<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IMADIKLUS &#187; Hasil Pencarian  &#187;  keterampilan+berbicara</title>
	<atom:link href="http://www.imadiklus.com/search/keterampilan+berbicara/feed/rss2/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imadiklus.com</link>
	<description>IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 18:27:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perkakas ‹ IMADIKLUS — WordPress</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 23:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asepsaepulhamdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2631</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sangat pesat dewasa ini, memungkinkan semua pihak dapat mengakses informasi yang melimpah dengan cepat dan mudah dari berbagai sumber informasi. Hal ini menuntut... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757134"></a><a name="_Toc269756959"></a></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757135"></a><a name="_Toc269756960"></a></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757136"></a><a name="_Toc269756961"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sangat pesat dewasa ini, memungkinkan semua pihak dapat mengakses informasi yang melimpah dengan cepat dan mudah dari berbagai sumber informasi.<span> </span>Hal ini menuntut semua warga masyarakat untuk memiliki kemampuan yang sangat mendasar yaitu kemampuan keaksaraan seperti membaca, menulis, berhitung dan berkomunikasi dalam bahasa indonesia yang bersifat fungsional sehingga dapat menggali, memperoleh, memilih dan mengelola informasi secara cerdas serta memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dan bertahan dalam situasi yang selalu berubah dan kompetitif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Buta aksara merupakan<span> </span>faktor penghambat utama<span> </span>bagi individu penyandangnya untuk bisa mengakses informasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikapnya.Akibatnya mereka tidak dapat bangkit dari himpitan kemiskinan dan keterpurukan dalam kehidupannya. Hal tersebut merupakan salah satu faktor dalam menentukan indeks pembangunan masyarakat ( IPM ) di suatu negara disamping faktor kesehatan dan daya beli masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;">Berdasarkan laporan dari United Nation Development Program ( UNDP )</span></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="vertical-align: top;" width="40" height="40"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span></p>
<table style="width: 100%;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;">
<p class="MsoNormal">1</p>
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[endif]--><span style="font-size: 12.0pt;">Tahun 2004 tentang Human Depelopment lndex ( HDI ), lndonesia menempati urutan ke 111 dari 117 negara ( Kusnadi dkk, 2005 ; 30 ) disebabkan masih tingginya angka buta aksara di negeri tercinta ini, dengan kata lain menunjukkan bahwa betapa rendahnya tingkat pendidikan masyarakat lndonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Komitmen Nasional yang secara tegas terformulasi dalam Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara lndonesia, yang melindungi segenap bangsa lndonesia dan seluruh tumpah darah lndonesia<span> </span>dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa …..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Sejalan dengan komitmen tersebut, Undang – Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Hal tersebut merupakan pendorong bagi seluruh elemen pemerintah<span> </span>dan masyarakat untuk meningkatkan derajat pendidikan, salah satunya yaitu melaksanakan<span> </span>Gerakan Nasional Percepatan pemberantasan Buta Aksara ( GNP-PBA ) yang dicanangkan Presiden bertepatan dengan Hari Aksara lnternasional pada tahun 2004.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Pemerintah menyelenggarakan gerakan pemberantasan buta aksara melalui<span> </span>jalur pendidikan non formal, karena fungsinya sebagai pengganti dari pendidikan formal. UU no. 20 Tahun 2003 pasal 26 ayat 1 dan 3 menjelaskan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Pendidikan non formal diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan / atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. 2. . . . <span> </span>3. Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Penyelenggaraaan program pemberantasan buta aksara fungsional, bukan semata-mata memberikan kemampuan<span> </span>membaca, menulis, berhitung dan kemampuan berbahasa lndonesia bagi warga belajar, tetapi juga memberikan keterampilan fungsional yang bermakna bagi kehidupan warga belajar itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Titik tumpu dari program pemberantasan buta aksara fungsional baik metode maupun substansinya serta keterampilan fungsionalnya harus didasarkan atas minat dan kebutuhan warga belajar serta<span> </span>didukung oleh potensi lingkungan yang ada disekitar warga belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Prinsip tersebut relevan dengan syarat-syarat yang harus dilaksanakan dalam menyelenggarakan pendidikan masyarakat, sebagaimana Adoeng Soempena, (2002 : 4 ) mengemukakan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Pekerjaan mendidik masyarakat harus berdasarkan kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat. Kebutuhan lahir batin akan menjamin adanya minat yang cukup kuat untuk melangsungkan suatu usaha. 2.Dalam pendidikan masyarakat tidak boleh ada suatu macam rencana usaha untuk semua orang. Kebutuhan orang berbeda-beda dari lingkungan ke lingkungan, dari desa ke desa, dari daerah ke daerah, juga kebutuhan orang-orang dari satu tempat berbeda dari waktu ke waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Sesuai kutipan di atas bahwa berbagai kegiatan pendidikan masyarakat terutama bagi orang dewasa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan peserta, sehingga menumbuhkan motivasi masyarakat untuk belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Mengacu pada ketentuan Pasal 39, Pasal 40 ayat (2),dan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengisyaratkan memungkinkan diatur adanya tenaga Pengawas Pendidikan Luar Sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan <span> </span>sebagai salah satu komponen yang turut terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini dipertegas dengan Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, di antaranya Pasal 4 yang berbunyi : Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, tenaga khusus semacam Pengawas PLS tentu sangat dibutuhkan untuk mempertajam fokus pada tujuan pendidikan nasional. Daripada itu peranan pengawas PLS sangat penting sekali dialam pelaksanan program keasksaraan fungsional, sehingga tercapai tujuan pelaksanan program tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757137"></a><a name="_Toc269756962"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.5pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Bagimana Peranan<span> </span>Pengawas PLS terhadap program kaksaraan fungsional ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span><span style="font-size: 12.0pt;">Mengingat luasnya permasalahan di atas, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Bagaiamana Penyelenggaraan program Keaksaraan Fungsional <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Bagaimana Peranan Pengawas PLS didalam program keaksaraan fungsional.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757138"></a><a name="_Toc269756963"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Makalah ini diarahkan untuk mencapai tujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang empirik tentang : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.<span> </span>Penyelenggaraan program keaksaraan fungsional <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.<span> </span>Peranan pengawas PLS didalam penyelenggaraan program keaksaraan fungsional. Hasil dari penelitian ini ini diharapkan dapat berguna untuk :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>a).<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Penyelenggara program keaksaraan fungsional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada kelompok-kelompok belajar.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>b).<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Pemerintah maupun masyarakat yang peduli tentang pendidikan sebagai pedoman / acuan dalam upaya meningkatkan pendidikan masyarakat,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>c).<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Makalah ini sebagai rujukan didalam pengembangan program keaksaraan fungsional.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="vertical-align: top; background: white;" width="40" height="40" bgcolor="white"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span></p>
<table style="width: 100%;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;">
<p class="MsoNormal">
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="1" style="line-height: normal;"><!--[endif]--><a name="_Toc269757139"></a></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757140"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757141"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Pengawas Satuan Pendidikan adalah guru yang mendapat rekomendasi terkualifikasi oleh Kepala Dinas dan Kepala Pemerintah Daerah. Hal ini juga diatur pada pasal 39 PP RI No 19 Tahun 2005 tersebut di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Tuntutan kualitas yang tinggi pada dunia pendidikan menuntut kualitas yang tinggi pula pada setiap komponen pengelolanya, tidak terkecuali pengawas. Perlu dibangun citra dan wibawa akademik Pengawas Satuan Pendidikan melalui peningkatan kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi serta penghargaan materil dan non materil sesuai dengan jabatannya sebagai pengawas profesional. (Sudjana,2000.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Pengawas Satuan Pendidikan memiliki Tugas Pokok : 1) Melaksanakan Pengawasan Akademik , membina guru agar dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa. 2) Melaksanakan Pengawasan Manajerial, membina kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan seluruh staf sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>agar dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan pada sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>yang dibinanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Dengan demikian, Pengawas Satuan Pendidikan berfungsi/ berperan : Membina (guru, kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan , dan seluruh staf sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan ), menilai (kinerja hasil binaannya), memantau (perkembangan kinerja dan hasil kerja binaannya), melaporkan (hasil binaannya)<span> </span>dan menindaklanjuti ( program binaannya). Tampak jelas bahwa Pengawas bertanggung jawab meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan , dan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tupoksi dan tanggung jawab Pengawas Satuan Pendidikan yang kita simak tersebut menunjukkan sinyal, bahwa PSP FORMAL / NONFORMAL<span> </span>harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang lebih unggul dari guru dan kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Dalam melaksanakan pengawasan, PSP FORMAL / NONFORMAL<span> </span>diberi kewenangan untuk :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>1)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Bersama fihak sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>/ lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan yang dibinanya menentukan program-program peningkatan kualitas sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan menyusun program pengawasan pada sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>yang bersangkutan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>2)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Memilih dan menentukan metode kerja untuk pencapaian hasil optimal sesuai kode etik profesi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>3)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Menetapkan kinerja sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan, kepala sekolah atau pimpinan lembaga organisasi yang terlibat didalam penyelengaraan pendidikan nonformal, dan guru serta tenaga kependidikan yang lain beserta faktor-faktor yang mempengaruhi guna peningkatan kualitas diri dan layanan pengawas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>4)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Menilai dan merekomendasikan guru dan kepala sekolah / pimpinan lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>sebagai bahan pertimbangan pengambil keputusan dalam kenaikan pangkat, promosi, dan mutasi jabatan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Berkaitan dengan usaha usaha yang dilaksanakan pengawas yaitu pemanatauan, penilaian dan pembinaan dapat meningkatkan mutu pependidikan<span> </span>di sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan yang terlibat didalam pelaksanaan pendidikan nonformal. Penysusunan program pengawas sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>ini akan dapat menjadi arah dan penuntun bagi pengawas dan mitra kerjanya dalam mengembangkan dan melaksanakan program dan kegiatan.<span> </span>Dengan adanya program pengawas ini diharapkan akan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang berorientasi kinerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Selain itu, program pengawas ini mencerminkan keaktifan pengawas sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>menjalankan fungsinya sebagai pelaksana teknis pendidikan yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan pangkat dan jabatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">VISI DAN MISI PENGAWAS SEKOLAH / LEMBAGA ATAUPUN ORGANISASI KEMASYARAKATAN<span> </span>DIKMENUM</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 45.0pt; line-height: normal;"><span lang="IN">Dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan pendidikan nasional, Pengawas sebagai salah satu intitusi yang harus bertanggungjawab dalam meningkatan mutu pendidikan disekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>mempunyai visi :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 45.0pt; line-height: normal;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 40.5pt; text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Terwujudnya sistem pengawasan pendidikan yang mampu mendorong penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan yang efisien dan efektif, Sehingga dapat mendorong terwujudnya pendidikan yang bermutu, merata dan dapat dipertanggung jawabkan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Untuk mencapai visi tersebut, Pengawas menetapkan misi; yaitu</span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;"><span>1.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;">Meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengawasan yg berorientasi akuntabilitas</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;"><span>2.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;">Mendorong terwujudnya akuntabilitas unit kerja</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;"><span>3.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;">Meningkatkan profesionalisme aparat pengawasan</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"><span>4.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Mengembangkan sistem pengawasan yg lebih mandiri dan objektif</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"><span>5.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Melakukan pelembagaan koordinasi fungsi pengawasan yg dilakukan lintas atau multi instansi</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>6.<span> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Menegakkan etika dan moral penyelenggaraan pengelolan dan pelaksana pendidikan </span></em></strong></span><strong><em><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">LANDASAN HUKUM</span></strong><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Undang &#8211; Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok<span> </span>Kepegawaian<span> </span>(Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55,      Tambahan Lembaran Negara<span> </span>Nomor      3041) Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 43 Tahun 1999      (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor      3890);</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional<span> </span>(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78,      Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 118 /      1996 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah / lembaga ataupun      organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan Angka      Kreditnya;</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan      Kepegawaian Negara Nomor 0322/O/1996 dan No. 38 Tahun 1996 tentang      Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah / lembaga ataupun      organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan Angka      Kreditnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 20 / U / 1998 tentang      Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah / lembaga      ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan Angka Kreditnya </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2005 tentang      Struktur Organisasi Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidikan dan      Tenaga Kependidikan ;</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan      Nasional</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Peraturan Menteri No. 19 Tahun 2005 Tentang Penetapan Angka Kresitnya      Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah / lembaga ataupun organisasi      kemasyarakatan .</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">TUJUAN UMUM DAN KHUSUS</span></strong><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">Tujuan Umum</span></strong><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Untuk mendapatkan informasi tingkat kelayakan suatu sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dalam menyelenggarakan layanan pendidikan sesuai dengan standar pendidikan nasional</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>yang dapat digunakan sebagai alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kualitas pendidikan dalam mencapai standar pendidikan nasional</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>c.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Untuk memberikan informasi tentang<span> </span>proses kegiatan disekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>kepada Pemerintah, Dinas/ Instansi terkait dan masyarakat sesuai dengan program yang telah ditetapkan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>d.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan pengawasan berikutnya agar lebih terarah, berdaya guna dan berhasil guna</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>e.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Dijadikan tolok ukur dalam menilai keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dilikungan Dinas Pendiodikan Kota Bogor sebagai akuntabilatas pablik pengawas </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>f.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Sebagai bahan informasi bagi sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>atau Dinas Pendidikan dalam pengembangan mutu pendidikan</span></span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">Tujuan Khusus</span></strong><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></strong></li>
</ol>
<h4 style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: .0001pt; margin-left: 56.25pt; text-indent: -20.25pt; line-height: normal; border: none;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span lang="IN">Sebagai titik tolak untuk menyusun program kerja selanjutnya agar selaras dengan kepentingan peningkatan mutu pendidikan di Kota Bogor.</span></span></h4>
<h4 style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: .0001pt; margin-left: 56.25pt; text-indent: -20.25pt; line-height: normal; border: none;"><!--[if !supportLists]--><span><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span>Meningkatkan kinerja Pengawas Sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.</span></span></h4>
<h4 style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: .0001pt; margin-left: 56.25pt; text-indent: -20.25pt; line-height: normal; border: none;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>c.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span lang="FI">Membantu sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dalam rangka meningkatan mutu pendidikan </span></span></h4>
<h4 style="margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-bottom: .0001pt; margin-left: 56.25pt; text-indent: -20.25pt; line-height: normal; border: none;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span lang="SV">Membantu tenaga pendidikan untuk meningkatkan profesionalismenya </span></span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757142"></a><a name="_Toc269756964"></a></p>
<p class="3" style="line-height: normal;"><span lang="NO-BOK"><span> </span><a name="_Toc269757143"></a><a name="_Toc269756965"></a><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">a. Pengertian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Keaksaraan Fungsional terdiri dari kata <em>keaksaraan</em> yang berarti kemampuan membaca dan menulis dan <em>fungsional</em> yang berarti berdasarkan fungsi/dilihat dari segi fungsi . Keaksaraan fungsional berarti memfungsikan kemampuan membaca dan menulis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Berikut ini dikemukakan pengertian Keaksaraan Fungsional dari: Depdiknas Jakarta ( 2002 : 1 ) sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Keaksaran Fungsional adalah program pengembangan kemampuan seseorang dalam menguasai dan menggunakan keterampilan membaca, menulis dan berhitung, kemampuan mengamati dan menganalisa yang berorientasi pada kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dengan demikian keaksaraan fungsional merupakan kegiatan yang membantu mengembangkan kemampuan seseorang yang disesuaikan dengan kehidupan sehari – hari yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Pengertian di atas sejalan dengan pendapat Kusnadi, dkk<span> </span>( 2005 : 77 ) yang mengemukakan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Keaksaraan Fungsional adalah salah satu bentuk layanan Pendidikan Luar Sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan <span> </span>bagi masyarakat yang belum dan ingin memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung ( calistung ), dan setelah mengikuti program ini ( hasil belajarnya ) mereka memiliki kemampuan ” baca, tulis, hitung ” dan menggunakannya serta berfungsi bagi kehidupannya.<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="vertical-align: top; background: white;" width="40" height="40" bgcolor="white"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span></p>
<table style="width: 100%;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding: 3.6pt 7.2pt 3.6pt 7.2pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;">9</p>
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Sesuai dengan pendapat diatas, pelaksanaan program keaksaraan fungsional hendaknya betul – betul dapat membantu masyarakat dan memiliki manfaat dalam kehidupannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-indent: 21.25pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat ( 2006 : 1 ) mengemukakan sebagai <span> </span>berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Keaksaraan fungsional merupakan suatu pendekatan atau cara untuk mengembangkan kemampuan warga belajar dalam menguasai dan menggunakan keterampilan menulis, membaca, berhitung, berfikir, mengamati, mendengar dan berbicara yang berorientasi pada kehidupan sehari-hari<span> </span>dan lingkungan sekitar warga belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa keaksaraan fungsional adalah<span> </span>suatu upaya untuk memberikan dan mengembangkan kemampuan <span> </span>membaca, menulis dan berhitung pada seseorang, sehingga bermanfaat bagi kehidupan warga belajar sehari-hari dalam meningkatkan kualitas hidupnya. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">lstilah fungsional dalam pendidikan keaksaraan mengandung makna bahwa penyelenggaraan pendidikan keaksaraan, harus : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Sesuai dengan kebutuhan dan minat belajar warga belajar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2. Relevan dengan fungsi dan tujuan pembelajaran keaksaraan fungsional</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3. Hasil belajarnya benar-benar bermakna atau bermanfaat bagi peningkatan mutu<span> </span>dan taraf kehidupan warga belajar dan masyarakatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1.0cm;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">b. Tujuan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Tujuan penyelenggaraan program keaksaraan fungsional menurut Depdiknas Jakarta ( 2006 ; 2 ) adalah sebagai berikut :<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Membelajarkan masyarakat buta aksara (warga belajar) agar mampu membaca, menulis dan berhitung, mampu berbahasa Indonesia, memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang benar – benar bermakna atau bermanfaat ( fungsional ) <span> </span>bagi peningkatan mutu dan taraf kehidupannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>1.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mengembangkan kemampuan warga belajar dalam menganalisis dan memecahkan masalah yang dihadapi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>2.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Melatih warga belajar dalam memanfaatkan kemampuan dan keterampilan keaksaraannya dalam kehidupan sehari – hari.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>3.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Memotivasi warga belajar sehingga mampu memberdayakan dirinya sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>4.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mengembangkan kemampuan berusaha atau bermata pencaharian <span> </span>sehingga mampu meningkatkan mutu dan taraf kehidupannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>5.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mengembangkan kemampuan dan minat baca warga belajar sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat gemar membaca</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Tujuan keaksaraan fungsional tersebut di atas pada intinya adalah agar masyarakat memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung dan Berbahasa lndonesia serta keterampilan hidup yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan<span> </span>mutu dan tarap kehidupannya serta menjadi masyarakat yang gemar membaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Tujuan tersebut merupakan pengembangan dari tujuan keaksaraan fungsional yang dipaparkan Depdiknas ( 2002 ; 2 ) sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Keaksaraan fungsional bertujuan agar warga belajar memperoleh keterampilan dasar untuk baca, tulis, hitung serta mampu berbahasa lndonesia. Memperoleh keterampilan-keterampilan fungsional<span> </span>yang bermakna bagi kehidupan warga belajar sehari-hari sehingga warga belajar mampu untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan program keaksaraan fungsional adalah agar warga belajar memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung dan berbahasa lndonesia yang diaplikasikan dengan keterampilan-keterampilan<span> </span>hidup yang bermanfaat dalam kehidupan mereka sehari-hari .</span></p>
<p class="3" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757144"></a><a name="_Toc269756966"></a><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Standar Kompetensi Keaksaraan (SKK) merupakan seperangkat kompetensi keaksaraan yang dibakukan dan harus ditunjukkan oleh warga belajar pada hasil belajarnya dalam tiap sub kemampuan keaksaraan (membaca, meulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia) pada tiap tingkat atau level kemampuan keaksaraan, yaitu tingkat keaksaraan dasar, keaksaraan lanjutan, dan keaksaraan mandiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Standar Kompetensi Keaksaraan (SKK) ini merupakan acuan bagi tutor untuk menyusun silabus bahan pembelajaran keaksaraan fungsional atau rencana pembelajarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Kompetensi dasar yang tertuang dalam SKK merupakan kompetensi minimal yang dapat dikembangkan kembali oleh institusi penyelenggara program keaksaraan fungsional sesuai kebutuhan setempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Matrik Standar Kompetensi Keaksaraan Tingkat Dasar, Lanjutan dan Mandiri secara terperinci penulis kutip dari buku Standar Kompetensi Pendidikan Keaksaran<strong> </strong>adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 42.55pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 42.55pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span><strong>Tabel l</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">STANDAR KOMPETENSI KEAKSARAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>KEAKSARAAN DASAR<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 120.1pt; border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt;" width="160" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">STANDAR KOMPETENSI</span></p>
</td>
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">KOMPETENSI DASAR</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">INDIKATOR</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 120.1pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="2" width="160" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Membaca</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Wkt   : 34 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis   kalimat yang terdiri dari dua kata, serta berkomunikasi menggunakan bahasa   Indonesia dalam konteks kehidupan sehari – hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.Mampu membaca kalimat yang terdiri atas dua kata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Membaca huruf vokal dan <span> </span>konsonan abjad   latin dengan lancar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mengenal dan membaca suku kata yang terdiri atas dua suku kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Membaca kata yang terdiri atas tiga suku kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Membaca kalimat terdiri dari dua kata baik kata dasar maupun kata berimbuhan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;">2.Membaca dan memahami petunjuk   sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right;"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">-   Membaca papan nama arah, label, merek, poster sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Memahami arti papan nama, label, merek, poster, lambang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-align: justify; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 120.1pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="160" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span><span> </span>: Menulis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu<span> </span>: 46 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis   kalimat yang terdiri dari dua kata dan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia   dalam konteks kehidupan sehari – hari</span></p>
</td>
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.Menulis   kalimat <span> </span>sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis huruf   vokal dan <span> </span>konsonan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: .05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis suku kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis   kalimat minimal dua kata yang ada dilingkungan setempat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.Mampu   menulis <span> </span>identitas diri</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis nama   dan alamat sendiri, saudara atau teman</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.Menulis   angka 1 – 100</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis angka 1 – 20</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis angka 21 – 50</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis angka 51 – 100</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 218.95pt;">
<td style="width: 120.1pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 218.95pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="160" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Berhitung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu<span> </span>: 24 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu melakukan perhitungan dasar (penambahan dan pengurangan)</span></p>
</td>
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 218.95pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.Menghitung,   mengurutkan, menyebutkan dan menuliskan banyak objek dengan lambang bilangan   hingga dua digit ( 1 – 20)</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 218.95pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menghitung banyak   objek secara berurutan (bilangan 1 – 20)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Membaca dan   menulis lambang bilangan 1 – 20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Membandingkan   dua kumpulan objek hitung menyatakan istilah lebih banyak, lebih sedikit,   atau sama banyak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Mengurutkan   lambang bilangan dari terkecil atau terbesar 1 – 20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.05pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menyusun   gambar berdasarkan banyak objek dari terkecil atau terbesar </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 104.2pt;">
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 104.2pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.Menjumlah   dan mengurang bilangan menggunakan simbol ” +, &#8211; dan = ” hingga dua digit</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 104.2pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menyatakan   contoh kehidupan sehari – hari berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Membaca,   menuliskan, dan menggunakan simbol ” +, &#8211; dan = ” dalam mengerjakan   penjumlahan dan pengurangan hingga dua digit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menghitung   penjumlahan dan pengurangan hingga dua digit dengan metode susun ke bawah   menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan dalam pekerjaan atau   kehidupan sehari – hari</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 7.15pt;">
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-align: justify; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.Mengenal   satuan waktu </span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 7.15pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 7.1pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- mengenal   satuan waktu seperti tahun, bulan, minggu, hari dan jam</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 55.1pt;">
<td style="width: 120.1pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 55.1pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" width="160" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP:Berkomunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Wkt: 11 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis kalimat yang terdiri dari dua kata, serta   berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks kehidupan sehari –   hari</span></p>
</td>
<td style="width: 125.05pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 55.1pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.9pt; text-align: justify; text-indent: -13.9pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.   Mampu melakukan tanya jawab</span></p>
</td>
<td style="width: 193.4pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 55.1pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.9pt; text-indent: -8.9pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menyampaikan   tanya jawab menggunakan minimal 3 kata </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.9pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menjawab   pertanyaan yang terdiri minimal 3 suku kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.8pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Berdiskusi satu topik   yang aktual</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dari tabel di atas dapat terlihat bahwa hasil belajar yang diharapkan pada setiap warga belajar keaksaraan fungsional tingkat dasar adalah memiliki kemampuan membaca dan menulis kalimat yang terdiri dari dua kata, berkomunikasi dengan bahasa lndonesia dan<span> </span>melakukan perhitungan dasar<span> </span>penjumlahan dan pengurangan yang relevan dengan kehidupan warga belajar sehari-hari. Alokasi waktu pembelajaran seluruhnya 115 jam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Kompetensi<span> </span>warga belajar dimulai dari tahap pengenalan huruf abjad yang terdiri dari huruf vokal dan konsonan, kemudian belajar merangkai huruf-huruf tersebut menjadi suku kata, kata dan akhirnya menjadi kalimat yang bermakna bagi kehidupannya sehari-hari. Demikian pula dengan pelajaran menulis dan berhitung<span> </span>serta berkomunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Tabel 2</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">STANDAR KOMPETENSI KEAKSARAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">TINGKAT LANJUTAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 128.65pt; border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt;" width="172" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>STANDAR KOMPETENSI</span></p>
</td>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">KOMPETENSI DASAR</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">INDIKATOR</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 128.65pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="172" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Membaca</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu : 13 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis kalimat yang terdiri dari dua kata, serta   berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks kehidupan sehari –   hari</span></p>
