod Rakernas &amp; audiensi</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2012/01/mahasiswa-pls-jangan-berkecil-hati.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2012/01/mahasiswa-pls-jangan-berkecil-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PLS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imadiklus.com/?p=2863</guid>
		<description><![CDATA[Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Gutama meminta agar mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tidak berkecil hati. Ia menegaskan bahwa lapangan kerja bagi mereka terbuka... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2012/01/mahasiswa-pls-jangan-berkecil-hati.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.imadiklus.com/wp-content/uploads/2012/01/20120131120513-IMG_1883.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2864" title="20120131120513-IMG_1883" src="http://www.imadiklus.com/wp-content/uploads/2012/01/20120131120513-IMG_1883.jpg" alt="20120131120513 IMG 1883 Mahasiswa PLS Jangan Berkecil Hati   Episod Rakernas & audiensi" width="277" height="177" /></a>Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Gutama meminta agar mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tidak berkecil hati. Ia menegaskan bahwa lapangan kerja bagi mereka terbuka luas, mulai dari menjadi tenaga pengajar, pengelola lembaga PAUD, lembaga kursus, dan berbagai bidang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut ia sampaikan saat menerima Ikatan Mahasiswa PLS seluruh Indonesia di Ruang Sidang Ditjen PAUDNI, Senin (30/1). “Jangan hanya berpikir setelah lulus lantas menjadi pegawai negeri, banyak peluang kerja lain,” ucapnya memberi semangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Gutama juga meminta para mahasiswa agar jangan hanya mempelajari teori di kampus, tetapi harus mampu mengembangkan diri melalui berbagai keterampilan. Selain itu, ia juga mengimbau agar mahasiswa PLS membuka jejaring dengan berbagai perusahaan swasta maupun BUMN.</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Direktur PAUD tersebut menyebutkan, bagi para mahasiswa yang masih memiliki minat menjadi abdi negara, peluang tersebut tidak hanya terdapat di Ditjen PAUDNI. Sejumlah kementerian lain juga membutuhkan sarjana dengan disiplin ilmu PLS, antara lain Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri dan beberapa kementerian lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Zulkarnain, Dewan Penasehat Ikatan Mahasiswa PLS menuturkan, di sejumlah daerah banyak bidang kerja yang seharusnya ditempati oleh sarjana lulusan PLS, namun justru diduduki oleh sarjana pendidikan umum. “Di Gorontalo, daerah asal saya, banyak sarjana pendidikan formal yang menjadi pengajar di lembaga pendidikan nonformal,” ungkapnya. (Yohan/Humpeg)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber http://www.paudni.kemdiknas.go.id/berita/20120131120513/Mahasiswa-PLS-Jangan-Berkecil-Hati.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2012/01/mahasiswa-pls-jangan-berkecil-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 00:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2805</guid>
		<description><![CDATA[MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.   Model Rogers Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal. Langkah-langkah sebagai berikut : Diadakannya kelompok... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/IMADIKLUS.jpg"><img class="alignright  wp-image-2808" title="IMADIKLUS" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/IMADIKLUS.jpg" alt="IMADIKLUS MODEL MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM" width="291" height="123" /></a>MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>1.   </strong><strong>Model Rogers</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Diadakannya kelompok untuk dapatnya hubungan interpersonal ditempat yang tidak sibuk.</li>
<li>Kurang lebih dalam satu minggu peserta mengadakan saling tukar pengalaman, dibawah pimpinan staf mengajar.</li>
<li>Kemudian diadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas lagi dalam satu sekolah, sehingga hubungan interpersonal akan menjadi lebih sempurna. Yaitu hubungan hubungan antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik dalam suasanan yang akrab.</li>
<li>Selanjutnya pertemuan diadakan dengan mengikutsertakan anggota yang lebih luas lagi, yaitu dengan mengikutsertakan para pegawai administrasi dan orang tua peserta didik. Dalam situasi yang demikian diharapkan masing-masing person akan akan saling menghayati dana lebih akrab, sehingga memudahkan berbagai pemecahan problem sekolah yang dihadapi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan penyusunan kurikulum akan lebih realistis, karena didasari oleh kenyataan yang diharapkan.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>2.   </strong><strong>Model Ralp Tyler</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Tyler mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan suatu kurikulum, perlu menempatkan empat pertanyaan berikut :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>What educational purpose should the school seek to attain? (objectives</li>
<li>What educational experiences are likely to aatain these objectives? (instructional strategic and content)</li>
<li>How can these educational experiences be organized effectively? (organizing learning experiences)</li>
<li>How can we determine whether these purposes are being attain? (identifikasi dan evaluasi)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bapak pengembangan kurikulum. Tyler telah menanamkan perlunya hal yang lebih rasional, sistematis, dan pendekatan yang berarti dalam tugas mereka. Tetapi, karya tyler atau pendapat tyler sering dipandang rendah oleh penulis sesudahnya. Hal itu karena dalam hal menentukan objectives model, ia terkesan sangat kaku. Namun pandangan yang demikian sebenarnya tidak selalu benar, mengingat banyak karya atau tulisan tyler yang telah salah diintepretasi, dianalisis secara dangkal dan bahkan cenderung menghindarinya. Brady, sebagai contoh dengan kaitannya pertanyaan diatas, menganjurkan bahwa: the four steps are sometimes simplified to read “objectives”, “content”, “method” and “evaluation”. Namun dengan tegas tyler mengatakan bahwa merujuk pada pengaaman belajardalm pertanyaan 2 sebagai: the interaction betweenthe learner and the external conditions in the environmental to which be can react (Print: 1993: 64).</p>
<p style="text-align: justify;">            Sama halnya dengan itu, beberapa penulis lain berpendapat bahwa tyler tidak menjelaskan sumber tujuan (source of objectives) secara memadai. Tetapi, sebenarnya tyler telah membahas hal itu dalam satu buku utuh. Dia telah menguraikan dan menganalisis sumber-sumber tujuanyang dating dari anak didik, mempelajari kehidupan kotemporer, matapelajaran yang bersifat akademik, filsafat, dan psikologi belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">            Tentu saja Tyler memiliki pengaruh yang kuat dan luas terhadap para pengembang kurikulum atau penulis kurikulum lainnya selama tiga decade yang lalu. Secara jelas tentang model pengembangan kurikulum , dapt dilihat pada gambar berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><strong>3.   </strong><strong>Model Hilda Taba</strong></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan kurikulum yang dilakukan oleh Taba yaitu dengan memodifikasi model dasar Tyler agar lebih representatif terhadap perkembangan kurikulum diberbagai sekolah. Dalam pendekatannya, Taba menganjurkan untuk menggunakan pertimbangan ganda terhadap isi (organisasi kurikulum yang logis) dan individu pelajar (psikologi organisasi kurikulum). Langkah-langkah dalam proses pengembangan kurikulum menurut Taba adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">Step 1 : Diagnosa kebutuhan</p>
<p style="text-align: justify;">Step 2 : formulasi pokok-pokok</p>
<p style="text-align: justify;">Step 3 : Seleksi isi</p>
<p style="text-align: justify;">Step 4 : Organisasi isi</p>
<p style="text-align: justify;">Step 5 : Seleksi pengalaman belajar</p>
<p style="text-align: justify;">Step 6 : Organisasi pengalaman belajar</p>
<p style="text-align: justify;">Step 7 : penentuan tentang apa yang harus dievaluasi dan cara melakukannya</p>
