<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMADIKLUS &#187; Hasil Pencarian  &#187;  cara+sosialisasi</title>
	<atom:link href="http://www.imadiklus.com/search/cara+sosialisasi/feed/rss2/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imadiklus.com</link>
	<description>IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 00:21:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bersama Membangun Pendidikan Luar Sekolah JAYA</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 10:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2761</guid>
		<description><![CDATA[Bersama Membangun PLS JAYA !!! Pendidikan Luar Sekolah itulah nama program studi ku.. Sampai saat ini pun sebenarnya saya belum tahu benar apa yang dimaksud dengan Pendidikan Luar Sekolah itu... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/logo-warna.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-2762" title="logo-warna" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/12/logo-warna.jpg" alt="logo warna Bersama Membangun Pendidikan Luar Sekolah JAYA " width="151" height="160" /></a>Bersama Membangun PLS JAYA !!! Pendidikan Luar Sekolah itulah nama program studi ku.. Sampai saat ini pun sebenarnya saya belum tahu benar apa yang dimaksud dengan Pendidikan Luar Sekolah itu sendiri,. Banyak yang mengistilahkan PLS sebagai Pendidikan Luas Sekali, Pendidikan Lucu Sekali, benar juga ada istilah seperti itu, menurut saya pribadi PLS diartikan pendidikan Luas Sekali karena memang pendidikan yang satu ini mencakup banyak unsur di dalam masyarakat kita, apalagi ada istilah pendidikan sepanjang hayat, benar-benar membuat semakin luas sasaran dari PLS itu sendiri, tapi sayangnya PLS masih termarjinalkan dibanding dengan pendidikan formal yang ada saat ini. Padahal kita tahu sendiri, pendidikan luar sekolah atau sering yang disebut dengan pendidikan nonformal ini sangatlah penting bagi kelangsungan hidup seseorang, masyarakat bahkan bangsa dan Negara ini. Bagi kita melihat kondisi pendidikan sekarang ini, apakah kita akan menyerah karena merasa termarjinalkan oleh pemerintah ? Ataukah kita akan bangkit dengan usaha mandiri kreasi mahasiswa PLS di negeri ini ?? Bukan zamannya lagi sebagai mahasiswa PLS hanya kuliah pulang, terima materi dari dosen pengampu kuliah, mengerjakan tugas, dan nunggu nilai keluar. Melihat dan heran dengan kreativitas teman-teman kalian yang berhasil di berbagai ajang kreativitas mahasiswa, bangga dengan jurusan KIMIA, FISIKA atau yang lainnya. Apakah seperti itu mahasiswa PLS yang katanya sebagai generasi penerus bangsa ?? Mau dimana kita ke depannya ??? Apakah kita hanya jadi penonton setia saja melihat perkembangan zaman dan perubahan di negeri kita ini, INDONESIA… Sadar bung !!! 2011 gitu!! Berubahlah kawan, sudah bukan zamannya lagi kita hanya sebagai penonton dan penikmat perubahan saja, berpikirlah rasional, kritis dan kreatiflah hadapi tantangan masa depan kita, masa depan Pendidikan Luar Sekolah. Sudah saatnya kita berubah membawa PLS JAYA, memang kita kalah “tenar” dengan jurusan-jurusan favorit yang ada di berbagai universitas di negeri ini, kalah IQ kita dengan mahasiswa FMIPA, tapi tahukah kalian yang dibutuhkan untuk sukses di dalam kehidupan bukanlah IQ yang tinggi tetapi adalah kreativitas, tahan banting, kemampuan sosialisasi kita dalam masyarakat. Maka dari itu sangatlah perlu bagi kita untuk survive menghadapi tantangan masa depan tersebut, maksimalkan lah peran sebagai mahasiswa PLS saat ini, tunjukan kreativitasmu membawa nama PLS, lakukan dengan HMJ PLS, UKM, maupun organisasi lainnya untuk meningkatkan kreativitasmu, karena sebagai orang PLS kalian sangat dituntut untuk kreatif menghadapi permasalahan di masyarakat. Jangan jadikan Dosen sebagai Guru saja, akan tetapi jadikanlah partner curhat akan kebutuhan yang kalian inginkan untuk hidup di dunia ke-PLS-an. Materi ke-PLS-an yang kalian dapat di kelas, terapkan lah di masyarakat melalui program-program HMJ, tuangkan ide kreatifmu untuk membuat desain program yang benar-benar dapat diterima dengan baik untuk masyarakat sasaran, dengan begitu mahasiswa PLS akan belajar melalui pengalaman yang di dapat dari program yang dilaksanakan tersebut. Dengan begitu, secara pelan namun pasti PLS akan diterima dan dimengerti oleh masyarakat yang membuat lulusan PLS juga akan dipercaya untuk mengisi kebutuhan tenaga ke-PLS-an itu sendiri, yang saat ini sering diisi oleh orang yang bukan di kompetensinya. Untuk itu, sebagai mahasiswa aktif PLS sekarang dituntut untuk kreatif, kritis, inovatif dan survive dalam mengahadapi berbagai tantangan kehidupan kelak, bukan saatnya lagi menunggu panggilan baru bergerak. Butuh keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Luar Sekolah, maka dari itu kita harus pintar-pintar menyiasati dengan menggandeng berbagai pihak seperti pemerintah dan masyarakat agarmengerti akan pentingnya pendidikan luar sekolah serta tidak memandang PLS sebelah mata. #bolehlah kita kalah pikiran dengan orang lain, tapi janganlah sesekali kalah dalam unjuk kreativitas #janganlah terpaku pada sebuah kesempatan, tapi usahakanlah kalian belajar untuk dapat memberikan kesempatan pada orang yang membutuhkan. #Spesial untuk semua mahasiswa PLS se-INDONESIA, saatnya rubah paradigma sebagai “mahasiswa konsumtif”</p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>By : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000056757436" target="_blank">Akhmad Rofiq</a> (SKANDAL’s 2009/ UNY)</em></strong></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/perang-saudara-pls-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Perang Saudara PLS" >Perang Saudara PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Begitu banyak potensi hijau dari mahasiswa mahasiswa PLS seluruh  indonesia, dan mereka pun disatukan dalam sa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/laporan-1-bulan-ketua-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Laporan 1 Bulan Ketua IMADIKLUS" >Laporan 1 Bulan Ketua IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">1 Bulan ini sudah kita coba untuk menjalankan IMADIKLUS semaksimal mungkin.
adapun dalam pelaksanaan selama 1...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/imadiklus-dipercaya-sebagai-depeloper-web-ipabi-indonesia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA" >IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">IMADIKLUS di percaya sebagai depeloper web IPABI INDONESI yang beralamatkan di http://ipabipusat.org/ dengan h...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/seminar-otonomi-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Seminar Otonomi Masyarakat" >Seminar Otonomi Masyarakat</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">serang, (8/4/11) Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk dan meningkatkan  kualitas SDM. Otonomi dae...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/10/cpns-pendidikan-luar-sekolah-daerah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: CPNS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAERAH" >CPNS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAERAH</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">CPNS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAERAH CPNS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAERAH CPNS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAERAH CP...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-karakter-untuk-membangun-keberadaban-bangsa.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBANGUN KEBERADABAN BANGSA" >PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MEMBANGUN KEBERADABAN BANGSA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mengawali tulisan ini, patut kiranya kita memberikan “makna” lebih tentang tema besar yang diangkat pada a...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/program-pendidikan-luar-sekolah-diminati.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati" >Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Ketua Program Megister Pendidi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-yang-berbeda-dari-umumnya.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan yang Berbeda dari Umumnya" >Pendidikan yang Berbeda dari Umumnya</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan yang Berbeda dari Umumnya
Kata itu saya ingat dari teman saya yang berjurusan Psikologi, ketika ia...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-luar-sekolah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Luar Sekolah" >Pendidikan Luar Sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/02/pendidikan-luar-sekolah-masih-dimarjinalkan-pemda.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Luar Sekolah  masih Dimarjinalkan Pemda" >Pendidikan Luar Sekolah  masih Dimarjinalkan Pemda</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mataram – Guru Besar STKIP Siliwangi Bandung Prof. Dr. H. Engking S. Hasan, M. Pd, menilai pendidikan luar s...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="jadikan luar sekolah">jadikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="allintext: comments website baseballs dozen">allintext: comments website baseballs dozen</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="artikel pendidikan">artikel pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="membangun citra pendidikan luar sekolah">membangun citra pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="masa depan pendidikan luar sekolah">masa depan pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="makalah tumbuh kembang anak dari segi perkembangan dan pendidikan">makalah tumbuh kembang anak dari segi perkembangan dan pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="program pls sekarang">program pls sekarang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="desain program pendidikan luar sekolah">desain program pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="program studi pendidikan luar sekolah tantangan kini dan masa depan">program studi pendidikan luar sekolah tantangan kini dan masa depan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html" title="sekolah non formal yang ada di bandung">sekolah non formal yang ada di bandung</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/12/bersama-membangun-pls-jaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peranan Pendidikan Non Formal dalam Pendidikan Anak Usia Dini</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 08:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Peranan Pendidikan Non Formal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2755</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Pendidikan Non Formal Pendidikan nasional, sebagai salah satu sistem dari supra sistem pembangunan nasional, memiliki tiga subsistem pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 yaitu pendidikan formal,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengertian Pendidikan Non Formal</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan nasional, sebagai salah satu sistem dari supra sistem pembangunan nasional, memiliki tiga subsistem pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Pendidikan formal disebut juga pendidikan sekolah sedangkan pendidikan nonformal dan informal tercakup ke dalam pendidikan luar sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pengertian Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 12 “Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang” sedangkan ayat 13 menyatakan “Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Coombs (Trisnamansyah, 2003: 19) mendefinisikan nonformal education sebagai setiap kegiatan pendidikan yang diorganisasikan di luar sistem persekolahan yang mapan baik dilakukan secara terpisah atau sebagai bagian penting dari kegiatan yang lebih besar, dilakukan secara sengaja untuk melayani peserta didik tertentu guna mencapai tujuan belajarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudjana (2001: 63) pendidikan luar sekolah telah hadir di dunia ini sama tuanya dengan kehadiran manusia yang berinteraksi dengan lingkungan di muka bumi ini dimana situasi pendidikan ini muncul dalam kehidupan kelompok dan masyarakat. Kegiatan pendidikan dalam kelompok dan masyarakat telah dilakukan oleh umat manusia jauh sebelum pendidikan sekolah lahir di dalam kehidupan masyarakat. Pada waktu permulaan kehadirannya, pendidikan luar sekolah dipengaruhi oleh pendidikan informal, yaitu kegiatan yang terutama berlangsung dalam keluarga dimana terjadi interaksi di dalamnya berupa transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan kebiasaan. Pada dasarnya kegiatan tersebut menjadi akar untuk tumbuhnya perbuatan mendidik yang dikenal dewasa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perkembangan selanjutnya, kelompok-kelompok yang terdiri dari keluarga-keluarga mengadopsi pola transmisi tersebut ke dalam kehidupan kelompok seperti keterampilan bercocok tanam. Kegiatan belajar-membelajarkan tersebut yang dilakukan untuk melestarikan dan mewariskan kebudayaan secara turun temurun itulah yang termasuk ke dalam kategori pendidikan tradisional yang kemudian menjadi akar pertumbuhan pendidikan luar sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak awal kehadirannya di dunia ini, pendidikan luar sekolah telah berakar pada tradisi dan adat istiadat yang dianut oleh masyarakat yang mendorong penduduk untuk belajar, berusaha, dan bekerjasama atas dasar nilai-nilai budaya dan moral yang dianut oleh masyarakat tersebut. Hal ini biasanya terdapat dalam pepatah dan nasehat para orang tua yang intinya mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan belajar, berusaha, dan bekerjasama dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Asas Pendidikan Sepanjang Hidup</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan luar sekolah didasari oleh empat asas yaitu asas kebutuhan, asas pendidikan sepanjang hayat, asas relevansi dengan pembangunan masyarakat, dan asas wawasan ke masa depan. Dalam hal ini perhatian lebih ditujukan pada asas pendidikan sepanjang hayat yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Hawes, (Trisnamansyah, 2003: 7) mengemukakan dua puluh karakteristik pendidikan sepanjang hayat, antara lain:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pendidikan sepanjang hayat tidak hanya terbatas pada pendidikan orang dewasa tapi juga meliputi serta menyatukan semua tingkat pendidikan prasekolah, SD, SLTP dan seterusnya. Ini merupakan pandangan pendidikan secara menyeluruh.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan karakteristik di atas maka pendidikan prasekolah telah diakui sebagai bagian dari pendidikan sepanjang hayat. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Worth, W.H. (Cropley, 1999: 43) yang mengemukakan bahwa pendidikan tidak boleh menolak anak di bawah umur enam tahun dan menganjurkan pendidikan anak-anak awal yang disebutnya “Early Ed. Tiga tujuan pokok “Early Ed”, yang meliputi perlengkapan stimulasi, membantu pemahaman identitas, dan menciptakan pengalaman sosialisasi yang tepat. Aspek terpenting anjuran Worth ialah pendidikan anak usia dini sebagai fase pertama sistem pendidikan seumur hidup. Ia menyarankan bahwa tujuannya harus memuat pengembangan keterampilan untuk mendayagunakan informasi dan simbol-simbol, meningkatkan apresiasi bermacam-macam mode ekspresi diri, memelihara keinginan dan kemampuan berpikir, menanamkan keyakinan setiap anak tentang kemampuannya untuk belajar, membantu perasaan harga diri, dan akhirnya, meningkatkan kemampuan untuk hidup dengan orang lain. Worth melihat pendidikan anak usia dini meliputi variable yang kompleks dalam bidang kognitif, motivasi dan sosio affektif yang jika berkembang dengan tepat akan menjadi basis pemenuhan diri dalam kehidupan. Dengan demikian Worth mengakui pentingnya pendidikan anak-anak usia prasekolah sebagai salah satu fase pendidikan seumur hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Rumah memegang peranan pertama, tajam dan penting dalam memulai proses belajar sepanjang hayat yang terus berlanjut sepanjang kehidupan individu melalui proses belajar keluarga. Dalam keluargalah anak pertama kali mendapatkan pengalaman belajarnya dimana diketahui bersama bahwa keluarga merupakan tempat belajar di luar sekolah. Di dalam kehidupan keluarga ini terjadi interaksi, di dalamnya berupa transmisi pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, dan kebiasaan. Pada dasarnya kegiatan tersebut menjadi akar untuk tumbuhnya perbuatan mendidik yang dikenal dewasa ini (Sudjana, 2001: 63).</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pendidikan Luar Sekolah Dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak<br />
Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 28 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal (Taman Kanak-kanak, Raudatul Athfal, atau bentuk lain yang sederajat), jalur pendidikan nonformal (Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, atau bentuk lain yang sederajat), dan/atau jalur pendidikan informal yang berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu sudah sewajarnya bila peran Pendidikan Luar Sekolah yang mencakup pendidikan nonformal dan informal dalam memberikan pelayanan pendidikan dini kepada anak-anak yang tak memperoleh pendidikan di jalur pendidikan formal.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan Anak Usia Dini</p>
<p style="text-align: justify;">Anak usia dini sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa: “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Batasan lain mengenai usia dini pada anak berdasarkan psikologi perkembangan yaitu antara usia 0–8 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Di samping istilah pendidikan anak usia dini terdapat pula terminologi pengembangan anak usia dini yaitu upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan atau pemerintah untuk membantu anak usia dini dalam mengembangkan potensinya secara holistik baik aspek pendidikan, gizi maupun kesehatan (Direktorat PADU, 2002:3).</p>
<p style="text-align: justify;">Pertumbuhan sering dikaitkan dengan kata perkembangan sehingga ada istilah tumbuh kembang. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pertumbuhan merupakan bagian dari perkembangan. Namun sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang berbeda. Pertumbuhan adalah perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh, misalnya bertambah berat badan, bertambah tinggi badan, bertambah lingkaran kepala, bertambah lingkar lengan, tumbuh gigi susu, dan perubahan tubuh yang lainnya yang biasa disebut pertumbuhan fisik. Pertumbuhan dapat dengan mudah diamati melalui penimbangan berat badan atau pengukuran tinggi badan anak. Pemantauan pertumbuhan anak dilakukan secara terus menerus dan teratur.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu tertentu, dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap, tingkah laku, dan sebagainya. Proses perubahan mental ini juga melalui tahap pematangan terlebih dahulu. Bila saat kematangan belum tiba maka anak sebaiknya tidak dipaksa untuk meningkat ke tahap berikutnya misalnya kemampuan duduk atau berdiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertumbuhan dan perkembangan masing-masing anak berbeda, ada yang cepat dan ada yang lambat, tergantung faktor bakat (genetik), lingkungan (gizi dan cara perawatan kesehatan), dan konvergensi (perpaduan antara bakat dan lingkungan). Oleh sebab itu perlakuan terhadap anak tidak dapat disamaratakan, sebaiknya dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak (Diktentis Diklusepa, 2003:8).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat anak dilahirkan ia sudah dibekali tuhan dengan struktur otak yang lengkap, namun baru mencapai kematangannya pada saat setelah di luar kandungan. Bayi yang baru dilahirkan memiliki 100 miliar neuron dan bertriliun-triliun sambungan antar neuron. Melalui persaingan alami akhirnya sambungan-sambungan yang tidak atau jarang digunakan akan mengalami atrofi. Pemantapan sambungan terjadi apabila neuron mendapatkan informasi yang mampu menghasilkan letupan-letupan listrik. Letupan tersebut merangsang bertambahnya produksi myelin yang dihasilkan oleh zat perekat glial. Semakin banyaknya zat myelin yang diproduksi maka semakin banyak dendrit-dendrit yang tumbuh, sehingga akan semakin banyak synapse yang berarti lebih banyak neuron-neuron yang menyatu membentuk unit-unit. Kualitas kemampuan otak dalam menyerap dan mengolah informasi tergantung dari banyaknya neuron yang membentuk unit-unit. Otak manusia bersifat hologram yang dapat mencatat, menyerap, menyimpan, mereproduksi dan merekonstruksi informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemampuan otak yang dipengaruhi oleh kegiatan neuron ini tidak bersifat spontan, tetapi dipengaruhi oleh mutu dan frekuensi stimulasi yang diterima indra. Stimulasi pada tahun-tahun pertama kehidupan anak sangat mempengaruhi struktur fisik otak anak, dan hal tersebut sulit diperbaiki pada masa-masa kehidupan selanjutnya. Implikasinya adalah bahwa anak yang tidak mendapatkan stimulasi psikososial seperti jarang disentuh atau jarang diajak bermain akan mengalami berbagai penyimpangan perilaku. Penyimpangan tersebut dalam bentuk hilangnya citra diri yang berakibat pada rendah diri, sangat penakut, dan tidak mandiri, atau sebaliknya menjadi anak yang tidak memiliki rasa malu dan terlalu agresif.</p>