</td>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Mampu   membaca kalimat lengkap</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Membaca   kalimat dengan lancar dan<span> </span>jelas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Membaca   kalimat sesuai dengan tanda baca ( koma, titik, tanya dan seru)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2. Membaca dan   memahami rubrik dalam koran, majalah, dan leaflet</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Membaca dan   memahami rubrik dalam koran, majalah, dan leaflet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Melafalkan   kalimat dalam rubrik koran, majalah, leaflet sesuai dengan tanda baca</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyampaikan   isi rubrik koran, majalah dan leaflet kepada orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3. Memahami isi   petunjuk resep masakan dan label aturan pemakaian obat</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Membaca   petunjuk, resep makanan dan label pemakaian obat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menceritakan   isi petunjuk, resep makanan dan petunjuk pemakaian obat kpd oranglain </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 128.65pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="172" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Menulis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu : 26 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis kalimat yang terdiri dari dua kata, serta   berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks kehidupan sehari –   hari</span></p>
</td>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;">1. Mampu mengisi daftar isian</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Mengisi   daftar isian sederhana sesuai dengan perintah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Mengisi daftar   isian untuk keperluan kependudukan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2. Menulis surat</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyampaikan   maksud surat ( pembukaan, isi dan penutup)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menulis tujuan surat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3. Menulis   angka 100 – 1000</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menulis angka   100 – 500</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menulis angka   501 – 1000<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 128.65pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="4" width="172" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Berhitung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu<span> </span>: 20 Jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu melakukan perhitungan dasar ( penambahan, pengurangan,   perkalian dan pembagian)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Menjumlah   atau mengurang bilangan 20 – 99</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menghitung   penjumlahan atau pengurangan bilangan 20 – 99</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menghitung penjumlahan   atau pengurangan dengan metode susun ke bawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -7.1pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menggunakan   operasi penjumlahan atau pengurangan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari –   hari </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 112.65pt;">
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 112.65pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -14.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2. Menggunakan   operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan<span> </span>20 – 99</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 112.65pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Mengenal   perkalian bilangan sebagai penjumlahan berulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Mampu   mengenali pembagian bilangan sebagai pengurangan berulang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Mengubah   bentuk perkalian menjadi pembagian atau sebaliknya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyadari dan   menggunakan operasi hitung perkalian dan pembagian untuk pemecahan masalah   sehari – hari</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 183.85pt;">
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 183.85pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3. Mengenal   satuan waktu dan menggunakannya dalam pemecahan masalah sehari – hari</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 183.85pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Memahami waktu   yang ditunjukkan oleh jarum jam dinding atau arloji</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyatakan   lama waktu dalam satuan jam dan menit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Membandingkan   lama waktu 2 atau lebih kegiatan dalam satuan jam dan menit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menggunakan   konsep satuan waktu dalam pemecahan masalah sehari – hari</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 180.55pt;">
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 180.55pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">4. Mengenal   jenis – jenis ukuran berat dan panjang, melakukan pengukuran panjang dan   berat</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 180.55pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Mengenal alat   ukur berat, menggunakannya, serta memahami satuan ukuran berat (seperti ton,   kuintal dan kilogram)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menggunakan   alat ukur panjang dan menggunakannya serta memahami satuan ukuran panjang   (kilometer, meter, dan centimeter)</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 168.05pt;">
<td style="width: 128.65pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 168.05pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" width="172" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Berkomunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Wkt : 7 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca dan menulis kalimat serta berkomunikasi menggunakan   Bahasa lndonesia dalam konteks kehidupan sehari-hari</span></p>
</td>
<td style="width: 129.6pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 168.05pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 12.95pt; text-indent: -12.95pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1. Menyampaikan   gagasan lisan dan tulisan</span></p>
</td>
<td style="width: 149.45pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 168.05pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="199" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyampaikan   gagasan secara lisan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-indent: -4.65pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-Menyampaikan   gagasan secara tulisan</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 2.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Kompetensi keaksaraan tingkat lanjutan yang tertuang dalam tabel di atas merupakan pengembangan dari<span> </span>kompetensi keaksaraan tingkat dasar. Contoh : kemampuan membaca pada tingkat dasar adalah membaca hurup, suku kata, kata dan kalimat<span> </span>lalu pada tingkat lanjutan ini warga belajar diharapkan dapat membaca kalimat dengan lancar dan intonasi yang betul sehingga dapat membaca dan memahami kalimat-kalimat yang ada pada koran, majalah, resep makanan, petunjuk <span> </span>dan sebagainya. Alokasi waktu pembelajaran dalam keaksaraan tingkat lanjutan ini adalah 66 jam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Tabel 3</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">STANDAR KOMPETENSI KEAKSARAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">TINGKAT<span> </span>MANDIRI</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; width: 574px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 111.75pt; border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt;" width="149" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">STANDAR KOMPETENSI</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">KOMPETENSI DASAR</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: 1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">INDIKATOR</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 111.75pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="149" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mp<span> </span>: Membaca</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Wakt<span> </span>: 8 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca, menulis, memahami wacana dan menyampaikan serta   menanggapi gagasan dalam konteks kehidupan seharihari</span></p>
</td>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.Mampu menarik   kesimpulan dari bacaan</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Mencatat   pokok pikiran yang ada dalam bacaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menyampaikan   pokok pikiran dalam bacaan serta tulisan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.Memahami   rubrik koran,majalah atau leaflet</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Mengomentari   rubrik dalam koran, majalah dan leaflet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Mengemukakan   pokok pikiran dari rubrik koran, majalah atau leaflet</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 70.85pt;">
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 70.85pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.Memahami   tabel, grafik. Bagan dan denah</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 70.85pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">- Membaca tabel sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">- Membaca grafik sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">- Membaca bagan sederhana</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">- Membaca denah</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 111.75pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="2" width="149" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">MP<span> </span>:   Menulis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">Waktu : 8 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Mampu membaca, menulis,   memahami wacana dan menyampaikan serta menanggapi gagasan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">dalam konteks kehidupan sehari-hari</span></p>
</td>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.Mampu   menuliskan gagasan atau pikiran dalam berbagai bentuk</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis   gagasan dalam wacana sekurang-kurangnya 100 kata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">- Menulis laporan kegiatan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">- Membuat ringkasan bacaan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 59.7pt;">
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 59.7pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.Menulis angka   1.000 – 10.000</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 59.7pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis angka 1.000 – 5.000</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menulis angka 5.001 – 10.000</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 111.75pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="5" width="149" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">MP<span> </span>: Berhitung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Waktu : 10 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu melakukan operasi hitung yang lebih kompleks</span></p>
</td>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 8.75pt; text-indent: -8.75pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.Menjumlah dan   mengurang bilangan 3 digit atau lebih</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">- Menyelesaikan   masalah sehari-hari berkaitan dengan operasi penjumlahan atau pengurangan 3   digit atau lebih</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2.   Melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan 3 digit atau lebih</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Menyelesaikan masalah sehari-hari berkaitan dengan operasi perkalian atau   pembagian 3 digit atau lebih</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 90.35pt;">
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 90.35pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.   Mengenal bilangan pecahan sederhana dan menggunakannya dalal pemecahan   masalah sehari-hari</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 90.35pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mengenal pecahan sederhana, seperti setengah dan seperempat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mampu menggunakan operasi bilangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: -109.35pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">4.Menggunakan operasi hitung dalam kegiatan ekonomi   sehari-hari</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mampu menghitung total harga dari sejumlah harga barang berbeda yang dibeli</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mampu menghitung keuntungan berdasarkan harga jual dan harga beli barang atau   jasa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   mampu membuat pembukuan sederhana</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 45.8pt;">
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 45.8pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">5.   Menentukan keliling luas dan persegipanjang</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 45.8pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Menghitung keliling dan luas persegipanjang dalam kehidupan sehari-hari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 50.1pt;">
<td style="width: 111.75pt; border-right: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; height: 50.1pt; border: medium 1pt 1pt none solid solid -moz-use-text-color windowtext windowtext;" rowspan="3" width="149" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mp:Berkomunikasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Wkt<span> </span>: 8 jam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Mampu membaca, menulis,   memahami wacana dan menyampaikan serta menanggapi gagasan dalam konteks   kehidupansehari-hari</span></p>
</td>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 50.1pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">1.   Menyampaikan dan menanggapi gagasan lisan dan tulisan</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 50.1pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.95pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Menyajikan gagasan secara   lisan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 14.95pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Menyajikan gagasan secara   tulisan</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height: 44.55pt;">
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 44.55pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">2. Memaparkan laporan </span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; height: 44.55pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Menggunakan teknik penyajian<span> </span>laporan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-<span> </span>Memilih media yang sesuai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width: 125.2pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="167" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">3.Memaparkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>teknologi informasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>dan komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>dalam penyampaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 15.85pt; text-align: justify; text-indent: -15.85pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>gagasan</span></p>
</td>
<td style="width: 193.7pt; padding: 0cm 5.4pt; border: medium 1pt 1pt medium none solid solid none -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color;" width="258" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Mengenal alat-alat teknologi informasi dan komunikasi dalam penyampaian   gagasan ( telepon, radio, TV, komputer )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 11.15pt; text-align: justify; text-indent: -11.15pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">-   Menggunakan alat-alat teknologi<span> </span>informasi dan komunikasi dalam penyampaian gagasan ( telepon, radio,   TV, komputer )</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 2.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Standar Kompetensi Keaksaraan Tingkat mandiri yang terlihat dalam tabel di atas merupakan pemahaman dan pendalaman dari kompetensi tingkat dasar dan lanjutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Kompetensi yang tertuang dalam ketiga tabel di atas bersifat hirarkis, berkesinambungan dan fleksibel<span> </span>sehingga dapat dikembangkan lagi sesuai dengan kesepakatan belajar dan kebutuhan warga belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Selain itu kompetensi-kompetensi<span> </span>tersebut harus diaflikasikan dengan keterampilan-keterampilan hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan warga belajar, sehingga dapat menimbulkan ragi belajar bagi warga belajar itu sendiri maupun masyarakat yang belum mengikuti program keaksaraan fungsional.</span></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757145"></a><a name="_Toc269756967"></a></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757146"></a><a name="_Toc269756968"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"><span> </span>Pengawasan di definisikan sebagai proses untuk “menjamin” bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen dapat tercapai. Pengawasan menurut Robert J. Mockler yaitu Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebalumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling efektif dan efisisien dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan.</span></p>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757147"></a><a name="_Toc269756969"></a></p>
<p class="3" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757148"></a><a name="_Toc269756970"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;"><span> </span>Dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar atau tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan. Jadi, pendekatan pengawasan ini<span> </span>mendeteksi masalah yang belum terjadi oleh manajer dengan mendapat informasi yang akurat dan tepat tentang tujuan yang ingin dicapai.</span></p>
<p class="3" style="margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt; line-height: normal;"><a name="_Toc269757149"></a><a name="_Toc269756971"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Dilakukan selama kegiatan berlangsung, proses di mana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum sebelum kegiatan-kegiatan itu bisa dilanjutkan, atau menjadi “Double-Check” yang lebih menjamin ketepatan pelaksanaan suatu kegiatan.</span></p>
<p class="3" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757150"></a><a name="_Toc269756972"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;"><span> </span>Mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan. Sebab-sebab penyimpangan diterapkan untuk kegiatan-kegiatan serupa di mana yang akan datang dan sifatnya histories serta pengukuran dilakukan setelah kegiatan terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Ketiga bentuk pengawasan tersebut sangat berguna bagi manajemen. Pengawasan Pendahuluan dan Pengawasan dalam berlangsung kegiatan, cukup memadai untuk memungkinkan manajemen membuat tindakan koreksi dan tetap dapat mencapai tujuan. Tetapi perlu dipertimbangkan biaya Pengawasan Pendahuluan dan Pengawasan dalam berlangsung kegiatan<span> </span>sangat mahal dan<span> </span>disamping banyak kegiatan tidak memungkinkan dirinya dimonitor secara terus-menerus serta pengawasan yang berlebihan akanmenjadikan produktivitas berkurang. Oleh karena itu, manajemen harus menggunakan sistem pengawasan yang paling sesuai bagi situasi tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Tahap-tahap dalam Proses Pengawasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Proses pengawasan paling sedikit lima tahap (langkah) yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Tahap 1 : Petapan Standar Pelaksanaan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Tahap pertama dalam pengawasan adalah penetapan standar pelaksanaan. Standar mengandung arti sebagai suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan sebagai “patokan”<span> </span>untuk penilaian hasil-hasil tujuan, sasaran, kuota dan target pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar. Bentuk standar yang lebih khusus antara lain target pengenalan, anggaran, bagian pasar (Market Share), marjin keuntungan, keselamatan kerja, dan sasaran produksi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Tiga bentuk standar yang umum adalah:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Standar-Standar Phisik, meliputi kualitas barang atau jasa, jumlah      langganan, atau kualitas produk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Sttandar-Standar moneter, yang ditunjukan dalam rupiah dan mencakup      biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pandapatan penjualan dan      sejenisnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Standar-Standar Waktu, meliputi kecepatan produksi atau batas waktu      suatu pekerjaan harus selesai.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">Tahap 2 : Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Penetapan standar akan sia-sia bila tidak disertai berbagai cara untuk mengukur pelaksanaan kegiatan nyata. Oleh karena itu tahap kedua dalam proses pengawasan adalah menentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan secara tepat. Beberapa pernyataan yang penting berikut ini dapat digunakan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Berapa kali (how Often) pelaksanaan seharusnya diukur—setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Dalam bentuk apa (what Form)pengukuran akan dilakukan –laporan tertulis, inspeksi visual, melalaui telepon?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>c.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Siapa (who) yang akan terlibat – manajer , staf departemen?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;">Pengukuran ini sebaiknya mudah dilaksanakan dan tidak mahal, serta dapat diterangkan kepada para karyawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;">Tahap 3 : Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Setelah frekuensi pengukuran dan sistem monitoring di tenrukan, pengukuran pelaksanaan dilakukan sebagai proses yang berulang-ulang dan terus menerus. Ada beberapa cara untuk melakukan pengukuran pelaksanaan, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Pengamatan (observasi).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Laporan-laporan, baik lisan dan tertulis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>c.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Metode-metode otomatis. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 22.5pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"><span>d.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Inspeksi, pengujian (test), atau dengan mengambil sample.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Tahap 4 : Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Tahap krisis dari proses pengawasan adalah pembandinagan pelaksanaan nyata dengan pelaksanaan yang direncanakan atau standar yang telah ditetapkan. Walaupaun tahap ini yang paling mudah dilakukan, tetapi kompleksitas dapat terjadi pada saat menginterorestasikan adanya penyimpangan (deviasi). Penyimpangan-penyimpanagan<span> </span>harus dianalisa untuk menentukan mengapa standar tidak dapat dicapai.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Tahap 5 : Pengambilan Tindakan Koreksi bila Diperlukan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Bila hasil analisa menunjukan perlunya koreksi, tindakannya mungkin diubah, diperbaikai, atau keduanya dilakukan bersama-sama adalah sebagai berikut:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Mengubah standar mula-mula (barangkali terlalu      tinggi atau terlalu rendah).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Mengubah pengukuran pelaksaan (inspeksi terlalu      sering frekuensinya atau kurang atau mengganti sistem pengukuran itu      sendiri).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Mengubah cara dalam menganalisa dan      menginterprestasikan penyimpangan-penyimpangan.</span></li>
</ol>
<p class="2" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757151"></a><a name="_Toc269756973"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Pendekatan terdiri dari lima langkah dasar prosesdur sistem pengawasan yang dapat diterapkan untuk semua jenis menurut William H. Newman yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK">Merumuskan Hasil yang Diinginkan. Dalam hali      tujuan didalam penyelenggaraan KF harus jelas dan harus adanya target      pencapaian tujuan hal ini pengawas berkerja sama dengan lembaga /      organisasi penyelenggara secara langsung</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Menetapakan Petunjuk      (prediction) hasil. Tujuan pengawasan sebelum dan selama kegiatan      dilaksanakan adalah agar<span> </span>pelaksana      program dapat mengatasi dan memperbaiki adanya penyimpangan sebelum      kegiatan diselesaikan. Tugas penting pengawas PLS adalah merancang program      pengawasan untuk menemukan sejumlah indicator-indikator yang terpercaya      sebagai petunjuk apabila tindakan koreksi perlu diambil atau tidak. Newman      telah mengindentifikasikan beberapa “ Early Warming Prediction” yang dapat      membantu pengawas PLS memperkirakan apakah hasil yang diinginkan tercapai      atau tidak, yaitu:</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>a.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Pengukuran Masukan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Perubahan dalam masukan pokok akan menisyaratkan manajer untuk merubah atau mengambil tindakan koreksi. Sebagai contoh, pesan-pesan yang masuk akan akan menunjukan volume produksi, atau biaya bahan baku akan mempengaruhi harga produk.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="PT-BR"><span>b.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="PT-BR">Hasil-hasil pada Tahap permulaan. Bila hasil dari permulaan lebih baik atau jelek daripada yang diperkirakan, maka perlu dilakukan penialaian kembali. Penjualan awal yang menggembirakan menunjukan indikasi yang berguna bagi keberhasilan di waktu yang akan dating.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>c.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="PT-BR">Gejala-Gejala (Symptoms). Berhubungan dengan hasil akhir, tetapi tidak secara langsung mempengaruhi. Sebagai contoh, bila agen penjualan terlambat menyampaikan laporan, manajer penjualan dapat menduga bahwa kuota belum selesai. </span></span><span style="font-size: 12.0pt;">Kelemahan gejala adalah dapat menimbulkan interprestasi yang salah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;"><span>d.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;">Perubahan yang Kondisi yang Diasumsikan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 54.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Perkiraan mula-mula di dasarkan atas asumsi-asumsi dengan kondisi “normal”. Perubahan-perubahan yang tidak diharapkan, sesuai tujuan program yang dijalankan.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">Menetapkan Standar Petunjuk dan hasil dari tujuan      program KF. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Penetapan standar untuk petunjuk dan hasil akhir adalah bagian penting perencanaan proses pengawasan. Tanpa penetapan standar, pengawas PLS memberikan perhataian yang lebih terhadap penyimpangan kecil atau tidak beraksi terhadap penyimpangan besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Standar harus sesuai dengan keadaan tertentu. Sebagai contoh, didalam pelaksanaan pembelajaran keaksaraan fungsional diharapkan tercapi target-target sesuai perencanaan pengajaran para tutor, target hasil belajar harus ditetapkan bersama dengan para tutor sesuai dengan kemampuan dan kondisi. <span> </span></span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">menetapkan Jaringan Informasi dan Umpan balik. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;">Langkah ke empat dalam perancangan suatu siklus pengawasan adalah menetapkan sasaran untuk pengumpulan informasi penunjuk pembandingan petunjuk terhadap standar. Jaringan kerja komunikasi dianggap baik bila aliran tidak hanya ke atas tetapi juga ke bawah kepada siapa yang harus mengambil tindakan koreksi. Disamping itu, jaringan ini harus cukup efisien untuk menyediakan informasi balik yang relevan kepada pelaksana program <span> </span>yang memerlukannya. Komunikasi pengawasan sering didasarkan pada prinsip “ manajemen by exception”. Prinsip ini menyarankan<span> </span>atasan hanya bila terjadi penyimpangan besar dari standar atau rencana.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt;">menilai informasi      dan mengambil tindakan koreksi. Langkah terakhir adalah pembandingan      penunjuk dengan standar, penentuan apakah tindakan koreksi perlu diambil,      dan kemudian pengambilan tindakan. Informasi tentang penyimpangan dari      standar harus dievaluasi terlebih dahulu, sebelum tindakan-tindakan      koreksi alternative dikembangkan, dievaluasi/dinilai dan      diimplementasikan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12.0pt;" lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757152"></a><a name="_Toc269756974"></a></p>
<p class="1" style="line-height: normal;"><a name="_Toc269757153"></a><a name="_Toc269756975"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.7pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Banyaknya program yang menjadi tanggung jawab Pengawas Satuan Pendidikan, tentunya merupakan tugas yang harus dilaksanakan dengan penuh pengabdian tanpa pamrih. Keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan program kepengawasan tidak bisa lepas dari pengawasan atasan, dukungan kordinator pengawas dan rekan pengawas lainnya, kordinasi dengan kepercayaan penuh dari para kepala sekolah, dukungan dari pemerintah daerah dan dari masyarakat. Tanpa faktor-faktor pendukung tersebut, program kepengawasan tidak akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah tentang mutu pendidikan nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.7pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Keterbatasan kompetensi pengawas dalam melaksanakan tugasnya sudah menjadi tanggung jawab berbagai fihak untuk dilakukan pengayaan, peningkatan keterampilan dan wawasan, serta kesempatan penuh dalam melaksanakan seluruh tugas, sehingga gambaran dan citra pengawas mendapat tempat terhormat secara utuh di dunia pendidikan. Selain itu sudah sepantasnya pengawas memperoleh penghargaan dan dukungan sarana/prasarana untuk melaksanakan tugas,sehingga pada akhirnya akan meningkatkan motivasi untuk menjadi pengawas yang handal dan dapat dihandalkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Pengawas Satuan Pendidikan memiliki Tugas Pokok : 1) Melaksanakan Pengawasan Akademik , membina guru agar dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa. 2) Melaksanakan Pengawasan Manajerial, membina kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan seluruh staf sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>agar dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan pada sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>yang dibinanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Dengan demikian, Pengawas Satuan Pendidikan berfungsi/ berperan : Membina (guru, kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan , dan seluruh staf sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan ), menilai (kinerja hasil binaannya), memantau (perkembangan kinerja dan hasil kerja binaannya), melaporkan (hasil binaannya)<span> </span>dan menindaklanjuti ( program binaannya). Tampak jelas bahwa Pengawas bertanggung jawab meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan , dan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tupoksi dan tanggung jawab Pengawas Satuan Pendidikan yang kita simak tersebut menunjukkan sinyal, bahwa PSP FORMAL / NONFORMAL<span> </span>harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang lebih unggul dari guru dan kepala sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Dalam melaksanakan pengawasan, PSP FORMAL / NONFORMAL<span> </span>diberi kewenangan untuk :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>5)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Bersama fihak sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>/ lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan yang dibinanya menentukan program-program peningkatan kualitas sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>dan menyusun program pengawasan pada sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>yang bersangkutan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>6)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Memilih dan menentukan metode kerja untuk pencapaian hasil optimal sesuai kode etik profesi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"><span>7)<span> </span></span></span><!--[endif]--><span><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Menetapkan kinerja sekolah / lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan, kepala sekolah atau pimpinan lembaga organisasi yang terlibat didalam penyelengaraan pendidikan nonformal, dan guru serta tenaga kependidikan yang lain beserta faktor-faktor yang mempengaruhi guna peningkatan kualitas diri dan layanan pengawas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Menilai dan merekomendasikan guru dan kepala sekolah / pimpinan lembaga ataupun organisasi kemasyarakatan<span> </span>sebagai bahan pertimbangan pengambil keputusan dalam kenaikan pangkat, promosi, dan mutasi jabatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><strong><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p class="MsoTitle"><span style="font-size: 14.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Adoeng Sumpena, (2002), Diktat Kuliah Pendidikan Masyarakat, FKIP-UIKA Bogor</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Asmun, (2003), Pelaksanaan Penyeuluhan Pertanian di Desa Cikompamayak, (Skripsi), FKIP UIKA Bogor</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Bambang Prasetyo Lina MIFTAHUL Janah, (2005), Metode Penelitian Kuantitatif (Teori dan Aplikasi), PT. Raja Grafindo Persada Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Departemen Hukum dan Ham, (2004) UUD 1945 dan Amademennya, Fokus Media, Bandung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN">Departemen Pendidikan Nasional, (2002), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">__________, (2002), Pedoman Pembentukan DKBM, Direktorat Pendidikan Masyarakat, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">__________, (2003), Undang – undan RI No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">__________, (2006), Standar Kompetensi Keaksaraan Pendidikan Keaksaraan, Ditjen PLS, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, (2007), Rencana Aksi Daerah dalam Upaya Mewujudkan Gerakan Nasional Pencepatan Pemberantasan Buta Aksara di Kabupaten Bogor, Pemda Kabupaten Bogor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI">Dinas Provinsi Jawa Barat, (2006), Keaksaraan Fungsional (Konsep KF, Pengertian, Tugas dan Prinsip KF), Subdin PLS Jawa Barat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span lang="FI">Djudju Sudjana, (2004), Pendidikan Luar Sekolah : Wawasan, Sejarah Perkembangan, Falsafah dan Teori Pendukung Asas, Nusantara Press, Bandung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">Kusndi, (2006), Pendidikan Keaksaraan (Filosofi, Strategi Implementasi) Direktorat Pendidikan Masyarakat, Jakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV">UIKA Bogor, (2007), Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi PLS, FKIP UIKA, Bogor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;"><span style="font-size: 12.0pt;" lang="SV"> </span></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/12/jadikan-fb-mu-berlangganan-posting-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: JADIKAN FB MU Berlangganan POSTING IMADIKLUS" >JADIKAN FB MU Berlangganan POSTING IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Tiap kali IMADIKLUS  membuat post baru maka akan terlihat pada facebook news feed, dan menurut saya itu bisa ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/jasa-web-blog-gratis-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jasa Web &#8211; Blog Gratis &#8211; IMADIKLUS" >Jasa Web &#8211; Blog Gratis &#8211; IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Imadiklus Pengabdian kepada pendidikan nonformal membuka pendaftaran pembuatan blog berbasis wordpress gratis ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/imadiklus-menang-teman-teman.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS MENANG TEMAN TEMAN" >IMADIKLUS MENANG TEMAN TEMAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setiap saat setiap saya online selalu saya sempatkan untuk melihat siapa yang menjadi saingan*apakah begitu de...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/10/bisakah-kita-meneng-melawan-mereka.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bisakah kita menang melawan mereka" >Bisakah kita menang melawan mereka</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Masih ingatkah Imadiklus saat ini mengikuti lomba Blog yang di selanggarakan oleh FORUM pengelila TI PNF, namu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/09/facebook-dengan-nama-domain-pribadi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Facebook dengan Nama Domain Pribadi" >Facebook dengan Nama Domain Pribadi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dapatkan Facebook dengan Nama Domain Pribadi , Ubah alamat blog gratisan kamu yang panjang dan rumit itu denga...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/07/jurusan-pendidikan-luar-sekolah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: jurusan pendidikan luar sekolah" >jurusan pendidikan luar sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">jurusan pendidikan luar sekolah atau yang disingkat dengan PLS merupakan salah satu jurusan yang yang beradsa ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/12/selamat-hari-ibu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Selamat hari IBU" >Selamat hari IBU</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Ibu itu segala'na..ibu itu seperti malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan buat ngejaga kita..waktu kita ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/06/rakorwil-iii-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: RAKORWIL III IMADIKLUS" >RAKORWIL III IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">"Wanita - wanita kuat"
di balik keberhasilan RAKORWIL III IMADIKLUS
Saat itu jam menunjukan pkL.19.00 WIB sa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/12/hubungan-pendidikan-dengan-rejeki.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hubungan Pendidikan Dengan Rejeki" >Hubungan Pendidikan Dengan Rejeki</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Curhat seorang teman
Good morning all..