<p style="text-align: justify;">Taba mengklaim bahwa bahw keputusan keputusan-keputusan pada elemen mendasar harus dibuat valid. Kriteria mungkin berasal dari berbagai sumber yakni, dari tradisi, tekanan tekanan sosial dan kebiasaan-kebiasaan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar kurikulum menjadi berguna pada pengalaman belajar murid, bahwa sangatlah penting mediagnosis berbagai kebutuhan anak. Hal ini merupakan langkah penting pertama dari Taba. Tentang apa yang anak didik inginkan dan perlukan untuk belajar. Langkah kedua yakni, formulasi yang jelas dan tujuan tuuan yang komprehensif untuk membentuk dasar pengembangan elemen-elemen berikutnya. Taba berpendapat bahwa hakikat tujuan akan menentukan jenis pelajaran yang perlu untuk diikuti.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah 3 dan 4 diintegrasikan dalam realitas meskipun untuk tujuan mempelajari kurikulum. Taba membedakan diantara keduanya, untuk menggunakan langkah-langkah ini pendidik perlu menformulasikan dulu tujuan-tujuan, sebagaimana halnya mengetahui secara mendalam terhadap isi kurikulum. Begitu juga dengan 5 dan 6 yang berhubungan dengan tujuan dan isi. Untuk menggunakan langkah ini secara efektif taba menganjurkan para pengembang kurikulum untuk memperoleh suatu pengertian terhadap prinsip-prinsip belajar tertentu, strategi konsep yang dipakai, dan urutan belajar. Pada langkah terakhir (7) Taba menganjurkan para  pengembang kurikulum untuk mengonsepkan dan merencanakan berbagai strategi evaluasi. Model kurikulum Tyler dan Taba dikategorikan kedalam Rational Model atau Objectives Model.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan dari model Taba dan model Tyler ini yakni, Rational Model yang logis strukturnya menjadikan sebagai dasar yang berguna dalam perencanaan dan pemikiran kurikulum. Model ini telah menghindari kebingungan, sebuah tugas yang susah dari perspektif kebanyakan pengembang kurikulum. Para pendidik dan para pengembang kurikulum yang bekerja dibawah model rasional (rational model) memberikan suatu jalan yang tidak berbelit-belit dan mempunyai pendekatan waktu yang efisien. Dalam mengevaluasi proses kurikulum, satu hal yang dapat diargumenkan adalah tyler dan taba telah mendapatkan sesuatu yang sifatnya rasional, yang menyokong pembangunan kurikulum setidaknya dari perspektif rasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis</p>
<table style="width: 457px; height: 62px;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr align="right">
<td>Nama</td>
<td>Fendik Nef</td>
</tr>
<tr align="right">
<td>Email</td>
<td><a href="mailto:kidnef10@gmail.com" target="_blank">kidnef10@gmail.com</a></td>
</tr>
<tr align="right">
<td>Asal Insatansi/Univ</td>
<td>UM</td>
</tr>
<tr align="right">
<td>NO HP</td>
<td>085646453811</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model pengembangan kurikulum">model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model-model pengembangan kurikulum">model-model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="makalah model pengembangan kurikulum">makalah model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model model kurikulum">model model kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model-model kurikulum">model-model kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="artikel pengembangan kurikulum">artikel pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum model taba">pengembangan kurikulum model taba</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum">pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="model model pengembangan kurikulum">model model pengembangan kurikulum</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html" title="pengembangan kurikulum model tyler">pengembangan kurikulum model tyler</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 07:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2786</guid>
		<description><![CDATA[Curhatan teman kita PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED oleh Jhoe EsTrela Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/PLS_IMADIKLUS_UNIMED.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2787" title="PLS_IMADIKLUS_UNIMED" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/PLS_IMADIKLUS_UNIMED.jpg" alt="PLS IMADIKLUS UNIMED PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH   UNIMED" width="180" height="236" /></a>Curhatan teman kita PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH &#8211; UNIMED oleh <a href="http://www.facebook.com/jhoe.estrela" target="_blank">Jhoe EsTrela</a> Pendidikan Luar Sekolah yang diketahui oleh Mahasiswa adalah mengajar di SKB, PKBM, Pemberantasan Buta Aksara, Pelatihan, mengajar kursus, pengelola Paud, dan bersifat pada instansi dan melembaga. Namun apakah kompetensi itu sudah terdapat pada mahasiswa tersebut? Ataukah hanya sebatas teori semata yang Cuma tertulis di sebuah buku dan menjadi pajangan saja? Dan kita ketahui banyaknya mahasiswa dari lulusan sarjana PLS sendiri tak tau arah tujuan kompetensinya sebagai penganyom masyarakat, dan tak jelas arah tujuannya dikarenakan kurangnya pengetahuan akan hal itu.<br />
Akankah kita selaku mahasiswa PLS terus- terusan tidak peduli dengan jurusan kita ini, atau kah kita kuliah cukup hanya untuk mendapat gelar SPd saja? Ironis sekali kalau hal itu terjadi, kompetensi dan daya pikir yang primitif bagi mahasiswa jika hanya mendapat gelar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Gelar SPd, sudahkah menjamin mendapat pekerjaan khususnya jurusan kita ini? Hendak kemana sasaran bagi lulusan sarjana PLS? Katanya kjadi boss, pengelola PKBM, Tutor, PNS, Jadi pengawas sekolah, guru BP, penyuluh dan lain- lain. Apakah kita punya dana dan relasi yang cukup untuk itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menurut anda apakah jurusan kita ini sudah dikenal oleh masyarakat awam? Tidakkah sering kita temui kendala dan banyak pertanyaan dari orang awam apabila kita ditanya : Kuliah dimana dik? Jurusan apa? Dan semester berapa? Dan kita menjawab kuliah di UNIMED, jurusan PLS dan sekarang sudah semester 5. Dan kemudian Bapak itu menanyakan kembali : PLS ? apa itu? Dan kemana nantinya? Dengan ragu dan seperti kelihatan orang pintar kita menjawab : Nantinya pak kami yang mengajari Pendidikan Non Formal Pak, seperti Paket A, B dan C, dan jika ada penyuluhan dan pelatihan kamilah orangnya. Kita menjawab pertanyaan itu seolah tak ada beban yang melekat dihati. Seolah lepas saja, padahal kenyataan nantinya di lapangan orang yang seperti yang kita ucapkan tadi bukanlah berdasarkan jurusan kita (kita tak seperti guru formal, jurusan biologi mengajar biologi), namun dengan pengalaman dan latihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita lihat pada kenyataannya banyak yang bekerja di pendidikan non formal adalah lulusan- lulusan yang bukan jurusan dari PLS. Bagaimana ini terjadi itu karena kita sendiri mahasiswa tidak mau peduli akan jurusan dan sasaran kita sendiri. Kita asik beleha- leha dijejali teori tanpa praktik yang berarti tanpa ada motivasi kedepan untuk mendalami apa yang menjadi tujuan kita. Kita terus saja dijadikan objek proyek pendidikan oleh orang- orang yang tak bertanggung jawab. Pernahkah anda berfikir begitu banyaknya alokasi dana pemerintah untuk biaya pendidikan khususnya pendidikan non formal. Dan juga bantuan luar negeri yang berpartisipasi untuk memajukan pendidikan di Indonesia khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Namun karena kita tidak tahu dan tak mau tahu maka dana itu dikelola oleh orang- orang yang tak berkompeten dalam hal itu, sehingga dana tersebut raup tanpa hasil dan hanya menjadi sumber kekayaan mereka. Kita dibuat hanya untuk proyek saja, ada tapi tidak ada dalam aplikasinya. Kita dipendam dan hanya dibungkam, dan berusaha untuk berdiri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal jurusan kita dibentuk oleh pemerintah karena permintaan luar negeri yang tujuannya spesialis untuk mengajarkan orang- orang yang tidak mampu dan tak berkesempatan untuk sekolah. Kita berbeda dengan pendidikan formal, kita lebih bersifat manajemen dan bersifat independent yang tak terikat. Perbedaan pendidikan non formal dengan pendidikan formal sudah kita pelajari pada azas- azas pendidikan luar sekolah dan buku- buku diktat lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah saatnya kita lebih kritis dan lebih spesifik dalam hal ini, jangan hal ini terus berlarut dan hanya menjadi kerancuan dalam mengikuti perkuliahan. Kita harus tau apa makna PLS itu, apa yang menjadi kemampuan dan kompetensi yang diberikan dalam perkuliahan, dimana sasaran yang akan dituju, siapa saja yang dapat menjadi relasi dari pendidikan luar sekolah, bagaimana kedepannya jelas atau tidak, Mengapa kita memilih jurusan ini, Kapankah kita dapat pekerjaan (apakah setahun, dua tahun, ataukah sebelum tamat