<p style="text-align: justify;">Stimulasi psikososial untuk merangsang pertumbuhan anak tidak akan memberikan arti bagi masa depan anak jika derajat kesehatan dan gizi anak tidak menguntungkan. Pertumbuhan otak anak ditentukan oleh bagaimana cara pengasuhan dan pemberian makan serta stimulasi anak pada usia dini yang sering disebut critical period ini. Gizi yang tidak seimbang maupun gizi buruk serta derajat kesehatan anak yang rendah akan menghambat pertumbuhan otak, dan pada gilirannya akan menurunkan kemampuan otak dalam mencatat, menyerap, mereproduksi dan merekonstruksi informasi. Di samping itu, rendahnya derajat kesehatan dan gizi anak akan menghambat pertumbuhan fisik dan motorik anak yang juga berlangsung sangat cepat pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Gangguan yang terjadi pada pertumbuhan fisik dan motorik anak, sulit diperbaiki pada periode berikutnya, bahkan dapat mengakibatkan cacat yang permanen (Dirjen Diklusepa, Depdiknas: 2002).</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep di atas menuntut adanya pengintegrasian aspek psiko-sosial/pendidikan, gizi dan kesehatan dalam proses tumbuh kembang anak atau dengan kata lain anak mendapatkan layanan dasar secara holistik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perkembangan anak, pada saat-saat tertentu dapat terjadi kemandegan tugas-tugas perkembangan (discontinuity), misalnya karena sakit, namun setelah masa ini berlalu ada tugas perkembangan yang bisa dikejar dan ada pula yang tidak bisa dikejar sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan Pendidikan Luar Sekolah</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2000 menunjukkan bahwa dari jumlah 26,09 juta anak usia 0-6 tahun, sebagian besar (sekitar 17, 99 juta anak atau 68,9%) belum terlayani dalam pendidikan prasekolah. Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal hanya mampu melayani sekitar 2 (dua) juta anak dari 12,6 juta anak usia 4-6 tahun yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan hal tersebut di atas maka sewajarnya bila peran Pendidikan Luar Sekolah yang mencakup pendidikan nonformal dan informal – dalam memberikan pelayanan pendidikan dini pada anak-anak yang tak memperoleh pendidikan di jalur pendidikan formal sangatlah penting dan mendesak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan pendidikan luar sekolah berupa kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan pendidikan anak usia dini yang sejenis.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok bermain adalah salah satu bentuk layanan PAUD bagi anak usia tiga – enam tahun, yang berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya, sehingga siap memasuki pendidikan dasar.</p>
<p style="text-align: justify;">Taman Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orangtuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam menagsuh anaknya karena bekerja atau sebab lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Satuan PAUD sejenis merupakan bentuk-bentuk layanan PAUD lainnya yang tidak diselenggarakan dalam bentuk taman penitipan anak ataupun kelompok bermain. Satuan PAUD sejenis dapat berbentuk: PAUD dalam keluarga dan berbagai layanan pendidikan lainnya, baik yang bersifat khusus maupun umum yang diselenggarakan bagi anak usia dini.</p>
<p style="text-align: justify;">PAUD Terintegrasi Posyandu atau Pospadu adalah pengembangan dari satuan PAUD sejenis, yang merupakan upaya pendidikan bagi anak usia dini yang dilaksanakan dengan mengintegrasikan pendidikan dengan program posyandu, sehingga anak memperoleh layanan dasar secara holistik/menyeluruh yang mencakup layanan gizi, kesehatan, dan pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan dan Pemberdayaan Masyarakat</p>
<p style="text-align: justify;">Kenyataan bahwa masih banyak anak usia dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan tak dapat dipungkiri, terlebih bagi masyarakat kelas bawah yang merupakan sebagian besar penduduk Indonesia yang berada di pedesaan. Hal itu disebabkan antara lain kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini masih sangat rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan kesehatan untuk peningkatan kualitas anak, nampaknya jauh lebih baik daripada kesadaran akan pentingnya pendidikan. Hasil penelitian Meneg Pemberdayaan Perempuan tahun 2001 di wilayah Jakarta dan sekitarnya seperti yang dilansir oleh Yayasan Kita dan Buah Hati (Jalal, 2002: 13) menyebutkan bahwa pada umumnya masyarakat memandang belum perlu pendidikan diberikan kepada anak usia dini. Hal ini sangat wajar mengingat bahwa pemahaman masyarakat terhadap pentingnya PAUD masih sangat rendah serta pada umumnya mereka berpandangan bahwa pendidikan identik dengan sekolah, sehingga bagi anak usia dini pendidikan dipandang belum perlu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih jauh Hadis (2002: 25) mengemukakan ada beberapa faktor yang menjadikan penyebab masih rendahnya kesadaran masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini seperti: ketidaktahuan, kemiskinan, kurang berpendidikan, gagasan orangtua tentang perkembangan anak yang masih sangat tradisional, kurang mau berubah, masih sangat konkret dalam berpikir, motivasi yang rendah karena kebutuhan yang masih sangat mendasar (untuk survival), serta masih sangat dipengaruhi oleh budaya setempat yang sempit.</p>
<p style="text-align: justify;">Rendahnya tingkat partisipasi anak mengikuti pendidikan prasekolah dapat juga dipengaruhi oleh beberapa hal lainnya seperti: (1) Masih terbatas dan tidak meratanya lembaga layanan PAUD yang ada di masyarakat terutama di pedesaan. Sebagai contoh pertumbuhan TK, KB/RA, dan TPA di perkotaan lebih pesat dibandingkan di pedesaan; (2) Rendahnya dukungan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Fakta menunjukkan (Rosadi, 2002) dari 41.317 buah TK di seluruh Indonesia, 41.092 buah (99.46%) didirikan oleh pihak swasta sedangkan pemerintah hanya mendirikan 225 buah (0.54%). Jumlah TK tersebut tidaklah berimbang dengan jumlah anak yang seharusnya mengikuti pendidikan dini.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang berhasilnya PAUD merupakan tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat terutama keluarga yang merupakan penanggungjawab utama dalam optimalisasi tumbuh kembang anak. Peran pemerintah adalah memfasilitasi masyarakat agar mereka dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat antara lain melalui standarisasi kurikulum guna membantu masyarakat mengontrol penyelenggaraan pendidikan agar tidak merugikan peserta didik maupun masyarakat, peningkatan kemampuan profesi dan akademik bagi tenaga kependidikan, peningkatan fungsi keluarga sebagai basis pendidikan anak, serta pengembangan manajemen pembelajaran yang mencakup pengembangan metodologi pembelajaran, pengembangan sarana dan bahan belajar termasuk bacaan anak, pengembangan permainan dan alat permainan serta pengembangan evaluasi tumbuh kembang anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka memberikan perhatian secara khusus terhadap anak usia dini yang tidak terlayani pada lembaga formal (TK/RA) maka dibentuklah Direktorat PADU di lingkungan Depdiknas. Kehadiran direktorat ini terutama untuk memberikan layanan, bimbingan dan atau bantuan teknis edukatif yang tepat terhadap semua layanan anak usia dini (di luar TK dan RA) yang ada di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat itu sendiri juga perlu meningkatkan peran sertanya secara aktif dalam pelaksanaan, pembinaan, dan pelembagaan pembinaan anak. Untuk itu pemerintah perlu memberdayakan peranserta masyarakat sebagai upaya menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat, dengan cara mengembangkan segala potensi yang dimiliki agar masyarakat memiliki kemampuan sendiri dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan. Dalam kondisi seperti ini, sinergi antara pemerintah dengan masyarakat sangat diperlukan. Perlu pula diingat bahwa kebanyakan program PAUD masih berjalan sendiri-sendiri, tidak ada sinergi antar program yang ada di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sinergi berbagai unsur yang berkepentingan dalam pembinaan anak merupakan kunci keberhasilan upaya pembinaan anak. Pemerintah harus memperluas jaringan kemitraan. Jaringan kemitraan merupakan kunci efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan program pendidikan, dimana selama ini tumpang tindih program termasuk pembinaannya, merupakan kesalahan sebagai akibat tidak berjalannya jaringan kemitraan termasuk koordinasi sebagai salah satu komponennya. Di samping itu adanya jaringan kemitraan yang luas di setiap tingkatan institusi masyarakat, mulai dari pusat sampai grass-root, merupakan jawaban atas keberlangsungan suatu program di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Program yang mempunyai jaringan kemitraan memiliki ciri-ciri antara lain tingginya komitmen semua unsur yang terlibat dan tingginya rasa memiliki masyarakat terhadap program yang ada. Kedua ciri ini merupakan komponen terpenting untuk menjamin keberlangsungan suatu program yang pada gilirannya mengarah pada pelembagaan program di masyarakat. Perluasan jaringan kemitraan agar efektif hendaknya diarahkan pada penciptaan situasi kondusif yang menumbuh kembangkan komitmen semua unsur dan kepemilikan oleh masyarakat terhadap suatu program.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan Keluarga dan Lingkungan</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi anak usia dini, orangtua merupakan guru yang terpenting dan rumah tangga merupakan lingkungan belajar utamanya. Harus diingat bahwa fungsi PAUD bukan sekedar untuk memberikan berbagai pengetahuan kepada anak melainkan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mengajak anak berpikir, bereksplorasi, bergaul, berekspresi, berimajinasi tentang berbagai hal yang dapat merangsang pertumbuhan sinaps baru dan memperkuat yang telah ada serta menyeimbangkan berfungsinya kedua belahan otak (Jalal, 2002: 15). Oleh karena itu lingkungan yang baik untuk PAUD adalah lingkungan yang mendukung anak melakukan kegiatan tersebut. Selama ini ada anggapan bahwa lingkungan yang baik adalah ruangan yang berdinding putih, bersih, dan tenang. Sebuah anggapan yang keliru karena ruangan tanpa rangsangan semacam itu justru menghambat perkembangan anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang benar bahwa faktor bawaan juga berpengaruh terhadap kecerdasan seseorang tetapi pengaruh lingkungan juga merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya. Jika faktor bawaan dimisalkan sebagai dasar maka faktor lingkungan merupakan pengembangannya. Tanpa diperkaya oleh lingkungan, modal dasar tersebut tidak akan berkembang bahkan bisa jadi menyusut.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika orangtua karena satu dan lain hal tidak melaksanakan fungsinya sebagai pendidik, fungsi ini dapat dialihkan (sebagian) kepada pengasuh, lembaga pendidikan/penitipan anak, lingkungan atau siapa saja yang mampu berperan sebagai pengganti. Peran pengganti ini dapat dilakukan baik di lingkungan keluarganya (pengasuh) atau di luar lingkungan keluarga (KB, TPA &amp; lembaga PAUD sejenis).</p>
<p style="text-align: justify;">Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak adalah sangat penting. Pengaturan lingkungan yang membuat anak dapat bergerak bebas dan aman untuk bereksplorasi merupakan kondisi yang sangat baik bagi perkembangan anak, anak dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas serta diperolehnya pengalaman-pengalaman baru.</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peran-orang-tua-dalam-menanamkan-nilai-nilai-keagamaan-kepada-anak-usia-dini.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peran Orang Tua" >Peran Orang Tua</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">ABSTRAK
Yuly Ramdaniati Lugina (022111),
Peran Orang Tua dalam
menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan kepada Anak...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/05/dicari-para-pejuang-pendidikan-luar-sekolah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Dicari: Para Pejuang Pendidikan Luar Sekolah" >Dicari: Para Pejuang Pendidikan Luar Sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Merujuk pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 pasal 13 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan b...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/silakan-ajukan-permohonan-dana-ke-kemendiknas.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ajukan Permohonan Dana ke Kemendiknas!" >Ajukan Permohonan Dana ke Kemendiknas!</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">"Dalam rangka meningkatkan pendidikan anak  jalanan,  Kementerian Pendidikan Nasional siap memberi bantuan dan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/data-statistik-pendidikan-nonformal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Data Statistik Pendidikan Nonformal" >Data Statistik Pendidikan Nonformal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pen...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pls-itu-pendidikan-luar-sekolah-versi-pengakuan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PLS itu  Pendidikan Luar Sekolah &#8211; Versi Pengakuan" >PLS itu  Pendidikan Luar Sekolah &#8211; Versi Pengakuan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">PLS itu, Pendidikan Luar Sekolah!!!! Nama saya Sri Ramdhani Hakim. kalian bisa memanggil saya Riri or Sri. say...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/06/kajian-tentang-pendidikan-luar-sekolah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kajian tentang pendidikan Luar sekolah" >Kajian tentang pendidikan Luar sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kajian tentang pendidikan Luar sekolah dari beberapa teman yang menulisa dalam blognya
Riezka Candra  Pamungk...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-formal-pendidikan-non-formal-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Formal &#038; Pendidikan Non Formal" >Pendidikan Formal &#038; Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sebagai orang tua selalu berpikiran akan memberikan ” pendidikan formal ” yang terbaik, memilih sekolah ya...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/pendidikan-formal-pendidikan-non-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Formal &#038; Pendidikan Non Formal" >Pendidikan Formal &#038; Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sebagai orang tua selalu berpikiran akan memberikan ” pendidikan formal ” yang terbaik, memilih sekolah ya...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peranan-tutor-dalam-meningkatkan-motivasi-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR" >PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SANTI PURWANTI. PERANAN TUTOR DALAM
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN KE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/hasil-hasil-rapat-koordinasi-wilayah-i-ii-iii-iv-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: HASIL &#8211; HASIL RAPAT KOORDINASI WILAYAH I, II, III, IV IMADIKLUS" >HASIL &#8211; HASIL RAPAT KOORDINASI WILAYAH I, II, III, IV IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">HASIL - HASIL RAPAT KOORDINASI WILAYAH I, II, III, IV IMADIKLUS
"Rapat koordinasi merupakan sebuah rapat yang...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peranan pendidikan dalam pengembangan peserta didik">peranan pendidikan dalam pengembangan peserta didik</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peran pendidikan">peran pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peranan pendidikan">peranan pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="pengertian pendidikan non formal">pengertian pendidikan non formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="pendidikan informal">pendidikan informal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peran pendidikan gizi">peran pendidikan gizi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peranan pendidikan formal">peranan pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="peran pendidikan formal">peran pendidikan formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="fungsi pendidikan non formal">fungsi pendidikan non formal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html" title="fungsi dan peran pendidikan formal dalam pengembangan peserta didik">fungsi dan peran pendidikan formal dalam pengembangan peserta didik</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/11/peranan-pendidikan-non-formal-dalam-pendidikan-anak-usia-dini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa sebelum jaman internet dan Ipod</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 08:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PLS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2633</guid>
		<description><![CDATA[Konsep “Ngenger” atau ‘Ngawulo’ itu kurang diminati oleh mahasiswa jaman sekarang, mereka lebih suka tinggal di asrama mahasiswa (bagi yang pinter), di tempat Kos atau kontrak rumah rame-rame dengan segala... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/06/KKN_RONGGO.jpg"><img class="size-full wp-image-2634 alignleft" title="KKN_RONGGO" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2011/06/KKN_RONGGO.jpg" alt="KKN RONGGO Mahasiswa sebelum jaman internet dan Ipod" width="213" height="160" /></a>Konsep “Ngenger” atau ‘Ngawulo’ itu kurang diminati oleh mahasiswa jaman sekarang, mereka lebih suka tinggal di asrama mahasiswa (bagi yang  pinter), di tempat Kos atau kontrak rumah rame-rame dengan segala fasilitas yang tersedia.<br />
Jaman dulu, sebelum jamannya internet dan Ipod, banyak mahasiswa (khususnya yang berasal dari desa) dengan suka rela, bahkan aktif mencari tempat ngenger (ngawulo) dalam rangka mendukung kelancaran kuliahnya. Dari sisi ekonomi, bisa hidup berhemat dan memanfaatkan uang jatah untuk membeli buku wajib instruksi Pak Dosen.<br />
Dengan kata lain, ngenger (ngawulo) pun bisa dimaknai sebagai magang kehidupan, karena secara langsung bisa belajar, mendapat ilmu dan pengalaman dari tempat yang di ngengeri. Mungkin juga bisa diartikan sebagai upaya sengaja ikut orang (numpang hidup). Di sana ikut membantu aktivitas induk semang, di sana juga bisa mendapatkan pelajaran atau belajar tentang kehidupan bermasyarakat (belajar bersosialisasi dalam arti sebenarnya), agar tidak canggung ketika nanti saatnya terjun langsung ke dalam kampus kehidupan nyata. Mungkin, ngenger itu kalau dalam khasanah PLS bisa disamakan dengan konsep magang, yaitu belajar dengan cara membantu ‘nara sumber teknis’ dalam koridor simbiosa mutualisma, sama-sama untung. Sehingga tidak ada salahnya jika mahasiswa PLS sejak dini diperkenalkan kepada habitatnya, yaitu kegiatan pendidikan  nonformal yang diselenggarakan oleh lembaga swasta (masyarakat) sebagai mitra dari dinas pendidikan yang membidangi pendidikan nonformal, seperti TBM, PKBM, SKB, BPKB, BPPNFI, P2PNFI dengan program-program andalannya yang terdiri dari PAUD, Keaksaraan Fungsional, Kesetaraan, Life skill, pendidikan pemberdayaan perempuan, pengarus utamaan gender dalam pendidikan, pengembangan minat baca dan sejenisnya.<br />
Melalui kegiatan magang inilah, diharapkan mahasiswa PLS bisa memunculkan pikiran cerdas, kreatif dan inovatif dalam rangka membuat program pendidikan nonformal yang dapat menjangkau masyarakat yang tidak tersentuh oleh pendidikan formal.<br />
Itu dulu, jaman ketika masih jarang orang melarat atau orang desa yang mau mengalokasikan dananya untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang lebih tinggi karena belenggu kemiskinan dan tradisi.<br />
Sekarang jaman itu sudah berakhir, seiring membaiknya kondisi perekonomian keluarga dan meningkatnya taraf hidup masyarakat, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, sehingga orang tua merasa turun gengsi (asor) jika anaknya tidak sekolah (kuliah). Untuk itulah dengan segala upaya orang tua menyiapkan dana untuk membiayai agar anaknya tidak perlu ngenger (ngawulo) yang mungkin saat ini diartikan sebagai kurang bergengsi, ngisin-ngisini, kurang gaul dan dianggap mengurangi kebebasan berekspresi sebagai anak muda dalam menggauli budaya urban. Akibatnya, masih banyak mahasiswa PLS yang ‘Anyih-anyih’ kurang familier ketika harus berkencan dengan habitatnya di lapangan. Mereka terkaget-kaget saat melihat pelaksanaan program PLS di lapangan, mulai dari karakteristik warga belajarnya, tutornya, pengelola, sarana prasarana yang ala kadarnya, proses belajar mengajar dan masalah ikutan lain yang tidak pernah terpikirkan dan dipelajari dari Hands Out Bapak Dosen. Bahkan di banyak kasus, tidak sedikit mahasiswa yang apatis dengan keilmuannya, keberadaan di kampus hanya menghabiskan waktu dengan aktif di UKM sambil tebar pesona untuk mencari calon pasangan hidup selepas kuliah nanti.<br />
Untuk itulah, kiranya jurusan PLS sudah waktunya mereformasi diri, baik itu kurikulumnya maupun metode belajar yang selama ini “di imani” oleh dosen hendaknya diganti dengan yang lebih enjoyfull learning, begitu juga perilaku dosen yang lebih suka ngobyek di luar dengan membiarkan mahasiswanya pandai mencatat dan menghafal tanpa memahami isinya maupun dosen yang jarang ngajar, hanya rajin memberi tugas lewat email dan SMS. Semua itu kiranya perlu di bongkar dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan PLS untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja ke depan. Wallahu a’lam bish showab.*[ebas/ipabipusat-online].</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/09/download-contoh-soal-cpns-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: DOWNLOAD CONTOH SOAL CPNS 2010" >DOWNLOAD CONTOH SOAL CPNS 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Panduan Tata Cara Download Gratis Prediksi Soal Test CPNS 2009 Terbaru
Sebelum memulai Proses Download Gratis...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/hasil-raker-komisi-2-tanpa-revisi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)" >Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