Benarkah pendidikan itu berhubungan erat dengan rejeki?
Kenapa sa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pls-nonformal-pramuka-nonformal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PLS = NONFORMAL &#8211; PRAMUKA = NONFORMAL" >PLS = NONFORMAL &#8211; PRAMUKA = NONFORMAL</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Beberapa waktu yang silam, pamong belajar dan tutor kesetaraan yang terpilih, mengikuti “Orientasi Teknis”...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="silabus keaksaraan fungsional">silabus keaksaraan fungsional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="contoh silabus dan rencana pembelajaran aksara fungsional">contoh silabus dan rencana pembelajaran aksara fungsional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="model silabus keaksaraan fungsional">model silabus keaksaraan fungsional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="contoh skripsi pls landasan teoritis belajar program keaksaraan tingkat dasar">contoh skripsi pls landasan teoritis belajar program keaksaraan tingkat dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="faktor penghambat penyelenggaraan pendidikan luar sekolah">faktor penghambat penyelenggaraan pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="contoh silabus keaksaraan fungsional">contoh silabus keaksaraan fungsional</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="SUSUNAN PROGRAM KF BESERTA SILABUS">SUSUNAN PROGRAM KF BESERTA SILABUS</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="pendapat djudju sudjananamun perlu adanya suatu bentuk pelayananan mempunyai fungsi sebagai alternative penambah maupun pelengakap dan pengganti non formal maka lebih jauh PLS dilaksanakan halnya sesuai dengan pendapat Djudju Sudjana sebagai berikut">pendapat djudju sudjananamun perlu adanya suatu bentuk pelayananan mempunyai fungsi sebagai alternative penambah maupun pelengakap dan pengganti non formal maka lebih jauh PLS dilaksanakan halnya sesuai dengan pendapat Djudju Sudjana sebagai berikut</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="contoh silabus keaksaraan">contoh silabus keaksaraan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html" title="indikator hasil pembelajaran keaksaraan fungsional">indikator hasil pembelajaran keaksaraan fungsional</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/08/perkakas-%e2%80%b9-imadiklus-%e2%80%94-wordpress.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 17:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imadiklus Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2482</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan budi mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada intinya pendidikan adalah suatu proses yang disadari untuk mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan untuk siap hidup ditengah-tengah masyarakat. Prinsip dasar dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani dan mampu menghadapi problema yang dihadapi tanpa rasa tertekan, mampu, dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi, sehingga terdorong untuk memelihara diri sendiri maupun hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan atau belajar adalah sebagai proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming) bukan proses untuk dibentuk (process of beings haped) menurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran apa yang mereka inginkan, mencari apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan itu, menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, dan merencanakan serta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keputusan itu. Dapat dikatakan disini tugas pendidik pada umumnya adalah menolong orang belajar bagaimana memikirkan diri mereka sendiri, mengatur urusan kehidupan mereka sendiri dan mempertimbangkan pandangan dan interest orang lain. Dengan singkat menolong orang lain untuk berkembang dan matang. Dalam andragogi, keterlibatan orang dewasa dalam proses belajar jauh lebih besar, sebab sejak awal harus diadakan suatu diagnosa kebutuhan, merumuskan tujuan, dan mengevaluasi hasil belajar serta mengimplementasikannya secara bersama-sama. Berdasarkan</p>
<p style="text-align: justify;">pengertian ini pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu kegiatan pendidikan disamping bimbingan dan latihan</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membantu penyediaan pendidikan bagi masyarakat yang karena sesuatu hal tidak terlayani dalam jalur sekolah formal. Secara konsep pendidikan nonformal harus bertumpu pada kebutuhan masyarakat, bukan pada keinginan pemerintah (Aliasar 2005). Artinya bahwa sebelum program pendidikan masyarakat dikembangkan perlu dipahami dengan benar apa dan bagaimana kebutuhan masyarakat sesungguhnya. Untuk itu perlu kajian analisis kebutuhan (need assesment) sehingga program yang disuguhkan kepada masyarakat betul-betul mereka butuhkan dan ditunjang dengan sumber daya alam sekitarnya yang dapat menunjang kepada kompetensi yang mereka miliki. Begitupun untuk pengelolaannya harus diserahkan pada masyarakat, dominasi pemerintah harus dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan berbasis masyarakat pada dasarnya dirancang oleh masyarakat untuk membelajarkan dirinya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya, dan dengan demikian konsep pendidikan berbasis masyarakat menjadi “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”. Menurut Young, (1980) mengatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat menekankan pada pentingnya pemahaman akan kebutuhan masyarakat dan cara pemecahan oleh masyarakat dengan menggunakan potensi yang ada di lingkungannya. Aspek yang sangat penting dalam pendidikan berbasis masyarakat anatara lain pendidikan sepanjang hayat, keterlibatan masyarakat, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, dan pemanfaatan sumber daya yang kurang termanfaatkan sebagai tempat sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Brookfield (1987) membandingkan antara pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) dengan pendidikan berbasis sekolah (school-based education). Antara lain ditunjukkan bahwa kurikulum pendidikan berbasis masyarakat terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, masalah yang diangkat harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, urutan pembelajarannya tergantung pada warga belajar, waktu belajarnya fleksibel, menggunakan konsep keterampilan fungsional, menggunakan pendekatan andragogi (pendidikan orang dewasa), dan tidak mengutamakan ijazah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang berada di masyarakat, pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masyarakat, memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat, dan menuntut partisipasi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Metode pembelajaran orang dewasa</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep dan metode pembelajaran orang dewasa adalah dengan membelajarkan orang dewasa melalui pendidikan orang dewasa harus dilakukan dengan metode dan strategi yang sesuai yang disebut dengan metode andragogi. Orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. Harus dipahami bahwa orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aspek penting dalam pendidikan saat ini yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di seputar pendidikan murid sekolah yang relatif berusia muda. Kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan baik pendidikan informal maupun nonformal, misalnya pendidikan dalam bentuk keterampilan, kursus-kursus, penataran dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah yang sering muncul adalah bagaimana kiat, dan strategi membelajarkan orang dewasa yang notabene tidak menduduki bangku sekolah. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri ini mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain. Dengan begitu apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya tertekan dan merasa tidak senang. Karena orang dewasa bukan anak kecil, maka pendidikan bagi orang dewasa tidak dapat disamakan dengan pendidikan anak sekolah. Perlu dipahami apa pendorong bagi orang dewasa belajar, apa hambatan yang dialaminya, apa yang diharapkannya, bagaimana ia dapat belajar paling baik dan sebagainya (Lunandi, 1987).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemahaman terhadap perkembangan kondisi psikologi orang dewasa tentu saja mempunyai arti penting bagi para pendidik dan tenaga pendidik pendidikan nonformal dalam menghadapi orang dewasa sebagai siswa. Berkembangnya pemahaman kondisi psikologi orang dewasa semacam itu tumbuh dalam teori yang dikenal dengan nama andragogi. Andragogi sebagai ilmu yang memiliki dimensi yang luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Secara singkat teori ini memberikan dukungan dasar yang esensial bagi kegiatan pembelajaran orang dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan atau usaha pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan baik melalui jalur formal ataupun luar nonformal memiliki daerah dan kegiatan yang beraneka ragam. Pendidikan orang dewasa terutama pendidikan masyarakat bersifat nonformal sebagian besar dari siswa atau pesertanya adalah orang dewasa, atau paling tidak pemuda atau remaja. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan memerlukan pendekatan tersendiri. Dengan menggunakan teori andragogi kegiatan atau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan atau realisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu masalah dalam pengertian andragogi adalah pandangannya yang mengemukakan bahwa tujuan pendidikan itu bersifat mentransmisikan pengetahuan. Tetapi di lain dengan perubahan yang yang sangat cepat seperti inovasi dan perkembangan teknologi, perubahan sistem, budaya, ekonomi, dan perkembangan politik. Maka pengetahuan yang diperoleh seseorang ketika remaja akan menjadi usang ketika ia dewasa. Hal ini menuntut perubahan yang berkelanjutan (sustainability) bagi pendidik.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa dan kendala –kendala yang sering dialami dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut;</p>
<p style="text-align: justify;">1. Pada banyak praktek, pembelajaran untuk orang dewasa dilakukan sama saja dengan pemelajaran anak. Prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan orang dewasa. Hampir semua yang diketahui mengenai belajar ditarik dari penelitian belajar yang terkait dengan anak. Begitu juga mengenai mengajar, ditarik dari pengalaman mengajar anak-anak misalnya dalam kondisi wajib hadir dan semua teori mengenai transaksi guru dan siswa didasarkan pada suatu definisi pendidikan sebagai proses pemindahan kebudayaan. Namun, orang dewasa dengan berbagai latar belakang budaya adalah sebagai pribadi yang sudah matang, dan mempunyai kebutuhan lain dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya. Mereka merasa malu untuk belajar, apalagi kalau yang mengajar mereka lebih muda dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Pendidikan orang dewasa dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan, meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Pertumbuan orang dewasa dimulai pertengahan masa remaja (adolescence) sampai dewasa, di mana setiap individu tidak hanya memiliki kecenderungan tumbuh kearah menggerakkan diri sendiri tetapi secara aktual dia menginginkan orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang mandiri yang memiliki identitas diri. Dengan begitu orang dewasa tidak menginginkan orang memandangnya apalagi memperlakukan dirinya seperti anak-anak. Dia mengharapkan pengakuan orang lain akan otonomi dirinya, dan dijamin ketentramannya untuk menjaga identitas dirinya dengan penolakan dan ketidaksenangan akan setiap usaha orang lain untuk menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan terhadap dirinya. Tidak seperti anak-anak yang beberapa tingkatan masih menjadi objek pengawasan, pengendalian orang lain yaitu pengawasan dan pengendalian orang dewasa yang berada di sekeliling, terhadap dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Uraian di atas sesuai dengan konsepsi Rogers dalam Knowlws (1983) mengenai belajar lebih bersifat client centered. Dalam pendekatan ini Roger mendasarkan pada beberapa hipotesa berikut ini yang merupakan rekomendasi dalam proses pelaksanaan pendidikan yang mengandung pendidikan:</p>
<p style="text-align: justify;">1.Bahwa setiap individu hidup dalam dunia pengalaman yang selalu berubah dimana dirinya sendiri adalah sebagai pusat, dan semua orang mereaksi seperti dia mengalami dan mengartikan pengalaman itu. Ini berarti bahwa dia menekankan bahwa makna yang datang dari makna yang dimiliki. Dengan begitu, belajar adalah belajar sendiri dan yang tahu seberapa jauh dia telah menguasai sesuatu yang dipelajari adalah dirinya sendiri. Dengan hipotesa semacam ini maka dalam kegiatan belajar, keterlibatan peserta didik secara aktif mempunyai kedudukan sangat penting dan mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">2.Seseorang belajar dengan penuh makna hanya apabila sesuatu yang dia pelajari bermanfaat dalam pengembangan struktur dirinya. Hal ini menekankan pentingnya program belajar yang relevan dengan kebutuhannya, yaitu yang memberi manfaat bagi dirinya. Artinya tidak sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi yang lebih pokok adalah memperoleh keteramplian yang dapat menunjang hidupnya saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">3.Penciptaan iklim yang menyenangkan, penerimaan, dan saling bantu dengan menanamkan kepercayaan dan tanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">4.Perbedaan persepsi setiap individu diberikan perlindungan. Ini berarti di samping perlunya memberikan iklim belajar yang aman, juga perlu pengembangan otonomi kepada setiap individu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, terkandung di dalamnya perwujudan yang ingin dikembangkan dalam aktivitas kegiatan pendidikan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan,</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan perilaku dalam pembelajaran terjadi melalui adanya proses pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan dirinya sebagai individu, dan dalam hal ini, sangat memungkinkan adanya partisipasi dalam kehidupan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, maupun kesejahteraan bagi orang lain, disebabkan produktivitas yang lebih meningkat. Bagi peserta didik pemenuhan kebutuhannya sangat mendasar, sehingga setelah kebutuhan itu terpenuhi ia dapat beralih ke arah usaha pemenuhan kebutuhan lain yang lebih masih diperlukannya sebagai penyempurnaan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya setiap individu wajib terpenuhi kebutuhannya yang paling dasar (sandang dan pangan), sebelum ia mampu merasakan kebutuhan yang lebih tinggi sebagai penyempurnaan kebutuhan dasar tadi, yakni kebutuhan keamanaan, penghargaan, harga diri, dan aktualisasi dirinya. Bilamana kebutuhan paling dasar yakni kebutuhan fisik berupa sandang, pangan, dan papan belum terpenuhi, maka setiap individu belum membutuhkan atau merasakan apa yang dinamakan sebagai harga diri. Setelah kebutuhan dasar itu terpenuhi, maka setiap individu perlu rasa aman jauh dari rasa takut, kecemasan, dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya, sebab ketidakamanan hanya akan melahirkan kecemasan yang berkepanjangan. Kemudian kalau rasa aman telah terpenuhi, maka setiap individu butuh penghargaan terhadap hak azasi dirinya yang diakui oleh setiap individu di luar dirinya. Jika kesemuanya itu terpenuhi barulah individu itu merasakan mempunyai harga diri. Dalam kaitan ini, tentunya pendidikan orang dewasa yang memiliki harga diri dan jati dirinya membutuhkan pengakuan, dan itu akan sangat berpengaruh dalam proses belajarnya. Secara psikologis, dengan mengetahui kebutuhan orang dewasa sebagai peserta kegiatan pendidikan/pelatihan, maka akan dapat dengan mudah dan dapat ditentukan kondisi belajar yang harus diciptakan, isi materi apa yang harus diberikan, strategi, teknik serta metode apa yang cocok digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti telah disebutkan di atas bahwa dalam diri orang dewasa sebagai siswa yang sudah tumbuh kematangan konsep dirinya timbul kebutuhan psikologi yang mendalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi utuh yang mengarahkan dirinya sendiri. Namun, tidak hanya orang dewasa tetapi juga pemuda atau remaja juga memiliki kebutuhan semacam itu. Sesuai teori Peaget (1959) mengenai perkembangan psikologi dari kurang lebih 12 tahun ke atas individu sudah dapat berfikir dalam bentuk dewasa yaitu dalam istilah dia sudah mencapai perkembangan pikir formal operation. Dalam tingkatan perkembangan ini individu sudah dapat memecahkan segala persoalan secara logik, berfikir secara ilmiah, dapat memecahkan masalah-masalah verbal yang kompleks atau secara singkat sudah tercapai kematangan struktur kognitifnya. Dalam periode ini individu mulai mengembangkan pengertian akan diri (self) atau identitas (identitiy) yang dapat dikonsepsikan terpisah dari dunia luar di sekitarnya. Berbeda dengan anak-anak, di sini remaja (adolescence) tidak hanya dapat mengerti keadaan benda-benda di dekatnya tetapi juga kemungkinan keadaan benda-benda itu di duga. Dalam masalah nilai-nilai remaja mulai mempertanyakan dan membanding-bandingkan. Nilai-nilai yang diharapkan selalu dibandingkan dengan nilai yang aktual. Secara singkat dapat dikatakan remaja adalah tingkatan kehidupan dimana proses semacam itu terjadi, dan ini berjalan terus sampai mencapai kematangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu jelaslah kiranya bahwa setiap orang (tidak hanya orang dewasa) memiliki kemampuan memikirkan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa terdapat keadaan yang bertentangan antara nilai-nilai yang dianut dan tingkah laku orang lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan sejak pertengaham masa remaja individu mengembangkan apa yang dikatakan “pengertian diri” (sense of identity).</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Rogers (1983) mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi kedua, sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya lebih banyak dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi ketiga, bahwa pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu, sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992). Sejalan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik, tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi keempat, bahwa anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembahasan</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa dapat efektif (lebih cepat dan melekat pada ingatannya), bilamana pembimbing (tutor, pengajar, pamong, instruktur, dan sejenisnya) tidak terlalu mendominasi kelompok kelas, mengurangi banyak bicara, namun mengupayakan agar individu orang dewasa itu mampu menemukan alternatif-alternatif untuk mengembangkan kepribadian mereka. Seorang pembimbing yang baik harus berupaya untuk banyak mendengarkan dan menerima gagasan seseorang, kemudian menilai dan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang dewasa pada hakekatnya adalah makhluk yang kreatif bilamana seseorang mampu menggerakkan/menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam upaya ini, diperlukan keterampilan dan kiat khusus yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Di samping itu, orang dewasa dapat dibelajarkan lebih aktif apabila mereka merasa ikut dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, terutama apabila mereka dilibatkan memberi sumbangan pikiran dan gagasan yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki harga diri di depan sesama temannya. Artinya, orang dewasa akan belajar lebih baik apabila pendapat pribadinya dihormati, dan akan lebih senang kalau ia boleh sumbang saran pemikiran dan mengemukakan ide pikirannya, daripada pembimbing melulu menjejalkan teori dan gagasannya sendiri kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Percaya diri</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena sifat belajar bagi orang dewasa adalah bersifat subjektif dan unik, maka terlepas dari benar atau salahnya, segala pendapat, perasaan, pikiran, gagasan, teori, sistem nilainya perlu dihargai. Tidak menghargai (meremehkan dan menyampingkan) harga diri mereka, hanya akan mematikan gairah belajar orang dewasa. Namun demikian, pembelajaran orang dewasa perlu pula mendapatkan kepercayaan dari pembimbingnya, dan pada akhirnya mereka harus mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Tanpa kepercayaan diri tersebut, maka suasana belajar yang kondusif tak akan pernah terwujud.</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem nilai</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dewasa memiliki sistem nilai yang berbeda, mempunyai pendapat dan pendirian yang berbeda. Dengan terciptanya suasana yang baik, mereka akan dapat mengemukakan isi hati dan isi pikirannya tanpa rasa takut dan cemas, walaupun mereka saling berbeda pendapat. Orang dewasa mestinya memiliki perasaan bahwa dalam suasana/ situasi belajar yang bagaimanapun, mereka boleh berbeda pendapat dan boleh berbuat salah tanpa dirinya terancam oleh sesuatu sanksi (dipermalukan, pemecatan, cemoohan, dll). Dalam konteks ini harus dipahami latar belakang dan budaya mereka, serta kondisi ekonominya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan seorang pembimbing sangat membantu bagi kemajuan orang dewasa dalam mengembangkan potensi pribadinya di dalam kelas, atau di tempat pelatihan. Sifat keterbukaan untuk mengungkapkan diri, dan terbuka untuk mendengarkan gagasan, akan berdampak baik bagi kesehatan psikologis, dan psikis mereka. Di samping itu, harus dihindari segala bentuk akibat yang membuat orang dewasa mendapat ejekan, hinaan, atau dipermalukan. Jalan terbaik hanyalah diciptakannya suasana keterbukaan dalam segala hal, sehingga berbagai alternatif kebebasan mengemukakan ide/gagasan dapat diciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal lainnya, tidak dapat dinafikan bahwa orang dewasa belajar secara khas dan unik. Faktor tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan yang terkendali harus diakui sebagai hak pribadi yang khas sehingga keputusan yang diambil tidak harus selalu sama dengan pribadi orang lain. Kebersamaan dalam kelompok tidak selalu harus sama dalam pribadi, sebab akan sangat membosankan kalau saja suasana yang seakan hanya mengakui satu kebenaran tanpa adanya kritik yang memperlihatkan perbedaan tersebut. Oleh sebab itu, latar belakang pendidikan, latar belakang kebudayaan, dan pengalaman masa lampau masing-masing individu dapat memberi warna yang berbeda pada setiap keputusan yang diambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang dewasa, terciptanya suasana belajar yang kondusif merupakan suatu fasilitas yang mendorong mereka mau mencoba perilaku baru, berani tampil beda, dapat berlaku dengan sikap baru dan mau mencoba pengetahuan baru yang mereka peroleh. Walaupun sesuatu yang baru mengandung resiko terjadinya kesalahan, namun kesalahan, dan kekeliruan itu sendiri merupakan bagian yang wajar dari belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, orang dewasa ingin tahu apa arti dirinya dalam kelompok belajar itu. Bagi orang dewasa ada kecenderungan ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan demikian, diperlukan adanya evaluasi bersama oleh seluruh anggota kelompok dirasakannya berharga untuk bahan renungan, di mana renungan itu dapat mengevaluasi dirinya dari orang lain yang persepsinya bisa saja memiliki perbedaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerjasama</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu perlu dikembangkan konsep Masyarakat Belajar (learning community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Ketika seorang anak baru belajar memainkan game pada alat elektroniknya, ia bertanya kepada temannya “Bagaimana caranya? Tolong bantuin, aku!” Lalu temannya yang sudah biasa, menunjukkan cara mengoperasikan alat itu. Maka, dua orang itu sudah membentuk masyarakat belajar (learning community). Hal-hal seperti ini menjadi penting sebagai sebuah konsep dasar dalam pembelajaran pada pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antara teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang ini, di kelas ini, disekitar sini, juga orang-orang yang ada di luar sana, semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelompok-kelompok yang anggotanya hetorogen seharusnya anak yang terampil/kaya ide membantu yang tidak mampu, yang pandai mengajari yang lemah dan begitu seterusnya. Proses ini akan memberikan perubahan perilaku (entering behavior).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam interaksi seperti ini dalam “Masyarakat belajar” perlu komunikasi dua arah. “Seorang pendidik yang mengajar siswanya” bukan contoh masyarakat belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah, yaitu informasi hanya datang dari pendidik ke arah siswa, tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari pendidik yang datang dari arah siswa. Dalam masyarakat belajar, dua kelompok (atau lebih) yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungannya dengan masyarakat belajar adalah;</p>
<p style="text-align: justify;">1.Untuk membantu masyarakat menghadapi sesuatu secara objektif</p>
<p style="text-align: justify;">2.Untuk memperlengkapi orang dewasa dengan keterampilan memecahkan masalah</p>
<p style="text-align: justify;">3.Untuk membantu masyarakat dalam merubah kondisi sosial mereka</p>
<p style="text-align: justify;">4.Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang diperlukan guna melengkapi kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan saling belajar (kerjasama) ini bisa terjadi apabila tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa sungkan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap paling tahu, semua pihak harus saling mendengarkan. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain, maka setiap orang lain bisa manjadi sumber belajar, dan ini berarti bahwa setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya dalam membentuk masyarakat belajar, konsep pilar belajar dari UNESCO (1996:71) perlu dikembangkan seperti; learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together, and learning to believe in God, yang merupakan akumulasi dari berbagai pengetahuan keterampilan yang diperoleh sejak masa kanak-Manusia yang telah dibekali dengan pilar Learning to know akan memiliki sejumlah pengetahuan dan ketrampilan berpikir. Gabungan pengetahuan dan ketrampilan berpikir tersebut dapat dikembangkannya untuk kemampuan berbuat, meningkatkan kualitas diri, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dan peningkatan kualitas hidup sebagai makhluk yang beragama. 2) Learning to do, dalam kehidupan manusia adalah adanya dorongan untuk berkreasi, memecahkan masalah dan mengadakan inovasi-inovasi. Dasar ini berangkat dari adanya pengetahuan yang dimiliki yang digunakannya untuk identitas dirinya dan kemaslahatan orang banyak berdasarkan kepercayaan yang dimilikinya. 3) Learning to be, menjadikan manusia hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan pada pihak lain. Berdasarkan hal ini, manusia mempunyai kebebasan untuk mendapatkan sesuatu atau bertindak. Atas dasar ini manusia tersebut bebas memilih ilmu apa yang ingin didapatkannya, bebas menentukan dalam bekerjasama dengan orang lain yang didasarkan atas norma-norma atau ajaran agama yang dianutnya. 4) Learning to live together, bahwa manusia mempunyai keselarasan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara bersama-sama mampu mendapatkan sejumlah pengetahuan, mampu berbuat secara bersama-sama dengan tetap menghargai perbedaan individu dan potensi masing-masing dalam kerangka bekerja bersama. Seluruh pekerjaan tersebut dapat dipertangjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 5) learning to believe in God, bahwa manusia mempunyai pegangan yang universal dalam berhubungan dengan lingkungannya dan berhubungan dengan penciptanya. Dalam artian ini bahwa pengetahuan yang dicari seseorang harus dapat memberi manfaat untuk isi alam itu sendiri, dan bagaimana mengelolanya untuk kebaikan bersama secara berkelanjutan (sustainable), yang secara religius dapat dipertanggungjawabkannya kepada Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh pilar-pilar di atas merupakan kerangka dasar yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran orang dewasa dalam rangka mendorong terwujudnya struktur dan kultur masyarakat belajar sepanjang hayat, sehingga setiap orang nantinya akan memiliki kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa; Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftar Pustaka</p>
<p style="text-align: justify;">Aliasar (2005). Diskriminasi Dalam Pelayanan Pendidikan pada Sekolah Inklusif. Makalah disampaikan pada Seminar Analisis dengan peserta dari Dinas / Instansi terkait dalam pengembangan pPendidikan Nasional., Padang.</p>
<p style="text-align: justify;">Aliasar dan Jamaris Jamna (2005). Catatan dari bahan perkuliahan Pendidikan Berkelanjutan. Padang: Program Doktor Pascasarjana-UNP.</p>
<p style="text-align: justify;">Maslow, Abraham H.1966, Motivation And Personality, New York : Harper And Row Publishers.</p>
<p style="text-align: justify;">Piaget, J. (1970). Genetic Epistemology. New York: Columbia University Press</p>
<p style="text-align: justify;">Rogers, Everett M.1983. Diffusion of Inovation, London : MacMillan Pub.</p>
<p style="text-align: justify;">Komisi Internasional Tentang Pendidikan untuk abad XXI, 1996, Belajar : Harta Karun di Dalamnya, Laporan Kepada UNESCO, Jakarta, Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO</p>
<p style="text-align: justify;">UU.Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, BP. Cipta Jaya</p>
<p style="text-align: justify;">Young, Kimbal. 1980 Social Psychology, Apleton Century</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai sumber Internet.?</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/02/lawan-stigma-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lawan Stigma PLS" >Lawan Stigma PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bukan hal yang aneh ketika semua orang berpikiran pendidikan akan menghasilkan pekerjaan. Orang kuliah selama ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/merubah-konsep-pandangan-pendidikan-non-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal" >Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">MERUBAH KONSEP PANDANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL
 