kuliah kita sudah mendapat pekerjaan), dan Apakah sekarang kita peduli dengan masa depan kita sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah renung dalam hati semoga kita mendapat jawaban dan petunjuk untuk diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align: right;"><sup>Sumber http://imadiklusentete.blogspot.com/2011/11/pendidikan-luar-sekolah.html</sup></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="asas-asas pendidikan luar sekolah">asas-asas pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kompetensi sarjana PLS">kompetensi sarjana PLS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="azas-azas pls">azas-azas pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="proposal pendidikan luar sekolah">proposal pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="fakultas non pendidikan yang terdapat di unimed">fakultas non pendidikan yang terdapat di unimed</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kendala-kendala pada asas-asas pendidikan dalam sekolah">kendala-kendala pada asas-asas pendidikan dalam sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="sasaran yang dituju melalui pendidikan luar sekolah">sasaran yang dituju melalui pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="pendidikan luar sekolah unimed">pendidikan luar sekolah unimed</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="kompetensi sarjana pendidikan luar sekolah adalah">kompetensi sarjana pendidikan luar sekolah adalah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html" title="azas-azas pkbm">azas-azas pkbm</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/pendidikan-luar-sekolah-unimed.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menonformalkan Pendidikan Formal</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 15:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2724</guid>
		<description><![CDATA[Saya menulis ini adalah hasil diskusi dari teman2 PLS, dosen, dan pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah. ketika saya menulis judul diatas mungkin teman2 banyak bertanya&#8230; kenapa kita harus Menonformalkan... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000499455374">Saya </a>menulis ini adalah hasil diskusi dari teman2 PLS, dosen, dan pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemerintah.<a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/HARMIDI.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2725" title="HARMIDI" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/11/HARMIDI.jpg" alt="HARMIDI Menonformalkan Pendidikan Formal" width="235" height="283" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ketika saya menulis judul diatas mungkin teman2 banyak bertanya&#8230; kenapa kita harus Menonformalkan Pendidikan Formal?????</p>
<p style="text-align: justify;">jawabannya adalah bahwa pendidikan formal sudah gagal untuk menciptakan lulusan yang berkompeten dan lulusan yang &#8216;terpakai&#8217;. ada banyak faktor dan kebijakan di indonesia sehingga lulusan pendidikan formal tidak berkompeten seperti sebuah perusahaan milik swasta maupun milik pemerintah tidak lagi mempertanyakan kompetensi si &#8216;pelamar pekerjaan&#8217; yang ada hanya kamu LULUSAN APA????? (SMK, diploma atau sarjana) ketika sudah mencukupi syarat tersebut, misal seorang tamatan SMK sudah diterima sebagai pekerja dan dilihat aplikasinya dilapangan ternyata tidak menguasai medan perang, sehingga untuk selanjutnya ada rasa kurang percaya terhadap lulusan yang telah memenuhi syarat secara formal (memiliki ijazah). dampak dari hal tesbut adalah banyaknya lulusan pendidikan formal atau sarjana yang kebingungan mencari pekerjaan dan angka pengangguran bertambah.</p>
<p style="text-align: justify;">ada solusi alternatif ketika kita berbicara tentang kompetensi anak bangsa, kita bercermin dari negara tetangga yaitu malaisya, thailand dan juga negara maju seperti jepang, masalah ijazah tidaklah jadi masalah yang penting orang yang melamar pekerjaan itu dia mampunya apa??? klo ijazah itu urusan belakangan, maka dinegara tersebut berkembang &#8216;PENDIDIKAN NOFORMAL anak2 bangsa dinegara tersebut lebih menyukai pelatihan2 yang bisa memnambah kompetensi dan lembaga yang memberikannya bukan pendidikan formal tapi pelakunya adalah pendidikan nonformal. kalau kondisi seperti ini tetap dipertahankan yang akan tecipta nanti adalah pengangguran dari pendidikan formal, seharusnya pendidikan formal itu harus di nonformalkan. artinya setelah mengikuti pendidikan formal bukan berarti kita sudah selesai dan siap turun di medan perang tapi harus melalui pendidikan nonformal dulu (sesuai kebutuhan).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000499455374">Harmidi </a>(ketua umum Imadiklus Indonesia)</p>
<p style="text-align: justify;">Karawang, 7 november 2011</p>
<p style="text-align: justify;">Harmidi (ketua umum Imadiklus Indonesia)</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="artikel pendidikan formal">artikel pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini pendidikan">opini pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="pendidikan formal">pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini tentang pendidikan">opini tentang pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="opini pendidikan 2011">opini pendidikan 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat-syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten">syarat-syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="kenapa saya harus memilih pendidikan formal">kenapa saya harus memilih pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat lulusan pendidikan yang berkompetensi">syarat lulusan pendidikan yang berkompetensi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="artikel tentang pendidikan formal">artikel tentang pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" title="syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten">syarat seorang lulusan pendidikan yang berkompeten</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Luar Sekolah Versi Kenalan &#8211; UNNES</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 09:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PLS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2705</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuhh Salam supeerr to all maba PLS dan semua keluarga besar PLS di seluruh Indonesia tentunya&#8230;. Tak lupha pulaa salammm tercintaa untuukk semmua temand-temand yang tergabung dalam organisasi... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuhh</em><br />
<em> Salam supeerr to all maba PLS dan semua keluarga besar PLS di seluruh Indonesia tentunya&#8230;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tak lupha pulaa salammm tercintaa untuukk semmua temand-temand yang tergabung dalam organisasi IMADIKLUS yahhh&#8230;&#8230;Haiiii&#8230;..kenalin akku Rindi Yanama salah satu Mahasiswa Jurusan PLS di UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG angkatan 2011&#8230;Akku salah satu maba PLS diantara kalian-kalian yang merasa mahasiswa baru jurusan PLS lhoo&#8230;hmmmm binguung nihh mo nuliss aboutt aphahh????’&#8230;zz tentunya all about PLS lahhh..anehh yaa malah nanya-nanya mo nulis apha&#8230;hehehe&#8230;<br />
Huuhhh&#8230;.gimana nihh mulainya&#8230;<br />
To the point ajhah zz temand-temandkku PLS se-Indonessia yang akku cintaiii..akku mo dikiit share nihh..cerita-ceritha githu&#8230;awal kisah akku kok biza masuk PLS ithu gimana siihh????<br />
Tapi sebelume perkenalan dullu zz sedikiiitt tentangg akku&#8230;pepatah sering bilang “tak kenal pan tak chaiiiaannkkkk”&#8230;.hihihihihihihihihihi</p>
<p style="padding-left: 30px;">Biodata akku : nama aku <a href="http://www.facebook.com/temari.yanama" target="_blank">Rindi Yanama</a>,<a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/PLS_UNNES_MABA.jpg"><img class="size-full wp-image-2707 alignright" title="PLS_UNNES_MABA" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/10/PLS_UNNES_MABA.jpg" alt="PLS UNNES MABA Pendidikan Luar Sekolah Versi Kenalan   UNNES" width="180" height="135" /></a><br />
lahir di Pati 23 Desember 1992,<br />
hoby akku nulis,nyanyi,jeng-jeng,n jailin orang..hehehe..<br />
alamat akku DS.Sambirejo RT.004/003 Kec.Gabus Kab.Pati,Jawa Tengah<br />
..akku anak ke-2 dari dua saudara..</p>