A.	LATAR BELAKANG

	 Mahasiswa PLS mengikuti perkembangan IPTEK
	Sebagai sarana pemgembangan bakat dan minat...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/ti-pendidikan-non-formal-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: TI Pendidikan non formal" >TI Pendidikan non formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">INDRA PRAWIRA
Teknologi informasi berkembang sangat massif dan pesat. Kemajuan tersebut mengubah secara signi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2012/01/sarasehan-hima-pls-uny-2011.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Sarasehan HIMA PLS UNY 2011" >Sarasehan HIMA PLS UNY 2011</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sabtu (26/3), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (HIMA PLS) menyelenggarakan kegiatan Sarasehan yang d...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/mahasiswa-dan-tanggung-jawab-sosial.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mahasiswa dan tanggung jawab sosial" >Mahasiswa dan tanggung jawab sosial</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">


Perguruan tinggi adalah sebuah institusi yang tidak sekedar untuk kuliah, mencatat pelajaran, pulang dan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/audiensi-dengan-ditjen-pnfi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Audiensi dengan DITJEN PNFI" >Audiensi dengan DITJEN PNFI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Peserta Imadiklus :
UNSAT = Panji, Deria, Farel, Novi, Heru, Angga
UIKA = Ani, Silvia, Evi
UNJ = Rizal, Dhi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/09/pendidikan-luar-sekolah-dan-jaring-rantai-pemasok-dalam-pendidikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Luar Sekolah dan Jaring Rantai Pemasok dalam Pendidikan" >Pendidikan Luar Sekolah dan Jaring Rantai Pemasok dalam Pendidikan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pada konsep yang agak abstrak, pendidikan dapat dilihat sebagai suatu bentuk sistem produksi. Sebuah taman kan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/26-mahasiswa-pls-fip-um-ppl-terintegrasi-program-wajar-9-tahun.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: 26 Mahasiswa PLS FIP UM" >26 Mahasiswa PLS FIP UM</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">26 Mahasiswa PLS FIP UM PPL Terintegrasi Program Wajar 9 Tahun
(Malang, Warta Online) Sebanyak 26 mahasiswa J...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/strategi-organisasi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: STRATEGI ORGANISASI" >STRATEGI ORGANISASI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">”Ukurlah kemampuan diri, karena makan berlebih akan muntah, dan memikul melebihi kekuatan akan patah”

S...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/profil-ketua-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Profil ketua IMADIKLUS" >Profil ketua IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Panji Bahari NR atau lebih keren dan sering menyebut dirinya dengan sebutan Panji Romadon seorang laki laki ya...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="opini tentang mahasiswa">opini tentang mahasiswa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="opini mahasiswa dan kampus">opini mahasiswa dan kampus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="opini mahasiswa">opini mahasiswa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="artikel tentang mahasiswa dan kampus UNY">artikel tentang mahasiswa dan kampus UNY</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="artikel tentang mahasiswa">artikel tentang mahasiswa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="artikel tentang mahasiswa dan kampus">artikel tentang mahasiswa dan kampus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="artikel tentang mahasiswa dan internet">artikel tentang mahasiswa dan internet</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="opini tentang mahasiswa dan kampus">opini tentang mahasiswa dan kampus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="makalah tentang mahasiswa di kampus">makalah tentang mahasiswa di kampus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html" title="artikel ipod">artikel ipod</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/06/mahasiswa-sebelum-jaman-internet-dan-ipod.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 21:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2488</guid>
		<description><![CDATA[SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN RENCANA AKSI PROGRAM Bandung, 17 Maret 2010 Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. Pembangunan pendidikan nasional, selama kurun waktu 2005-2025 menetapkan visi: Terwujudnya Insan Indonesia Cerdas... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL PADA RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN RENCANA AKSI PROGRAM </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bandung, 17 Maret 2010</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pembangunan pendidikan nasional, selama kurun waktu 2005-2025 menetapkan visi: Terwujudnya Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Untuk mewujudkan visi tersebut pembangunan pendidikan nasional dibagi menjadi empat tahapan, yaitu: <em>tahap pertama</em>, 2005-2009 bertema: peningkatan kapasitas dan modernisasi; <strong><em>tahap kedua</em>, 2010-2014 bertema penguatan pelayanan</strong>; <em>tahap ketiga</em>, 2015-2019 bertema daya saing regional; dan <em>tahap keempat</em> 2020-2025 bertema daya saing internasional. Jika kita lihat tahapan tersebut tercermin bahwa  dua pertama pembangunan pendidikan nasional berfokus internal, dan dua tahap berikutnya berfokus ekternal.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan tahapan pembangunan di atas, selama kurun waktu 2010-2014 (tahapan ke-2), visi Kementerian Pendidikan Nasional adalah Terselenggaranya Layanan Pendidikan Nasional untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komprehensif.  Untuk mewujudkannya, ditetapkan misi yang dikenal dengan istilah Misi-5K, yaitu: (1) meningkatkan <strong>ketersediaan</strong> layanan pendidikan; meningkatkan <strong>keterjangkauan</strong> layanan pendidikan; (3) meningkatkan k<strong>ualitas/mutu dan relevansi</strong> layanan pendidikan; (4) meningkatkan <strong>keseetaraan</strong> memperoleh layanan pendidikan; dan (5) meningkatkan <strong>kepastian/keterjaminan</strong> memperoleh layanan pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan misi yang ketiga, yaitu meningkatkan <strong>kualitas/mutu dan relevansi</strong> layanan pendidikan, telah ditempuh berbagai upaya seperti pengembangan standar nasional pendidikan sesuai perkembangan IPTEK serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, namun berbagai upaya tersebut masih belum mencapai hasil yang optimal, karena data menunjukkan masih banyak lulusan dari berbagai jenjang dan jalur pendidikan belum terserap dunia kerja atau mampu berwirausaha. Hal ini merupakan salah satu perhatian utama pemeritah saat ini (KIB-II) dengan menyusun program penguatan relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja untuk mendukung pembangunan ekonomi, baik dilihat dari sisi pasokan (<em>supply side</em>) maupun sisi permintaan (<em>demand side</em>). Program ini selanjutnya akan diimplementasikan melalui <strong>Program Penyelarasan  Pendidikan dengan Dunia Kerja</strong>, yang menintikberatkan pada pembekalan lulusan yang berjiwa wirausaha dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, melalui kerjasama dengan kementerian, lembaga dan asosiasi terkait telah disusun Kerangka Kerja Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia kerja. Kerangka kerja ini perlu ditindaklanjuti dengan program aksi yang secara operasional dapat dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan. Pada saat ini telah dilakukan persiapan studi awal yang meliputi inisiasi pembentukan kesekretariatan bersama, pembuatan website, rencana sosialisasi, inventarisasi program yang telah dilakukan, serta penyusunan rencana pilot project. Selanjutnya dalam rakor ini akan dirumuskan rencana aksi nasional yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan tetap mengacu pada kerangka penyelarasan. Saya berharap hasil pelaksanaan rencana aksi tersebut dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk ikut bersama-sama memajukan  bangsa melalui penyiapan sumberdaya manusia yang mampu bekerja secara profesional, menciptakan lapangan kerja, berwirausaha dan menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya saya ingin menyampaikan bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang amat kompleks, menantang dan mulia sifatnya. Komplek karena spektrumnya sangat luas, menantang karena menentukan masa depan bangsa, serta mulia karena pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia.  Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini, saya mengharapkan partisipasi dan bantuan Saudara semuanya untuk secara serius mengembangkan dan menindaklanjuti program Penyelerasan Pendidikan dengan Dunia Kerja dalam bentuk rencana aksi yang dapat diterapkan di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya dengan mengucapkan  <strong><em>Bismillahirrahma-nirrahim</em></strong>, Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi Program Penyelerasan Pendidikan dengan Dunia Kerja secara resmi saya nyatakan dibuka.</p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">Menteri Pendidikan Nasional,</p>
<p style="text-align: right;">Mohammad Nuh</p>
<p style="text-align: right;"><sub><a class="aligncenter" href="http://www.kemdiknas.go.id/media--publik/pidato-menteri/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.aspx" target="_blank">www.kemendiknas.go.id</a></sub></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/seminar-otonomi-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Seminar Otonomi Masyarakat" >Seminar Otonomi Masyarakat</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">serang, (8/4/11) Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk dan meningkatkan  kualitas SDM. Otonomi dae...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/seminar-nasional-pls-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: SEMINAR NASIONAL PLS" >SEMINAR NASIONAL PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pada tanggal 25 juni 2009, akan dilaksanakan seminar nasional pls di Universitas Negeri Jakarta</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/pemerintah-diskriminatif-terhadap-pamong-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pemerintah Diskriminatif Terhadap Pamong Belajar" >Pemerintah Diskriminatif Terhadap Pamong Belajar</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">YOGYA (KR) - Perlakuan pemerintah terhadap pamong belajar masih belum optimal, bahkan cenderung diskriminatif ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/banyak-pemda-menutupi-data-buta-aksara.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Banyak Pemda Menutupi Data Buta Aksara" >Banyak Pemda Menutupi Data Buta Aksara</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menyayangka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/konsep-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: KONSEP IMADIKLUS" >KONSEP IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
HASIL
PRA KONGRES IMADIKLUS
Malang, 23 - 25 Juni 2006


A.   PENGANTAR
Imadiklus adalah suatu himpunan mahasi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/08/sekolah-gratis-dipertanyakan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Sekolah Gratis Dipertanyakan" >Sekolah Gratis Dipertanyakan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Penurunan anggaran pendidikan nasional dalam RAPBN 2010 dinilai menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah untu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/rapat-kerja-nasional-dan-audiensi-dengan-dirjen-pnfi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Rapat Kerja Nasional dan Audiensi dengan DIRJEN PNFI" >Rapat Kerja Nasional dan Audiensi dengan DIRJEN PNFI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Teriring salam dan do’a kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa selalu s...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/10/evaluasi-penyelenggaraan-pendidikan-kesetaraan-dan-penyusunan-laporan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: EVALUASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN" >EVALUASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Yaitu : proses menggambarkan, memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/pemerintah-tak-akan-diskriminasi-pendidikan-nonformal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pemerintah Tak Akan Diskriminasi Pendidikan Nonformal" >Pemerintah Tak Akan Diskriminasi Pendidikan Nonformal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pemerintah tidak akan mendiskriminasi pendidikan nonformal sehingga tidak boleh ada faktor pembeda dalam segal...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/term-of-refference-rapat-kerja-nasional-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: TERM OF REFFERENCE RAPAT KERJA NASIONAL IMADIKLUS" >TERM OF REFFERENCE RAPAT KERJA NASIONAL IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">TERM OF REFFERENCE
RAPAT KERJA NASIONAL
IMADIKLUS
(IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SE-INDONESIA)