Habib Prastyo
Abstract: Education which is provided by t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peranan-tutor-dalam-meningkatkan-motivasi-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR" >PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SANTI PURWANTI. PERANAN TUTOR DALAM
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN KE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lebih Mengenal Andragogi" >Lebih Mengenal Andragogi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Lebih Mengenal Andragogi  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/peduli-buta-aksara-dewi-hughes-buka-taman-bacaan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan" >Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Desak Made Hugeshia Dewi atau yang akrab disapa dengan Dewi Hughes belum lama ini telah mendirikan taman bacaa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/transkeho-sebagai-pembelajaran-keaksaraan-fungsional.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional" >Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Transkeho Sebagai Pembelajaran
Keaksaraan Fungsional
Andriyana Dwi Astuti*
Akhmad Aqil Aziz*
Abstract

B...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" >Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan
Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana bel...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="pendidikan orang dewasa">pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="pengertian masyarakat belajar">pengertian masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="PENDIDIKAN ORANG DEWASA di indonesia">PENDIDIKAN ORANG DEWASA di indonesia</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="masyarakat belajar">masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="PENGERTIAN LEARNING COMMUNITY">PENGERTIAN LEARNING COMMUNITY</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="opini pendidikan">opini pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="jenis pendidikan orang dewasa">jenis pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="masyarakat belajar learning community">masyarakat belajar learning community</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="definisi masyarakat belajar">definisi masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" title="analisis kaitan andragogi pendidikan karakter dengan dasar pendidikan pls">analisis kaitan andragogi pendidikan karakter dengan dasar pendidikan pls</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 04:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2412</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pendidikan</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak dan budi mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada intinya pendidikan adalah suatu proses yang disadari untuk mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan untuk siap hidup ditengah-tengah masyarakat. Prinsip dasar dari pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia, mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani dan mampu menghadapi problema yang dihadapi tanpa rasa tertekan, mampu, dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi, sehingga terdorong untuk memelihara diri sendiri maupun hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.<a href="http://www.jugaguru.com/images.php/gambar/article/content/1121/"><img class="alignright" src="http://www.jugaguru.com/images.php/gambar/article/content/1121/" alt=" Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" width="255" height="299" title="Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan atau belajar adalah sebagai proses menjadi dirinya sendiri (process of becoming) bukan proses untuk dibentuk (process of beings haped) menurut kehendak orang lain, maka kegiatan belajar harus melibatkan individu atau client dalam proses pemikiran apa yang mereka inginkan, mencari apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan itu, menentukan tindakan apa yang harus dilakukan, dan merencanakan serta melakukan apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkan keputusan itu. Dapat dikatakan disini tugas pendidik pada umumnya adalah menolong orang belajar bagaimana memikirkan diri mereka sendiri, mengatur urusan kehidupan mereka sendiri dan mempertimbangkan pandangan dan interest orang lain. Dengan singkat menolong orang lain untuk berkembang dan matang. Dalam andragogi, keterlibatan orang dewasa dalam proses belajar jauh lebih besar, sebab sejak awal harus diadakan suatu diagnosa kebutuhan, merumuskan tujuan, dan mengevaluasi hasil belajar serta mengimplementasikannya secara bersama-sama. Berdasarkan<br />
pengertian ini pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu kegiatan pendidikan disamping bimbingan dan latihan</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam membantu penyediaan pendidikan bagi masyarakat yang karena sesuatu hal tidak terlayani dalam jalur sekolah formal. Secara konsep pendidikan nonformal harus bertumpu pada kebutuhan masyarakat, bukan pada keinginan pemerintah (Aliasar 2005). Artinya bahwa sebelum program pendidikan masyarakat dikembangkan perlu dipahami dengan benar apa dan bagaimana kebutuhan masyarakat sesungguhnya. Untuk itu perlu kajian analisis kebutuhan (need assesment) sehingga program yang disuguhkan kepada masyarakat betul-betul mereka butuhkan dan ditunjang dengan sumber daya alam sekitarnya yang dapat menunjang kepada kompetensi yang mereka miliki. Begitupun untuk pengelolaannya harus diserahkan pada masyarakat, dominasi pemerintah harus dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendidikan berbasis masyarakat pada dasarnya dirancang oleh masyarakat untuk membelajarkan dirinya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya, dan dengan demikian konsep pendidikan berbasis masyarakat menjadi “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”. Menurut Young, (1980) mengatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat menekankan pada pentingnya pemahaman akan kebutuhan masyarakat dan cara pemecahan oleh masyarakat dengan menggunakan potensi yang ada di lingkungannya. Aspek yang sangat penting dalam pendidikan berbasis masyarakat anatara lain pendidikan sepanjang hayat, keterlibatan masyarakat, keterlibatan organisasi kemasyarakatan, dan pemanfaatan sumber daya yang kurang termanfaatkan sebagai tempat sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Brookfield (1987) membandingkan antara pendidikan berbasis masyarakat (community-based education) dengan pendidikan berbasis sekolah (school-based education). Antara lain ditunjukkan bahwa kurikulum pendidikan berbasis masyarakat terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, masalah yang diangkat harus relevan dengan kebutuhan masyarakat, urutan pembelajarannya tergantung pada warga belajar, waktu belajarnya fleksibel, menggunakan konsep keterampilan fungsional, menggunakan pendekatan andragogi (pendidikan orang dewasa), dan tidak mengutamakan ijazah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang berada di masyarakat, pendidikan yang menjawab kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masyarakat, memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat, dan menuntut partisipasi masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Metode pembelajaran orang dewasa<br />
Konsep dan metode pembelajaran orang dewasa adalah dengan membelajarkan orang dewasa melalui pendidikan orang dewasa harus dilakukan dengan metode dan strategi yang sesuai yang disebut dengan metode andragogi. Orang dewasa sebagai siswa dalam kegiatan belajar tidak dapat diperlakukan seperti anak-anak didik biasa yang sedang duduk di bangku sekolah tradisional. Harus dipahami bahwa orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, harus dipahami bahwa, orang dewasa yang tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri bergerak dari ketergantungan seperti yang terjadi pada masa kanak-kanak menuju ke arah kemandirian atau pengarahan diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aspek penting dalam pendidikan saat ini yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai konsep pendidikan untuk orang dewasa. Tidak selamanya kita berbicara dan mengulas di seputar pendidikan murid sekolah yang relatif berusia muda. Kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit orang dewasa yang harus mendapat pendidikan baik pendidikan informal maupun nonformal, misalnya pendidikan dalam bentuk keterampilan, kursus-kursus, penataran dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah yang sering muncul adalah bagaimana kiat, dan strategi membelajarkan orang dewasa yang notabene tidak menduduki bangku sekolah. Kematangan psikologi orang dewasa sebagai pribadi yang mampu mengarahkan diri sendiri ini mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa dan dimanipulasi oleh orang lain. Dengan begitu apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya tertekan dan merasa tidak senang. Karena orang dewasa bukan anak kecil, maka pendidikan bagi orang dewasa tidak dapat disamakan dengan pendidikan anak sekolah. Perlu dipahami apa pendorong bagi orang dewasa belajar, apa hambatan yang dialaminya, apa yang diharapkannya, bagaimana ia dapat belajar paling baik dan sebagainya (Lunandi, 1987).</p>
<p style="text-align: justify;">Pemahaman terhadap perkembangan kondisi psikologi orang dewasa tentu saja mempunyai arti penting bagi para pendidik dan tenaga pendidik pendidikan nonformal dalam menghadapi orang dewasa sebagai siswa. Berkembangnya pemahaman kondisi psikologi orang dewasa semacam itu tumbuh dalam teori yang dikenal dengan nama andragogi. Andragogi sebagai ilmu yang memiliki dimensi yang luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Secara singkat teori ini memberikan dukungan dasar yang esensial bagi kegiatan pembelajaran orang dewasa. Oleh sebab itu, pendidikan atau usaha pembelajaran orang dewasa memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang kuat akan konsep teori yang didasarkan pada asumsi atau pemahaman orang dewasa sebagai siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan pendidikan baik melalui jalur formal ataupun luar nonformal memiliki daerah dan kegiatan yang beraneka ragam. Pendidikan orang dewasa terutama pendidikan masyarakat bersifat nonformal sebagian besar dari siswa atau pesertanya adalah orang dewasa, atau paling tidak pemuda atau remaja. Oleh sebab itu, kegiatan pendidikan memerlukan pendekatan tersendiri. Dengan menggunakan teori andragogi kegiatan atau usaha pembelajaran orang dewasa dalam kerangka pembangunan atau realisasi pencapaian cita-cita pendidikan seumur hidup dapat diperoleh dengan dukungan konsep teoritik atau penggunaan teknologi yang dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu masalah dalam pengertian andragogi adalah pandangannya yang mengemukakan bahwa tujuan pendidikan itu bersifat mentransmisikan pengetahuan. Tetapi di lain dengan perubahan yang yang sangat cepat seperti inovasi dan perkembangan teknologi,  perubahan sistem, budaya,  ekonomi, dan perkembangan politik. Maka pengetahuan yang diperoleh seseorang ketika remaja akan menjadi usang ketika ia dewasa. Hal ini menuntut perubahan yang berkelanjutan (sustainability) bagi pendidik.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa<br />
Prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa dan kendala –kendala yang sering dialami dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut;<br />
1. Pada banyak praktek, pembelajaran untuk orang dewasa dilakukan sama saja dengan pemelajaran anak. Prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pendidikan orang dewasa. Hampir semua yang diketahui mengenai belajar ditarik dari penelitian belajar yang terkait dengan anak. Begitu juga mengenai mengajar, ditarik dari pengalaman mengajar anak-anak misalnya dalam kondisi wajib hadir dan semua teori mengenai transaksi guru dan siswa didasarkan pada suatu definisi pendidikan sebagai proses pemindahan kebudayaan. Namun, orang dewasa dengan berbagai latar belakang budaya adalah sebagai pribadi yang sudah matang, dan mempunyai kebutuhan lain dalam hal menetapkan daerah belajar di sekitar problem hidupnya. Mereka merasa malu untuk belajar, apalagi kalau yang mengajar mereka lebih muda dari mereka.<br />
2. Pendidikan orang dewasa dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, mengenai apapun bentuk isi, tingkatan status dan metoda apa yang digunakan dalam proses pendidikan tersebut, baik formal maupun non-formal, baik dalam rangka kelanjutan pendidikan di sekolah maupun sebagai pengganti pendidikan di sekolah, di tempat kursus, pelatihan kerja maupun di perguruan tinggi, yang membuat orang dewasa mampu mengembangkan kemampuan, keterampilan, memperkaya khasanah pengetahuan, meningkatkan kualifikasi keteknisannya atau keprofesionalannya dalam upaya mewujudkan kemampuan ganda yakni di suatu sisi mampu mengembangankan pribadi secara utuh dan dapat mewujudkan keikutsertaannya dalam perkembangan sosial budaya, ekonomi, dan teknologi secara bebas, seimbang, dan berkesinambungan.<br />
3. Pertumbuan orang dewasa dimulai pertengahan masa remaja (adolescence) sampai dewasa, di mana setiap individu tidak hanya memiliki kecenderungan tumbuh kearah menggerakkan diri sendiri tetapi secara aktual dia menginginkan orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang mandiri yang memiliki identitas diri. Dengan begitu orang dewasa tidak menginginkan orang memandangnya apalagi memperlakukan dirinya seperti anak-anak. Dia mengharapkan pengakuan orang lain akan otonomi dirinya, dan dijamin ketentramannya untuk menjaga identitas dirinya dengan penolakan dan ketidaksenangan akan setiap usaha orang lain untuk menekan, memaksa, dan manipulasi tingkah laku yang ditujukan terhadap dirinya. Tidak seperti anak-anak yang beberapa tingkatan masih menjadi objek pengawasan, pengendalian orang lain yaitu pengawasan dan pengendalian orang dewasa yang berada di sekeliling, terhadap dirinya.<br />
4. Pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Uraian di atas sesuai dengan konsepsi Rogers dalam Knowlws (1983) mengenai belajar lebih bersifat client centered. Dalam pendekatan ini Roger mendasarkan pada beberapa hipotesa berikut ini yang merupakan rekomendasi dalam proses pelaksanaan pendidikan yang mengandung pendidikan:<br />
1.Bahwa setiap individu hidup dalam dunia pengalaman yang selalu berubah dimana dirinya sendiri adalah sebagai pusat, dan semua orang mereaksi seperti dia mengalami dan mengartikan pengalaman itu. Ini berarti bahwa dia menekankan bahwa makna yang datang dari makna yang dimiliki. Dengan begitu, belajar adalah belajar sendiri dan yang tahu seberapa jauh dia telah menguasai sesuatu yang dipelajari adalah dirinya sendiri. Dengan hipotesa semacam ini maka dalam kegiatan belajar, keterlibatan peserta didik secara aktif mempunyai kedudukan sangat penting dan mendalam.<br />
2.Seseorang belajar dengan penuh makna hanya apabila sesuatu yang dia pelajari bermanfaat dalam pengembangan struktur dirinya. Hal ini menekankan pentingnya program belajar yang relevan dengan kebutuhannya, yaitu yang memberi manfaat bagi dirinya. Artinya tidak sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi yang lebih pokok adalah memperoleh keteramplian yang dapat menunjang hidupnya saat itu.<br />
3.Penciptaan iklim yang menyenangkan, penerimaan, dan saling bantu dengan menanamkan kepercayaan dan tanggung jawab.<br />
4.Perbedaan persepsi setiap individu diberikan perlindungan. Ini berarti di samping perlunya memberikan iklim belajar yang aman, juga perlu pengembangan otonomi kepada setiap individu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, terkandung di dalamnya perwujudan yang ingin dikembangkan dalam aktivitas kegiatan pendidikan. Pertama untuk mewujudkan pencapaian perkembangan setiap individu, dan kedua untuk mewujudkan peningkatan keterlibatannya (partisipasinya) dalam aktivitas sosial dari setiap individu yang bersangkutan. Tambahan pula, bahwa pendidikan mencakup segala aspek pengalaman belajar yang diperlukan,</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian hal itu dapat berdampak positif terhadap keberhasilan pembelajaran yang tampak pada adanya perubahan perilaku ke arah pemenuhan pencapaian kemampuan/keterampilan yang memadai. Di sini, setiap individu yang berhadapan dengan individu lain akan dapat belajar bersama dengan penuh keyakinan. Perubahan perilaku dalam hal kerjasama dalam berbagai kegiatan, merupakan hasil dari adanya perubahan setelah adanya proses belajar, yakni proses perubahan sikap yang tadinya tidak percaya diri menjadi perubahan kepercayaan diri secara penuh dengan menambah pengetahuan atau keterampilannya. Perubahan perilaku terjadi karena adanya perubahan (penambahan) pengetahuan atau keterampilan serta adanya perubahan sikap mental yang sangat jelas, dalam hal pendidikan tidak cukup hanya dengan memberi tambahan pengetahuan, tetapi harus dibekali juga dengan rasa percaya yang kuat dalam pribadinya. Pertambahan pengetahuan saja tanpa kepercayaan diri yang kuat, niscaya mampu melahirkan perubahan ke arah positif berupa adanya pembaharuan baik fisik maupun mental secara nyata, menyeluruh dan berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan perilaku dalam pembelajaran terjadi melalui adanya proses pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan dirinya sebagai individu, dan dalam hal ini, sangat memungkinkan adanya partisipasi dalam kehidupan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, maupun kesejahteraan bagi orang lain, disebabkan produktivitas yang lebih meningkat. Bagi peserta didik pemenuhan kebutuhannya sangat mendasar, sehingga setelah kebutuhan itu terpenuhi ia dapat beralih ke arah usaha pemenuhan kebutuhan lain yang lebih masih diperlukannya sebagai penyempurnaan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya setiap individu wajib terpenuhi kebutuhannya yang paling dasar (sandang dan pangan), sebelum ia mampu merasakan kebutuhan yang lebih tinggi sebagai penyempurnaan kebutuhan dasar tadi, yakni kebutuhan keamanaan, penghargaan, harga diri, dan aktualisasi dirinya. Bilamana kebutuhan paling dasar yakni kebutuhan fisik berupa sandang, pangan, dan papan belum terpenuhi, maka setiap individu belum membutuhkan atau merasakan apa yang dinamakan sebagai harga diri. Setelah kebutuhan dasar itu terpenuhi, maka setiap individu perlu rasa aman jauh dari rasa takut, kecemasan, dan kekhawatiran akan keselamatan dirinya, sebab ketidakamanan hanya akan melahirkan kecemasan yang berkepanjangan. Kemudian kalau rasa aman telah terpenuhi, maka setiap individu butuh penghargaan terhadap hak azasi dirinya yang diakui oleh setiap individu di luar dirinya. Jika kesemuanya itu terpenuhi barulah individu itu merasakan mempunyai harga diri. Dalam kaitan ini, tentunya pendidikan orang dewasa yang memiliki harga diri dan jati dirinya membutuhkan pengakuan, dan itu akan sangat berpengaruh dalam proses belajarnya. Secara psikologis, dengan mengetahui kebutuhan orang dewasa sebagai peserta kegiatan pendidikan/pelatihan, maka akan dapat dengan mudah dan dapat ditentukan kondisi belajar yang harus diciptakan, isi materi apa yang harus diberikan, strategi, teknik serta metode apa yang cocok digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan pendidikan atau belajar, orang dewasa bukan lagi menjadi obyek sosialisasi yang seolah-olah dibentuk dan dipengaruhi untuk menyesuaikan dirinya dengan keinginan memegang otoritas di atas dirinya sendiri, akan tetapi tujuan kegiatan belajar atau pendidikan orang dewasa tentunya lebih mengarah kepada pencapaian pemantapan identitas dirinya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri; atau, kalau meminjam istilah Rogers dalam Knowles (1983), kegiatan belajar bertujuan mengantarkan individu untuk menjadi pribadi atau menemuan jati dirinya. Dalam hal belajar atau pendidikan merupakan process of becoming a person. Bukan proses pembentukan atau process of being shaped yaitu proses pengendalian dan manipulasi untuk sesuai dengan orang lain; atau, kalau meminjam istilah Maslow (1966), belajar merupakan proses untuk mencapai aktualiasi diri (self-actualization).