<p style="text-align: justify;">akku kuliah di UNNES’2011 Jurusan PLS Fakultas FIP&#8230;mengenai cita-cita akku dari kecil pengend jadi POLWAN tapi gara-gara kondisiku yang g mungkin akuu surut harapan gitu temand-temand&#8230;tapii itu g buat akku buat patah arang&#8230;akku beralih cita-cita ingind menjadii guru KIMIA yang the best di Sekolah Menengah Atas&#8230;hihihi&#8230;kereeenn khann&#8230;.hingga waktu kelulusan tibba&#8230;horree senangg dehh&#8230;tapi akku musthi sabbarr berhenti satu tahun buat bissa ngelanjutin ke Perguruan Tinggi&#8230;.zz biasa lahh masalah ekonomi keluargaaa&#8230;hahahayy&#8230;hampir patahh semangatt&#8230;tiap malaamm akku selallu tahajud..tahajud..and tahajudd&#8230;dalam doakku selalu berkata separti ini “Tuhan&#8230;Engkau Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&#8230;akku pengend ngelanjutinn study akku ke Perguruan Tinggi Negerii&#8230;.kabbulkan ya Alloh&#8230;”. dan alhamdulillah yahhh sesuatuuu&#8230;..aku ikut jalur SPMU UNNES&#8230;waktu itu aku pilih propdi pendidikan kimia daan PLS&#8230;.g tauu PLS itu apha..tapi wakttu ituu emang penuhh dilema bangets temand-temand&#8230;mana yang harus akku pilih&#8230;yang sesuai dengan potensii yang akku milikiii&#8230;&#8230;.Huufffttt masaa penantiian tlah usaii..pengumuman tibaaa&#8230;&#8230;&#8230;..alhamdulillah yahhh&#8230;sesuattuuu&#8230;hahahayyy&#8230;akku keterima di UNNES Fakultas FIP jurusan PLS&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..wawwww I’m so happyyy&#8230;.tappiii tetepp bingung&#8230;jadine happy dalamm kebingungannnn&#8230;.iiihhhiiiiiiirrrrrrrrrrrrr&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Perkenalan tentangg akku cukup segini ajha yahh klo mo tauu lengkap mengenai akku andd share-share’an gituuu gabung ajha di facebook akku “<a href="http://www.facebook.com/temari.yanama" target="_blank">Riendizz Yanama</a>”,email : <a href="http://www.facebook.com/temari.yanama" target="_blank">ynama_detya@yahoo.co.id</a> soale kluw diceritaiinnn akhire mahhh panjang x lebar x tinggi sama dengan Volume Balokk dehhh&#8230;&#8230;&#8230;.hihihi<br />
Kemballii ke LAPTOP&#8230;..<br />
Wadduuhh&#8230;kayakk arwana Tukul dunkk&#8230;hehehehe</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai janjiii akku zz temend-temend&#8230;akku bakal share ke kalian semua mengenai awal kisah akku kokk bizza ke PLS siihhh?????&#8230;and semuaa kisahh-kisah akku selama menjalani perkuliahann di PLS UNNES&#8230; Temend-temend&#8230;tau nggakk&#8230;gimana perasaan akku waktu keterima di<strong> PLS UNNES.</strong>&#8230;akku gag tauu ekspresii apha yangg haruss akku keluariin saat leatt berita ithu&#8230;”happy dalam kebingungan”&#8230;huftt&#8230;borro-borro tau runang lingkup PLS ithu apa ajha&#8230;tau sedikit pun mengenai PLS ajha kagagg sama sekalii&#8230;&#8230;.. yang akku tau zz Cuma tuh kepanjangannya duank Pendidikan Luar Sekolahh&#8230;.berhari-hari tiga kata tersebut selalu akku resappi,renungii,mencari tau&#8230;mencarii&#8230;mencarrii..dann mencarii&#8230;banyak banget tempat-tempat yang akku datangi guna mencari tauu about PLS ituuhh&#8230;dari nanya temand akku mpe nanya ke PKBM terdekat tuuh aku lakuin dehh&#8230;biar bisa tau lebih jelasssnya lagii&#8230;tauu g temend-temend gimana perasaanku waktu ithu&#8230;.”I’m so down”..akku jatuh bangets, perasaan sedihh,kecewaa,bingung,tercampur addukk dalam otakku&#8230;pengend rasanya akku nangis temend-temend&#8230;&#8230;hasil yang kudapati belum bissa membuatkku tenang sobatt&#8230;akku selalu diselimuti rasa penasaran dan takuttt&#8230;&#8230;takuut juarusan yang akku ambil ithu salah dan memberikan prospek yang minimal di lingkungan informalku maupun di masyarakat nantinya&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Masaa PPA (Pengenalan Progam Akademik) dan OKPT (Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi) tiba&#8230;<br />
Tepatnya tanggal 17-22 Agustus 2011 maren akku ngikuti PPA n OKPT di UNNES sobbat&#8230;hhmmm “extrim”..puasa-puasa musti semangat ikutan PPA n OKPT ..senneng bissa ketemu temand beda jurusann&#8230;mereka semua dengan penuh percaya diri menonjolkan jurusannya..”gue anak MIPA,gue anak PGSD,gue Geograpy,kluw loee??????????&#8230;idiihh sombong-sombong banget mereka zz sobatt&#8230;gua ajhaa yang jurusan “Out Scholling Education”,jurusan yang multi tallent..the bestt&#8230;unusually&#8230;gag sombong-sombong amat kokk&#8230;hehehehehe<br />
Nahh sobatt..saat itulah moment yang amat akku manfaatkan guna mencari informasi&#8230;dari kakak senior PLS UNNES mpe para Dosen-dosen PLS akku tanyaii githu sobat..pokoknyaa gag berhentii ngomong dehh..hehehe&#8230;emang akku klow penasaran radak “cerewet” sobbatt&#8230; dari situlah akuu sedikitt tau mengenai PLS&#8230;kata kakak senior waktu ithu gini sobat,”<sup><em>dinikmati ajha ddhekk&#8230;PLS bagus kok prospek kedepannya&#8230;banyak peluang kerjanya&#8230;selain itu kakak angkatan dulu dari PLS juga bisa kerja di TELKOM kokk&#8230;ada juga yang jadi Kepala Bank malahh&#8230;gag usah khawatirr..Dosen-dosen PLS juga kebanyakan berpangkat Prof m Doctor, so don’t worry yap</em></sup>”&#8230;dikitt bisaa senyum sobatt&#8230;hehehehe<br />
Hhhmmmm awal yang baiikk menurutkku&#8230;setidaknya akku sedikit mengertiii apha ithu PLS sobat&#8230;bagii sobat semua yang masuk PLS karena sepengalaman dengan akku gag bulehh keciil hatii okee&#8230;mustti semangaattt&#8230;kata Dosen Pendidikan Seumur Hidup Bpk.Nurhalim beliau selalu berkata seperti ini sobat “<em>Hidup itu serba mungkin,oleh karenanya kita harus memiliki motivasi belajar yang tinggi guna mengentaskan keserbamungkinan ithu sobat”</em>&#8230;.gag boleehh pataah araanng&#8230;tetepp berjuangg&#8230;gagg perlu mustii turun ke jalanan buat kita bisa dianggap orang&#8230;cukup tunjukkan ajha dengan tindakan yang dilandasi oleh keikhlasan,hehehe&#8230;..yang membedakan antara kita yang berpendidik dengan mereka yang tidak adalah dalam pengamatan suatu observasi sobat&#8230;kebanyakan dari mereka lebih terjerumus “menginterprestasi” ketimbang mengobservasiii&#8230;.aduuhh..adduuhhh&#8230;cape’ dehhh&#8230;hahahayy&#8230;.so tetep positif thingking aja yahh&#8230;sesuatuu..<strong>.BUKTIKAN KALO PLS ITU JOS, JAYA, dan GEMILANGGG</strong>&#8230;.<br />
Sobat PLS seneng banget bisa dikit share ke kalian about PLS versi akku&#8230;hehehe massi banyaakk banget cerita yang pengen akku bagiin ke kalian sobat&#8230;tappii sementara segini dulu ajha zzz&#8230;besug pasti bakal aku lanjut lagi okkeyy&#8230;.”I’m promise”&#8230;hehehe<br />
Hidup Mahasiswa Indonesiaaa&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
Wassalamualaikum Warrohmatullohiwabarokattuhh&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: right;"><a href="http://www.facebook.com/temari.yanama">Riendizz Yanama</a><br />
Komisaris Utama di CV KEDAI TRADISIONAL SINUHUNJurusan PLS di Universitas Negeri Semarang (UNNES)Tinggal di Kota SemarangDari Pati, Jawa Tengah, IndonesiaLahir tanggal 23 Desember 1992</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="unnes">unnes</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="skripsi pendidikan luar sekolah">skripsi pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="jurusan kuliah di unnes">jurusan kuliah di unnes</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="anak kuliah unes">anak kuliah unes</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="PLS UNNES 2011">PLS UNNES 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="sekolah non formal beserta jurusannya">sekolah non formal beserta jurusannya</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="pendidikan non formal oktober 2011">pendidikan non formal oktober 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="skripsi pkbm jurusan pls upi">skripsi pkbm jurusan pls upi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="jurusan pls/pnf nantinya kerja di mana ?">jurusan pls/pnf nantinya kerja di mana ?</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html" title="skripsi pls unnes">skripsi pls unnes</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/10/ungkapan-perasaan-pendidikan-luar-sekolah-versi-maba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBEDAH PELUANG KERJA LULUSAN PLS DALAM RELEVANSI ANTARA AKADEMIK DAN DUNIA KERJA</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 20:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2702</guid>