A.	...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="sambutan rapat koordinasi">sambutan rapat koordinasi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="sambutan menteri pendidikan nasional">sambutan menteri pendidikan nasional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan">meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="sambutan rakor">sambutan rakor</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="logo untirta kementerian pendidikan nasional">logo untirta kementerian pendidikan nasional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="sambutan penyusunan kerangka kerja">sambutan penyusunan kerangka kerja</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="sambutan rakor pendidikan">sambutan rakor pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="istilah 5 k dalam pendidikan">istilah 5 k dalam pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="upaya pembangunan pendidikan nasional">upaya pembangunan pendidikan nasional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html" title="Tahapan Pembangunan Pendidikan Nasional">Tahapan Pembangunan Pendidikan Nasional</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/01/sambutan-menteri-pendidikan-nasional-pada-rapat-koordinasi-penyusunan-rencana-aksi-program-penyelerasan-pendidikan-dengan-dunia-kerja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 17:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imadiklus Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2482</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan budi mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada intinya pendidikan adalah suatu proses yang disadari untuk mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan untuk siap hidup ditengah-tengah masyarakat. Prinsip dasar dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani dan mampu menghadapi problema yang dihadapi tanpa rasa tertekan, mampu, dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi, sehingga terdorong untuk memelihara diri sendiri maupun hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan atau belajar adalah sebagai proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming) bukan proses untuk dibentuk (process of beings haped) menurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran apa yang mereka inginkan, mencari apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan itu, menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, dan merencanakan serta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keputusan itu. Dapat dikatakan disini tugas pendidik pada umumnya adalah menolong orang belajar bagaimana memikirkan diri mereka sendiri, mengatur urusan kehidupan mereka sendiri dan mempertimbangkan pandangan dan interest orang lain. Dengan singkat menolong orang lain untuk berkembang dan matang. Dalam andragogi, keterlibatan orang dewasa dalam proses belajar jauh lebih besar, sebab sejak awal harus diadakan suatu diagnosa kebutuhan, merumuskan tujuan, dan mengevaluasi hasil belajar serta mengimplementasikannya secara bersama-sama. Berdasarkan</p>
<p style="text-align: justify;">pengertian ini pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu kegiatan pendidikan disamping bimbingan dan latihan</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membantu penyediaan pendidikan bagi masyarakat yang karena sesuatu hal tidak terlayani dalam jalur sekolah formal. Secara konsep pendidikan nonformal harus bertumpu pada kebutuhan masyarakat, bukan pada keinginan pemerintah (Aliasar 2005). Artinya bahwa sebelum program pendidikan masyarakat dikembangkan perlu dipahami dengan benar apa dan bagaimana kebutuhan masyarakat sesungguhnya. Untuk itu perlu kajian analisis kebutuhan (need assesment) sehingga program yang disuguhkan kepada masyarakat betul-betul mereka butuhkan dan ditunjang dengan sumber daya alam sekitarnya yang dapat menunjang kepada kompetensi yang mereka miliki. Begitupun untuk pengelolaannya harus diserahkan pada masyarakat, dominasi pemerintah harus dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan berbasis masyarakat pada dasarnya dirancang oleh masyarakat untuk membelajarkan dirinya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya, dan dengan demikian konsep pendidikan berbasis masyarakat menjadi “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”. Menurut Young, (1980) mengatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat menekankan pada pentingnya pemahaman akan kebutuhan masyarakat dan cara pemecahan oleh masyarakat dengan menggunakan potensi yang ada di lingkungannya. Aspek yang sangat penting dalam pendidikan berbasis masyarakat anatara lain pendidikan sepanjang hayat, keterlibatan masyarakat, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, dan pemanfaatan sumber daya yang kurang termanfaatkan sebagai tempat sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Brookfield (1987) membandingkan antara pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) dengan pendidikan berbasis sekolah (school-based education). Antara lain ditunjukkan bahwa kurikulum pendidikan berbasis masyarakat terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, masalah yang diangkat harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, urutan pembelajarannya tergantung pada warga belajar, waktu belajarnya fleksibel, menggunakan konsep keterampilan fungsional, menggunakan pendekatan andragogi (pendidikan orang dewasa), dan tidak mengutamakan ijazah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang berada di masyarakat, pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masyarakat, memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat, dan menuntut partisipasi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Metode pembelajaran orang dewasa</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep dan metode pembelajaran orang dewasa adalah dengan membelajarkan orang dewasa melalui pendidikan orang dewasa harus dilakukan dengan metode dan strategi yang sesuai yang disebut dengan metode andragogi. Orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. Harus dipahami bahwa orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aspek penting dalam pendidikan saat ini yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di seputar pendidikan murid sekolah yang relatif berusia muda. Kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan baik pendidikan informal maupun nonformal, misalnya pendidikan dalam bentuk keterampilan, kursus-kursus, penataran dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah yang sering muncul adalah bagaimana kiat, dan strategi membelajarkan orang dewasa yang notabene tidak menduduki bangku sekolah. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri ini mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain. Dengan begitu apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya tertekan dan merasa tidak senang. Karena orang dewasa bukan anak kecil, maka pendidikan bagi orang dewasa tidak dapat disamakan dengan pendidikan anak sekolah. Perlu dipahami apa pendorong bagi orang dewasa belajar, apa hambatan yang dialaminya, apa yang diharapkannya, bagaimana ia dapat belajar paling baik dan sebagainya (Lunandi, 1987).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemahaman terhadap perkembangan kondisi psikologi orang dewasa tentu saja mempunyai arti penting bagi para pendidik dan tenaga pendidik pendidikan nonformal dalam menghadapi orang dewasa sebagai siswa. Berkembangnya pemahaman kondisi psikologi orang dewasa semacam itu tumbuh dalam teori yang dikenal dengan nama andragogi. Andragogi sebagai ilmu yang memiliki dimensi yang luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Secara singkat teori ini memberikan dukungan dasar yang esensial bagi kegiatan pembelajaran orang dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan atau usaha pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan baik melalui jalur formal ataupun luar nonformal memiliki daerah dan kegiatan yang beraneka ragam. Pendidikan orang dewasa terutama pendidikan masyarakat bersifat nonformal sebagian besar dari siswa atau pesertanya adalah orang dewasa, atau paling tidak pemuda atau remaja. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan memerlukan pendekatan tersendiri. Dengan menggunakan teori andragogi kegiatan atau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan atau realisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu masalah dalam pengertian andragogi adalah pandangannya yang mengemukakan bahwa tujuan pendidikan itu bersifat mentransmisikan pengetahuan. Tetapi di lain dengan perubahan yang yang sangat cepat seperti inovasi dan perkembangan teknologi, perubahan sistem, budaya, ekonomi, dan perkembangan politik. Maka pengetahuan yang diperoleh seseorang ketika remaja akan menjadi usang ketika ia dewasa. Hal ini menuntut perubahan yang berkelanjutan (sustainability) bagi pendidik.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa dan kendala –kendala yang sering dialami dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut;</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pada banyak praktek, pembelajaran untuk orang dewasa dilakukan sama saja dengan pemelajaran anak. Prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan orang dewasa. Hampir semua yang diketahui mengenai belajar ditarik dari penelitian belajar yang terkait dengan anak. Begitu juga mengenai mengajar, ditarik dari pengalaman mengajar anak-anak misalnya dalam kondisi wajib hadir dan semua teori mengenai transaksi guru dan siswa didasarkan pada suatu definisi pendidikan sebagai proses pemindahan kebudayaan. Namun, orang dewasa dengan berbagai latar belakang budaya adalah sebagai pribadi yang sudah matang, dan mempunyai kebutuhan lain dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya. Mereka merasa malu untuk belajar, apalagi kalau yang mengajar mereka lebih muda dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pendidikan orang dewasa dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan, meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pertumbuan orang dewasa dimulai pertengahan masa remaja (adolescence) sampai dewasa, di mana setiap individu tidak hanya memiliki kecenderungan tumbuh kearah menggerakkan diri sendiri tetapi secara aktual dia menginginkan orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang mandiri yang memiliki identitas diri. Dengan begitu orang dewasa tidak menginginkan orang memandangnya apalagi memperlakukan dirinya seperti anak-anak. Dia mengharapkan pengakuan orang lain akan otonomi dirinya, dan dijamin ketentramannya untuk menjaga identitas dirinya dengan penolakan dan ketidaksenangan akan setiap usaha orang lain untuk menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan terhadap dirinya. Tidak seperti anak-anak yang beberapa tingkatan masih menjadi objek pengawasan, pengendalian orang lain yaitu pengawasan dan pengendalian orang dewasa yang berada di sekeliling, terhadap dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Uraian di atas sesuai dengan konsepsi Rogers dalam Knowlws (1983) mengenai belajar lebih bersifat client centered. Dalam pendekatan ini Roger mendasarkan pada beberapa hipotesa berikut ini yang merupakan rekomendasi dalam proses pelaksanaan pendidikan yang mengandung pendidikan:</p>
<p style="text-align: justify;">1.Bahwa setiap individu hidup dalam dunia pengalaman yang selalu berubah dimana dirinya sendiri adalah sebagai pusat, dan semua orang mereaksi seperti dia mengalami dan mengartikan pengalaman itu. Ini berarti bahwa dia menekankan bahwa makna yang datang dari makna yang dimiliki. Dengan begitu, belajar adalah belajar sendiri dan yang tahu seberapa jauh dia telah menguasai sesuatu yang dipelajari adalah dirinya sendiri. Dengan hipotesa semacam ini maka dalam kegiatan belajar, keterlibatan peserta didik secara aktif mempunyai kedudukan sangat penting dan mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">2.Seseorang belajar dengan penuh makna hanya apabila sesuatu yang dia pelajari bermanfaat dalam pengembangan struktur dirinya. Hal ini menekankan pentingnya program belajar yang relevan dengan kebutuhannya, yaitu yang memberi manfaat bagi dirinya. Artinya tidak sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi yang lebih pokok adalah memperoleh keteramplian yang dapat menunjang hidupnya saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">3.Penciptaan iklim yang menyenangkan, penerimaan, dan saling bantu dengan menanamkan kepercayaan dan tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">4.Perbedaan persepsi setiap individu diberikan perlindungan. Ini berarti di samping perlunya memberikan iklim belajar yang aman, juga perlu pengembangan otonomi kepada setiap individu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, terkandung di dalamnya perwujudan yang ingin dikembangkan dalam aktivitas kegiatan pendidikan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan,</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan perilaku dalam pembelajaran terjadi melalui adanya proses pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan dirinya sebagai individu, dan dalam hal ini, sangat memungkinkan adanya partisipasi dalam kehidupan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, maupun kesejahteraan bagi orang lain, disebabkan produktivitas yang lebih meningkat. Bagi peserta didik pemenuhan kebutuhannya sangat mendasar, sehingga setelah kebutuhan itu terpenuhi ia dapat beralih ke arah usaha pemenuhan kebutuhan lain yang lebih masih diperlukannya sebagai penyempurnaan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya setiap individu wajib terpenuhi kebutuhannya yang paling dasar (sandang dan pangan), sebelum ia mampu merasakan kebutuhan yang lebih tinggi sebagai penyempurnaan kebutuhan dasar tadi, yakni kebutuhan keamanaan, penghargaan, harga diri, dan aktualisasi dirinya. Bilamana kebutuhan paling dasar yakni kebutuhan fisik berupa sandang, pangan, dan papan belum terpenuhi, maka setiap individu belum membutuhkan atau merasakan apa yang dinamakan sebagai harga diri. Setelah kebutuhan dasar itu terpenuhi, maka setiap individu perlu rasa aman jauh dari rasa takut, kecemasan, dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya, sebab ketidakamanan hanya akan melahirkan kecemasan yang berkepanjangan. Kemudian kalau rasa aman telah terpenuhi, maka setiap individu butuh penghargaan terhadap hak azasi dirinya yang diakui oleh setiap individu di luar dirinya. Jika kesemuanya itu terpenuhi barulah individu itu merasakan mempunyai harga diri. Dalam kaitan ini, tentunya pendidikan orang dewasa yang memiliki harga diri dan jati dirinya membutuhkan pengakuan, dan itu akan sangat berpengaruh dalam proses belajarnya. Secara psikologis, dengan mengetahui kebutuhan orang dewasa sebagai peserta kegiatan pendidikan/pelatihan, maka akan dapat dengan mudah dan dapat ditentukan kondisi belajar yang harus diciptakan, isi materi apa yang harus diberikan, strategi, teknik serta metode apa yang cocok digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti telah disebutkan di atas bahwa dalam diri orang dewasa sebagai siswa yang sudah tumbuh kematangan konsep dirinya timbul kebutuhan psikologi yang mendalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi utuh yang mengarahkan dirinya sendiri. Namun, tidak hanya orang dewasa tetapi juga pemuda atau remaja juga memiliki kebutuhan semacam itu. Sesuai teori Peaget (1959) mengenai perkembangan psikologi dari kurang lebih 12 tahun ke atas individu sudah dapat berfikir dalam bentuk dewasa yaitu dalam istilah dia sudah mencapai perkembangan pikir formal operation. Dalam tingkatan perkembangan ini individu sudah dapat memecahkan segala persoalan secara logik, berfikir secara ilmiah, dapat memecahkan masalah-masalah verbal yang kompleks atau secara singkat sudah tercapai kematangan struktur kognitifnya. Dalam periode ini individu mulai mengembangkan pengertian akan diri (self) atau identitas (identitiy) yang dapat dikonsepsikan terpisah dari dunia luar di sekitarnya. Berbeda dengan anak-anak, di sini remaja (adolescence) tidak hanya dapat mengerti keadaan benda-benda di dekatnya tetapi juga kemungkinan keadaan benda-benda itu di duga. Dalam masalah nilai-nilai remaja mulai mempertanyakan dan membanding-bandingkan. Nilai-nilai yang diharapkan selalu dibandingkan dengan nilai yang aktual. Secara singkat dapat dikatakan remaja adalah tingkatan kehidupan dimana proses semacam itu terjadi, dan ini berjalan terus sampai mencapai kematangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu jelaslah kiranya bahwa setiap orang (tidak hanya orang dewasa) memiliki kemampuan memikirkan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa terdapat keadaan yang bertentangan antara nilai-nilai yang dianut dan tingkah laku orang lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan sejak pertengaham masa remaja individu mengembangkan apa yang dikatakan “pengertian diri” (sense of identity).</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Rogers (1983) mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi kedua, sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya lebih banyak dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi ketiga, bahwa pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu, sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992). Sejalan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik, tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi keempat, bahwa anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembahasan</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa dapat efektif (lebih cepat dan melekat pada ingatannya), bilamana pembimbing (tutor, pengajar, pamong, instruktur, dan sejenisnya) tidak terlalu mendominasi kelompok kelas, mengurangi banyak bicara, namun mengupayakan agar individu orang dewasa itu mampu menemukan alternatif-alternatif untuk mengembangkan kepribadian mereka. Seorang pembimbing yang baik harus berupaya untuk banyak mendengarkan dan menerima gagasan seseorang, kemudian menilai dan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang dewasa pada hakekatnya adalah makhluk yang kreatif bilamana seseorang mampu menggerakkan/menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam upaya ini, diperlukan keterampilan dan kiat khusus yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Di samping itu, orang dewasa dapat dibelajarkan lebih aktif apabila mereka merasa ikut dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, terutama apabila mereka dilibatkan memberi sumbangan pikiran dan gagasan yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki harga diri di depan sesama temannya. Artinya, orang dewasa akan belajar lebih baik apabila pendapat pribadinya dihormati, dan akan lebih senang kalau ia boleh sumbang saran pemikiran dan mengemukakan ide pikirannya, daripada pembimbing melulu menjejalkan teori dan gagasannya sendiri kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Percaya diri</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena sifat belajar bagi orang dewasa adalah bersifat subjektif dan unik, maka terlepas dari benar atau salahnya, segala pendapat, perasaan, pikiran, gagasan, teori, sistem nilainya perlu dihargai. Tidak menghargai (meremehkan dan menyampingkan) harga diri mereka, hanya akan mematikan gairah belajar orang dewasa. Namun demikian, pembelajaran orang dewasa perlu pula mendapatkan kepercayaan dari pembimbingnya, dan pada akhirnya mereka harus mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Tanpa kepercayaan diri tersebut, maka suasana belajar yang kondusif tak akan pernah terwujud.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem nilai</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dewasa memiliki sistem nilai yang berbeda, mempunyai pendapat dan pendirian yang berbeda. Dengan terciptanya suasana yang baik, mereka akan dapat mengemukakan isi hati dan isi pikirannya tanpa rasa takut dan cemas, walaupun mereka saling berbeda pendapat. Orang dewasa mestinya memiliki perasaan bahwa dalam suasana/ situasi belajar yang bagaimanapun, mereka boleh berbeda pendapat dan boleh berbuat salah tanpa dirinya terancam oleh sesuatu sanksi (dipermalukan, pemecatan, cemoohan, dll). Dalam konteks ini harus dipahami latar belakang dan budaya mereka, serta kondisi ekonominya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan seorang pembimbing sangat membantu bagi kemajuan orang dewasa dalam mengembangkan potensi pribadinya di dalam kelas, atau di tempat pelatihan. Sifat keterbukaan untuk mengungkapkan diri, dan terbuka untuk mendengarkan gagasan, akan berdampak baik bagi kesehatan psikologis, dan psikis mereka. Di samping itu, harus dihindari segala bentuk akibat yang membuat orang dewasa mendapat ejekan, hinaan, atau dipermalukan. Jalan terbaik hanyalah diciptakannya suasana keterbukaan dalam segala hal, sehingga berbagai alternatif kebebasan mengemukakan ide/gagasan dapat diciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal lainnya, tidak dapat dinafikan bahwa orang dewasa belajar secara khas dan unik. Faktor tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan yang terkendali harus diakui sebagai hak pribadi yang khas sehingga keputusan yang diambil tidak harus selalu sama dengan pribadi orang lain. Kebersamaan dalam kelompok tidak selalu harus sama dalam pribadi, sebab akan sangat membosankan kalau saja suasana yang seakan hanya mengakui satu kebenaran tanpa adanya kritik yang memperlihatkan perbedaan tersebut. Oleh sebab itu, latar belakang pendidikan, latar belakang kebudayaan, dan pengalaman masa lampau masing-masing individu dapat memberi warna yang berbeda pada setiap keputusan yang diambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang dewasa, terciptanya suasana belajar yang kondusif merupakan suatu fasilitas yang mendorong mereka mau mencoba perilaku baru, berani tampil beda, dapat berlaku dengan sikap baru dan mau mencoba pengetahuan baru yang mereka peroleh. Walaupun sesuatu yang baru mengandung resiko terjadinya kesalahan, namun kesalahan, dan kekeliruan itu sendiri merupakan bagian yang wajar dari belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, orang dewasa ingin tahu apa arti dirinya dalam kelompok belajar itu. Bagi orang dewasa ada kecenderungan ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan demikian, diperlukan adanya evaluasi bersama oleh seluruh anggota kelompok dirasakannya berharga untuk bahan renungan, di mana renungan itu dapat mengevaluasi dirinya dari orang lain yang persepsinya bisa saja memiliki perbedaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerjasama</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu perlu dikembangkan konsep Masyarakat Belajar (learning community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Ketika seorang anak baru belajar memainkan game pada alat elektroniknya, ia bertanya kepada temannya “Bagaimana caranya? Tolong bantuin, aku!” Lalu temannya yang sudah biasa, menunjukkan cara mengoperasikan alat itu. Maka, dua orang itu sudah membentuk masyarakat belajar (learning community). Hal-hal seperti ini menjadi penting sebagai sebuah konsep dasar dalam pembelajaran pada pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antara teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang ini, di kelas ini, disekitar sini, juga orang-orang yang ada di luar sana, semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelompok-kelompok yang anggotanya hetorogen seharusnya anak yang terampil/kaya ide membantu yang tidak mampu, yang pandai mengajari yang lemah dan begitu seterusnya. Proses ini akan memberikan perubahan perilaku (entering behavior).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam interaksi seperti ini dalam “Masyarakat belajar” perlu komunikasi dua arah. “Seorang pendidik yang mengajar siswanya” bukan contoh masyarakat belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah, yaitu informasi hanya datang dari pendidik ke arah siswa, tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari pendidik yang datang dari arah siswa. Dalam masyarakat belajar, dua kelompok (atau lebih) yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungannya dengan masyarakat belajar adalah;</p>
<p style="text-align: justify;">1.Untuk membantu masyarakat menghadapi sesuatu secara objektif</p>
<p style="text-align: justify;">2.Untuk memperlengkapi orang dewasa dengan keterampilan memecahkan masalah</p>
<p style="text-align: justify;">3.Untuk membantu masyarakat dalam merubah kondisi sosial mereka</p>
<p style="text-align: justify;">4.Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang diperlukan guna melengkapi kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan saling belajar (kerjasama) ini bisa terjadi apabila tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa sungkan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap paling tahu, semua pihak harus saling mendengarkan. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain, maka setiap orang lain bisa manjadi sumber belajar, dan ini berarti bahwa setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya dalam membentuk masyarakat belajar, konsep pilar belajar dari UNESCO (1996:71) perlu dikembangkan seperti; learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together, and learning to believe in God, yang merupakan akumulasi dari berbagai pengetahuan keterampilan yang diperoleh sejak masa kanak-Manusia yang telah dibekali dengan pilar Learning to know akan memiliki sejumlah pengetahuan dan ketrampilan berpikir. Gabungan pengetahuan dan ketrampilan berpikir tersebut dapat dikembangkannya untuk kemampuan berbuat, meningkatkan kualitas diri, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dan peningkatan kualitas hidup sebagai makhluk yang beragama. 2) Learning to do, dalam kehidupan manusia adalah adanya dorongan untuk berkreasi, memecahkan masalah dan mengadakan inovasi-inovasi. Dasar ini berangkat dari adanya pengetahuan yang dimiliki yang digunakannya untuk identitas dirinya dan kemaslahatan orang banyak berdasarkan kepercayaan yang dimilikinya. 3) Learning to be, menjadikan manusia hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan pada pihak lain. Berdasarkan hal ini, manusia mempunyai kebebasan untuk mendapatkan sesuatu atau bertindak. Atas dasar ini manusia tersebut bebas memilih ilmu apa yang ingin didapatkannya, bebas menentukan dalam bekerjasama dengan orang lain yang didasarkan atas norma-norma atau ajaran agama yang dianutnya. 4) Learning to live together, bahwa manusia mempunyai keselarasan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara bersama-sama mampu mendapatkan sejumlah pengetahuan, mampu berbuat secara bersama-sama dengan tetap menghargai perbedaan individu dan potensi masing-masing dalam kerangka bekerja bersama. Seluruh pekerjaan tersebut dapat dipertangjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 5) learning to believe in God, bahwa manusia mempunyai pegangan yang universal dalam berhubungan dengan lingkungannya dan berhubungan dengan penciptanya. Dalam artian ini bahwa pengetahuan yang dicari seseorang harus dapat memberi manfaat untuk isi alam itu sendiri, dan bagaimana mengelolanya untuk kebaikan bersama secara berkelanjutan (sustainable), yang secara religius dapat dipertanggungjawabkannya kepada Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh pilar-pilar di atas merupakan kerangka dasar yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran orang dewasa dalam rangka mendorong terwujudnya struktur dan kultur masyarakat belajar sepanjang hayat, sehingga setiap orang nantinya akan memiliki kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa; Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftar Pustaka</p>
<p style="text-align: justify;">Aliasar (2005). Diskriminasi Dalam Pelayanan Pendidikan pada Sekolah Inklusif. Makalah disampaikan pada Seminar Analisis dengan peserta dari Dinas / Instansi terkait dalam pengembangan pPendidikan Nasional., Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Aliasar dan Jamaris Jamna (2005). Catatan dari bahan perkuliahan Pendidikan Berkelanjutan. Padang: Program Doktor Pascasarjana-UNP.</p>
<p style="text-align: justify;">Maslow, Abraham H.1966, Motivation And Personality, New York : Harper And Row Publishers.</p>
<p style="text-align: justify;">Piaget, J. (1970). Genetic Epistemology. New York: Columbia University Press</p>
<p style="text-align: justify;">Rogers, Everett M.1983. Diffusion of Inovation, London : MacMillan Pub.</p>
<p style="text-align: justify;">Komisi Internasional Tentang Pendidikan untuk abad XXI, 1996, Belajar : Harta Karun di Dalamnya, Laporan Kepada UNESCO, Jakarta, Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO</p>
<p style="text-align: justify;">UU.Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, BP. Cipta Jaya</p>
<p style="text-align: justify;">Young, Kimbal. 1980 Social Psychology, Apleton Century</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai sumber Internet.?</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/02/lawan-stigma-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lawan Stigma PLS" >Lawan Stigma PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bukan hal yang aneh ketika semua orang berpikiran pendidikan akan menghasilkan pekerjaan. Orang kuliah selama ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/merubah-konsep-pandangan-pendidikan-non-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal" >Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">MERUBAH KONSEP PANDANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL
 