</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti telah disebutkan di atas bahwa dalam diri orang dewasa sebagai siswa yang sudah tumbuh kematangan konsep dirinya timbul kebutuhan psikologi yang mendalam yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi utuh yang mengarahkan dirinya sendiri. Namun, tidak hanya orang dewasa tetapi juga pemuda atau remaja juga memiliki kebutuhan semacam itu. Sesuai teori Peaget (1959) mengenai perkembangan psikologi dari kurang lebih 12 tahun ke atas individu sudah dapat berfikir dalam bentuk dewasa yaitu dalam istilah dia sudah mencapai perkembangan pikir formal operation. Dalam tingkatan perkembangan ini individu sudah dapat memecahkan segala persoalan secara logik, berfikir secara ilmiah, dapat memecahkan masalah-masalah verbal yang kompleks atau secara singkat sudah tercapai kematangan struktur kognitifnya. Dalam periode ini individu mulai mengembangkan pengertian akan diri (self) atau identitas (identitiy) yang dapat dikonsepsikan terpisah dari dunia luar di sekitarnya. Berbeda dengan anak-anak, di sini remaja (adolescence) tidak hanya dapat mengerti keadaan benda-benda di dekatnya tetapi juga kemungkinan keadaan benda-benda itu di duga. Dalam masalah nilai-nilai remaja mulai mempertanyakan dan membanding-bandingkan. Nilai-nilai yang diharapkan selalu dibandingkan dengan nilai yang aktual. Secara singkat dapat dikatakan remaja adalah tingkatan kehidupan dimana proses semacam itu terjadi, dan ini berjalan terus sampai mencapai kematangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan begitu jelaslah kiranya bahwa setiap orang (tidak hanya orang dewasa) memiliki kemampuan memikirkan dirinya sendiri, dan menyadari bahwa terdapat keadaan yang bertentangan antara nilai-nilai yang dianut dan tingkah laku orang lain. Oleh karena itu, dapat dikatakan sejak pertengaham masa remaja individu mengembangkan apa yang dikatakan &#8220;pengertian diri&#8221; (sense of identity).</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Rogers (1983) mengembangkan konsep andragogi atas empat asumsi pokok yang berbeda dengan pedagogi. Keempat asumsi pokok itu adalah sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi Pertama, seseorang tumbuh dan matang konsep dirinya bergerak dari ketergantungan total menuju ke arah pengarahan diri sendiri. Atau secara singkat dapat dikatakan pada anak-anak konsep dirinya masih tergantung, sedang pada orang dewasa konsep dirinya sudah mandiri. Karena kemandirian konsep dirinya inilah orang dewasa membutuhkan penghargaan orang lain sebagai manusia yang dapat mengarahkan diri sendiri. Apabila dia menghadapi situasi dimana dia tidak memungkinkan dirinya menjadi self directing maka akan timbul reaksi tidak senang atau menolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi kedua, sebagaimana individu tumbuh matang akan mengumpulkan sejumlah besar pengalaman dimana hal ini menyebabkan dirinya menjadi sumber belajar yang kaya, dan pada waktu yang sama memberikan dia dasar yang luas untuk belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu, dalam teknologi andragogi terjadi penurunan penggunaan teknik transmital seperti yang dipakai dalam pendidikan tradisional dan lebih-lebih mengembangkan teknik pengalaman (experimental-technique). Maka penggunaan teknik diskusi, kerja laboratori, simulasi, pengalaman lapangan, dan lainnya lebih banyak dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi ketiga, bahwa pendidikan itu secara langsung atau tidak langsung, secara implisit atau eksplisit, pasti memainkan peranan besar dalam mempersiapkan anak dan orang dewasa untuk memperjuangkan eksistensinya di tengah masayarakat. Karena itu, sekolah dan pendidikan menjadi sarana ampuh untuk melakukan proses integrasi maupun disintegrasi sosial di tengah masyarakat (Kartini Kartono, 1992). Sejalan dengan itu, kita berasumsi bahwa setiap individu menjadi matang, maka kesiapan untuk belajar kurang ditentukan oleh paksaan akademik dan perkembangan biologisnya, tetapi lebih ditentukan oleh tuntutan-tuntutan tugas perkembangan untuk melakukan peranan sosialnya. Dengan perkataan lain, orang dewasa belajar sesuatu karena membutuhkan tingkatan perkembangan mereka yang harus menghadapi peranannya apakah sebagai pekerja, orang tua, pimpinan suatu organisasi, dan lain-lain. Kesiapan belajar mereka bukan semata-mata karena paksaan akademik, tetapi karena kebutuhan hidup dan untuk melaksanakan tugas peran sosialnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi keempat, bahwa anak-anak sudah dikondisikan untuk memiliki orientasi belajar yang berpusat pada mata pelajaran (subject centered orientation) karena belajar bagi anak seolah-olah merupakan keharusan yang dipaksakan dari luar. Sedang orang dewasa berkecenderungan memiliki orientasi belajar yang berpusat pada pemecahan masalah kehidupan (problem-centered-orientation). Hal ini dikarenakan belajar bagi orang dewasa seolah-olah merupakan kebutuhan untuk menghadapi masalah hidupnya.<br />
Pembahasan</p>
<p style="text-align: justify;">Pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa dapat efektif (lebih cepat dan melekat pada ingatannya), bilamana pembimbing (tutor, pengajar, pamong, instruktur, dan sejenisnya) tidak terlalu mendominasi kelompok kelas, mengurangi banyak bicara, namun mengupayakan agar individu orang dewasa itu mampu menemukan alternatif-alternatif untuk mengembangkan kepribadian mereka. Seorang pembimbing yang baik harus berupaya untuk banyak mendengarkan dan menerima gagasan seseorang, kemudian menilai dan menjawab pertanyaan yang diajukan mereka. Orang dewasa pada hakekatnya adalah makhluk yang kreatif bilamana seseorang mampu menggerakkan/menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam upaya ini, diperlukan keterampilan dan kiat khusus yang dapat digunakan dalam pembelajaran tersebut. Di samping itu, orang dewasa dapat dibelajarkan lebih aktif apabila mereka merasa ikut dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran, terutama apabila mereka dilibatkan memberi sumbangan pikiran dan gagasan yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki harga diri di depan sesama temannya. Artinya, orang dewasa akan belajar lebih baik apabila pendapat pribadinya dihormati, dan akan lebih senang kalau ia boleh sumbang saran pemikiran dan mengemukakan ide pikirannya, daripada pembimbing melulu menjejalkan teori dan gagasannya sendiri kepada mereka.<br />
Percaya diri</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena sifat belajar bagi orang dewasa adalah bersifat subjektif dan unik, maka terlepas dari benar atau salahnya, segala pendapat, perasaan, pikiran, gagasan, teori, sistem nilainya perlu dihargai. Tidak menghargai (meremehkan dan menyampingkan) harga diri mereka, hanya akan mematikan gairah belajar orang dewasa. Namun demikian, pembelajaran orang dewasa perlu pula mendapatkan kepercayaan dari pembimbingnya, dan pada akhirnya mereka harus mempunyai kepercayaan pada dirinya sendiri. Tanpa kepercayaan diri tersebut, maka suasana belajar yang kondusif tak akan pernah terwujud.<br />
Sistem nilai</p>
<p style="text-align: justify;">Orang dewasa memiliki sistem nilai yang berbeda, mempunyai pendapat dan pendirian yang berbeda. Dengan terciptanya suasana yang baik, mereka akan dapat mengemukakan isi hati dan isi pikirannya tanpa rasa takut dan cemas, walaupun mereka saling berbeda pendapat. Orang dewasa mestinya memiliki perasaan bahwa dalam suasana/ situasi belajar yang bagaimanapun, mereka boleh berbeda pendapat dan boleh berbuat salah tanpa dirinya terancam oleh sesuatu sanksi (dipermalukan, pemecatan, cemoohan, dll). Dalam konteks ini harus dipahami latar belakang dan budaya mereka, serta kondisi ekonominya.<br />
Keterbukaan</p>
<p style="text-align: justify;">Keterbukaan seorang pembimbing sangat membantu bagi kemajuan orang dewasa dalam mengembangkan potensi pribadinya di dalam kelas, atau di tempat pelatihan. Sifat keterbukaan untuk mengungkapkan diri, dan terbuka untuk mendengarkan gagasan, akan berdampak baik bagi kesehatan psikologis, dan psikis mereka. Di samping itu, harus dihindari segala bentuk akibat yang membuat orang dewasa mendapat ejekan, hinaan, atau dipermalukan. Jalan terbaik hanyalah diciptakannya suasana keterbukaan dalam segala hal, sehingga berbagai alternatif kebebasan mengemukakan ide/gagasan dapat diciptakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal lainnya, tidak dapat dinafikan bahwa orang dewasa belajar secara khas dan unik. Faktor tingkat kecerdasan, kepercayaan diri, dan perasaan yang terkendali harus diakui sebagai hak pribadi yang khas sehingga keputusan yang diambil tidak harus selalu sama dengan pribadi orang lain. Kebersamaan dalam kelompok tidak selalu harus sama dalam pribadi, sebab akan sangat membosankan kalau saja suasana yang seakan hanya mengakui satu kebenaran tanpa adanya kritik yang memperlihatkan perbedaan tersebut. Oleh sebab itu, latar belakang pendidikan, latar belakang kebudayaan, dan pengalaman masa lampau masing-masing individu dapat memberi warna yang berbeda pada setiap keputusan yang diambil.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang dewasa, terciptanya suasana belajar yang kondusif merupakan suatu fasilitas yang mendorong mereka mau mencoba perilaku baru, berani tampil beda, dapat berlaku dengan sikap baru dan mau mencoba pengetahuan baru yang mereka peroleh. Walaupun sesuatu yang baru mengandung resiko terjadinya kesalahan, namun kesalahan, dan kekeliruan itu sendiri merupakan bagian yang wajar dari belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, orang dewasa ingin tahu apa arti dirinya dalam kelompok belajar itu. Bagi orang dewasa ada kecenderungan ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dengan demikian, diperlukan adanya evaluasi bersama oleh seluruh anggota kelompok dirasakannya berharga untuk bahan renungan, di mana renungan itu dapat mengevaluasi dirinya dari orang lain yang persepsinya bisa saja memiliki perbedaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerjasama<br />
Untuk itu perlu dikembangkan  konsep Masyarakat Belajar (learning community). Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh  dari kerjasama dengan orang lain. Ketika seorang anak baru belajar memainkan game pada alat elektroniknya, ia bertanya kepada temannya “Bagaimana caranya? Tolong bantuin, aku!” Lalu temannya yang sudah biasa, menunjukkan cara mengoperasikan alat itu. Maka, dua orang itu sudah membentuk masyarakat belajar (learning community). Hal-hal seperti ini menjadi penting sebagai sebuah konsep dasar dalam pembelajaran pada pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil belajar diperoleh dari ‘sharing’ antara teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang ini, di kelas ini, disekitar sini, juga orang-orang yang ada di luar sana, semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelompok-kelompok yang anggotanya hetorogen seharusnya anak yang terampil/kaya ide  membantu yang tidak mampu, yang pandai mengajari yang lemah dan begitu seterusnya.  Proses ini akan memberikan perubahan perilaku (entering behavior).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam interaksi seperti ini dalam “Masyarakat belajar” perlu komunikasi dua arah. “Seorang pendidik yang mengajar siswanya” bukan contoh masyarakat belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah, yaitu informasi hanya datang dari pendidik ke arah siswa, tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari pendidik yang datang dari arah siswa. Dalam masyarakat belajar, dua kelompok (atau lebih) yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungannya dengan masyarakat belajar adalah;<br />
1.Untuk membantu masyarakat menghadapi sesuatu secara objektif<br />
2.Untuk memperlengkapi orang dewasa dengan keterampilan memecahkan masalah<br />
3.Untuk membantu masyarakat dalam merubah kondisi sosial mereka<br />
4.Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang diperlukan guna melengkapi kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan saling belajar (kerjasama) ini bisa terjadi apabila tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi, tidak ada pihak yang merasa sungkan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap paling tahu, semua pihak harus saling mendengarkan. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain, maka setiap orang lain bisa manjadi sumber belajar, dan ini berarti bahwa setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya dalam membentuk masyarakat belajar, konsep pilar belajar dari UNESCO (1996:71) perlu dikembangkan seperti;  learning to know, learning to do, learning to be, learning to life together, and learning to believe in God, yang merupakan akumulasi dari berbagai pengetahuan keterampilan yang diperoleh sejak masa kanak-Manusia yang telah dibekali dengan pilar Learning to know akan memiliki sejumlah pengetahuan dan ketrampilan berpikir. Gabungan pengetahuan dan ketrampilan berpikir tersebut dapat dikembangkannya untuk kemampuan berbuat, meningkatkan kualitas diri, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, dan peningkatan kualitas hidup sebagai makhluk yang beragama. 2)  Learning to do, dalam kehidupan manusia adalah adanya dorongan untuk berkreasi, memecahkan masalah dan mengadakan inovasi-inovasi. Dasar ini berangkat dari adanya pengetahuan yang dimiliki yang digunakannya untuk identitas dirinya dan kemaslahatan orang banyak berdasarkan kepercayaan yang dimilikinya. 3) Learning to be, menjadikan manusia hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan pada pihak lain. Berdasarkan hal ini, manusia mempunyai kebebasan untuk mendapatkan sesuatu atau bertindak. Atas dasar ini manusia tersebut bebas memilih ilmu apa yang ingin didapatkannya, bebas menentukan dalam bekerjasama dengan orang lain yang didasarkan atas norma-norma atau ajaran agama yang dianutnya. 4) Learning to live together, bahwa manusia mempunyai keselarasan hidup di tengah-tengah masyarakat. Secara bersama-sama mampu mendapatkan sejumlah pengetahuan, mampu berbuat secara bersama-sama dengan tetap menghargai perbedaan individu dan potensi masing-masing dalam kerangka bekerja bersama. Seluruh pekerjaan tersebut dapat dipertangjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 5) learning to believe in God, bahwa manusia mempunyai pegangan yang universal dalam berhubungan dengan lingkungannya dan berhubungan dengan penciptanya. Dalam artian ini bahwa pengetahuan yang dicari seseorang harus dapat memberi manfaat untuk isi alam itu sendiri, dan bagaimana mengelolanya untuk kebaikan bersama secara berkelanjutan (sustainable), yang secara religius dapat dipertanggungjawabkannya kepada Yang Maha Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh pilar-pilar di atas merupakan kerangka dasar yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran orang dewasa dalam rangka mendorong terwujudnya struktur dan kultur masyarakat belajar sepanjang hayat, sehingga setiap orang nantinya akan memiliki kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan amanat  undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, bahwa; Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Daftar Pustaka<br />
Aliasar (2005). Diskriminasi Dalam Pelayanan Pendidikan pada Sekolah Inklusif. Makalah disampaikan pada Seminar Analisis dengan peserta dari Dinas / Instansi terkait dalam pengembangan pPendidikan Nasional., Padang.<br />
Aliasar dan Jamaris Jamna (2005).  Catatan dari bahan perkuliahan Pendidikan Berkelanjutan. Padang: Program Doktor Pascasarjana-UNP.<br />
Maslow, Abraham H.1966, Motivation And Personality, New York : Harper And Row Publishers.<br />
Piaget, J. (1970). Genetic Epistemology. New York: Columbia University Press<br />
Rogers, Everett M.1983. Diffusion of Inovation, London : MacMillan Pub.<br />
Komisi Internasional Tentang Pendidikan untuk abad XXI, 1996, Belajar : Harta Karun di Dalamnya, Laporan Kepada UNESCO, Jakarta, Komisis Nasional Indonesia untuk UNESCO</p>
<p style="text-align: justify;">UU.Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta, BP. Cipta Jaya</p>
<p style="text-align: justify;">Young, Kimbal. 1980 Social Psychology, Apleton Century<br />
Berbagai sumber Internet.</p>
<p style="text-align: justify;">(Drs. Harizal, M.Pd)</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/02/lawan-stigma-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lawan Stigma PLS" >Lawan Stigma PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bukan hal yang aneh ketika semua orang berpikiran pendidikan akan menghasilkan pekerjaan. Orang kuliah selama ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/merubah-konsep-pandangan-pendidikan-non-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal" >Merubah Konsep Pandangan Pendidikan Non Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">MERUBAH KONSEP PANDANGAN PENDIDIKAN NON FORMAL
 