		<description><![CDATA[Habib Prastyo Abstract : The breadth of scope outside the school education area requires the availability of PLS to develop themselves by providing usefulness in the world of work both... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center"><strong>Habib Prastyo</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract : </em></strong><em>The breadth of scope outside the school education area requires the availability of PLS to develop themselves by providing usefulness in the world of work both individually and with the community and working with a group of network development initiatives, including stakeholders, are indispensable in the overall effort to fulfill the ever-changing needs of society and takes place in community has a variety of characteristics, then the contents of the program always leads to flexibility.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Keyword:  </em></strong><em>labor, Out of School Education, enterpreneurship.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Revolusi teknologi komunikasi dan informasi telah berdampak pada terjadinya perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Perubahan-perubahan ini telah memicu kesadaran baru dalam diri umat manusia, terutama yang terkait dengan potensi diri dan kekuatan kerjasama kelompok untuk berkembang dan kekuatan kerjasama secara kelompok. Dampak lain adalah adanya kebutuhan untuk mengubah tata nilai dan tata hubungan individu dan antara kelompok yang selama ini mengatur kehidupan ke arah hubungan yang lebih akomodatif dan lebih demokratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya melalui pendidikan formal saja, akan tetapi peran pendidikan non formal memiliki peran dan fungsi yang strategis sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 26 yang menyatakan pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.  Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Dan bagi penyelenggara setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. (PP No. 19 Tahun 2005).</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijakan otonomi dan desentralisasi yang dilancarkan tahun 2000 ikut mewarnai perubahan-perubahan yang terjadi di dalam pendidikan di Indonesia, termasuk dalam pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya yang terkait dengan optimalisasi potensi dan budaya daerah di dalam pendidikan. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam kehidupan masyarakat, yang diperkuat dengan gerakan demokratisasi dan globalisasi pendidikan, tuntutan akuntabilitas publik terhadap kualitas lulusan lembaga pendidikan tenaga kependidikan semakin kuat. Hal ini dimungkinkan karena makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas pendidikan, yang diperkuat dengan semakin ketatnya kompetisi lulusan setiap jenjang pendidikan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu strategi pendidikan nasional yaitu relevansi pendidikan dengan upaya menciptakan keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan pembangunan dalam hal ini dunia kerja.  Keterkaitan dan kesesuaian antara pendidikan dan pembangunan semakin dirasakan karena beberapa kecenderungan, antara lain:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berpikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh, menyangkut pengetahuan, sikap, kemauan, dan keterampilannya yang fungsional bagi kehidupannya sebagai pribadi, warga negara dan warga masyarakat, serta usahanya mencari nafkah. Dengan demikian,  pandangan  mengenai pendidikan yang cenderung mengunggulkan kemampuan akademik saja tidaklah cukup tanpa harus melihat relevansinya dengan dunia luar yang senantiasa berubah: dunia kerja, dunia pendidikan yang modern, masyarakat modern, dan globaliasi, dan sebagainya jika kita tidak ingin tertinggal.</li>
<li>Meningkatnya tuntutan dunia kerja terhadap pendidikan yang sejalan dengan tuntutan pembangunan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.</li>
<li>Restrukturisasi dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu, tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner.</li>
<li>Populernya konsep pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang mendapatkan tekanan kuat. Merupakan investasi untuk masa depan. Dalam kerangka SDM ini, keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional seperti tingkat balikan (<em>rate of return),</em> indeks efesiensi dan efektivitas, dan lain-lain.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk memberi layanan PNF tersebut diperlukan dukungan pendidik dan tenaga kependidikan yang dalam hal ini Pamong Belajar dan Penilik yang berstatus sebagai pegawai negeri (PNS). Disamping itu pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus bukan PNS adalah Tutor, Fasilitator Desa Binaan Intensif, Tenaga Lapangan Dikmas (TLD), Nara Sumber Teknis, Pamong PAUD.</p>
<p><strong>PENGERTIAN PLS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Nonformal (PNF) memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan persekolahan atau Pendidikan Formal yaitu salah satunya adalah pendidikan persekolahan memiliki keterbatasan waktu, ruang, fleksibilitas dan isi, maka PLS dirancang dari kebutuhan masyarakat dan berlangsung ditengah-tengah masyarakat tanpa membatasi usia dan jenis kelamin. Karena berangkat dari kebutuhan masyarakat yang selalu berubah dan berlangsung dalam masyarakat yang memiliki keragaman karakteristik, maka isi programnya selalu mengarah pada fleksibilitas. Artinya isi program disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakat yang memerlukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Nonformal (PNF) berfungsi sebagai pelengkap (<em>complement</em>), pengganti (<em>substitute</em>) dan penambah (<em>supplement</em>) pendidikan sekolah (UU No.20/2003 tentang Sisdiknas).<br />
Program PNF diarahkan untuk memberi layanan pendidikan kepada warga masyarakat yang belum sekolah, tidak pernah sekolah (buta aksara) dan warga masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan melalui satuan-satuan PNF.<br />
Berbagai program PNF yang dikembangkan terdiri :</p>
<p style="text-align: justify;">1.    Pendidikan Keaksaraan diarahkan pada pendidikan keaksaraan fungsional (penurunan buta aksara usia 15 tahun keatas pada tahun 2014).</p>
<p style="text-align: justify;">2.    Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yaitu agar anak dapat berkembang sesuai tingkat usianya dan berdampak pada kesiapan memasuki sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">3.    Peningkatan pembinaan kursus dan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">4.    Pendidikan kecakapan hidup yang dapat diintegrasikan dalam berbagai program PNF sebagai upaya kemampuan untuk hidup mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;">5.    Peningkatan Budaya Baca Masyarakat sebaga upaya mmelihara keaksaraan peserta didik melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM).</p>
<p style="text-align: justify;">6.    Memperkuat Unit Pelaksana Teknis Pusat dan Daerah sebagai tempat pengembangan model program PNF.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Download File Lengkap</p>
<p style="text-align: justify;">Note: There is a file embedded within this post, please visit this post to download the file.</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="arah kebijakan program pnf dalam pembangunan sdm">arah kebijakan program pnf dalam pembangunan sdm</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="prospek kerja pls">prospek kerja pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="lulusan pls">lulusan pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="prospek kerja non kependidikan">prospek kerja non kependidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="restrukturisasi pls">restrukturisasi pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="Relevansi dengan tuntutan dunia pekerjaan">Relevansi dengan tuntutan dunia pekerjaan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="bidang kerja lulusan pendidikan luar sekolah">bidang kerja lulusan pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="fungsi tenaga PLS dalam bidang pendidikan keaksaraan">fungsi tenaga PLS dalam bidang pendidikan keaksaraan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="peran tenaga pls dalam bidang life skill">peran tenaga pls dalam bidang life skill</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html" title="peranan dan fungsi strategik pendidikan luar sekolah">peranan dan fungsi strategik pendidikan luar sekolah</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/10/membedah-peluang-kerja-lulusan-pls-dalam-relevansi-antara-akademik-dan-dunia-kerja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelemahan Pendidikan Nonformal</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 16:12:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2650</guid>