Habib Prastyo
Abstract: Education which is provided by t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peranan-tutor-dalam-meningkatkan-motivasi-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR" >PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SANTI PURWANTI. PERANAN TUTOR DALAM
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN KE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lebih Mengenal Andragogi" >Lebih Mengenal Andragogi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Lebih Mengenal Andragogi  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/peduli-buta-aksara-dewi-hughes-buka-taman-bacaan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan" >Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Desak Made Hugeshia Dewi atau yang akrab disapa dengan Dewi Hughes belum lama ini telah mendirikan taman bacaa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/transkeho-sebagai-pembelajaran-keaksaraan-fungsional.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional" >Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Transkeho Sebagai Pembelajaran
Keaksaraan Fungsional
Andriyana Dwi Astuti*
Akhmad Aqil Aziz*
Abstract

B...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" >Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan
Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana bel...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="pendidikan orang dewasa">pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="pengertian masyarakat belajar">pengertian masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="PENDIDIKAN ORANG DEWASA di indonesia">PENDIDIKAN ORANG DEWASA di indonesia</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="masyarakat belajar">masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="PENGERTIAN LEARNING COMMUNITY">PENGERTIAN LEARNING COMMUNITY</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="opini pendidikan">opini pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="jenis pendidikan orang dewasa">jenis pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="masyarakat belajar learning community">masyarakat belajar learning community</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="definisi masyarakat belajar">definisi masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="pendidikan sepanjang hayat">pendidikan sepanjang hayat</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEGIATAN IMADIKLUS</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 05:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2467</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pelaksanaan kegiatan IMADIKLUS akan terasa berbeda dengan kegiatan di wilayah HIMA /  HMJ / BEM-J. Beberapa wilayah terjebak dengan sebuah paradigma bahwa untuk kegiatan tingkat nasional (IMADIKLUS) haruslah memiliki... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan kegiatan IMADIKLUS akan terasa berbeda dengan kegiatan di wilayah HIMA /  HMJ / BEM-J. Beberapa wilayah terjebak dengan sebuah paradigma bahwa untuk kegiatan tingkat nasional (IMADIKLUS) haruslah memiliki fasilitas dan segala hal yang serba mewah, inilah yang menyebabkan sangat susah bagi IMADIKLUS untuk menunjukkan eksistensinya melalui kegiatatan – kegiatan tingkat nasional, padahal dalam kenyataannya, jika hanya sekedar melaksanakan sebuah kegiatan, untuk tingkat HIMA /  HMJ / BEM-J tidaklah sulit, karena memang organisasi HIMA /  HMJ / BEM-J di tuntut untuk selalu melaksanakan kegiatan, dan apabila TIDAK ADA kegiatan sama sekali akan dibilang gagal kepengurusannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah itu juga yang menjadi fungsi dan tugas serta peran bagi IMADIKLUS? Tentulah tidak, apabila begitu maka sangatlah disayangkan uang yang terbuang jika hanya untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan yang sebenarnya dapat dilakukan oleh organisasi tingkat local (HIMA /  HMJ / BEM-J).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pengalaman – pengalaman sebelumnya dalam menjalankan organisasi ini maka hal yang dirasa penting bagi kegiatan dalam IMADIKLUS adalah :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.       Pengkajian tentang permasalahan PLS/ PNF kontemporer.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Permasalahan – permasalahan PLS / PNF baik yang di tingkat daerah maupun nasional haruslah dikaji secara mendalam, IMADIKLUS sebagai wadah komunikasi mahasiswa PLS seharusnya dapat membuktikan bahwa peranan IMADIKLUS tidak hanya sebagai komunitas mahasiswa yang berkumpul dan merasa satu dalam nama, PLS, tapi juga dapat membuktikan bahwa IMADIKLUS adalah wadah untuk melakukan pengkajian dan pemberian solusi bagi permasalahan – permasalahan tersebut. Seperti yang dilakukan dalam kegiatan PLS – PENA di Padang, dimana pada kegiatan ini dilaksanakan audiensi dan dialog interktif dengan guru besar PLS UNP, Prof. DR Jamaris Jamna, M.Pd, Ketua Jurusan PLS UNP, Alumni – alumni PLS UNP. Dalam kegiatan tersebut terasa ternyata banyak informasi – informasi yang ternyata tidak diketahui oleh mahasiswa PLS. Dengan Informasi tambahan itu, maka IMADIKLUS haruslah bergerak secara cepat untuk menyikapi hal – hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.       Membentuk rasa kekeluargaan tingkat nasional</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan dari imadiklus adalah “membentuk persatuan mahasiswa pendidikan luar sekolah yang dapat menunjukkan eksistensi PLS di tingkat nasional maupun internasional”. Dalam tujuan tersebut terbagi menjadi dua poin, yaitu persatuan mahasiswa PLS dan penunjukkan Eksistensi PLS.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan – kegiatan IMADIKLUS (Audiensi, PLS-PMD, Rakorwil, PLS-Pena) yang ditekankan adalah bagaimana rasa kekeluargaan tingkat nasional harus terbentuk, dengan harapan, ketika rasa kekeluargaan terbentuk, maka kesiapan IMADIKLUS untuk berjuang akan kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Persamaan persepsi juga menjadi agenda penting agar rasa kekeluargaan ini menjadi sebuah kekuatan untuk melakukan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan IMADIKLUS.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.       Bersifat politis</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Yang di maksud dengan bersifat politis adalah IMADIKLUS harus mampu memberikan sebuah masukan dan solusi bagi kebijakan – kebijakan dan permasalahan – permasalahan PLS.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal sosialisasi kebijakan – kebijakan pemerintah, IMADIKLUS juga harus berusaha untuk dapat mengambil peran di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Rapat koordinasi Wilayah IV (Bengkulu) telah terbentuk sebuah tuntutan mahasiswa yang merupakan sebuah contoh gerakan yang bersifat politis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya Imadiklus juga pernah memberikan surat rekomendasi dalam pertemuan kolega PLS di Semarang yang diwakili oleh mahasiswa PLS UNNES.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Rapat koordinasi wilayah I dan II (Malang) juga dilakukan sosialisasi hasil pertemuan dosen – dosen PLS se-Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang diharapkan ada dalam kegiatan – kegiatan IMADIKLUS, tidak ada harapan bahwa  kegiatan – kegiatan IMADIKLUS harus mewah dan seremonial formal, tapi diharapkan dalam kegiatan tersebut mencakup adanya 3 poin yang telah disebutkan di atas, maka akan dirasa peran dari IMADIKLUS yang berbeda dengan HIMA /  HMJ / BEM-J yang ada di tingkat UNIVERSITAS.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wallahu’alam bish Showab</em></p>
<p style="text-align: justify;">Panji Bahari Noor ROmadhon</p>
<p style="text-align: justify;">Merenung setelah kegiatan PLS PENA di Padang Pariaman</p>
<p style="text-align: justify;">21122010 PKM HMJ PLS UNP 12.32 PM</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/hasil-raker-komisi-2-tanpa-revisi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)" >Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

A.	LATAR BELAKANG

	 Mahasiswa PLS mengikuti perkembangan IPTEK
	Sebagai sarana pemgembangan bakat dan minat...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/berbagi-foto-kegiatan-pls-di-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berbagi foto kegiatan PLS di IMADIKLUS" >Berbagi foto kegiatan PLS di IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Berbagi foto kegiatan  pendidikan luar sekolah di forum IKATAN MAHASISWA PENDIDIDIKAN LUAR SEKOLAH, lewat gale...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/proposal-dan-undangan-pls-peduli-nagari-kegiatan-bakti-sosial-mahasiswa-pls-nasional-2010-sekedar-informasi-kegiatan-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Proposal dan Undangan PLS Peduli Nagari" >Proposal dan Undangan PLS Peduli Nagari</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Rapat koordinasi merupakan sebuah rapat yang bertujuan untuk membangung koordinasi yang kuat di antara anggota...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/rencana-lomba-web-disain.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Rencana lomba WEB Disain" >Rencana lomba WEB Disain</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dalam Imadiklus di banten kemerin belum ada kegitan yang dijalankan sesuai program kerja banyak alasan dan ban...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/proposal-kegiatan-imadiklus-korwil-2-pekan-kreativitas-imadiklus-gong-show-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS KORWIL 2" >PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS KORWIL 2</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat ilmiah diharapkan bisa menjadi agen of change dalam pembangunan dim...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/04/imadiklus-sebagai-developer-web.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Imadiklus sebagai developer WEB" >Imadiklus sebagai developer WEB</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Banyak caya yang di lakukan teman teman IMADIKLUS untuk memperkenalkan IMADIKLUS ( IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/06/rakorwil-iii-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: RAKORWIL III IMADIKLUS" >RAKORWIL III IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">"Wanita - wanita kuat"
di balik keberhasilan RAKORWIL III IMADIKLUS
Saat itu jam menunjukan pkL.19.00 WIB sa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/life-update-dari-terminal-baguarsih.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Life Update dari terminal Banguarsih Surabaya" >Life Update dari terminal Banguarsih Surabaya</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hari ini dan saai ini saya langsung nulis posting dari warnet terminal Baguarsih Surabaya, tadi pagi saya samp...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/saya-kita-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Saya = Kita (IMADIKLUS)" >Saya = Kita (IMADIKLUS)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Nomor            :  006/ fptipnf/XII/09                              ...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html" title="kegiatan imadiklus 2011">kegiatan imadiklus 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html" title="mahasiswa dan sebuah organisasi hima pls">mahasiswa dan sebuah organisasi hima pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html" title="permasalahan pls">permasalahan pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html" title="www unesapls co id">www unesapls co id</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/12/kegiatan-imadiklus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEMEJA IMADIKLUS</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 19:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imadiklus Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita PLS]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Disain kaos imadiklus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=1956</guid>
		<description><![CDATA[TUTUP Di dasari rasa kebersamaan dan semangat Imadiklus,  dari percakapan admin dan ketua imadiklus, ketua mengatakan bahwa animo teman teman IMADIKLUS paska  rakorwil 2 di malang sangat besar untuk bisa... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="color: #fa2104; text-decoration: blink; text-align: center;"><span style="font-size: xx-large; background-color: #000000;">TUTUP</span></p>
<p style="text-align: justify;">Di dasari rasa kebersamaan dan semangat Imadiklus,  dari percakapan admin dan ketua imadiklus, ketua mengatakan bahwa animo teman teman IMADIKLUS paska  rakorwil 2 di malang sangat besar untuk bisa memiliki saragam yang bersifat nasional maka admin + ketua berinisiatif untu sekedar memberikan usulan pembuatan kemeja, kenapa kemaja ?? kan mahal klo di banding kaos, alasan kami adalah kemaja dapat di kenakan untuk kuliah gitu bisa nampang di kamus dengan kemeja IMADIKLUS, ya scara langsung sosialisasi+ikut berjuang memperkenalkan PLS masyarakat <img src='http://www.imadiklus.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin KEMEJA IMADIKLUS" class='wp-smiley' title="KEMEJA IMADIKLUS" />   yah silahkan dilihat lihat dahulu usulan kami, ya dengan even ini mudah mudahan persaudaraan antara PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH menjadi erat</p>
<table border="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><strong>IMADIKLUS 1</strong></p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 290px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs319.snc4/41268_152745824736286_100000026076327_480321_3800855_n.jpg"><img class=" " src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs319.snc4/41268_152745824736286_100000026076327_480321_3800855_n.jpg" alt="41268 152745824736286 100000026076327 480321 3800855 n KEMEJA IMADIKLUS" width="280" height="280" title="KEMEJA IMADIKLUS" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div></td>
<td style="text-align: center;"><strong>IMADIKLUS 2</strong></p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 290px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs159.ash2/41268_152745828069619_100000026076327_480322_6958192_n.jpg"><img class=" " src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs159.ash2/41268_152745828069619_100000026076327_480322_6958192_n.jpg" alt="41268 152745828069619 100000026076327 480322 6958192 n KEMEJA IMADIKLUS" width="280" height="280" title="KEMEJA IMADIKLUS" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs361.snc4/44373_152763814734487_100000026076327_480491_6835628_n.jpg"><img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs361.snc4/44373_152763814734487_100000026076327_480491_6835628_n.jpg" alt="44373 152763814734487 100000026076327 480491 6835628 n KEMEJA IMADIKLUS" width="500" height="400" title="KEMEJA IMADIKLUS" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk memperbesar</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p style="background-color: #00cc00;"><strong>Sesi Pemesanan : ON</strong></p>
<p style="background-color: #00cc00;"><strong>Sesi Transfer : ON</strong></p>
<p style="background-color: #00cc00;"><strong> Sesi Produksi : ON</strong></p>
<p style="background-color: #00cc00;"><strong>Sesi Pengiriman : ON</strong></p>
<p><strong>Tanya jawab</strong> :</p>
<ul>
<li>Harganya berapa? = masih di cari alternatif termurah dan hasil terbagus (PRE-ORDER )<span style="text-decoration: underline;"><strong> Rp 85.000,- ( Minim harus kolektif 5 baju 1 Alamat )</strong></span><strong> </strong>
<ul>
<li><span style="text-decoration: underline;"><strong>Pembayaran dilakukan ke</strong></span></li>
<li>NO. REK : <strong><strong>14-902-849-97</strong></strong></li>
</ul>
<ul>
<li>NAMA LENGKAP : <strong>RONGGO TUNJUNG ANGGORO</strong><br />
BANK : <strong>BCA</strong></li>
<li>KONFIRMASI PEMBAYARAN SILAHKAN SMS ke 085293368916</li>
<li>Lhakok harus kolektif sob ? Biar ngirit angkos kirim aja nih masalahnya klo hanya 1 doang yang dipaketin dianggap paket dokument dan harus kilat otomatis harganya maha</li>
<li>Bagi yang hanya 1 doang usahakan ya ajak teman nya yang lain ya minim 5 lah dalam 1 paket pengiriman, Curhat nih ADMIN nombokin Biaya ONGKIR kemarin<strong><br />
</strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>Pemesanan Secara Individu Tidak dilayanin dahulu</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong style="color: #fa1304; background-color: #76f8de;">pemesanan kolektif download aja di sini</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong style="color: #fa1304; background-color: #76f8de;"> Note: There is a file embedded within this post, please visit this post to download the file.</strong></p>
<ol>
<li><strong style="color: #fa1304; background-color: #76f8de;">Setelah di download isikan sesuai petunjuk</strong></li>
<li><strong style="color: #fa1304; background-color: #76f8de;">Gunakan fond dibawah ini untuk mengirim data yang sudah ada</strong></li>
<li><strong style="color: #fa1304; background-color: #76f8de;">Pengiriman Disarankan setelah melakukan tranver pembayaran<br />
</strong></li>
</ol>