Habib Prastyo
Abstract: Education which is provided by t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/peranan-tutor-dalam-meningkatkan-motivasi-belajar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR" >PERANAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SANTI PURWANTI. PERANAN TUTOR DALAM
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN KE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/lebih-mengenal-andragogi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Lebih Mengenal Andragogi" >Lebih Mengenal Andragogi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Lebih Mengenal Andragogi  Untuk membedakan dengan Paedagogi, muncullah teori baru yang disebut Andragogi yang...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/peduli-buta-aksara-dewi-hughes-buka-taman-bacaan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan" >Peduli Buta Aksara, Dewi Hughes Buka Taman Bacaan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Desak Made Hugeshia Dewi atau yang akrab disapa dengan Dewi Hughes belum lama ini telah mendirikan taman bacaa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/transkeho-sebagai-pembelajaran-keaksaraan-fungsional.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional" >Pembelajaran  Keaksaraan Fungsional</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Transkeho Sebagai Pembelajaran
Keaksaraan Fungsional
Andriyana Dwi Astuti*
Akhmad Aqil Aziz*
Abstract

B...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/01/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community-2.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)" >Pendidikan Orang Dewasa dalam Masyarakat Belajar (learning community)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pendidikan secara umum adalah sebagai suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar pe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="konsep pendidikan orang dewasa">konsep pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="materi pendidikan orang dewasa">materi pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="makalah pendidikan orang dewasa">makalah pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="Artikel Pendidikan Orang Dewasa">Artikel Pendidikan Orang Dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="pengertian pendidikan orang dewasa">pengertian pendidikan orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="orang dewasa">orang dewasa</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="ARTIKEL PENDIDIKAN MASYARAKAT">ARTIKEL PENDIDIKAN MASYARAKAT</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="artikel tentang masyarakat belajar">artikel tentang masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="artikel masyarakat belajar">artikel masyarakat belajar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html" title="definisi pendidikan orang dewasa">definisi pendidikan orang dewasa</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/11/pendidikan-orang-dewasa-dalam-masyarakat-belajar-learning-community.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahan Ajar LITERASI PEMBUDAYAAN</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 01:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aqil</dc:creator>
				<category><![CDATA[KF]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=2273</guid>
		<description><![CDATA[http://afdalsy.wordpress.com/2008/02/13/tips-membaca-yang-baik

http://padepokan-it.com/2010/01/27/arti-membaca]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>INDAHNYA MEMBACA&#8230;..</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>KATA PENGENTAR</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Buku Bahan Ajar Literasi Pembudayaan Membaca bagi Tutor dalam menyelenggarakan Program Pendidikan Keaksaraan. Salah satu pertimbangan disusunnya buku bahan ajar ini adalah agar pembudayaan membaca dimasyarakat dapat terwujud dengan baik. Disamping itu juga sebagai upaya untuk mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara membaca yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku bahan ajar ini disusun secara sederhana, karena hanya berisikan hal-hal yang praktis dan mudah dimengerti sehingga dapat dengan mudah untuk dipelajari, dipahami, dan dipraktekkan oleh para pembaca.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Buku Bahan Ajar. Selanjutnya kami mohon kritik dan saran demi kesempurnaan buku ini.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Ungaran,   September 2010</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Pengertian</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Membaca merupakan salah satu di antara empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh setiap orang. Dengan membaca, seseorang dapat bersantai, berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi, dan meningkatkan ilmu pengetahuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca merupakan sarana yang tepat dalam pembelajaran sepanjang hayat. Dengan mengajarkan kepada anak cara membaca berarti memberi anak tersebut sebuah masa depan yaitu bagaimana cara mengekplorasi “dunia” mana pun yang dia pilih dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tujuan hidupnya.</p>
<p><strong>Persiapan Sebelum Membaca</strong></p>
<ol>
<li><strong>Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca.</strong> Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.</li>
<li><strong>Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca</strong>, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.</li>
<li><strong>Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar.</strong> Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.</li>
<li><strong>Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca</strong>, seperti pensil atau spidol.</li>
<li>Ada<strong> baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu</strong> sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.</li>
</ol>
<p><strong>Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.</strong></p>
<ol>
<li><strong>Membaca sebagai hiburan</strong> tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.</li>
<li><strong>Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan </strong>yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.</li>
<li><strong>Membaca kritis</strong>. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.</li>
</ol>
<p><strong>Setelah Membaca</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Meninjau ulang</strong>. Merupakan langkah terakhir kita setelah membaca. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.</p>
<p><strong>Akibat tidak membaca</strong></p>
<ol>
<li>Ketika tidak membaca, seseorang akan masuk ke dalam kebodohan.</li>
<li>Tidak membaca membuat orang dekat dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.</li>
<li>Tidak membaca, orang tidak bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.</li>
<li>Tidak  membaca, orang tidak bisa menguasai banyak kata dan tidak memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).</li>
</ol>
<p><strong>REFRENSI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>http://afdalsy.wordpress.com/2008/02/13/tips-membaca-yang-baik</p>
<p>http://padepokan-it.com/2010/01/27/arti-membaca</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-keaksaraan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN KEAKSARAAN" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN KEAKSARAAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian
Guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju,  mandiri,   dan  b...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/12/standar-kompetensi-penilik.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: STANDAR KOMPETENSI PENILIK" >STANDAR KOMPETENSI PENILIK</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Dalam kerangka pedoman ini, penyusunan standar kompetensi PTK-PNF terutama merujuk pada PP No. 19 tahun 2005 t...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/formasi-cpns-kemdiknas-untuk-pendidikan-luar-sekolah-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Formasi CPNS kemdiknas untuk Pendidikan luar sekolah 2010" >Formasi CPNS kemdiknas untuk Pendidikan luar sekolah 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2010 Kemdiknas, ada formasi untuk PLS sebanyak 8 untuk ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/makna-lambang-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: MAKNA LAMBANG IMADIKLUS" >MAKNA LAMBANG IMADIKLUS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">MAKNANYA