		<description><![CDATA[Di samping berbagai keunggulan ,perlu dikemukakan di sini bahwa pendidikan nonformal bukan tanpa kelemahan. Kelemahan yang terdapat dalam program pendidikan ini antara lain: kurangnya koordinasi, kelangkaan pendidik profesional, dan motivasi... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/07/profesional-non-formal.jpg"><img class="size-full wp-image-2651 alignright" title="profesional-non-formal" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/07/profesional-non-formal.jpg" alt="profesional non formal Kelemahan Pendidikan Nonformal" width="314" height="223" /></a>Di samping berbagai keunggulan ,perlu  dikemukakan di sini bahwa pendidikan nonformal bukan tanpa kelemahan.  Kelemahan yang terdapat dalam program pendidikan ini antara lain: <strong>kurangnya koordinasi, kelangkaan pendidik profesional, dan motivasi belajar yang relatif rendah.</strong></p>
<p><strong><em>Kelemahan pertama,</em></strong> kurangnya koordinasi  disebabkan oleh keragaman dan luasnya program yang diselenggarakan oleh  berbagai pihak. Semua lembaga pemerintah, baik yang berstatus departemen  maupun non departemen, menyelenggarakan program-program pendidikan  nonformal. Berbagai lembaga swasta, perorangan, dan masyarakat  menyelenggarakan program pendidikan nonformal yang bertujuan untuk  memenuhi kebutuhan lembaga tersebut atau untuk pelayanan kepada  masyarakat. Dengan adanya variasi program yang dilakukan oleh berbagai  pihak itu akan memungkinkan terjadinya program-program yang tumpang  tindih. Program yang sama mungkin akan digarap oleh berbagai lembaga,  sebaliknya mungkin suatu program yang memerlukan penggarapan secara  terpadu kurang mendapat perhatian dari berbagai lembaga. Oleh karena itu  koordinasi antar pihak penyelenggara program pendidikan nonformal  sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas  perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program serta untuk mendayagunakan  sumber-sumber dan fasilitas dengan lebih terarah sehingga program  tersebut mencapai hasil yang optimal.</p>
<p><strong><em>Kelemahan kedua,</em> </strong>tenaga pendidik atau  sumber belajar yang profesional masih kurang. Penyelenggara kegiatan  pembelajaran dan pengelolaan program pendidikan nonformal sampai saat  ini sebagian terbesar dilakukan oleh tenaga-tenaga yang tidak mempunyai  latar belakang pengalaman pendidikan nonformal. keterlibatan mereka  dalam program pendidikan didorong oleh rasa pengabdian kepada masyarakat  atau kerena tugas yang diperoleh dari lembaga tempat mereka bekerja,  dan mereka pada umumnya berlatar belakang pendidikan formal. Kenyataan  ini sering mempengaruhi cara penampilan mereka dalam proses pembelajaran  anatara lain dengan menerapkan pendekatan mengajar pada pendidikan  formal di dalam pendidikan nonformal sehingga pendekatan ini pada  dasarnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pembalajaran dalam  pendidikan nonformal. Pengelolaan program pendidikan nonformal  memerlukan pendekatan dan keterampilan yang relatif berbeda dengan  pengelolaan program pendidikan formal. Untuk mengatasi kelemahan itu  maka diperlukan upaya peningkatan kemampuan tenaga pendidik yang ada  dalam pengadaan tenaga profesional pendidikan nonformal.</p>
<p><strong><em>Kelemahan ketiga,</em></strong> motivasi belajar peserta didik relatif rendah. Kelemahan ini berkaitan dengan:</p>
<ol>
<li>Adanya kesan umum bahwa lebih rendah nilainya daripada  pendidikan formal yang peserta didiknya memiliki motivasi kuat untuk  perolehan ijazah.</li>
<li>Pendekatan yang dilakukan oleh pendidik yang mempunyai latar  belakang pengalaman pendidikan formal dan menerapkannya dalam kegiatan  pembelajaran pendidikan nonformal pada umumnya tidak kondusif untuk  mengembangkan minat peserta didik.</li>
<li>Masih terdapat program pendidikan, yang berkaitan dengan upaya  membekali peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dibidang ekonomi,  tidak dilengkapai dengan masukan lain (<em>other input</em>) sehingga peserta didik atau lulusan tidak dapat menerapkan hasil belajarnya.</li>
<li>Para lulusan pendidikan nonformal dianggap lebih rendah statusnya  dibandingkan status pendidikan formal, malah sering terjadi para lulusan  pendidikan yang disebut pertama berada dalam pengaruh lulusan  pendidikan nonformal.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian, kelemahan-kelemahan di atas merupakan beberapa  contoh yang muncul di lapangan. Namun pendidikan nonformal makin lama  makin diakui pentingnya dan kehadirannya sebagai pendidikan yang  berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa serta sebagai  bagian penting dari kebijakan dan program pembangunan.</p>
<p><strong>(Sudjana, 2004: 41-42) Dari Skripsi Farel Setiawan </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong><a href="http://www.facebook.com/groups/imadiklus?view=doc&amp;id=200215210031344" target="_blank"><sup><strong>Sumber</strong></sup></a><br />
</strong></p>
</div>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="pendidikan non formal">pendidikan non formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kekurangan pendidikan formal">kekurangan pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelemahan pendidikan formal">kelemahan pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelebihan pendidikan formal">kelebihan pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelemahan pendidikan non formal">kelemahan pendidikan non formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelebihan pendidikan non formal">kelebihan pendidikan non formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelemahan pendidikan">kelemahan pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="pendidikan nonformal">pendidikan nonformal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelemahan pendidikan informal">kelemahan pendidikan informal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html" title="kelemahan pendidikan nonformal">kelemahan pendidikan nonformal</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/07/kelemahan-pendidikan-nonformal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 17:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan luar sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2628</guid>
		<description><![CDATA[Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah Kegiatan pendidikan, walaupun dalam bentuknya yang paling sederhana, yang kini dikenal dengan istilah pendidikan luar sekolah, telah hadir di dunia ini sama tuan ya dengan... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan, walaupun dalam bentuknya yang paling sederhana, yang kini dikenal dengan istilah pendidikan luar sekolah, telah hadir di dunia ini sama tuan ya dengan<a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/05/desain-logo-2.jpg"><img class="size-full wp-image-2615 alignright" title="image description" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/05/desain-logo-2.jpg" alt="desain logo 2 Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah" width="286" height="81" /></a> kehadiran  manusia  yang  berinteraksi  dengan  lingkungan  di  muka  bumi  ini. Setelah  jumlah  manusia  makin   berkembang,  situasi  pendidikan  ini  muncul  dalam kehidupan  kelompok  dan  masyarakat.  Kegiatan   pendidikan  dalam  kelompok  dan masyarakat elah dilakukan oleh umat manusia jauh sebelum pendidikan sekolah lahir di dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.  Pengaruh Pendidikan Informal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada waktu permulaan kegadirannya, pendidikan luar sekolah dipengaruhi oleh pendidikan informal, yaitu kegiatan yang terutama berlangsung dalam keuarga. Di dalam kehidupan keluarga ini  terjadi interaksi antar orang tua, antara orang tua dengan anak, dan antara anak dengan anak. Pola-pola transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua terhadap  anaknya pada dalam kehidupan kelompok, misalnya keterampilan bercocok tanam atau membuat  peralatan sederhana yang biasa digunakan. Cara- cara seperti itu digunakan pula oleh kepala suku atau kepala adat terhadap warganya atau oleh ketua tani terhadap para petani.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Pengaruh Tradisi di Masyarakat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam masyarakat terdapat tradisi dan adat istiadat yang  mendorong penduduk untuk belajar,  berusaha, dan bekerjasama atas dasar nilai-nilai budaya dan moral yang dianut oleh masyarakat itu.  Seperti pesan orang tua kepada anak-cucunya: “Tuntutlah ilmu, carilah harta, jauhilah perilaku yang tidak baik”. Tutur kata yang lain diantaranya: “Berpikirlah sejak kecil, belajar sejak kanak-kanak, untuk bekal di masa dewasa, teruslah berikhtiar dengan sabar dan tawakal, berhematlah, aturlah rejeki sehingga tatkala sedikit dapat mencukupi dan tatkala tidak banyak tapi bersisa.” Pesan lain adalah “Hidup harus banyak teman, untuk saling menolong dan saling menitipkan diri; budi dan akal diperoleh dari sesama insan”</p>