		<div id="usermessage5a" class="cf_info "></div>
		<form enctype="multipart/form-data" action="/search/cara+sosialisasi/feed/rss2/#usermessage5a" method="post" class="cform" id="cforms5form">
		<fieldset class="cf-fs1">
		<legend>PESAN BAJU IMADIKLUS</legend>
		<ol class="cf-ol">
			<li id="li-5-2" class=""><label for="cf5_field_2"><span>Nama</span></label><input type="text" name="cf5_field_2" id="cf5_field_2" class="single fldrequired" value="NAMA PENAGUNG JAWAB" onfocus="clearField(this)" onblur="setField(this)" title="NAMA PENAGUNG JAWAB"/><span class="reqtxt">(Wajib isi)</span></li>
			<li id="li-5-3" class=""><label for="cf5_field_3"><span>Email FB</span></label><input type="text" name="cf5_field_3" id="cf5_field_3" class="single fldemail fldrequired" value="Email FB Penagguang Jawab" onfocus="clearField(this)" onblur="setField(this)" title="Email FB Penagguang Jawab"/><span class="emailreqtxt">(valid email wajib)</span></li>
			<li id="li-5-4" class=""><label for="cf5_field_4"><span>Asal Insatansi/Univ</span></label><input type="text" name="cf5_field_4" id="cf5_field_4" class="single fldrequired" value="Asal Insatansi/Univ" onfocus="clearField(this)" onblur="setField(this)" title="Asal Insatansi/Univ"/><span class="reqtxt">(Wajib isi)</span></li>
			<li id="li-5-5" class=""><label for="cf5_field_5"><span>NO HP</span></label><input type="text" name="cf5_field_5" id="cf5_field_5" class="single fldrequired" value="masukan no Hp aktif ya PENAGUNG JAWAB" onfocus="clearField(this)" onblur="setField(this)" title="masukan no Hp aktif ya PENAGUNG JAWAB"/><span class="reqtxt">(Wajib isi)</span></li>
			<li id="li-5-6" class="textonly">Upload Pesanan anda disini</li>
			<li id="li-5-7" class=""><label for="cf_uploadfile5-7"><span>Pilih File</span></label><input type="file" name="cf_uploadfile5[]" id="cf_uploadfile5-7" class="cf_upload upload fldrequired"/><span class="reqtxt">(Wajib isi)</span></li>
		</ol>
		</fieldset>
		<fieldset class="cf_hidden">
			<legend>&nbsp;</legend>
			<input type="hidden" name="cf_working5" id="cf_working5" value="Tunggu%20sebentar%20lagi%20proses..."/>
			<input type="hidden" name="cf_failure5" id="cf_failure5" value="Tolong%20isi%20bagian%20yang%20harusnya%20diisi"/>
			<input type="hidden" name="cf_codeerr5" id="cf_codeerr5" value="Please%20double-check%20your%20verification%20code."/>
			<input type="hidden" name="cf_customerr5" id="cf_customerr5" value="yyycf5_field_2%24%23%24Tulisa%20nama%20kamu%7Ccf5_field_3%24%23%24Email%20FB%20Penagguang%20Jawab%7Ccf5_field_4%24%23%24Asal%20Insatansi%2FUniv%7Ccf5_field_5%24%23%24NO%20HP%20kamu%20berapa%20%3F%7C"/>
			<input type="hidden" name="cf_popup5" id="cf_popup5" value="yy"/>
		</fieldset>
		<p class="cf-sb"><input type="submit" name="sendbutton5" id="sendbutton5" class="sendbutton" value="Kirim" onclick="return cforms_validate('5', true)"/></p></form><p class="linklove" id="ll5"><a href="http://www.ronggo.web.id"><em></em> by : ronggo</a></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/kemeja-imadiklus-pemesanan-kloter-3.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kemeja IMADIKLUS &#8211; Pemesanan kloter  3" >Kemeja IMADIKLUS &#8211; Pemesanan kloter  3</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Didasari pertemuan langsung dengan teman-teman PLS Seindonesia diUNNES Semarang , dan banyaknya minat untuk bi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/12/baju-imadiklus-kloter-ii.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: BAJU IMADIKLUS KLOTER II" >BAJU IMADIKLUS KLOTER II</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Didasari rasa kerbersamaan teman - teman imadiklus pun membeli baju yang dijual melalui web IMADIKLUS, dan unt...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/01/friendster-imadiklus-comunity.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Friendster – IMADIKLUS COMUNITY" >Friendster – IMADIKLUS COMUNITY</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Yang belom bergabung silah kan mampir di sini http://profiles.friendster.com/imadiklus</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/undangan-kongres-nasional-imadiklus-unesa-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: UNDANGAN KONGRES NASIONAL IMADIKLUS UNESA 2009" >UNDANGAN KONGRES NASIONAL IMADIKLUS UNESA 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">UNDANGAN KONGRES NASIONAL IMADIKLUS UNESA 2009 Silahkan di download disini jika ada kesulitan mohon sms ke 085...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/05/imadiklus-mendapat-sk-dikti.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS MENDAPAT SK DIKTI" >IMADIKLUS MENDAPAT SK DIKTI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setelah beberapa tahun menjadi salah satu cita cita  kini menjadi kenyataan sudah IMADIKLUS Kita sudah menjad...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/10/ronggo-vs-rery.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ronggo VS Rery" >Ronggo VS Rery</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Saat ini dan skarang ini saya lagi sama rery ( mantan ketua IMADIKLUS malang ) bagiku Imadiklus bukan merupaka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/imadiklus-dipercaya-sebagai-depeloper-web-ipabi-indonesia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA" >IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">IMADIKLUS di percaya sebagai depeloper web IPABI INDONESI yang beralamatkan di http://ipabipusat.org/ dengan h...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Panduan mengelola web IMADIKLUS" >Panduan mengelola web IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dengan Berbekal Komputerlipat Hasil Dari Menang Lombablog Imadiklus Makasa Saya Berinisiatif Untuk Membuat Ebo...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/notulen-rapat-online-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Notulen rapat ONLINE IMADIKLUS" >Notulen rapat ONLINE IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Karena mangingat IMADIKLUS yang terdiri dari berbagai wilayah yang terbentang luas di indonesia maka IMADIKLUS...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/01/imadiklus-bagiku.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS BAGIKU" >IMADIKLUS BAGIKU</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">IMADIKLUS bagi ku bukan hanya sebuah organisasi yang blom besar Imadiklus versi tanpatinta IMADIKLUS adalah te...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja organisasi">kemeja organisasi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja angkatan">kemeja angkatan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja imadiklus">kemeja imadiklus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja tim">kemeja tim</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja">kemeja</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja mahal">kemeja mahal</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kaos imadiklus">kaos imadiklus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="imadiklus">imadiklus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="disain kemeja">disain kemeja</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html" title="kemeja kerja lapangan">kemeja kerja lapangan</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/11/kemeja-imadiklus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 04:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2412</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pendidikan</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan budi mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada intinya pendidikan adalah suatu proses yang disadari untuk mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan untuk siap hidup ditengah-tengah masyarakat. Prinsip dasar dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani dan mampu menghadapi problema yang dihadapi tanpa rasa tertekan, mampu, dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi, sehingga terdorong untuk memelihara diri sendiri maupun hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.<a href="http://www.jugaguru.com/images.php/gambar/article/content/1121/"><img class="alignright" src="http://www.jugaguru.com/images.php/gambar/article/content/1121/" alt=" Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" width="255" height="299" title="Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan atau belajar adalah sebagai proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming) bukan proses untuk dibentuk (process of beings haped) menurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran apa yang mereka inginkan, mencari apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan itu, menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, dan merencanakan serta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keputusan itu. Dapat dikatakan disini tugas pendidik pada umumnya adalah menolong orang belajar bagaimana memikirkan diri mereka sendiri, mengatur urusan kehidupan mereka sendiri dan mempertimbangkan pandangan dan interest orang lain. Dengan singkat menolong orang lain untuk berkembang dan matang. Dalam andragogi, keterlibatan orang dewasa dalam proses belajar jauh lebih besar, sebab sejak awal harus diadakan suatu diagnosa kebutuhan, merumuskan tujuan, dan mengevaluasi hasil belajar serta mengimplementasikannya secara bersama-sama. Berdasarkan<br />
pengertian ini pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu kegiatan pendidikan disamping bimbingan dan latihan</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membantu penyediaan pendidikan bagi masyarakat yang karena sesuatu hal tidak terlayani dalam jalur sekolah formal. Secara konsep pendidikan nonformal harus bertumpu pada kebutuhan masyarakat, bukan pada keinginan pemerintah (Aliasar 2005). Artinya bahwa sebelum program pendidikan masyarakat dikembangkan perlu dipahami dengan benar apa dan bagaimana kebutuhan masyarakat sesungguhnya. Untuk itu perlu kajian analisis kebutuhan (need assesment) sehingga program yang disuguhkan kepada masyarakat betul-betul mereka butuhkan dan ditunjang dengan sumber daya alam sekitarnya yang dapat menunjang kepada kompetensi yang mereka miliki. Begitupun untuk pengelolaannya harus diserahkan pada masyarakat, dominasi pemerintah harus dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan berbasis masyarakat pada dasarnya dirancang oleh masyarakat untuk membelajarkan dirinya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya, dan dengan demikian konsep pendidikan berbasis masyarakat menjadi “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”. Menurut Young, (1980) mengatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat menekankan pada pentingnya pemahaman akan kebutuhan masyarakat dan cara pemecahan oleh masyarakat dengan menggunakan potensi yang ada di lingkungannya. Aspek yang sangat penting dalam pendidikan berbasis masyarakat anatara lain pendidikan sepanjang hayat, keterlibatan masyarakat, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, dan pemanfaatan sumber daya yang kurang termanfaatkan sebagai tempat sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Brookfield (1987) membandingkan antara pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) dengan pendidikan berbasis sekolah (school-based education). Antara lain ditunjukkan bahwa kurikulum pendidikan berbasis masyarakat terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, masalah yang diangkat harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, urutan pembelajarannya tergantung pada warga belajar, waktu belajarnya fleksibel, menggunakan konsep keterampilan fungsional, menggunakan pendekatan andragogi (pendidikan orang dewasa), dan tidak mengutamakan ijazah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang berada di masyarakat, pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masyarakat, memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat, dan menuntut partisipasi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Metode pembelajaran orang dewasa<br />
Konsep dan metode pembelajaran orang dewasa adalah dengan membelajarkan orang dewasa melalui pendidikan orang dewasa harus dilakukan dengan metode dan strategi yang sesuai yang disebut dengan metode andragogi. Orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. Harus dipahami bahwa orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aspek penting dalam pendidikan saat ini yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di seputar pendidikan murid sekolah yang relatif berusia muda. Kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan baik pendidikan informal maupun nonformal, misalnya pendidikan dalam bentuk keterampilan, kursus-kursus, penataran dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah yang sering muncul adalah bagaimana kiat, dan strategi membelajarkan orang dewasa yang notabene tidak menduduki bangku sekolah. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri ini mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain. Dengan begitu apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya tertekan dan merasa tidak senang. Karena orang dewasa bukan anak kecil, maka pendidikan bagi orang dewasa tidak dapat disamakan dengan pendidikan anak sekolah. Perlu dipahami apa pendorong bagi orang dewasa belajar, apa hambatan yang dialaminya, apa yang diharapkannya, bagaimana ia dapat belajar paling baik dan sebagainya (Lunandi, 1987).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemahaman terhadap perkembangan kondisi psikologi orang dewasa tentu saja mempunyai arti penting bagi para pendidik dan tenaga pendidik pendidikan nonformal dalam menghadapi orang dewasa sebagai siswa. Berkembangnya pemahaman kondisi psikologi orang dewasa semacam itu tumbuh dalam teori yang dikenal dengan nama andragogi. Andragogi sebagai ilmu yang memiliki dimensi yang luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Secara singkat teori ini memberikan dukungan dasar yang esensial bagi kegiatan pembelajaran orang dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan atau usaha pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan baik melalui jalur formal ataupun luar nonformal memiliki daerah dan kegiatan yang beraneka ragam. Pendidikan orang dewasa terutama pendidikan masyarakat bersifat nonformal sebagian besar dari siswa atau pesertanya adalah orang dewasa, atau paling tidak pemuda atau remaja. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan memerlukan pendekatan tersendiri. Dengan menggunakan teori andragogi kegiatan atau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan atau realisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu masalah dalam pengertian andragogi adalah pandangannya yang mengemukakan bahwa tujuan pendidikan itu bersifat mentransmisikan pengetahuan. Tetapi di lain dengan perubahan yang yang sangat cepat seperti inovasi dan perkembangan teknologi,  perubahan sistem, budaya,  ekonomi, dan perkembangan politik. Maka pengetahuan yang diperoleh seseorang ketika remaja akan menjadi usang ketika ia dewasa. Hal ini menuntut perubahan yang berkelanjutan (sustainability) bagi pendidik.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa<br />
Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa dan kendala –kendala yang sering dialami dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut;<br />
1. Pada banyak praktek, pembelajaran untuk orang dewasa dilakukan sama saja dengan pemelajaran anak. Prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan orang dewasa. Hampir semua yang diketahui mengenai belajar ditarik dari penelitian belajar yang terkait dengan anak. Begitu juga mengenai mengajar, ditarik dari pengalaman mengajar anak-anak misalnya dalam kondisi wajib hadir dan semua teori mengenai transaksi guru dan siswa didasarkan pada suatu definisi pendidikan sebagai proses pemindahan kebudayaan. Namun, orang dewasa dengan berbagai latar belakang budaya adalah sebagai pribadi yang sudah matang, dan mempunyai kebutuhan lain dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya. Mereka merasa malu untuk belajar, apalagi kalau yang mengajar mereka lebih muda dari mereka.<br />
2. Pendidikan orang dewasa dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan, meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.<br />
3. Pertumbuan orang dewasa dimulai pertengahan masa remaja (adolescence) sampai dewasa, di mana setiap individu tidak hanya memiliki kecenderungan tumbuh kearah menggerakkan diri sendiri tetapi secara aktual dia menginginkan orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang mandiri yang memiliki identitas diri. Dengan begitu orang dewasa tidak menginginkan orang memandangnya apalagi memperlakukan dirinya seperti anak-anak. Dia mengharapkan pengakuan orang lain akan otonomi dirinya, dan dijamin ketentramannya untuk menjaga identitas dirinya dengan penolakan dan ketidaksenangan akan setiap usaha orang lain untuk menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan terhadap dirinya. Tidak seperti anak-anak yang beberapa tingkatan masih menjadi objek pengawasan, pengendalian orang lain yaitu pengawasan dan pengendalian orang dewasa yang berada di sekeliling, terhadap dirinya.<br />
4. Pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Uraian di atas sesuai dengan konsepsi Rogers dalam Knowlws (1983) mengenai belajar lebih bersifat client centered. Dalam pendekatan ini Roger mendasarkan pada beberapa hipotesa berikut ini yang merupakan rekomendasi dalam proses pelaksanaan pendidikan yang mengandung pendidikan:<br />