	Tulisan Ikatan Warna Hitam Tanpa Frame: Tidak Terikat Dan Netral Dengan Mencover Indonesia
	Elip...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/imadiklus-teman-kawanku-punya-teman.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS Teman Kawanku Punya Teman" >IMADIKLUS Teman Kawanku Punya Teman</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kawanku punya teman temannya punya kawan Mahasiswa terakhir fakultas dodol Lagaknya bak professor pemikir jemp...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/11/petugas-relawan-merapi-p2pnfi-regional-ii.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Petugas Relawan MERAPI P2PNFI Regional II" >Petugas Relawan MERAPI P2PNFI Regional II</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pagi hari ini aktivitas kantor terlihat agak bebeda dari hari-hari biasanya
beberapa petugas-petugas relawan ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-peningkatan-mutu-kelembagaan-pusat-kegiatan-belajar-masyarakat.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT" >Acuan PROGRAM PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Peningkatan  Mutu   Kelembagaan  PKBM merupakan  upaya yang  dilakukan untuk  meningka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/program-aksara-sebagai-menu-pendidikan-keaksaraan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Program Aksara sebagai Menu Pendidikan Keaksaraan" >Program Aksara sebagai Menu Pendidikan Keaksaraan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Seperti apa yang telah digembar-gemborkan saat ini mengenai pendidikan kewirausahaan, isu utama dalam pembangu...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="bahan ajar kf">bahan ajar kf</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="bahan ajar cara membaca">bahan ajar cara membaca</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="alat peraga pendidikan keaksaraan PTK PNF">alat peraga pendidikan keaksaraan PTK PNF</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="skiripsi kecakapan hidup anak jalanan malang">skiripsi kecakapan hidup anak jalanan malang</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="pemenang lomba literasi MM 19 november2011">pemenang lomba literasi MM 19 november2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="panduan bahan ajar 2011">panduan bahan ajar 2011</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="makalah bahan ajar andragogi upi">makalah bahan ajar andragogi upi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="latar belakang pendidikan luar sekolah">latar belakang pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="bahan ajar pls">bahan ajar pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" title="bahan ajar membacakan berita">bahan ajar membacakan berita</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 16:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronggo Tunjung Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa baru]]></category>
		<category><![CDATA[MAHASISWA PLS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=1917</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH , bersiaplah kalian untuk menghadapi suatu keadaan yang baru keadaan di mana kalian sudah dianggap cukup dewasa, dewasa secara pemikiran, karna untuk menjadi... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH , bersiaplah kalian untuk menghadapi suatu keadaan yang baru keadaan di mana kalian sudah dianggap cukup dewasa, dewasa secara pemikiran, karna untuk menjadi dewasa itu pilihan dan tua itu pasti.<a href="http://farm4.static.flickr.com/3151/2814107445_66c08f5945_o.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align: justify;">Teman mahasiswa baru, kalian pasti akan mengalami suatu keadaan dimana ditanya</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kuliah di mana ?</li>
<li>Jurusan apa ?</li>
<li>Apa itu PLS ?</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Pesan seorang yang putus asa karna PLS, dan harapan ku ada pada kalian</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kuliah di mana ? jawab aja apa adanya dan pasti yang kuliah di PLS 90% pasti di UNIV negeri so PD aja lagi</li>
<li>Jurusan apa ? lha ini memerlukan mental untuk menjawabnya, saya ambil contoh disi saya, maaf jujur saya agak terlambat menemukan jawaban ini, ketika ditanya jurusan apa? awal saya kuliah di PLS ketika ditanya dengan pertanyaan tersebut saya selalu menjawab PENDIDIKAN, Dan klo berlanjut pertayaannya PENDIDIKAN APA , saya jawab PENDIDIKAN KONSELING, disitu selesailah apa yang menjadi pertanyaan lawan bicara kita <sup>( sesuai harapan saya ),</sup> yang mendasari mengapa saya harus berbohong untuk menjawab apa yang menjadi jurusan saya dikuliah adalah : pertanyaan selanjutnya bisa ditebak pasti apa itu PLS, nan…h disitulah saya agak bingung untuk menjelaskan maklum 80% mahasiswa baru PLS pasti pilihan terkhir dalam pilihan jurusan saat mendaftar bisa dikatakan <span style="text-decoration: line-through;"><sup>(salah jurusan/terjerungus)</sup></span> jadi maklum kalau tidak tahu, baru tahu juga setelah diterima jadi mahasiswa</li>
<li>Seiring berjalanya waktu saya mulai menemukan jawaban, , karna pasti pada diri teman mahasiswa baru ada yang berpendapat PLS kok nggak di kenal ya ? heee… itulah kenyataanya. teman dari situlah saya mulai berani dengan lantang ketika saya ditanya saya pasti jawab PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH itu jurusan saya, bagi saya  kalau tidak sekarang dan di mulai dari diri kita kapan orang akan tahu apa itu PLS, saya jawab dalam pendikan ada 3
<ol>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_formal" target="_blank">Pendidikan formal</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_nonformal" target="_blank">Pendidikan nonformal</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_informal" target="_blank">Pendidikan informal </a></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Di situlah saya menerangkan jika pls situ menagani yang bagian norformal &amp; saya tambah tambahin  bagai seorang marketing yang sedang menawarkan sebuah barang yang intinya meyakinkan kalo PLS situ ada dan berperan terhadap pendidikan di Indonesia, sambil melatih kemampuan saya berbicara dan meyakinkan orang lain <img src='http://www.imadiklus.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH " class='wp-smiley' title="Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH " />  Jika bukan sekarang dan dari kita sendiri untuk bersosialisasi maka kapan PLS oleh masyarakat<a href="http://farm4.static.flickr.com/3151/2814107445_66c08f5945_o.jpg"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3151/2814107445_66c08f5945_o.jpg" alt="2814107445 66c08f5945 o Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH " width="455" height="147" title="Selamat datang mahasiswa baru PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH " /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kuliah dijurusan PLS sudah menjadi takdirkalian dan jalan kalian,  yang jelas jika sudah menceburkan diri harus berenang untuk bisa selamat, yang jelas kuliah tidak salah Jurusan PLS Juga tdk salah tingal kalian nanti berpandai-pandailah menjualdiri* didunia kerja, maka sejak awal kuliah pikirkanlah keaahlian dan keterampilan lain di luar kuliah baik di organisasi, unit kegiatan mahasiswa  atau kerja paruh waktu agar keterampilan dan keahlian bertambah  agar kelak mejadi bukan mahasiswa PLS bisa</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Curhatan admin</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/08/marhaban-yaa-ramadhan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: MARHABAN YAA RAMADHAN" >MARHABAN YAA RAMADHAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Marhaban yaa ramadhan, seluruh Fungsionaris Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidika...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/program-pendidikan-luar-sekolah-diminati.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati" >Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Program Pendidikan Luar Sekolah Diminati
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Ketua Program Megister Pendidi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/07/510.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: STRATEGI PEMILIHAN JURUSAN PLS" >STRATEGI PEMILIHAN JURUSAN PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">STRATEGI PEMILIHAN JURUSAN PLS
Suatu hal yang mesti disadari, UMPTN itu seperti perang, sedangkan tesnya itu ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/hasil-kongres-ii-surabaya-ikatan-mahasiswa-pendidikan-luar-sekolah-se-indonesia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: HASIL  Kongres  Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia 2009" >HASIL  Kongres  Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se-Indonesia 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Gedung PKTK di kota pahlawan menjadi saksi bisu akan salah satu keberhasilan kita diakhir tahun 2009 IMADIKLUS...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/12/selamat-hari-ibu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Selamat hari IBU" >Selamat hari IBU</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Ibu itu segala'na..ibu itu seperti malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan buat ngejaga kita..waktu kita ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/proposal-kegiatan-imadiklus-korwil-2-pekan-kreativitas-imadiklus-gong-show-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS KORWIL 2" >PROPOSAL KEGIATAN IMADIKLUS KORWIL 2</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat ilmiah diharapkan bisa menjadi agen of change dalam pembangunan dim...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/03/power-love-story-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Power Love Story (PLS)" >Power Love Story (PLS)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Power Love Story (PLS), sebuah frase yang kerap dirasakan oleh para mahasiswa dan bahkan oleh siapapun di selu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/01/come-in-salam-knal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: come in ‘salam knal’" >come in ‘salam knal’</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">selamat pagi PLS Q,  PLS kamu dan PLS kita smua.......

terima ksh pd teman-temanQ yg telah membuat,menyediaka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/08/mimpi-mimpi-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mimpi-mimpi PLS" >Mimpi-mimpi PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pernahkah anda bermimpi menjadi seseorang yang berguna dalam dunia pendidikan? kemasyarakatan? atau mungkin be...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/undangan-rapat-koordinasi-malang.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: UNDANGAN RAPAT KOORDINASI MALANG" >UNDANGAN RAPAT KOORDINASI MALANG</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">TERM OF REFFERENCE
RAPAT KOORDINASI WILAYAH I DAN II
IMADIKLUS
(IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SE...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="selamat datang mahasiswa baru">selamat datang mahasiswa baru</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="spanduk selamat datang mahasiswa baru">spanduk selamat datang mahasiswa baru</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="tanya jawab tentang pendidikan luar sekolah">tanya jawab tentang pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="contoh artikel tentang marhaban mahasiswa baru">contoh artikel tentang marhaban mahasiswa baru</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="mahasiswa pls">mahasiswa pls</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="selamat datang mahasiswa baru orasi">selamat datang mahasiswa baru orasi</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="selamat datang siswa baru">selamat datang siswa baru</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="puisi selamat datang mahasiswa baru">puisi selamat datang mahasiswa baru</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="pendidikan luar sekolah">pendidikan luar sekolah</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html" title="menjadi mahasiswa baru">menjadi mahasiswa baru</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/08/selamat-datang-mahasiswa-baru-pendidikan-luar-sekolah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPRIBADIAN PENDIDIKAN INDONESIA</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 04:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndramura</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=1596</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara mengenai pendidikan dinegeri ini memang tidak akan pernah ada habisnya.Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>Berbicara  mengenai pendidikan dinegeri  ini memang tidak akan pernah ada  habisnya.Didalam UU No.20/2003 tentang  sistem pendidikan Nasional,  tercantum pengertian pendidikan: pendidikan  adalah usaha sadar dan  terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar  peserta didik secara aktif mengembangkan  potensi dirinya sehingga  memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri, kepribadian,  kecerdasan, akhlak mulia, serta  keterampilan yang diperlukan oleh  dirinya, masyarakat, banga dan negara.  sudahkan pendidikan kita sesuai  dengan isi UU terebut? jawabannya  tentulah belum.</p>
<p>Kondisi pendidikan kita saat ini   begitu menyedihkan. ada banyak hal yang harus dibenahi dalam pendidikan   kita ini, mengingat pendidikan adalah investasi  masa depan bangsa dan   pengaruh dinamis terhadap perkembangan jasmani dan rohani atau kejiwaan   anak bangsa kita , dimana mereka dididik agar bisa meneruskan gerak   langkah kehidupan bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju,   berpendidikan dan bermoral. ini tentunya akan menjadi  tugas dan tanggung  jawab banyak pihak , orang tua, para pendidik  (sekolah), masyarakat dan  juga pemerintah. kewajiban kita untuk  mengembalikan kondisi pendidikan  kita ini agar menjadi pendidikan yang  terbaik, bermutu serta cerdas  dalam IPTEK dan IMTAQ. pendidikan yang  bertujuan untuk membentuk  generasi muda menjadi manusia haruslah  menyangkut unsur-unsur spiritual,  moralitas, sosialitas dan  rasionalita, tidak hanya menekankan segi  pengetahuan saja  (kognitif)tetapi harus menekankan segi emosi, rohani  dan hidup bersama.  begitu juga dengan Ujian Nasional yang pemerintah  canangkan sebagai  bentuk penilaian terhadap hasil belajar siswa.  kegiatan ini hendaknya  tidak hanya sekedar menguji akan kemampuan siwa  dalam hal lmu  pengetahuan, akan tetapi juga menguji akan kemmpuan siswa  dalam  kerohaniannya. sesuai dengan tujuan dalam UU bahwa peserta didik   hendaknya memiliki kekuatan spiritual keagamaan.</p>
<p>Peserta terbunuhnya praja IPDN  akibat pemukulan  yang dilakukan seniornya telah mencoreng muka dunia  pendidikan di  indoneia. praja yang dididik untuk menjadi pengayom  masyarakat malah  menjadi pembunuh yang berdarah dingin.  peristiwa IPDN tersebut merupakan  salah satu dari bentuk penerapan  sistem pendidikan yang sangat buruk.  agar sistem pendidikan itu baik  harulah memenuhi unsur-unur seperti yang  tercantum diatas, tak lupa  harus disertai dengan pengaturan internal  pendidikan itu sendiri yaitu  adanya penentuan kurikulum. kurikulum ini  terkait dengan tujuan  pendidikan yang hendak dicapai , artinya  kurikulum yang menggambarkan  kualitas lulusan yang akan dihasilkan, agar  tercipta proses yang handal  dalam rangka menghasilkan output yang  memiliki mutu tinggi,  berkepribadian baik, islami dan sesuai dengan  harapan UU No.20/2003  diatas.wallahu a’lam.</p>
</div>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/undangan-rapat-koordinasi-malang.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: UNDANGAN RAPAT KOORDINASI MALANG" >UNDANGAN RAPAT KOORDINASI MALANG</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">TERM OF REFFERENCE
RAPAT KOORDINASI WILAYAH I DAN II
IMADIKLUS
(IKATAN MAHASISWA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SE...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/10/kenangan-admin-dengan-mantan-pacar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kenangan admin dengan mantan pacar" >Kenangan admin dengan mantan pacar</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kali ini admin mo posting yang ringan ringan Setelah dapat teguran posting yang berat berat ( angapan saya ) L...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/06/berita-di-tv.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: BERITA DI TV" >BERITA DI TV</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis kisah ini, namun apa daya terkadang kemalasan itu selalu lebih ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/10/data-statistik-pendidikan-nonformal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Data Statistik Pendidikan Nonformal" >Data Statistik Pendidikan Nonformal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pen...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/06/iklan-jambore-ptk-pnf-2009.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Iklan Jambore PTK-PNF 2009" >Iklan Jambore PTK-PNF 2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Selama ini Pendidikan NonFormal selalu dinomorduakan, padahal dari segi sasaran dan dari segi dukungan kepada ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/imadiklus-dipercaya-sebagai-depeloper-web-ipabi-indonesia.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA" >IMADIKLUS dipercaya sebagai depeloper web IPABI INDONESIA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">IMADIKLUS di percaya sebagai depeloper web IPABI INDONESI yang beralamatkan di http://ipabipusat.org/ dengan h...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/diskusi-terfokus-dan-kesepekatan-antara-ipi-pusat-dpp-ipbi-dan-imadiklus-pusat-bagikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan" >Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sabtu, 09 Januari 2010 telah berlangsung Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara Ikatan Penilik Indonesia (IPI...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/04/hasil-raker-komisi-2-tanpa-revisi.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)" >Hasil Raker Komisi 2 (tanpa revisi)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