<p style="text-align: justify;">Pesan yang terkandung didalam tutur kata tersebut mendorong penduduk untuk melakukan kegiatan belajar, berusaha, dan bekerjasama di dalam masyarakat. Pesan itu pun memberi makna bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian kehidupan manusia yang harus dilakukan oleh setiap warga masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Pengaruh Agama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran    agama     dalam     kehidupan    masyarakat     lebih     melandasi    lagi perkembangan  pendidikan  luar  sekolah.  Belajar  membaca  kitab  suci,  kaidah-kaidah agama,  tata   cara   sembahyang,  yang  pada  umumnya  dilakukan  di  tempat-tempat peribadatan, merupakan  kegiatan belajar mengajar yang mendasari situasi pendidikan luar sekolah. Dalam perkembangan  selanjutnya, agama memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa belajar itu merupakan kewajiban  bagi setiap pemeluk agama, dan kegiatan belajar dilakukan di dalam dan terhadap lingkungan  kehidupannya. Sebagai ilustrasi, Agama Islam memberikan dorongan kuat agar pemeluknya senantiasa belajar. Belajar ialah kewajiban yang ditetapkan oleh Allah untuk dilakukan oleh setiap orang. Syarat utama yang perlu dimiliki oleh setiap individu untuk melakukan kegiatan belajar adalah kemampuan membaca. Oleh sebab itulah, wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, untuk disampaikan kepada manusia, adalah perintah untuk membaca. <em>“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan” (Q.S. Al-„Alaq, ayat 1).</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam makna yang lebih luas, perintah membaca ini mendorong agar manusia menelaah petunjuk Tuhan yang tercantum dalam Kitab Suci, sebagai pedoman hidup di</p>
<p style="text-align: justify;">dunia  ini,   mengkaji   alam   dan   lingkungan   kehidupan   sebagai   ciptaan-Nya,   dan menggunakan petunjuk Tuhan itu dalam berinteraksi dengan lingkungan kehidupannya. Berdasarkan makna ini maka kemampuan membaca adalah prasyarat yang sangat penting dalam kegiatan belajar untuk memperoleh  ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dengan demikian, kegiatan belajar memiliki motivasi  ibadah  yaitu untuk melakukan kewajiban yang telah ditentukan oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kewajiban  umat  untuk  belajar  ini  dipertegas  oleh  Rasulullah  SAW  dalam hadistnya:   <em>“Menuntut  ilmu  adalah  wajib  bagi  setiap  Muslim  pria  dan  wanita”. “Tuntutlah ilmu sejak dalam buaian sampai masuk ke liang kubur”</em>. Secara singkat dapat dipahami bahwa belajar adalah kewajiban  yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam selama hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut  agama,  belajar  adalah  kunci  utama  untuk  mencapai  kemajuan  dan kebahagiaan. Belajar, dalam pengertian ini adalah proses pencarian dan penguasaan ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Motivasi  agama  bagi  manusia,  untuk  mengembangkan  kemampuan  berpikir dalam  mengolah potensi alamini telah ditegaskan oleh Allah SWT: <em>“Dan Dia (Allah) menundukkan  untukmu  segala  sesuatu  yang  ada  di  langit  dan  di  bumi  semuanya, (sebagai suatu rahmat) dari pada-Nya.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir” (Q.S. Al- Jatsiyah, 14). Dan berbagai perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir” (Q.S. Al-Hasyr, 21)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam mengembangkan kemampuan manusia di masa dating agama memberi motivasi untuk  mengantarkan mereka guna memasuki ruang dan waktu yang berbeda dengan yang dialami saat ini.  Untuk mengantarkan ke dalam kehidupan masa depan itu, peranan   pendidikan   ialah   untuk   membelajarkan   manusia   terhadap   kemungkinan- kemungkinan yang akan dihadapinya di masa yang akan datang. Rasulullah SAW telah memberi  petunjuk:  <em>“Belajarkanlah  anak-anakmu  karena  mereka   adalah  makhluk, ciptaan Tuhan, yang akan memasuki jaman yang berbeda dengan keadaan jamanmu sekarang”. </em>Petunjuk ini menegaskan bahwa fungsi pendidikan adalah untuk membantu manusia   dalam   mengembangkan   kemampuan   fungsional   yang   diperlukan   dalam kehidupan masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan  beberaba  Hadits  tersebut  pendidikan  hendaknya  dilandasi  oleh kaidah-kaidah agama sehingga terjadi motivasi belajar yang bertujuan untuk memperoleh pahala dari Tuhan Yang maha Pemurah dan Maha Penyayang dengan cara menunaikan kewajiban menuntut ilmu dan untuk  meningkatkan taraf hidup dan kehidupan di dunia dan mencapai kebahagiaan dalam kehidupan abadi di akhirat.</p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="pendidikan luar sekolah">pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="pendidikan luar sekolah luar sekolah">pendidikan luar sekolah luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="asal mula pendidikan">asal mula pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah">Asal Usul Pendidikan Luar Sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="asal usul pendidikan">asal usul pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="Pengaruh Pendidikan Informal">Pengaruh Pendidikan Informal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="asal-usul PLS">asal-usul PLS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="asal usul sekolah">asal usul sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="asal mula terjadinya pendidikan">asal mula terjadinya pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html" title="perkembangan pendidikan luar sekolah">perkembangan pendidikan luar sekolah</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/06/asal-usul-pendidikan-luar-sekolah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurangi Kemiskinan dengan Model Pemberdayaan &#8211; Ujian Terbuka Promosi Doktor Undip</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 11:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2608</guid>
		<description><![CDATA[SEMARANG-Model pemberdayaan guna mewujudkan usaha mandiri bagi orang miskin dan menganggur supaya tingkat kemiskinan berkurang, hingga kini dinilai masih banyak kelemahan. Terutama, belum sesuai dengan kebutuhan pasar terkini, khususnya tingkat... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/05/9920_142653678780_714828780_2520098_5417124_n.jpg"><img class="size-full wp-image-2609  alignright" title="9920_142653678780_714828780_2520098_5417124_n" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/05/9920_142653678780_714828780_2520098_5417124_n.jpg" alt="9920 142653678780 714828780 2520098 5417124 n Kurangi Kemiskinan dengan Model Pemberdayaan   Ujian Terbuka Promosi Doktor Undip " width="165" height="220" /></a>SEMARANG-Model pemberdayaan guna mewujudkan usaha mandiri bagi orang miskin dan menganggur supaya tingkat kemiskinan berkurang, hingga kini dinilai masih banyak kelemahan. Terutama, belum sesuai dengan kebutuhan pasar terkini, khususnya tingkat lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak heran jika para fasilitator pemberdayaan kaum miskin, banyak yang belum berhasil membantu kaum miskin yang didampinginya untuk keluar dari jerat kemiskinan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah seharusnya program pemberdayaan kemiskinan, sesuai dengan sasaran ataupun tujuan yang diharapkan. Sasaran utamanya sebetulnya sederhana, yakni kaum miskin menjadi memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang lebih baik, sehingga mereka bisa memiliki mata pencaharian tetap serta layak dan bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata Sungkowo Edy Mulyono SPd MSi, dosen Universitas Negeri Semarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut merupakan beberapa kesimpulan hasil penelitian disertasi Sungkowo berjudul “Model Pemberdayaan Masyarakat melalui Jalur Pendidikan Nonformal untuk Mewujudkan Usaha Mandiri bagi Orang Miskin”, yang disampaikan dalam ujian terbuka promosi doktor Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro di ruang sidang pascasarjana Jl Imam Bardjo, Semarang, Jumat (13/5).<br />
Lebih lanjut, bapak dua anak kelahiran Grobogan, 4 Juli 1968 itu mengatakan, model pemberdayaan hendaknya diarahkan pada pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">Usaha Mandiri</p>