1.Bahwa setiap individu hidup dalam dunia pengalaman yang selalu berubah dimana dirinya sendiri adalah sebagai pusat, dan semua orang mereaksi seperti dia mengalami dan mengartikan pengalaman itu. Ini berarti bahwa dia menekankan bahwa makna yang datang dari makna yang dimiliki. Dengan begitu, belajar adalah belajar sendiri dan yang tahu seberapa jauh dia telah menguasai sesuatu yang dipelajari adalah dirinya sendiri. Dengan hipotesa semacam ini maka dalam kegiatan belajar, keterlibatan peserta didik secara aktif mempunyai kedudukan sangat penting dan mendalam.<br />
2.Seseorang belajar dengan penuh makna hanya apabila sesuatu yang dia pelajari bermanfaat dalam pengembangan struktur dirinya. Hal ini menekankan pentingnya program belajar yang relevan dengan kebutuhannya, yaitu yang memberi manfaat bagi dirinya. Artinya tidak sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi yang lebih pokok adalah memperoleh keteramplian yang dapat menunjang hidupnya saat itu.<br />
3.Penciptaan iklim yang menyenangkan, penerimaan, dan saling bantu dengan menanamkan kepercayaan dan tanggung jawab.<br />
4.Perbedaan persepsi setiap individu diberikan perlindungan. Ini berarti di samping perlunya memberikan iklim belajar yang aman, juga perlu pengembangan otonomi kepada setiap individu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, terkandung di dalamnya perwujudan yang ingin dikembangkan dalam aktivitas kegiatan pendidikan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan,</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan perilaku dalam pembelajaran terjadi melalui adanya proses pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan dirinya sebagai individu, dan dalam hal ini, sangat memungkinkan adanya partisipasi dalam kehidupan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, maupun kesejahteraan bagi orang lain, disebabkan produktivitas yang lebih meningkat. Bagi peserta didik pemenuhan kebutuhannya sangat mendasar, sehingga setelah kebutuhan itu terpenuhi ia dapat beralih ke arah usaha pemenuhan kebutuhan lain yang lebih masih diperlukannya sebagai penyempurnaan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya setiap individu wajib terpenuhi kebutuhannya yang paling dasar (sandang dan pangan), sebelum ia mampu merasakan kebutuhan yang lebih tinggi sebagai penyempurnaan kebutuhan dasar tadi, yakni kebutuhan keamanaan, penghargaan, harga diri, dan aktualisasi dirinya. Bilamana kebutuhan paling dasar yakni kebutuhan fisik berupa sandang, pangan, dan papan belum terpenuhi, maka setiap individu belum membutuhkan atau merasakan apa yang dinamakan sebagai harga diri. Setelah kebutuhan dasar itu terpenuhi, maka setiap individu perlu rasa aman jauh dari rasa takut, kecemasan, dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya, sebab ketidakamanan hanya akan melahirkan kecemasan yang berkepanjangan. Kemudian kalau rasa aman telah terpenuhi, maka setiap individu butuh penghargaan terhadap hak azasi dirinya yang diakui oleh setiap individu di luar dirinya. Jika kesemuanya itu terpenuhi barulah individu itu merasakan mempunyai harga diri. Dalam kaitan ini, tentunya pendidikan orang dewasa yang memiliki harga diri dan jati dirinya membutuhkan pengakuan, dan itu akan sangat berpengaruh dalam proses belajarnya. Secara psikologis, dengan mengetahui kebutuhan orang dewasa sebagai peserta kegiatan pendidikan/pelatihan, maka akan dapat dengan mudah dan dapat ditentukan kondisi belajar yang harus diciptakan, isi materi apa yang harus diberikan, strategi, teknik serta metode apa yang cocok digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti telah disebutkan di atas bahwa dalam diri orang dewasa sebagai siswa yang sudah tumbuh kematangan konsep dirinya timbul kebutuhan psikologi yang mendalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi utuh yang mengarahkan dirinya sendiri. Namun, tidak hanya orang dewasa tetapi juga pemuda atau remaja juga memiliki kebutuhan semacam itu. Sesuai teori Peaget (1959) mengenai perkembangan psikologi dari kurang lebih 12 tahun ke atas individu sudah dapat berfikir dalam bentuk dewasa yaitu dalam istilah dia sudah mencapai perkembangan pikir formal operation. Dalam tingkatan perkembangan ini individu sudah dapat memecahkan segala persoalan secara logik, berfikir secara ilmiah, dapat memecahkan masalah-masalah verbal yang kompleks atau secara singkat sudah tercapai kematangan struktur kognitifnya. Dalam periode ini individu mulai mengembangkan pengertian akan diri (self) atau identitas (identitiy) yang dapat dikonsepsikan terpisah dari dunia luar di sekitarnya. Berbeda dengan anak-anak, di sini remaja (adolescence) tidak hanya dapat mengerti keadaan benda-benda di dekatnya tetapi juga kemungkinan keadaan benda-benda itu di duga. Dalam masalah nilai-nilai remaja mulai mempertanyakan dan membanding-bandingkan. Nilai-nilai yang diharapkan selalu dibandingkan dengan nilai yang aktual. Secara singkat dapat dikatakan remaja adalah tingkatan kehidupan dimana proses semacam itu terjadi, dan ini berjalan terus sampai mencapai kematangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu jelaslah kiranya bahwa setiap orang (tidak hanya orang dewasa) memiliki kemampuan memikirkan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa terdapat keadaan yang bertentangan antara nilai-nilai yang dianut dan tingkah laku orang lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan sejak pertengaham masa remaja individu mengembangkan apa yang dikatakan &#8220;pengertian diri&#8221; (sense of identity).</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Rogers (1983) mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi kedua, sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya lebih banyak dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi ketiga, bahwa pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu, sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992). Sejalan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik, tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi keempat, bahwa anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah hidupnya.<br />
Pembahasan</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa dapat efektif (lebih cepat dan melekat pada ingatannya), bilamana pembimbing (tutor, pengajar, pamong, instruktur, dan sejenisnya) tidak terlalu mendominasi kelompok kelas, mengurangi banyak bicara, namun mengupayakan agar individu orang dewasa itu mampu menemukan alternatif-alternatif untuk mengembangkan kepribadian mereka. Seorang pembimbing yang baik harus berupaya untuk banyak mendengarkan dan menerima gagasan seseorang, kemudian menilai dan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang dewasa pada hakekatnya adalah makhluk yang kreatif bilamana seseorang mampu menggerakkan/menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam upaya ini, diperlukan keterampilan dan kiat khusus yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Di samping itu, orang dewasa dapat dibelajarkan lebih aktif apabila mereka merasa ikut dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, terutama apabila mereka dilibatkan memberi sumbangan pikiran dan gagasan yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki harga diri di depan sesama temannya. Artinya, orang dewasa akan belajar lebih baik apabila pendapat pribadinya dihormati, dan akan lebih senang kalau ia boleh sumbang saran pemikiran dan mengemukakan ide pikirannya, daripada pembimbing melulu menjejalkan teori dan gagasannya sendiri kepada mereka.<br />
Percaya diri</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena sifat belajar bagi orang dewasa adalah bersifat subjektif dan unik, maka terlepas dari benar atau salahnya, segala pendapat, perasaan, pikiran, gagasan, teori, sistem nilainya perlu dihargai. Tidak menghargai (meremehkan dan menyampingkan) harga diri mereka, hanya akan mematikan gairah belajar orang dewasa. Namun demikian, pembelajaran orang dewasa perlu pula mendapatkan kepercayaan dari pembimbingnya, dan pada akhirnya mereka harus mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Tanpa kepercayaan diri tersebut, maka suasana belajar yang kondusif tak akan pernah terwujud.<br />
Sistem nilai</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dewasa memiliki sistem nilai yang berbeda, mempunyai pendapat dan pendirian yang berbeda. Dengan terciptanya suasana yang baik, mereka akan dapat mengemukakan isi hati dan isi pikirannya tanpa rasa takut dan cemas, walaupun mereka saling berbeda pendapat. Orang dewasa mestinya memiliki perasaan bahwa dalam suasana/ situasi belajar yang bagaimanapun, mereka boleh berbeda pendapat dan boleh berbuat salah tanpa dirinya terancam oleh sesuatu sanksi (dipermalukan, pemecatan, cemoohan, dll). Dalam konteks ini harus dipahami latar belakang dan budaya mereka, serta kondisi ekonominya.<br />
Keterbukaan</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan seorang pembimbing sangat membantu bagi kemajuan orang dewasa dalam mengembangkan potensi pribadinya di dalam kelas, atau di tempat pelatihan. Sifat keterbukaan untuk mengungkapkan diri, dan terbuka untuk mendengarkan gagasan, akan berdampak baik bagi kesehatan psikologis, dan psikis mereka. Di samping itu, harus dihindari segala bentuk akibat yang membuat orang dewasa mendapat ejekan, hinaan, atau dipermalukan. Jalan terbaik hanyalah diciptakannya suasana keterbukaan dalam segala hal, sehingga berbagai alternatif kebebasan mengemukakan ide/gagasan dapat diciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal lainnya, tidak dapat dinafikan bahwa orang dewasa belajar secara khas dan unik. Faktor tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan yang terkendali harus diakui sebagai hak pribadi yang khas sehingga keputusan yang diambil tidak harus selalu sama dengan pribadi orang lain. Kebersamaan dalam kelompok tidak selalu harus sama dalam pribadi, sebab akan sangat membosankan kalau saja suasana yang seakan hanya mengakui satu kebenaran tanpa adanya kritik yang memperlihatkan perbedaan tersebut. Oleh sebab itu, latar belakang pendidikan, latar belakang kebudayaan, dan pengalaman masa lampau masing-masing individu dapat memberi warna yang berbeda pada setiap keputusan yang diambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang dewasa, terciptanya suasana belajar yang kondusif merupakan suatu fasilitas yang mendorong mereka mau mencoba perilaku baru, berani tampil beda, dapat berlaku dengan sikap baru dan mau mencoba pengetahuan baru yang mereka peroleh. Walaupun sesuatu yang baru mengandung resiko terjadinya kesalahan, namun kesalahan, dan kekeliruan itu sendiri merupakan bagian yang wajar dari belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, orang dewasa ingin tahu apa arti dirinya dalam kelompok belajar itu. Bagi orang dewasa ada kecenderungan ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan demikian, diperlukan adanya evaluasi bersama oleh seluruh anggota kelompok dirasakannya berharga untuk bahan renungan, di mana renungan itu dapat mengevaluasi dirinya dari orang lain yang persepsinya bisa saja memiliki perbedaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerjasama<br />
Untuk itu perlu dikembangkan  konsep Masyarakat Belajar (learning community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh  dari kerjasama dengan orang lain. Ketika seorang anak baru belajar memainkan game pada alat elektroniknya, ia bertanya kepada temannya “Bagaimana caranya? Tolong bantuin, aku!” Lalu temannya yang sudah biasa, menunjukkan cara mengoperasikan alat itu. Maka, dua orang itu sudah membentuk masyarakat belajar (learning community). Hal-hal seperti ini menjadi penting sebagai sebuah konsep dasar dalam pembelajaran pada pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antara teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang ini, di kelas ini, disekitar sini, juga orang-orang yang ada di luar sana, semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelompok-kelompok yang anggotanya hetorogen seharusnya anak yang terampil/kaya ide  membantu yang tidak mampu, yang pandai mengajari yang lemah dan begitu seterusnya.  Proses ini akan memberikan perubahan perilaku (entering behavior).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam interaksi seperti ini dalam “Masyarakat belajar” perlu komunikasi dua arah. “Seorang pendidik yang mengajar siswanya” bukan contoh masyarakat belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah, yaitu informasi hanya datang dari pendidik ke arah siswa, tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari pendidik yang datang dari arah siswa. Dalam masyarakat belajar, dua kelompok (atau lebih) yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungannya dengan masyarakat belajar adalah;<br />
1.Untuk membantu masyarakat menghadapi sesuatu secara objektif<br />
2.Untuk memperlengkapi orang dewasa dengan keterampilan memecahkan masalah<br />
3.Untuk membantu masyarakat dalam merubah kondisi sosial mereka<br />
4.Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang diperlukan guna melengkapi kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan saling belajar (kerjasama) ini bisa terjadi apabila tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa sungkan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap paling tahu, semua pihak harus saling mendengarkan. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain, maka setiap orang lain bisa manjadi sumber belajar, dan ini berarti bahwa setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya dalam membentuk masyarakat belajar, konsep pilar belajar dari UNESCO (1996:71) perlu dikembangkan seperti;  learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together, and learning to believe in God, yang merupakan akumulasi dari berbagai pengetahuan keterampilan yang diperoleh sejak masa kanak-Manusia yang telah dibekali dengan pilar Learning to know akan memiliki sejumlah pengetahuan dan ketrampilan berpikir. Gabungan pengetahuan dan ketrampilan berpikir tersebut dapat dikembangkannya untuk kemampuan berbuat, meningkatkan kualitas diri, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dan peningkatan kualitas hidup sebagai makhluk yang beragama. 2)  Learning to do, dalam kehidupan manusia adalah adanya dorongan untuk berkreasi, memecahkan masalah dan mengadakan inovasi-inovasi. Dasar ini berangkat dari adanya pengetahuan yang dimiliki yang digunakannya untuk identitas dirinya dan kemaslahatan orang banyak berdasarkan kepercayaan yang dimilikinya. 3) Learning to be, menjadikan manusia hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan pada pihak lain. Berdasarkan hal ini, manusia mempunyai kebebasan untuk mendapatkan sesuatu atau bertindak. Atas dasar ini manusia tersebut bebas memilih ilmu apa yang ingin didapatkannya, bebas menentukan dalam bekerjasama dengan orang lain yang didasarkan atas norma-norma atau ajaran agama yang dianutnya. 4) Learning to live together, bahwa manusia mempunyai keselarasan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara bersama-sama mampu mendapatkan sejumlah pengetahuan, mampu berbuat secara bersama-sama dengan tetap menghargai perbedaan individu dan potensi masing-masing dalam kerangka bekerja bersama. Seluruh pekerjaan tersebut dapat dipertangjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 5) learning to believe in God, bahwa manusia mempunyai pegangan yang universal dalam berhubungan dengan lingkungannya dan berhubungan dengan penciptanya. Dalam artian ini bahwa pengetahuan yang dicari seseorang harus dapat memberi manfaat untuk isi alam itu sendiri, dan bagaimana mengelolanya untuk kebaikan bersama secara berkelanjutan (sustainable), yang secara religius dapat dipertanggungjawabkannya kepada Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh pilar-pilar di atas merupakan kerangka dasar yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran orang dewasa dalam rangka mendorong terwujudnya struktur dan kultur masyarakat belajar sepanjang hayat, sehingga setiap orang nantinya akan memiliki kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan amanat  undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa; Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftar Pustaka<br />
Aliasar (2005). Diskriminasi Dalam Pelayanan Pendidikan pada Sekolah Inklusif. Makalah disampaikan pada Seminar Analisis dengan peserta dari Dinas / Instansi terkait dalam pengembangan pPendidikan Nasional., Padang.<br />
Aliasar dan Jamaris Jamna (2005).  Catatan dari bahan perkuliahan Pendidikan Berkelanjutan. Padang: Program Doktor Pascasarjana-UNP.<br />
Maslow, Abraham H.1966, Motivation And Personality, New York : Harper And Row Publishers.<br />
Piaget, J. (1970). Genetic Epistemology. New York: Columbia University Press<br />
Rogers, Everett M.1983. Diffusion of Inovation, London : MacMillan Pub.<br />
Komisi Internasional Tentang Pendidikan untuk abad XXI, 1996, Belajar : Harta Karun di Dalamnya, Laporan Kepada UNESCO, Jakarta, Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO</p>
<p style="text-align: justify;">UU.Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, BP. Cipta Jaya</p>
<p style="text-align: justify;">Young, Kimbal. 1980 Social Psychology, Apleton Century<br />
Berbagai sumber Internet.</p>
<p style="text-align: justify;">(Drs. Harizal, M.Pd)</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/02/lawan-stigma-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lawan Stigma PLS" >Lawan Stigma PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bukan hal yang aneh ketika semua orang berpikiran pendidikan akan menghasilkan pekerjaan. Orang kuliah selama ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/merubah-konsep-pandangan-pendidikan-non-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal" >Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">MERUBAH KONSEP PANDANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL
 