A.	LATAR BELAKANG

	 Mahasiswa PLS mengikuti perkembangan IPTEK
	Sebagai sarana pemgembangan bakat dan minat...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/11/uny-vs-yogyakarta.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: uny VS YOGYAKARTA" >uny VS YOGYAKARTA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Kota yang paling istimewa satu satunya di Indonesia adalah Kota gudeg setelah kota Aceh berganti nama menjadi ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/05/seminar-nasional-pls.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: SEMINAR NASIONAL PLS" >SEMINAR NASIONAL PLS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">temen-temen PLS di seluruh Indonesia di harapkan kehadiranya..
ditunggu,,</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="pendidikan kepribadian">pendidikan kepribadian</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="kepribadian pendidik">kepribadian pendidik</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="kepribadian pendidikan">kepribadian pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="artikel pendidikan kepribadian">artikel pendidikan kepribadian</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="opini pendidikan indonesia">opini pendidikan indonesia</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="opini pendidikan di indonesia">opini pendidikan di indonesia</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="kepribadian pendidikan indonesia">kepribadian pendidikan indonesia</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="opini pendidikan">opini pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="makalah kepribadian dalam pendidikan">makalah kepribadian dalam pendidikan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html" title="kepribadian dan pendidikan">kepribadian dan pendidikan</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/08/kepribadian-pendidikan-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acuan Program  keaksaraan dasar</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 15:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ronggo Tunjung Anggoro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Acuan 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Keaksaraan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Program  keaksaraan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Proposal Program  keaksaraan dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=1198</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Keaksaraan Dasar merupakan upaya  pemberian kemampuan keaksaraan bagi penduduk melek aksara parsial dan cenderung masih   buta   aksara   usia  15  tahun  ke  atas   agar   memiliki kemampuan membaca, menulis,  berhitung, mendengarkan,... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>P</strong><strong>engertian</strong></p>
<ol>
<li>Keaksaraan Dasar merupakan upaya  pemberian kemampuan keaksaraan bagi penduduk melek aksara parsial dan cenderung masih   buta   aksara   usia  15  tahun  ke  atas   agar   memiliki kemampuan membaca, menulis,  berhitung, mendengarkan, dan berbicara untuk  mengomunikasikan teks  lisan dan  tulis dengan  menggunakan  aksara   dan   angka  dalam   bahasa Indonesia.</li>
<li>Dana  program  keaksaraan  dasar   merupakan alokasi  biaya APBN yang   dapat  diakses   oleh   lembaga/organisasi untuk menyelenggarakan  program  pendidikan  keaksaraan  dasar bagi  penduduk  dewasa dengan  kemampuan melek  aksara parsial yang cenderung buta aksara agar memiliki kemampuan membaca, menulis,  berhitung, mendengarkan, dan  berbicara untuk  mengomunikasikan teks  lisan dan  tulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam  bahasa Indonesia.</li>
</ol>
<p><strong> Sasaran Program </strong><strong>K</strong><strong>eaksaraan</strong><strong> </strong><strong>Dasar</strong></p>
<p>Sasaran  program keaksaraan dasar  adalah Penduduk usia 15 tahun ke  atas  yang  melek  aksara  parsial  dan  cenderung  masih buta  aksara.</p>
<p><strong> </strong><strong> Tujuan Program Keaksaraan Dasar</strong></p>
<p>Program  keaksaraan dasar bertujuan untuk:</p>
<ol>
<li>Memperluas akses penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan.</li>
<li>Memberikan kemampuan  keaksaraan  bagi  penduduk buta aksara   usia  15  tahun  ke  atas   agar   memiliki  kemampuan membaca, menulis,  berhitung, mendengarkan, dan  berbicara untuk  mengomunikasikan teks  lisan dan  tulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam  bahasa Indonesia.</li>
<li>Meningkatkan  keberaksaraan  dan   keberdayaan  penduduk usia  15  tahun  ke  atas   yang   masih  berkeaksaraan rendah melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.</li>
<li>Membantu  meningkatkan  indeks   pembangunan   manusia Indonesia melalui peningkatan angka melek aksara penduduk secara nasional.</li>
</ol>
Note: There is a file embedded within this post, please visit this post to download the file.
<p><a href="http://imadiklus.com/?dl_id=46"><img style="float: left;" src="http://img146.imageshack.us/img146/9513/programkeaksaraandasarb.png" alt="programkeaksaraandasarb Acuan Program  keaksaraan dasar"  title="Acuan Program  keaksaraan dasar" /></a></p>
<p>Sumber artikel</p>
<p>http://imadiklus.com/acuan-program-keaksaraan-dasar</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-usaha-mandiri.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Program Keaksaraan Usaha Mandiri" >Acuan Program Keaksaraan Usaha Mandiri</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Pendidikan Keaksaraan Usaha  Mandiri  merupakan kegiatan peningkatan kemampuan keberaksaraan ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-bantuan-inovasi-akrab-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Bantuan Inovasi AKRAB 2010" >Acuan Bantuan Inovasi AKRAB 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">A. Pengertian


	 Inovasi  Aksara  Agar  Berdaya   merupakan penyelenggaraan pendidikan keaksaraan yan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-pendidikan-keaksaraan-keluarga-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan pendidikan keaksaraan keluarga 2010" >Acuan pendidikan keaksaraan keluarga 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Pendidikan      Keaksaraan       Keluarga      merupakan        upaya pe...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-keaksaraan-seni-budaya-lokal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal" >Acuan Keaksaraan Seni Budaya Lokal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian


	Keaksaraan Seni Budaya Lokal adalah upaya  penguatan keberaksaraan yang berbasis  seni buda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/05/acuan-petunjuk-teknis-penyelenggaraan-dikmas-2011.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan dikmas 2011" >Acuan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan dikmas 2011</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan
Petunjuk Teknis Program Tahun 2011

	layanan direktorat pembinaan pendidi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-pendidikan-keaksaraan-bagi-komunitas-khusus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Pendidikan Keaksaraan bagi Komunitas Khusus" >Acuan Pendidikan Keaksaraan bagi Komunitas Khusus</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">PENGERTIAN
Pendidikan   Keaksaraan   bagi    Komunitas    Khusus   adalah bentuk layanan program ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-peningkatan-budaya-tulis-melalui-koran-ibu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Peningkatan Budaya Tulis  Melalui Koran Ibu" >Acuan Peningkatan Budaya Tulis  Melalui Koran Ibu</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Tujuan
Penyelenggaraaan  Peningkatan  Budaya   Tulis  Melalui   Koran Ibu merupakan aksi afirmasi pela...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-taman-bacaan-masyarakat-tbm-penguatan-minat-baca.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA" >Acuan PROGRAM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) PENGUATAN MINAT BACA</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sasaran Program
Penyelenggaraan TBM Penguatan Minat Baca dimaksudkan untuk memotivasi  dan  menumbuhkan min...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-dikmas-2010.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: ACUAN DIKMAS 2010" >ACUAN DIKMAS 2010</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Mangga di download bagi yang butuh acuan...
Acuan Proposal TBM dari Direktorat Pendidikan Masyarakat,Ditj...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/penyusunan-dan-pengajuan-program-pendidikan-keaksaraan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN" >PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Lembaga/organisasi calon penyelenggara program Pendidikan
Keaksaraan bagi Komunitas Khusus, dapat mengajukan ...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="program keaksaraan">program keaksaraan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="keaksaraan dasar">keaksaraan dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="pengertian keaksaraan">pengertian keaksaraan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="acuan keaksaraan dasar">acuan keaksaraan dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="rpp keaksaraan dasar">rpp keaksaraan dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="silabus keaksaraan dasar">silabus keaksaraan dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="pengertian keaksaraan dasar">pengertian keaksaraan dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="KKN keaksaraan Dasar">KKN keaksaraan Dasar</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="proposal keaksaraan">proposal keaksaraan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" title="PROGRAM KEAKSARAAN DASAR">PROGRAM KEAKSARAAN DASAR</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Menulis dan Berbicara</title>
		<link>http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html</link>
		<comments>http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Panji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel dan Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadiklus.com/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis setidaknya membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari dan senantiasa dilatih. Sementara berbicara mungkin cuma butuh pembiasaan saja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari... <a class="meta-more" href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html">Read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Menulis berbeda dengan berbicara.</p>
<p style="text-align: justify">Menulis setidaknya membutuhkan keterampilan khusus yang harus dipelajari dan senantiasa dilatih. Sementara berbicara mungkin cuma butuh pembiasaan saja. Indera yang dibutuhkan ketika belajar berbicara terdiri dari mata, telinga, dan lidah. Mata untuk melihat gerakan yang dilakukan orang yang akan kita contoh untuk bicara, terutama melihat gerakan mulut dan mimik muka. Telinga untuk mendengar kata yang diucapkan, dan lidah berusaha untuk mengikutinya dengan kata yang kita upayakan untuk dikeluarkan. Itu sebabnya, anak kecil yang sehat dan normal (matanya dapat melihat, telinganya dapat mendengar, dan lidahnya bisa digerakkan untuk berkata) maka umumnya akan dengan mudah mengikuti. Itu memerlukan pembiasaan sembari mengasah kemampuan dan reflek tiga indera tadi. Jadi, anak kecil yang ingin belajar bicara tak memerlukan belajar huruf-huruf terlebih dahulu, tak butuh juga dengan seabrek teori retorika (apalagi teori menulis), dan bagaimana merangkai kata yang baik. Ia, akan dengan spontan mengikuti setiap huruf yang diucapkan orang lain (entah ibunya, ayahnya, kakaknya, atau temannya dll). Mereka (termasuk kita) bisa belajar bicara tanpa keterampilan yang rumit. Mengalir apa adanya.</p>
<p style="text-align: justify">Nah, sementara menulis, ini memerlukan keterampilan tambahan. Bahkan motivasi tambahan pula. Karena apa? Karena menulis–selain bukan bakat, juga karena menulis memang sangat berbeda dengan berbicara. Banyak orang bisa berbicara, bahkan fasih, meski ternyata ia buta huruf. Sementara orang yang bisa menulis, sangat mustahil bila ia penderita buta huruf. Mungkin ini pula yang membedakan kemampuan setiap orang dalam menulis. Intinya, nggak semua orang bisa menulis, meski berbicaranya sangat fasih dan bahkan retorikanya bagus. Oya, meski bicaranya tidak bagus, tapi minimal ia memang bisa bicara. Bisa berkomunikasi secara verbal (kata-kata) dengan orang lain. Iya nggak?</p>
<p style="text-align: justify">Jadi menurut saya sih, orang yang bisa menulis adalah orang yang seharusnya merasa bahagia. Karena apa? Karena bisa melakukan keterampilan yang jarang dilakukan oleh orang yang sehat dan normal lainnya. Umumnya, semua orang yang sehat dan normal bisa berbicara, tapi tak semua dari mereka bisa menulis. Ini pun dikelompokkan jadi dua: pertama, orang yang tidak bisa menulis sama sekali alias buta huruf; dan kedua, orang yang tidak bisa menulis dalam pengertian menyampaikan pesan lewat tulisan. Dari dua kelompok itu, mereka sama-sama bisa berbicara, tapi nggak bisa menulis. Betul ndak?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Ayo menulis!</strong></p>
<p style="text-align: justify">Alirkan ide-idemu untuk berkarya lewat tulisan. Rugi banget kalo sampe nggak mencoba untuk bisa menyampaikan pesan yang kita inginkan lewat tulisan. Padahal, itu sangat unik, menyenangkan, dan menarik dibanding berbicara. Kita emang bisa menyampaikan pesan lewat kata-kata (berbicara), tapi tak selamanya pesan bisa sampe dengan mudah. Jika kamu menelepon seseorang, ingin mengerahkan kemampuanmu untuk menyampaikan kehebatanmu dalam berbicara untuk mempengaruhi dia, sementara ponselnya pas kamu nelepon nggak diaktifkan, itu artinya ada hambatan. Apa yang ingin kamu sampaikan menemui jalan buntu. Minimal harus menunggu sampe ponsel temanmu diaktifkan.</p>
<p style="text-align: justify">Dan lagi nih, kamu tentunya nggak bisa terus-menerus berada dalam kondisi siap untuk menelepon. Adakalanya, kamu justru berada dalam kondisi harus menyampaikan pesan lewat tulisan. Misalnya kamu sibuk, sementara untuk memberi tahu teman kamu dengan berbicara di telepon akan memakan waktu, apalagi kalo kamu seneng ngobrol. Maka, langkah efektif adalah dengan mengirim SMS ke ponselnya, atau mungkin kirim e-mail, atau bisa aja nulis memmo untuknya karena ketika kita sampe ke rumahnya dia nggak ada. Kita tempelin deh memmo berisi pesan tertulis kita. Tapi, itu pun masih dengan catatan: ia aktifkan ponselnya; buka e-mail, dan tak sedang keluar kota. Berarti ini soal kendala teknis. Terlepas dari itu, keterampilan menulis tetap harus dimiliki. Minimal sebagai keterampilan pelengkap untuk menyampaikan pesan bagi yang sudah terbiasa dan mahir retorikanya dalam berbicara. Setuju?</p>
<p style="text-align: justify">Sobat, nggak usah dibikin rumit ketika kita akan menulis. Saya juga termasuk yang bisa menulis bukan berawal dari teori. Saya menulis, kalo saya pengen nulis apa yang membuat saya lega ketika menuliskannya. Saya menulis surat buat teman dan orangtua saya, menulis puisi, menulis catatan harian, bahkan saya menulis cerpen meski ketika dibaca lagi seringnya nggak nyambung. Tapi, saya berkeras ingin bisa menulis. Waktu SMP, ketika seneng nulis, saya nggak punya mimpi jadi penulis. Saya hanya seneng aja setiap kali membaca buku sejak SD. Dalam pikiran saya, “Saya bisa membaca dan mudah untuk mengerti pesan yang disampaikan penulisnya, pasti si penulis itu adalah orang yang hebat dalam menyampaikan pesan secara tertulis.” Sejak saat itu saya secara sederhana ingin juga bisa menulis. Tapi tetep belum kepikiran ingin jadi penulis. Biasa aja gitu.</p>
<p style="text-align: justify">Hasilnya? Alhamdulillah, rupanya pembiasaan dalam menulis apa saja yang ingin saya tulis, sekaligus sebagai latihan ‘alamiah’ untuk melancarkan jari tangan saya menulis (waktu itu saya belum punya mesin tik, apalagi komputer). Kebiasaan saya menulis bukan hanya melancarkan jari tangan saya menulis di kertas, tapi sekaligus melatih pilihan kata yang hendak saya tulis dan juga melancarkan sistematika dalam alur penulisan pesan yang saya inginkan. Inilah uniknya keterampilan menulis. Setidaknya menurut saya, lho.</p>
<p style="text-align: justify">Jadi, biasakan untuk melatih menulis. Terus dan terus. Nggak usah ada beban dulu. Pokoknya nulis. Jangan takut salah, nggak perlu khawatir tulisannya nggak enak dibaca, yang penting mencoba dan terus belajar. Salah-salah dikit sih kita bisa menghibur diri dengan nyontek semboyan di iklan pembersih pakaian, “Nggak ada noda, ya nggak belajar”. Menulis itu butuh ketekunan, jangan patah semangat jika baru nulis sekali dan jelek. Itu belum cukup, kalo kamu nggak terus melatih diri untuk menulis. Bukankah benteng Mesir tidak ditaklukkan dengan sekali peperangan? Bukankah ketika kita belajar menuliskan abjad dan angka saja nggak sekali langsung bisa? Ya, belajar menulis tidak instan, tapi harus ditekuni dan sabar, serta penuh semangat, plus motivasi kuat.</p>
<p style="text-align: justify">Oya, sebenarnya bicara juga membutuhkan keterampilan tambahan, meski awalnya ‘naluriah’, tapi tetap kudu dipelajari bagaimana santun dalam berbicara, berkata yang baik, dan apa yang harus dikatakan dengan tepat kepada siapa yang diajak bicara. Nah, untuk tingkat lanjutannya sih memang harus belajar juga. Sama seperti menulis. Tapi, langkah awalnya aja yang beda. <em>Start</em>-nya yang beda. Kalo berbicara, secara ‘naluriah’ sejak kecil kita yang sehat dan normal langsung udah belajar dan bahkan bisa bicara, sementara menulis (menuliskan abjad dan angka), minimal rata-rata bisa nulis secara umum adalah ketika kita diajarin di sekolah (meski sebelum sekolah kita udah pada bisa bicara). Tul nggak?</p>
<p style="text-align: justify">Eh, waktu kecil juga kita udah bisa menulis abjad dan angka, tapi inget ya bahwa pengetahuan tersebut saja belum cukup untuk menyampaikan pesan lewat tulisan jika nggak belajar bagaimana cara merangkai kata yang baik. Nah, jadi beda kan? Ehm, jadi menulis emang keterampilan yang unik dan sekaligus menarik. Setidaknya ini menurut saya, lho.</p>
<p style="text-align: justify">Sobat, sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin tekankan bahwa ada yang perlu diperhatikan dan diingat, bahwa jika kita nggak bisa menulis dengan baik, maka pesan itu pun sulit juga dimengerti oleh pembaca tulisan kita. Sebagai pemberi pesan (komunikator), tentunya kita harus sebaik mungkin dalam menyampaikan pesan agar mudah dipahami oleh komunikan alias si penerima pesan. Tentunya, untuk semua itu yang dibutuhkan bukan hanya kebiasaan kita menulis, tapi juga ilmu dan wawasan buat tambahan kita. Yup, agar pesan yang kita sampaikan juga dimengerti, bahkan dipahami dengan mudah oleh penerima pesan. Soal ini, insya Allah akan saya jembrengin di lain kesempatan. Setuju ya?</p>
<p style="text-align: justify">Oke deh, sampe sini dulu. Insya Allah lain kali saya cerita lagi. Jangan berhenti nulis!</p>
<p style="text-align: justify">Salam,<br />
O. Solihin</p>
<p style="text-align: justify">http://osolihin.wordpress.com/2009/12/20/antara-menulis-dan-berbicara/</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Posting Terkait</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/03/acuan-program-keaksaraan-dasar.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Acuan Program  keaksaraan dasar" >Acuan Program  keaksaraan dasar</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pengertian

	Keaksaraan Dasar merupakan upaya  pemberian kemampuan keaksaraan bagi penduduk melek aksara pa...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/02/jadikan-fbmu-berlangganan-blog-imadiklus.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Salah satu cara sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah" >Salah satu cara sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Tiap kali IMADIKLUS  membuat post baru maka akan terlihat pada facebook news feed, dan menurut saya itu bisa m...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/06/tulis-dan-publikasikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tulis dan Publikasikan!!!" >Tulis dan Publikasikan!!!</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Seseorang yang sekarang menjadi inspirasi ku adalah mahasiswa semester 4 prodi Pendidikan Luar Sekolah, yah se...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2009/06/berita-di-tv.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: BERITA DI TV" >BERITA DI TV</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis kisah ini, namun apa daya terkadang kemalasan itu selalu lebih ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/11/menonformalkan-pendidikan-formal.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menonformalkan Pendidikan Formal" >Menonformalkan Pendidikan Formal</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Saya menulis ini adalah hasil diskusi dari teman2 PLS, dosen, dan pimpinan perusahaan baik swasta maupun pemer...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/07/sudahlah-saya-berhenti-menulis.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: SUDAHLAH SAYA BERHENTI MENULIS" >SUDAHLAH SAYA BERHENTI MENULIS</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">SUDAHLAH…….SAYA BERHENTI MENULIS 
Lama sudah tulisan terbina, kata telah terbang. Menyatu terbingkai alam...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/09/bahan-ajar-literasi-pembudayaan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bahan Ajar LITERASI PEMBUDAYAAN" >Bahan Ajar LITERASI PEMBUDAYAAN</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> 

INDAHNYA MEMBACA.....
KATA PENGENTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas li...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/04/jurusan-pendidikan-luar-sekolah-vs-otonomi-daerah.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jurusan Pendidikan Luar Sekolah VS Otonomi daerah" >Jurusan Pendidikan Luar Sekolah VS Otonomi daerah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sejak tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana di atur dalam Undang Undang No.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah da...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/diskusi-terfokus-dan-kesepekatan-antara-ipi-pusat-dpp-ipbi-dan-imadiklus-pusat-bagikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan" >Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara IPI Pusat , DPP IPBI dan Imadiklus Pusat Bagikan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sabtu, 09 Januari 2010 telah berlangsung Diskusi Terfokus dan Kesepekatan antara Ikatan Penilik Indonesia (IPI...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://www.imadiklus.com/2011/08/mereka-lahan-pls-otokritik-kesombongan-dan-kemunafikan.html" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mereka Lahan PLS!!! (otokritik kesombongan dan kemunafikan)" >Mereka Lahan PLS!!! (otokritik kesombongan dan kemunafikan)</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak semp...</div></li></ul></div><h5>Artikel Terkait:</h5><a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="retorika dalam menulis">retorika dalam menulis</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="artikel tentang berbicara">artikel tentang berbicara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="artikel penerima pesan">artikel penerima pesan</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="ARTIKEL BENTUK BENTUK PENERIMA PESAN">ARTIKEL BENTUK BENTUK PENERIMA PESAN</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="makalah berbicara keterampilan khusus">makalah berbicara keterampilan khusus</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="artikel teori berbicara">artikel teori berbicara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="menulis &amp; berbicara">menulis &amp; berbicara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="makalah  berbicara dan menulis">makalah  berbicara dan menulis</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="artikel tentang bebicara">artikel tentang bebicara</a> - <a href="http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html" title="artikel berbicara">artikel berbicara</a> -]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imadiklus.com/2010/01/antara-menulis-dan-berbicara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