<p style="text-align: justify;">Guna mendukung hal itu dibutuhkan anggaran kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan potensi dan keterampilan kaum miskin berdasarkan kebutuhan usaha mandiri ataupun lapangan pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasar penelitian Sungkowo, biaya pemberdayaan kaum miskin harus disesuaikan dengan kondisi wilayah serta kenaikan harga barang dan jasa yang fluktuatif. Biaya pemberdayaan kaum miskin melalui pendidikan nonformal untuk satu kelompok belajar bagi kelompok potensi rendah adalah Rp 40 juta. “Sementara untuk kelompok potensi menengah Rp 31 juta dan Rp 25 juta untuk kelompok potensi tinggi. Untuk Kota Semarang, biaya pemberdayaan melalui jalur pendi-    dikan nonformal butuh  Rp 239 juta,” tutur suami Visti Kartika ST MSi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengikuti program pemberdayaan, kata peserta TOT Keaksaraan Fungsional Nasional itu, para kaum miskin harus mampu melakukan usaha secara mandiri dan menjalin kemitraan dengan banyak pihak. “Upaya pemberdayaan seharusnya dilakukan pula pengusaha, terutama menyediakan anggaran melalui CSR hingga menjamin kesejahteraan seluruh karyawana agar tak ada anak karyawan yang putus sekolah,” ujar Sungkowo, pernah menulis Model Pendidikan Kesetaraan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewan penguji Sungkowo diketuai oleh Rektor/Ketua Senat Prof Sudharto P Hadi MES PhD dan sekretaris Prof Ir Sunarso MS. Para anggota yakni Prof dokter Anies MKEs PKK, Prof Benny Riyanto SH MH CN, Prof Mudjahirin Thohir MA, Prof Suyudi Mangunwiharjo, Dr Syafrudin Budiningharto SU, Prof Waridin MS, Prof Indah Susilowati MSc, Prof Purbayu Budi Santosa MS, dan Prof Dato’ Rahim MdSail (penguji eksternal dari University Putra Malaysia).<br />
Seusai ujian, Prof Sudharto mengatakan, berdasar indeks prestasi, kuliah tatap muka, dan ujian promosi doktor, Sungkowo dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,55).</p>
<p style="text-align: right;"><sup> SUMBER http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/14/146458/Ujian-Terbuka-Promosi-Doktor-Undip-Kurangi-Kemiskinan-dengan-Model-Pemberdayaan</sup></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="artikel kemiskinan">artikel kemiskinan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="artikel kemiskinan 2011">artikel kemiskinan 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="model pemberdayaan">model pemberdayaan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="artikel tentang kemiskinan">artikel tentang kemiskinan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="model pemberdayaan masyarakat miskin">model pemberdayaan masyarakat miskin</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="model pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat">model pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="model pendidikan anak miskin kota">model pendidikan anak miskin kota</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="usaha agar kemiskinan berkurang">usaha agar kemiskinan berkurang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="makalah tentang kemiskinan dan pemberdayaan">makalah tentang kemiskinan dan pemberdayaan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html" title="artikel pemberdayaan">artikel pemberdayaan</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/05/kurangi-kemiskinan-dengan-model-pemberdayaan-ujian-terbuka-promosi-doktor-undip.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buta Aksara Jangan Dipolitisir &#8211; Hamid</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 14:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PLS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[KF]]></category>
		<category><![CDATA[Buta aksara]]></category>
		<category><![CDATA[buta hurup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2595</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Buta aksara jangan dipolitisir. Walikota dan Bupati yang mengumumkan wilayahnya sudah bebas buta aksara mengakibatkan program keaksaraan ditolak di daerah tersebut. Padahal secara logika, tidak mungkin suatu wilayah bebas buta... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span><em>&#8220;<strong>Buta aksara jangan dipolitisir. </strong><strong>Walikota  dan Bupati yang mengumumkan wilayahnya sudah bebas buta aksara  mengakibatkan program keaksaraan ditolak di daerah tersebut. Padahal  secara logika, tidak mungkin suatu wilayah bebas buta aksara.<br />
</strong>&#8220;</em></span></p>
<p><strong>Buta Aksara Jangan Dipolitisir <img class="alignright" src="http://www.gomong.com/data/2010/12/buta-aksara.jpg" alt="buta aksara Buta Aksara Jangan Dipolitisir   Hamid" width="300" height="214" title="Buta Aksara Jangan Dipolitisir   Hamid" /></strong></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buta aksara jangan dipolitisir!&#8221; begitu kata Direktur Jenderal  Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Hamid  Muhammad dalam sambutan pembukan rapat koordinasi pelaksanaan kebijakan  dan program Ditjen PAUDNI 2011 dan koordinasi/ sikronisasi pelaksanaan  program PAUDNI di BPKB dan SKB di Bandung, Senin (11/4).</p>
<p style="text-align: justify;">“Kasihan, mereka itu sudah papa, miskin, tidak bisa baca tulis tapi diumumkan bebas buta aksara” ujar Hamid.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara akal sehat, kata Hamid, pernyataan bebas buta aksara itu  tidak bisa diterima. “Negara maju saja masih ada yang buta aksara,  apalagi negara kita kok bisa mendeklarasikan bebas buta aksara,” ucap  Hamid.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat suatu wilayah dinyatakan bebas buta aksara oleh walikota  atau bupati, maka program keaksaraan seringkali ditolak untuk dijalankan  di wilayah tersebut. Untuk itu, Hamid meminta agar program ini bisa  dijalankan, meskipun tidak memakai nama penuntasan buta aksara.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebut saja program apa saja, asal program ini terus berjalan.  Ingat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tidak akan naik apabila  permasalahan buta aksara ini tidak dituntaskan,” tegas Hamid.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buta Aksara Kembali </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk penuntasan buta aksara, hal yang perlu diwaspadai adalah  buta aksara kembali. Inilah, ujar Hamid, yang sering luput dari  perhatian dan kemudian sering dipersoalkan di forum-forum internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">“Setelah mereka dilatih, kemudian mendapat sertifikat Sukma  (Surat Keterangan Melek Aksara), ternyata mereka sudah buta aksara  kembali. Selembar kertas itu hanya sekedar mereka pegang saja,” kata  dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu program keaksaraan keberlanjutan perlu dijalankan,  seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  dan Koran Ibu. “Saya senang  ketika membaca Koran Ibu. Tulisannya khas sekali. Mungkin bagi kita hal  itu adalah hal kecil, tapi bagi mereka dampaknya luar biasa. Mereka  bangga bisa menceritakan dirinya di Koran Ibu dengan kalimat-kalimat  yang sederhana,” ucap Hamid. (KS)</p>
<p style="text-align: justify;"><sup>Sumber  http://www.paudni.kemdiknas.go.id/news/20110412162745/Hamid-Buta-Aksara-Jangan-Dipolitisir.html</sup></p>
<h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="pengertian buta aksara">pengertian buta aksara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="contoh-contoh proposal penyelenggaraan buta aksara">contoh-contoh proposal penyelenggaraan buta aksara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="contoh surat keterangan melek aksara">contoh surat keterangan melek aksara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="pengertian pendidikan buta aksara">pengertian pendidikan buta aksara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="pengertian buta huruf">pengertian buta huruf</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="buta aksara adalah">buta aksara adalah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="definisi buta huruf">definisi buta huruf</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="paudni 2011">paudni 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="www paudni kemdiknas go id">www paudni kemdiknas go id</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html" title="buta aksara">buta aksara</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/04/buta-aksara-jangan-dipolitisir-hamid.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