Habib Prastyo
Abstract: Education which is provided by t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peranan-tutor-dalam-meningkatkan-motivasi-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR" >PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SANTI PURWANTI. PERANAN TUTOR DALAM
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN KE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lebih Mengenal Andragogi" >Lebih Mengenal Andragogi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Lebih Mengenal Andragogi  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/peduli-buta-aksara-dewi-hughes-buka-taman-bacaan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan" >Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Desak Made Hugeshia Dewi atau yang akrab disapa dengan Dewi Hughes belum lama ini telah mendirikan taman bacaa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/transkeho-sebagai-pembelajaran-keaksaraan-fungsional.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional" >Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Transkeho Sebagai Pembelajaran
Keaksaraan Fungsional
Andriyana Dwi Astuti*
Akhmad Aqil Aziz*
Abstract

B...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" >Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar pe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="konsep pendidikan orang dewasa">konsep pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="materi pendidikan orang dewasa">materi pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="makalah pendidikan orang dewasa">makalah pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="Artikel Pendidikan Orang Dewasa">Artikel Pendidikan Orang Dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="pengertian pendidikan orang dewasa">pengertian pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="orang dewasa">orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="ARTIKEL PENDIDIKAN MASYARAKAT">ARTIKEL PENDIDIKAN MASYARAKAT</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="artikel tentang masyarakat belajar">artikel tentang masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="artikel masyarakat belajar">artikel masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="definisi pendidikan orang dewasa">definisi pendidikan orang dewasa</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan mengelola web IMADIKLUS</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2010 08:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronggo Tunjung Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemanfaatan TIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[Dengan Berbekal Komputerlipat Hasil Dari Menang Lombablog Imadiklus Makasa Saya Berinisiatif Untuk Membuat Ebook Ini Tiap kepala beda isi tiap orang beda pemikiran aku tidak bias memaksa kamu untuk jadi... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img style="float: right;" src="http://imadiklus.com/wp-content/uploads/2009/12/IMADIKLUS-Ikatan_mahasiswa_pendidikan_luar_sekolah.jpg" alt="IMADIKLUS Ikatan mahasiswa pendidikan luar sekolah Panduan mengelola web IMADIKLUS" width="200" height="218" title="Panduan mengelola web IMADIKLUS" />Dengan Berbekal Komputerlipat Hasil Dari Menang Lombablog Imadiklus Makasa Saya Berinisiatif Untuk Membuat Ebook Ini   Tiap kepala beda isi tiap orang beda pemikiran aku tidak bias memaksa kamu untuk jadi aku dan jangan paksa aku untuk seperti kamu, sekarang bukan saatnya kita untuk mengeluh dan buakan saatnya Cuma ngomong, aku tunggu tindakan teman teman semua untuk imadiklus yang lebih baik, lewat ebook ini dan web imadiklus merupakan salah satu sarana sosislisasi kita terhadap dunia luar akan keberadaan dan eksistensi kita di harapkan setelah dibuatnya ebook ini akan memunculkan semangat menulis dan berbagi tentang dunia ke PLSan, sehingga secara tidak langsung kita juga mensosialisasikan PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH  Kemasyarakat luas</p>
<blockquote>
<p style="background-color: #0bf3e5; text-align: center;"><strong>Oke makasih teman teman dan di tunggu partisipasinya Jangn lipa gabung di acon FB imadiklus</strong></p>
</blockquote>
<ol>
<li>Facebook imadiklus <a href="http://fb.imadiklus.com/" target="_blank">http://fb.imadiklus.com/</a></li>
<li>Grup IMADIKLUS <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=120642680287" target="_blank">http://www.facebook.com/group.php?gid=120642680287</a></li>
</ol>
<p>Untuk download silah kan jangan lupa komen ya  Note: There is a file embedded within this post, please visit this post to download the file.</p>
<p>Sumber asli</p>
<p><a href="http://imadiklus.com/panduang-mengelola-web-imadiklus"><span id="sample-permalink">http://imadiklus.com/</span>panduang-mengelola-web-imadiklus</a></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-pendidikan-keaksaraan-keluarga-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan pendidikan keaksaraan keluarga 2010" >Acuan pendidikan keaksaraan keluarga 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Pendidikan      Keaksaraan       Keluarga      merupakan        upaya pe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/penulisan-artikel-dan-naskah-andragogia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penulisan artikel dan naskah Andragogia" >Penulisan artikel dan naskah Andragogia</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Yu teman teman Imadiklus kita sumbang tulisan kepada redaksi jurnal andragogia dan redaksi harhonia, tunjukan ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/jadikan-fbmu-berlangganan-blog-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Salah satu cara sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah" >Salah satu cara sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Tiap kali IMADIKLUS  membuat post baru maka akan terlihat pada facebook news feed, dan menurut saya itu bisa m...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-bantuan-inovasi-akrab-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Bantuan Inovasi AKRAB 2010" >Acuan Bantuan Inovasi AKRAB 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">A. Pengertian


	 Inovasi  Aksara  Agar  Berdaya   merupakan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan yan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/09/download-contoh-soal-cpns-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: DOWNLOAD CONTOH SOAL CPNS 2010" >DOWNLOAD CONTOH SOAL CPNS 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Panduan Tata Cara Download Gratis Prediksi Soal Test CPNS 2009 Terbaru
Sebelum memulai Proses Download Gratis...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/hasil-kongres-ii-surabaya-ikatan-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah-se-indonesia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: HASIL  Kongres  Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia 2009" >HASIL  Kongres  Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Gedung PKTK di kota pahlawan menjadi saksi bisu akan salah satu keberhasilan kita diakhir tahun 2009 IMADIKLUS...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/09/dirjen-paudni-dirangkap-fasli-jalal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Dirjen PAUDNI Dirangkap Fasli Jalal" >Dirjen PAUDNI Dirangkap Fasli Jalal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal terhitung mulai Jumat (5/8/2011), menjabat sebagai Pelaksana Tug...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/04/seminar-otonomi-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Seminar Otonomi Masyarakat" >Seminar Otonomi Masyarakat</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">serang, (8/4/11) Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk dan meningkatkan  kualitas SDM. Otonomi dae...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-pendidikan-kewirausahaan-perempuan-berbasis-potensi-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Pendidikan kewirausahaan perempuan berbasis potensi  lokal" >Acuan Pendidikan kewirausahaan perempuan berbasis potensi  lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian
Pendidikan kewirausahaan  perempuan  berbasis   potensi  lokal merupakan upaya untuk pemberda...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="panduan pengeolaan website">panduan pengeolaan website</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="IMADIKLUS">IMADIKLUS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="pendidikan luar sekolah">pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="panduan mengelola website">panduan mengelola website</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="PANDUAN PENGELOLAAN WEBSITE">PANDUAN PENGELOLAAN WEBSITE</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="mengelola web">mengelola web</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="panduan mengelola web">panduan mengelola web</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="pedoman pengelolaan web">pedoman pengelolaan web</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="panduang mengelola website sekolah">panduang mengelola website sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html" title="panduan web imadiklus">panduan web imadiklus</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/10/panduang-mengelola-web-imadiklus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 18:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imadiklus Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2268</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa tapi tidak jelas kemana mereka dapat diserap ? Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://img801.imageshack.us/img801/7512/924201011300am.jpg"><img class="alignleft" src="http://img801.imageshack.us/img801/7512/924201011300am.jpg" alt="924201011300am Setiap tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa" width="233" height="164" title="Setiap tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa" /></a><strong>Setiap tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa tapi tidak jelas kemana mereka dapat diserap ?</strong> Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil.  Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah ruh perjuangan untuk  membantu dan membangun masyarakat mencapai <em>“life long education”</em>.  Melalui PLS, saya berharap dapat berkontribusi lebih menciptakan SDM  yang berkualitas. Menjadikan Pendidikan di Indonesia kembali bangkit.  Khususnya, bagi mereka yang tidak tertampung di Pendidikan Formal.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi,  membaca status tadi sore dari seorang yang terbilang cukup ternama (Bpk  Fauzi Eko Pranyono) menyampaikan dari Dirjen PNFI yang isinya: <em>“<strong>setiap  tahun jurusan PLS meluluskan mahasiswa tapi tidak jelas kemana mereka  dapat diserap, sebenarnya ini adalah kampanye geratis bagi kematian  jurusan PLS. Upayakan jurusan pendekatan dengan pemkab/pemkot  se-Indonesia untuk mengalokasikan 1-2 saja sarjana PLS, ini sudah luar  biasa!”.</strong></em> Saya tidak dapat membayangkan, bagaimana nasib  sarjana PLS kedepan nanti. Jika Dirjen PNFI nya saja bisa menyampaikan  demikian. Apakah memang sudah tidak dapat diperjuangkan lagi?. Hal ini  membuat hati saya risau dan panik. Mau dibawa kemana lulusan PLS nanti?,  jika formasi lulusan PLS untuk menjadi PNS tidak terbuka lebar.  Bagaimana nasib teman-teman dan adek-adek saya di PLS, yang kini sedang  semangat-semangatnya untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin plesetan <em>PLS  “pendidikan luas sekali, pendidikan luwes sekali”</em> memberikan  alasan logis. Karena nyatanya lulusan PLS dapat diterima dimana saja  (tidak sesuai bidang keilmuan), atau karena terlalu luas ilmu yang  dipelajari menjadi susah mencari kerja. Siapa yang mampu menjawab  kegelisahan ini?.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika seperti itu, lantas siapa yang  bertanggung jawab pula atas hal ini?.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah sudah  tidak ada harapan lagi bagi lulusan PLS untuk menjadi PNS?. Padahal  setahu saya, sekarang ini semakin banyak saja mahasiswa yang masuk ke  jurusan PLS. Itu membuktikan bahwa PLS sudah tersosialisasi dengan baik.  Orang semakin banyak yang sadar, bahwa pendidikan sepanjang hayat itu  adalah penting. Bayangkan saja, bagaimana kalau pendidikan sepanjang  hayat tidak digarap dengan baik. Bagaimana nasib mereka para buta  aksara, lansia, kejar Paket A, B, atau C, dsb?. Tentu mereka hanya akan  menjadi orang yang tidak lagi memiliki masa depan yang pasti. Namun  berkat tangan-tangan PLS atau PNFI, mereka kembali mampu berdaya dan  mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kepada topik awal. Jika memang menurut  Dirjen PNFI lulusan PLS sudah tidak memiliki harapan, mengapa masih  dipertahankan?. Atau mungkin karena lulusan PLS sendiri yang dianggap  kurang kompeten?. Atau kurikulum perkuliahan PLS yang kurang sesuai  dengan kebutuhan di lapangan?. Atau ada permasalahan yang lebih besar  dari itu?. Saya kurang menahu soal itu. Namun jika menurut Dirjen PNFI  ada sesuatu yang kurang tepat, harapannya dapat<em> dirembug </em>secara  bersama-sama. Agar ada sinergisitas antara lulusan PLS dengan lembaga  PNFI. Mengenai kualifikasi seperti apa yang diharapkan dari lulusan PLS,  dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin benar, jika ada sebagian orang yang  berpendapat <em><strong>“lulusan PLS di doktrin saja untuk menjadi  PENGUSAHA”.</strong></em> Artinya, bahwa mereka dibelajarkan bukan untuk  menjadi tenaga kerja/PNS. Tapi sebagai pencipta lapangan kerja.  Contohnya, mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), LSM,  Kelompok Bermain (KB), PAUD, atau Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).  Mungkin itu yang perlu dipahamkan kepada mahasiswa PLS. Agar mereka  nantinya tidak kecewa dan berharap banyak pada formasi PNS yang belum  jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah, itupun kalau semua mahasiswa PLS memiliki  semangat yang sama. Kalau tidak?. Mereka hanya akan seperti air yang  mengalir dan mengikuti arus saja. Sehingga bagi saya, <em>life skill</em> bagi mahasiswa PLS adalah penting. Karena, siapa tidak mandiri maka  akan tertinggal.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika demikian, benar apa yang disampaikan Dirjen  PNFI. “<strong><em>Jurusan PLS perlu melakukan pendekatan dengan   pemkab/pemkot se-Indonesia untuk mengalokasikan 1-2 saja sarjana PLS,  ini sudah luar biasa!”</em></strong> <strong><em>. </em></strong>Setidaknya  ada formasi yang dikhususkan untuk jurusan PLS. Agar nasib lulusan PLS  ke depan nanti mampu berdaya guna. Namun, menurut saya ini bukan  sepenuhnya tanggungjawab dari jurusan PLS semata. Akan tetapi, peran  semua elemen yang terlibat didalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-*****&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk  teman-teman, adek-adekku di PLS tetaplah berjuang. Tulisan ini bukan  bermaksud untuk mengendorkan semangat kalian di PLS. Tapi ini adalah  sebuah <strong>refleksi bersama</strong>.  Bahwa <strong>masih ada PR besar bagi  kita. Bagi Dirjen PNFI, Jurusan PLS, Lembaga PNFI, juga mahasiswa PLS</strong>.  Tantangan ke depan akan semakin sulit. Kita harus menjadi manusia yang  super kreatif. Agar kita tidak tersingkirkan oleh jaman. Pasti akan ada  jalan untuk kita berkontribusi. Tidak menjadi PNS pun tidak masalah.  Marilah kita bekerja dengan hati untuk membangun masyarakat pembelajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya  hanya bisa berpesan kepada para petinggi-petinggi PNFI dan Jurusan PLS  yang memiliki kekuasaan di atas, agar senantiasa memperjuangkan kami dan  mensosialisasikan jurusan PLS dengan baik. Karena, bagaimanapun juga  PLS adalah ruh untuk mencapai pendidikan sepanjang hayat. Percayalah  pada kami, kami pun mampu. Salam optimiz…J</p>
<p style="text-align: justify;">Mohon maaf  jika melalui tulisan ini ada pihak-pihak yang kurang berkenan. Tulisan  ini saya tulis semata-mata karena kegelisahan saya akan nasib lulusan  PLS. Saya mengajak semua pihak untuk membuka hati dan pikirannya. Mari  kita berjuang bersama. Cayo PLS&#8230;!!!</p>
<p style="text-align: justify;">By: Fitta Ummaya  Santi, S. Pd</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerhati Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI).  Alumnus S1 PLS UNY. Dan sekarang sedang menempuh Pascasarjana PLS di  UNY.</p>
<p style="text-align: justify;">Yogyakarta, 22 September 2010</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/04/jurusan-pendidikan-luar-sekolah-vs-otonomi-daerah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jurusan Pendidikan Luar Sekolah VS Otonomi daerah" >Jurusan Pendidikan Luar Sekolah VS Otonomi daerah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sejak tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana di atur dalam Undang Undang No.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah da...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/26-mahasiswa-pls-fip-um-ppl-terintegrasi-program-wajar-9-tahun.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: 26 Mahasiswa PLS FIP UM" >26 Mahasiswa PLS FIP UM</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">26 Mahasiswa PLS FIP UM PPL Terintegrasi Program Wajar 9 Tahun
(Malang, Warta Online) Sebanyak 26 mahasiswa J...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/diskusi-terfokus-dan-kesepekatan-antara-ipi-pusat-dpp-ipbi-dan-imadiklus-pusat-bagikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan" >Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sabtu, 09 Januari 2010 telah berlangsung Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara Ikatan Penilik Indonesia (IPI...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/mahasiswa-unnes-temui-dirjen-pnfi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mahasiswa Unnes Temui Dirjen PNFI" >Mahasiswa Unnes Temui Dirjen PNFI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">UNGARAN - Sejumlah mahasiswa Unnes Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Selasa (6/7), menemui Dirjen PNFI Dr...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/erman-syamsuddin-di-grup-fb-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Erman Syamsuddin Di grup FB IMADIKLUS" >Erman Syamsuddin Di grup FB IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Erman Syamsuddin
Erman Syamsuddin, lahir di Bukittinggi, 4 Maret 1957, merupakan anak kedua dari Syamsuddin S...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/pls-mau-dibawa-kemana-sebuah-refleksi-bersama.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PLS, Mau Dibawa Kemana?. Sebuah Refleksi Bersama." >PLS, Mau Dibawa Kemana?. Sebuah Refleksi Bersama.</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil.  Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/02/lawan-stigma-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lawan Stigma PLS" >Lawan Stigma PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bukan hal yang aneh ketika semua orang berpikiran pendidikan akan menghasilkan pekerjaan. Orang kuliah selama ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/audiensi-dengan-ditjen-pnfi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Audiensi dengan DITJEN PNFI" >Audiensi dengan DITJEN PNFI</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Peserta Imadiklus :
UNSAT = Panji, Deria, Farel, Novi, Heru, Angga
UIKA = Ani, Silvia, Evi
UNJ = Rizal, Dhi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/konsep-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: KONSEP IMADIKLUS" >KONSEP IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
HASIL
PRA KONGRES IMADIKLUS
Malang, 23 - 25 Juni 2006


A.   PENGANTAR
Imadiklus adalah suatu himpunan mahasi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/perlu-reformulasi-kurikulum-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Perlu Reformulasi Kurikulum PLS" >Perlu Reformulasi Kurikulum PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Postingan ini berkaitan dengan postingan sebelumnya yang berjudul Mahasiswa Unnes Temui Dirjen PNFI (mencapai ...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html" title="jurusan PLS">jurusan PLS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html" title="Fauzi Eko Pranyono">Fauzi Eko Pranyono</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html" title="APAKAH JURUSAN PLS BAGUS">APAKAH JURUSAN PLS BAGUS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html" title="faktor sarjana pls tidak dapat mendirikan">faktor sarjana pls tidak dapat mendirikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html" title="Kemana alumni PLS diserap">Kemana alumni PLS diserap</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/09/setiap-tahun-jurusan-pls-meluluskan-mahasiswa-tapi-tidak-jelas-kemana-mereka-dapat-diserap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

